
Pagi ini Alex dan Liong san pergi ke kuil Dewa diantar oleh kedua Kaisar bangsa siluman serigala.
Kuil Dewa adalah sebuah kuil cukup besar di tengah hutan belantara kerajaan siluman.
Ruangan kuil ini terbagi dua,yaitu ruang muka dan ruang belakang.
Ruang muka agak kecil,sedangkan ruang belakang lebih besar lagi,dengan sebuah meja altar dari batu serta disisi kanan ruangan ada dua buah tiang besar dengan bagian atasnya disatukan oleh semacam panel ukiran dari batu mirip gerbang biasanya. Sedangkan di pilar bagian kanan,terdapat batu giok persegi empat dengan ukiran gambar tangan orang di bagian tengahnya.
"Tuan,silahkan tuan tempelkan tangan tuan di atas batu giok,tepat di atas gambar tangan itu,lalu salurkan tenaga murni tuan hingga portal itu terbuka,tetapi harus tuan ingat,lamanya portal itu terbuka tergantung dari seberapa besar tenaga yang tuan salurkan"kata Kaisar Deng suan yi kepada mareka berdua.
Alex menyalurkan setengah dari tenaganya ke arah gambar portal itu.
Tiba tiba kedua pilar itu bercahaya warna biru tua dan saling bertautan cahayanya antara kedua pilar itu.
Setelah bergoyang beberapa lama,akhirnya cahaya itupun terdiam tak bergoyang lagi,terdengar teriakan dari Kaisar Deng suan yi, "cepat masuk kedalam portal itu tuan,sebelum cahayanya hilang"...
Alex dan Liong san secepatnya melompat kedalam cahaya biru yang menutupi semua pilar itu.
Setelah beberapa saat mareka masuk kedalam portal itu,cahaya portal pun akhirnya menghilang dan pilar kembali seperti semula.
Pantaslah tidak semua orang bisa mengaktifkan portal itu,karena portal itu diaktifkan dengan saluran tenaga murni setingkat Dewa,setidak tidaknya Dewa bumi tingkat menengah.
Di alam Dunia tengah,dalam sebuah ruangan dengan lebar delapan Depa dan panjang ratusan Depa,berjejer pilar pilar batu berukir macam macam ukiran.
Setiap dua pilar atau satu gawang,diberi pembatas berupa dinding batu yang menonjol keluar sepanjang satu meter
Pilar yang membentuk gawang gawang dengan batu berhias diatasnya itu berhadap hadapan dan berjejer sepanjang kiri kanan ruangan.
Tiba tiba sebuah gawang menyala berwarna biru tua menutupi antara dua pilar atau satu gawang.
Dan dari antara dua pilar yang bercahaya itu munculah dua orang pemuda,yang seorang pemuda biasa,sedangkan yang seorang lagi Makai baju putih dengan rambut yang aneh, sebelah kanan warna merah sedangkan sebelah kiri berwarna hijau.
Ya mareka adalah Alex dan Liong san,liong san walaupun terlihat seperti pemuda,tetapi sebenarnya usianya sudah seribu tahun-an.
Portal tengah ini adanya di perut sebuah gunung,untuk masuk atau keluar harus melalui portal lagi.
Alex membuka buku peta yang di berikan oleh Kaisar Deng suan yi dan mencocokan dengan keadaan ruangan sekarang,lalu Liong san menunjuk kesalah satu pintu portal, "sepertinya itu pintunya pangeran"...
Alex menatap arah yang di tunjukan oleh Liong san,dan setelah melihat persamaan ukirannya,Alex juga yakin kalau itu memang portal yang mareka tuju.
portal itu terletak disudut paling ujung ruangan dan tidak ada sesuatu yang menarik darinya.
Alex menempelkan telapak tangannya di atas batu giok bergambar telapak tangan itu.
Setelah menyalurkan separo tenaga dalamnya,cahaya biru tua kembali ber pendar diantara dua pilar itu hingga penuh.
Setelah cahaya yang berpendar itu menjadi stabil,Alex dan Liong san secepatnya memasuki portal itu dan menghilang di antara cahaya biru tua itu.
Sementara di alam Dunia Bidadari,didalam sebuah kuil yang bernama kuil Dewi suci ,ditengah sebuah hutan lebat ,sebuah portal tiba tiba bercahaya biru tua,dan dari dalam cahaya itu,keluar Alex dan Liong san dengan gerakan yang cepat.
