
Ketiga pasang muda mudi yang tadi makan didekat meja Alex sudah pada selesai makan dan pergi entah kemana.
Sedangkan Alex, putri Guan Hong dan pertapa sakti,masih menyelesaikan makan mereka.
"Bagai mana makanannya meme, apakah enak atau kurang enak ?"tanya Alex kepada putri Guan Hong dan pertapa sakti.
"Kakak,kami biasa makan yang itu itu saja, kalau disini berpariasi macam macam dan ada sayuran macam macam yang semuanya enak enak dan sedap sedap "jawab putri Guan Hong.
"Ah syukurlah kalau kalian suka,aku tadi mendengarkan pemuda didekat kita tadi bicara,mereka juga mau kekota dihilir sungai ini dengan ikut kapal, sebaiknya besok kita naik kapal juga ya,kalian mau ?"tanya Alex.
Tentu saja keduanya bingung,karena seumur hidup belumpernah melihat yang namanya kapal.
"Kapal itu apa kak?"tanya putri Guan Hong bingung.
Alex pun sebenarnya kesulitan menerangkannya, "kalian lihat saja besok pagi,dan kalian akan tahu apa itu kapal"...
Setelah selesai makan dan minum, Alex segera memanggil gadis pelayan rumah makan tadi.
Gadis itu mendekati mereka dan bertanya, "ada apakah tuan tuan muda dan nona muda ?".
"Berapakah harga semua makanan yang kami makan tadi ?"tanya Alex kepada gadis pelayan rumah makan itu.
Gadis pelayan rumah makan itu menghitung sesaat,lalu "enam ratus keping perak untuk tiga porsi makanan dan tiga ratus keping perak untuk tiga gelas teh harumnya tuan,jadi semuanya sembilan ratus keping perak tuan"...
Alex mengeluarkan satu keping emas dan menyerahkan kepada pelayan rumah makan itu, "ambilah seratus keping perak kembaliannya untuk mu"...
Gadis cantik pelayan rumah makan itu menjura beberapa kali dengan wajah senang.
Alex mengajak putri Guan Hong dan pertapa sakti untuk berjalan jalan sekaligus mencari rumah penginapan untuk mereka menginap malam ini.
Mereka berjalan melewati sebuah toko pakaian wanita.
Di toko itu di pajang berbagai macam pakaian wanita berbagai macam bahan,dari katun hingga sutra.
Nampak satu pakaian dipajang tersendiri di atas,sebuah gaun cantik terbuat dari bahan sutra merah dan di rajut dengan hiasan cantik dari benang emas.
Semua wanita yang lewat disitu cuma bisa melihat dengan tenggorokan bergerak menelan air liur,karena di bawah gaun itu tertulis harga lima ratus ribu keping emas.
Putri Guan Hong terpana menatap gaun luar biasa cantik itu tanpa berkedip.
Sebagai mana kodrat seorang wanita,bagai manapun dia,pasti menginginkan yang indah indah dan cantik cantik untuk dirinya.
"Kau mau meme ?"tanya Alex kepadanya.
Sang putri tidak menjawab,cuma tersenyum manis dan sedikit menggelengkan kepalanya.
"Aku takut kakak tidak punya keping sebanyak itu,sudahlah,ayo kita teruskan berjalan"ajak sang putri Guan Hong mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
Alex menarik tangan putri Guan Hong untuk memasuki toko itu.
seorang gadis cantik datang menghampiri mereka, "ada yang dapat saya bantu tuan muda dan nona muda?"tanya gadis itu.
Alex menunjuk kearah gaun yang tadi dipajang agak di atas itu, "aku ingin membeli gaun itu nona,untuk istri ku ini, bisakah kau mengambil kannya untuk ku?" tanya Alex.
Gadis itupun sejenak terkejut, "ti,,tidak tuan,gaun itu cuma co,,contoh saja"...
"Kalau contoh mengapa ada harganya dibawah gaun itu,itukan tandanya di jual nona?"tanya Alex lagi.
