
"Tras!!".
tiba tiba putri Dewi Sucitra yang sudah tidak bisa menahan hati karena melihat sang suami yang ditunjuk tunjuk orang mukanya, mengeluarkan pedang baja peraknya lalu membabatkan ketangan prajurit yang menunjuk nunjuk muka suaminya tadi.
tangan prajurit itupun putus dan jatuh kelantai penginapan.
Jeritan prajurit tadi bergema didalam ruang penginapan itu,
Sedangkan ketiga prajurit yang lainnya,segera menarik tangan temannya itu untuk dibawa keluar.
Diluar penginapan nampak seratus limapuluh orang prajurit sudah siap menunggu dengan senjata tombak dan pedang yang terhunus.
Didepan prajurit itu, berdiri tiga orang laki-laki, dua orang sudah tua dan yang seorang anak muda.
Pemuda yang berdiri paling depan berteriak teriak menyuruh keluar pada Alex.
Ketika Alex dan istrinya keluar dari rumah penginapan itu,tiba tiba saja wajah pemuda itu menjadi berbinar binar menatap kearah kelima gadis cantik di sisi Alex.
"Ada apa kau berteriak malam malam seperti orang gila saja?"tanya Alex kepada pemuda itu
Pemuda itu masih diam,pandangan matanya terpaku pada kecantikan gadis gadis di sisi Alex,dan jakunnya turun naik karenanya.
"Hei,kau tuli kah?,ada apa kau berteriak malam malam mengganggu orang yang sedang istirahat saja,katakan apa perlu mu"kata Alex dengan suara yang meninggi.
Dengan mata berbinar binar,pemuda itu menatap kearah Alex dengan tatapan merendahkan serta pandangan angkuh.
"Sebenarnya aku kesini ingin menyiksa mu terlebih dahulu,lalu membunuh mu pelan pelan,tetapi melihat para gadis mu,aku berubah pikiran,biarlah aku tidak membunuh mu,tetapi menjadikan mu budakku seumur hidup,asalkan semua gadis cantik itu kau serahkan kepada ku"kata pemuda itu.
Alex tersenyum mendengar perkataan pemuda itu yang terlalu besar gayung daripada ember.
"Kalau mendengar perkataan mu,Dewa Yamadipati pun takut kepada mu,tetapi kenyataannya kau tidak lebih hebat dari pada ayahmu yang t*l*l itu, kau terlalu besar gayung ketimbang embernya, tetapi walaupun kau lebih b*d*h dari pada ayah mu, aku akan menyerahkan semua gadis itu,asalkan kau bisa bertahan satu jurus dari serangan ku"kata Alex kepada pemuda bernama Jalasena itu.
"Ha ha ha ha,kau terlampau jumawa saudara,baiklah pegang kata kata mu itu,akan ku buktikan jangankan satu jurus,sepuluh jurus juga aku pasti dapat bertahan, bahkan mungkin kau yang tidak bisa bertahan dari jurus ku"jawab Jalasena dengan keyakinan diri yang tinggi.
"Baiklah,bersiap siap lah kau,aku akan segera menyerang mu"kata Alex memperingatkan pemuda itu.
"Serang saja,jangan ragu ragu,aku sudah siap"jawab Jalasena dengan keyakinan yang setinggi langit.
Kini Jalasena sudah menerapkan ilmu kulit besi,seluruh tubuhnya berwarna keabu abuan pertanda bahwa kulitnya sudah sekeras besi.
Sedangkan Alex secara diam diam mempersiapkan jurus tangan api tingkat lima yang di kombinasi dengan sembilan langkah Dewa.
Tubuh Alex tiba tiba menghilang dari tempat berdirinya,dan berpindah kedepan Jalasena dengan jarak yang sangat dekat.
"Bum!!".
Sebuah ledakan dahsyat terdengar menggema di malam itu.orang orang berlarian keluar ingin mengetahui apa yang sedang terjadi.
Ternyata yang mareka lihat adalah tubuh Jalasena yang sudah tergeletak dengan dada yang hitam gosong menjadi arang tanpa ada gerakan apa apa lagi.
Sekali lagi tangan Alex bergerak di kibaskan, seratus lima puluh orang prajurit kota itu kini berterbangan kesana kemari seperti daun kering yang terkena sapu angin saling tumpang tindih tidak karuan dengan nyawa yang sudah melayang semuanya.
Alex menatap kearah kedua orang kakek tua itu dengan tatapan datar.
"Kalian majulah bersama sama sekalian,biar cepat kelar urusan diantara kita",kata Alex kepada kedua kakek itu.
"Sebenarnya aku tidak ada urusan apapun dengan mu,tetapi mendengar perkataan mu yang sudah mencapai langit ketujuh itu,aku yang hina Dina ini ingin minta petunjuk sedikit"kata seorang kakek tua sambil mengeluarkan sebuah kipas yang terbuat dari perak itu.