Setelah keduanya keluar dari portal itu,cahaya yang berpendar tadi meredup lalu menghilang sirna, meninggalkan dua pilar yang berdiri kokoh ribuan tahun.
__ADS_1
Alex menatap ke sekeliling ruangan itu, "kita berada di sebuah kuil lagi Liong san,apakah ini tempat yang kita tuju sudah benar?"...
"Hamba pun kurang tahu pangeran,tetapi rasa rasanya sudah benar, karena menurut petunjuk yang ada di peta itu,bila tiba di tanah para bidadari,akan tercium aroma wangi,bukan kah pangeran juga mencium bau ini?"jawab Liong san sambil mengendus enduskan hidungnya.
Alex mengendus kan hidungnya juga, "kau benar,kau benar,ini bau harum,ayo kita keluar dari sini"...
Alex dan Liong san keluar dari kuil Dewi itu,di sekeliling kuil tidak nampak satu pohon pun sejauh dua puluh langkah,cuma Padang rumput bercampur batu batu ber undak undak membuat tingkatan seperti tangga.
Alex dan Liong san berjalan menuruni undakan tangga menuju hutan lebat.
Rupanya kuil Dewi ini berada di atas sebuah bukit kecil ditengah hutan rimba,mungkin sudah ratusan tahun tidak dilalui oleh manusia sehingga tidak adalagi jejak yang bisa di ikuti sebagai pedoman arah mareka.
Setelah berjalan berhari hari membelah hutan lebat,akhirnya mareka berjumpa dengan sebuah kota kecil di pinggir sebuah sungai besar.
Kota ini bernama kota panyun,dengan penduduk cukup banyak.
Benarlah bila Dunia ini disebut sebagai tanah Bidadari,karena semua wanitanya memang cantik cantik,dan yang lebih mengherankan, disini wajah paling tua cuma tiga puluh lima tahun untuk wanita dan empat puluh tahun untuk pria.
Sedangkan untuk para Kaisar dan raja raja, wajah tertua mareka dua puluh lima tahun untuk pria dan dua puluh tahun untuk wanitanya.
Seperti biasanya,di setiap kota ada penjagaan di gerbang kota yang di jaga oleh beberapa prajurit keamanan.
"apakah tuan punya tanda identitas?"tanya penjaga pintu gerbang.
"Maap,tanda identitas kami hilang'jawab Alex berbohong.
Selesai membuat tanda identitas diri untuk mareka berdua dan membayar dua keping emas mareka berdua masuk kedalam kota,mencari rumah makan.
Untung lah tidak begitu jauh berjalan,mareka menemukan sebuah rumah makan yang lumayan ramai dikunjungi banyak orang.
Memasuki rumah makan itu,ternyata hampir semua meja sudah penuh dengan pelanggan yang mau makan.
Saat mareka bermaksut keluar mencari rumah makan lain,tiba tiba seorang pria menyapa mareka, "maap tuan,bila tuan tidak keberatan, silahkan duduk di meja ini bersama saya dan istri saya"...
"Terima kasih tuan atas kesediaan tuan untuk memberikan tempat kami duduk"kata Alex sambil duduk disebuah korsi, sedangkan Liong san pergi memesan makanan untuk mareka.
"Eh maap tuan,kalau boleh tahu,apakah nama kota ini ?,tanya Alex pada pria didepannya.
"Apakah kalian orang baru di kota ini?,kota ini bernama kota pan yun, saya sendiri bernama Cao kang Jian dan ini istri saya Fei yang",kata pria itu.
"Saya bernama Alex, dan teman saya itu bernama Liong san,kami memang orang baru di kota ini tuan"jawab Alex seadanya.
Tidak lama Liong san datang setelah memesan makanan.
Pria itu menatap Alex dan Liong san,lalu bertanya, "ada keperluan apa kalian kesini?"...
__ADS_1
"Kami. ada perlu di sini,apakah tuan tahu di mana tumbuhnya teratai hitam yang tumbuh di tengah telaga,atau pernah mendengarnya?" tanya Alex.
Pria dan wanita itu terdiam sesaat saling pandang,kemudian berkata, "bunga teratai hitam yang tumbuh di sebuah telaga?,bunga itu sangat langka tuan,di seluruh benua ini cuma ada satu yang memiliki bunga teratai hitam itu'...
Mendengar itu,Alex menjadi sangat antusias sekali,karena dia memang sangat memerlukan keberadaan bunga itu.
"Dimanakah bisa kami dapatkan bunga teratai hitam itu tuan?"tanya Alex.