Gadis itu menatap kearah Alex dengan tatapan mata sinis dan agak merendahkan, "kalau saya bilang tidak di jual,ya tidak di jual, tidak usah berlagak kaya,sudah banyak orang kaya yang menginginkan gaun itu,tetapi gagal,apa lagi cuma pengelana macam kalian ini!"kata gadis itu marah.
"Harga gaun itu yang tertera dibawah gaun itu kan ?,aku ingin membeli gaun itu untuk istri ku,tolong ambil kan lah"kata Alex memohon.
Rupanya sang pelayan toko itu sudah sangat jengkel sekali dengan Alex, "hei!!,kalian tidak punya telinga kah ?, sudah ku bilang tidak di jual tidak dijual,masih saja kalian bersikeras, dasar penipu!!"...
Seorang wanita bertubuh tinggi semampai, berparas cantik yang sedari tadi mengintip dari balik lemari pakaian datang menghampiri.
"Ada apa Mei,apa ada masalah disini ?"tanya wanita itu.
"Ah ti,,ti dak nyonya besar,ini cuma kesalah pahaman saja"jawab gadis pelayan toko itu.
"Maap nona,saya mau membeli gaun yang tergantung tinggi itu,tetapi nona ini mengatakan gaun itu cuma pajangan dan tidak di jual,benarkah itu nona ?"tanya Alex.
"Siapa yang bilang tidak di jual,itu kan ada daftar harganya,berarti dijual"jawab wanita cantik itu sambil menatap di gin kearah gadis pelayan tadi.
wanita itu mengintip kedalam sebentar, kemudian matanya terbelalak melihat cincin ruang kelas satu, semuanya penuh dengan kepingan emas.
Wanita itu mengembalikan cincin itu kepada Alex sambil berkata, "sayang seribu sayang tuan,gaun itu cuma satu satunya di Benua ini,bahkan kata orang satu satunya di jagat ini tuan,jadi tidak ada lagi,juga tidak ada duplikatnya tuan,karena kainnya dibuat dari bahan sutra Dewangga yang cuma ada di gunung Hau Hans, berasal dari ulat sutra bidadari tuan,dan konon kata hikayat,barang siapa memakai gaun ini tuan, akan menjadi cantik luar biasa meskipun asalnya sejelek pantat panci yang kelamaan diatas tungku tuan"kata wanita itu sambil terkekeh karena kata katanya sendiri.
Alex menyuruh putri Guan Hong untuk mencoba gaun itu.
Dengan tersenyum sumringah, putri Guan Hong segera masuk keruang ganti untuk mencoba gaun itu.
Beberapa saat kemudian, putri Guan Hong keluar dari ruang ganti.
Alex dan semua yang ada disitu terperangah melongo bingung,gaun itu sangat pas sekali ditubuh putri Guan Hong.
Dan yang membuat Alex tidak bisa berkedip menatap sang istri adalah kecantikannya yang meningkat berkali kali lipat dari semula setelah mengenakan gaun itu.
Bahkan wanita pemilik toko itupun terlihat melongo sambil mengucek matanya beberapa kali.
"Baiklah nyonya,saya membeli gaun ini,tetapi saya ingin bertanya, siapakah yang sudah membuatkan gaun ini?" tanya Alex kepada wanita pemilik toko pakaian itu.
Maapkan saya tuan muda,pakaian ini di bawa oleh dua orang gadis cantik sekali,hasil dari tenunan dan rajutan dari majikannya katanya, mereka cuma mengatakan Mita tolong di jual kan dengan harga yang sudah di tulis oleh majikan mereka tuan, tidak boleh kurang ataupun lebih sedikitpun juga,adapun mereka,katanya berasal dari puncak gunung Hau Hans tuan,ada apakah tuan tanyakan hal itu?"tanya wanita pemilik toko pakaian itu.
"Saya memiliki dua puluh satu istri,dan saya berencana membelikan mereka seorang satu, agar tidak di katakan saya berpihak pada salah satu istri saya saja,cuma itu,saya mungkin akan kesana untuk minta mereka buatkan dua puluh gaun lagi"kata Alex sambil menyerahkan lima ratus ribu keping emas tidak kurang dan tidak lebih seperti permintaan pemilik gaun itu.