Kedua orang itu memandang kearah Alex, kemudian menggelengkan kepalanya.
"Katakanlah tuan, dimanakah bunga itu bisa kami dapatkan, walau harus di tukar dengan nyawa saya sendiri,akan saya lakukan asal mendapatkan bunga itu"kata Alex lagi.
"Kalau boleh tahu, untuk apakah bunga teratai hitam itu tuan?",tanya lelaki itu lagi.
"Kerabat saya ada yang terkena racun jamur jari iblis tuan,tidak ada penawar yang lain selain bunga teratai hitam di tengah telaga itu"jawab Alex.
Sepasang pria dan wanita itu tersenyum ramah,lalu berkata, "sebenarnya saya juga tidak pernah melihat rupanya,tetapi semenjak lama sudah ada kabar yang mengatakan Sang Kaisar Chu Shao seng memelihara bunga teratai hitam,dan bunga itu cuma sekuntum itu di benua ini,bahkan mungkin di alam ini,tetapi sangat disayangkan bunga itu di miliki oleh putri Kaisar yang berilmu sangat tinggi,sehingga tidak satu manusia pun yang bisa memetik bunga itu"...
"Putri Kaisar itu ada tujuh,entah putrinya yang mana yang memiliki bunga itu,tetapi semua putri Kaisar itu berkepandaian sangat tinggi"sang istri menambahkan keterangan suaminya.
Obrolan mareka terhenti ketika pesanan mareka tiba.
Alex dan Liong san bergegas menghabiskan semua pesanannya.
Malam itu mareka menginap disebuah penginapan cukup mewah dan nyaman.
Didalam kamar penginapan,untuk kesekian kalinya,Alex menjenguk kedua istrinya di Dunia dimensi miliknya.
Kali ini kedua orang istrinya sudah tidak mampu untuk berdiri lagi,bibir mareka berdua sudah membiru semuanya,sedangkan pandangan matanya hampir hampir tidak mengenali Alex lagi.
Alex menyalurkan hawa sakti miliknya ke tubuh putri Giok Lin Dan putri Kwan si,kemudian memberinya pil penghambat epek racun di tubuh putri Giok Lin Dan putri Kwan si.
"Kakak,bila nanti kami sudah tidak ada, kuburkan kami di dunia dimensi ini,agar kami bisa ikut kemanapun kakak pergi,terimakasih atas kasih sayang kakak selama ini, percayalah, kami dilahirkan untuk kakak, dan matipun untuk kakak"kata putri Giok Lin dengan kepasrahan yang tinggi.
Sedangkan putri Kwan si cuma memandang muka Alex lama sekali,lalu Pelahan air matanya mengalir deras,di genggamnya tangan Alex kuat kuat, "aku akan mengingat muka kakak,akan kucari di kehidupan yang lain,aku tidak ikhlas bila kakak bersedih,jalan kakak masih panjang,kami akan tetap menyertai kakak, meski tidak dengan ujut sekarang"...
Alex menempelkan kedua pipinya pada pipi putri Giok Lin Dan putri Kwan si,air matanya sudah tidak bisa lagi di ajak berkompromi, mengalir begitu saja bercampur dengan air mata kedua istri nya.
"Dengarkan aku,kita sudah sampai di Dunia para Bidadari,meski harus menghancur kan negri ini,bahkan benua ini,akan kulakukan asal bisa menyembuhkan kalian,tolong bertahanlah sebentar lagi,bertahan demi aku,demi cinta ku,aku yakin aku bisa mendapatkan teratai itu,apapun cara dan resikonya"kata Alex menguatkan kedua istrinya.
Kedua orang wanita cantik jelita itu tersenyum pilu menatap sang suami yang amat di cintai nya itu sangat berharap kesembuhan mareka.
Sebenarnya mareka bisa bertahan hingga detik ini cuma karena Alex saja,karena cinta dan kasih sayang yang begitu besar,sehingga setiap waktu mareka berdua saling menguatkan hati.
Hidup memang misteri sang maha pencipta,apa itu kehidupan dan apa itu kematian di hadapan nya.
Yang sudah sekaratpun bila DIA menghendaki hidup,maka tidak ada yang mustahil baginya, dan yang sehat wal apiat, segar bugar,bila dia menghendaki waktunya tiba,maka satu detik pun tidak akan bisa di tunda.
__ADS_1
*******
Salam hangat untuk semuanya,semoga sehat selalu,dan terimakasih banyak atas dukungan kalian semuanya.