__ADS_1
Setelah melepaskan dan membungkus gaun yang akan dibeli nya,putri Guan Hong segera memasukan gaun itu kedalam cincin ruang miliknya.
Sebelum berangkat, Alex mencari tahu terlebih dahulu,dimana puncak Hau Hans itu berada lewat layar Matrix nya.
Ternyata puncak Hau Hans itu berada di sebelah timur kota Tabla, tepatnya di puncak tertinggi yang merupakan puncak dimensi namanya.
Dinamakan puncak dimensi,karena puncak itu tidak pernah diketahui bentuk atau rupa sebenarnya,ada orang yang pernah mencari tahu dengan mendaki kesana,ternyata di sana cuma ada hamparan awan yang tidak berujung,tanpa ada sesuatu apapun juga.
Semenjak saat itu dipuncak gunung itu dipercaya ada kerajaan gaib juga seperti puncak awan,namun tertutup tirai dimensi alam.
"Tidak ada jalan lain untuk kita kesana selain dengan terbang bersama Dewa Pegasus,kita jemput Pegasus dan menaiki dewa Pegasus untuk terbang ke arah tempat itu"kata Alex.
"Benar kakak,aku tidak akan memakai gaun itu lagi bila cuma aku sendirian yang memilikinya,aku tidak enak dengan saudara ku yang lain kakak,ayo kita temui orang yang bisa menenun dan membuat gaun secantik itu"kata putri Guan Hong.
Sejujurnya dia tidak enak dengan saudara saudaranya yang lain bila cuma dirinya yang di istimewaan oleh sang suami,meskipun belum pernah bertemu,tetapi di dalam hati mereka semua sudah terasa seperti ada ikatan yang sangat kuat diantara mereka semua.
Akhirnya mereka kembali ketempat penitipan kuda di dekat gerbang kota.
Mereka berjalan menuntun beriringan dengan Pegasus keluar dari gerbang kota.
Kebetulan hari sudah menjelang sore hari.
Di tempat yang sunyi Alex menyuruh putri Guan Hong untuk naik ke punggung dewa Pegasus,kemudian baru dirinya dan terakhir pertapa sakti duduk di belakang Alex.
Karena mereka semuanya menggunakan ilmu meringan kan tubuh,jadi betapapun tidaklah ada pengaruhnya bagi dewa Pegasus.
Tanpa di minta lagi, Dewa Pegasus segera meluncur kearah Utara menuju ke puncak gunung tiga dewa di sebelah timur kota Tabla.
Mula mula dewa Pegasus terbang naik tinggi kebalik awan putih, kemudian meluncur kebawah sambil melayang secepat angin topan.
Hingga dalam sekejap saja,gunung tiga Dewa yang tampak megah dari kejauhan itu sudah di depan mata mereka.
Gunung tiga Dewa dikatakan demikian karena ada tiga buah gunung kembar berdiri berdempetan,dengan yang paling besar di tengah tengah menjulang keangkasa menembus awan putih abadi.
Dikatakan awan putih abadi,karena awan itu sejak dahulu kala tidak pernah berubah bentuk maupun posisinya.
Mungkin itulah awan abadi tertua di semesta yang tidak pernah berubah bentuk maupun posisinya.
Menjelang senja,mereka tiba di kaki gunung tiga Dewa,di sebelah timurnya.
Dewa Pegasus membawa mereka mendarat di dekat sebuah telaga kecil namun sangat indah di kelilingi dengan pepohonan dan batu batu besar dan berair sangat jernih.
Sementara pertapa sakti menyiapkan pondok sederhana untuk mereka bermalam, Alex dan istrinya mencari tempat terlindung untuk membersihkan tubuh setelah seharian penuh belum mandi.
Selesai mandi, Alex juga mencari beberapa ikat kayu bakar untuk mereka memasak malam ini.
...****************...
__ADS_1