Kakek tua bernama Dewa kipas perak dari barat itu segera menyerang kearah Alex dengan serangan yang sangat cepat dan bertenaga sangat kuat.
Kipas perak ditangan kakek itu mengembang dan menutup,membuat bingung lawannya.
Tetapi Alex yang memiliki sembilan langkah Dewa serta ilmu meringankan tubuh tingkat Dewa itu samasekali tidak merasa terganggu dengan serangan itu.
Justru kakek Dewa kipas perak lah yang dibuat bingung dengan gerakan Alex yang tanpa aturan jurus silat atau apapun juga,karena gerakan Alex adalah gerakan yang sekehendak hatinya menginginkan.
Melihat temanya sang Dewa kipas perak dari barat tidak bisa berbuat banyak, kakek yang satunya lagi juga akhirnya masuk karena pertarungan
Kakek yang satunya ini membawa tempat arak dari buah labu yang digantung di pinggang nya,seperti bawaannya, kakek ini bernama Dewa arak dari selatan.
__ADS_1
Kini Alex diserang dan dikeroyok oleh dua orang tokoh barat dan selatan yang sangat terkenal itu.
Beberapa kali kipas ditangan Dewa kipas perak hampir mengenai tubuh Alex,tetapi disaat yang sama tubuh Alex menghilang dari pandangan Dewa kipas perak dari barat ini,dan tahu tahu dalam waktu yang sama sudah berada ditempat lainnya.
Begitu juga dengan Dewa arak,semburan araknya tidak banyak membantu,bahkan jurus Dewa mabuk pun tidak ada gunanya bagi Alex.
Akhirnya kedua Dewa tua itu sama sama mundur empat langkah dari Alex.
Dewa kipas menerapkan jurus pamungkasnya yaitu jurus kipas Dewa menebar maut.
Kipas ditangan Dewa kipas perak dari barat itu berubah warna menjadi berwarna kuning terang dan berhawa panas.
Sedangkan Dewa arak,kini juga menerapkan jurus pamungkasnya,yaitu jurus arak neraka.
Kini arak didalam mulut Dewa arak itu berubah menjadi arak yang panas dan mematikan bagi lawannya.
Kedua Dewa tua itu kini menyerang Alex dengan serangan dari dua arah yang berlawanan.
Dewa kipas perak dari barat menyerang dari sisi sebelah kiri,sedangkan Dewa arak dari selatan menyerang Alex dari sisi sebelah kanan.
Bisa juga kadang kadang posisi mereka berganti menjadi Dewa arak di sebelah belakang dan Dewa kipas perak menjadi disebelah depan Alex.
Ketika kipas perak beradu dengan tangan Alex yang sudah di lambari dengan jurus tangan api tingkat lima itu,terjadilah dentuman hasil pertemuan dua tenaga besar itu.
Alex bergerak dengan gerakan yang tidak dapat diikuti oleh mata manusia betapapun tinggi ilmunya,karena gerakan itu sudah begitu sangat cepatnya.
Hingga orang mengira bahwa Alex memakai ilmu teleportasi untuk berpindah indah dari satu tempat ketempat lainnya.
Hingga pada satu kesempatan,tubuh Alex terpojok oleh kedua orang tua itu dengan jurus ampuh mereka.
Disebelah kanannya Dewa tuak yang sudah siap menyemburkan tuak dari mulutnya,sedangkan disebelah kiri nya ada Dewa kipas perak yang sudah siap membabatkan kipas peraknya yang sudah terkembang itu ke kepala Alex.
"Pyaar!!".
"Bum!!"
Dua tenaga besar dari kipas perak dan arak sangat panas dari dalam mulut kedua Dewa tua itu saling menganyam ketubuh Alex
Ditempat pertarungan, terlihat leher Dewa arak dari selatan hampir putus terbabat kipas sang Dewa kipas perak dari barat.
Sedangkan Dewa kipas perak dari barat,berguling guling ditanah karena sekujur muka dan lehernya hancur melepuh busuk terkena semburan air arak dari dalam mulut sang Dewa arak.
Dewa kipas perak dari barat berguling guling sesaat sebelum akhirnya diam untuk selamanya, karena daging muka dan lehernya hancur membusuk terkena semburan dari Dewa arak.
Alex memungut kipas perak dari tanah dan memasukannya kedalam penyimpanannya.
Selanjutnya seperti tidak terjadi apa apa,mereka kembali ke kamar mereka kembali.
Para masyarakat yang tadi menonton pertandingan itu dari kejauhan,kini berduyun duyun mendatangi tempat itu serta membawa semua jasad yang tergeletak disitu ke kediaman ketua kota.
Akhirnya malam pun kembali ke kesunyiannya, mengantarkan mengantarkan manusia terlena kenal mimpinya masing masing.
Ketika pagi menyingsing, setelah sarapan pagi,Alex dan rombongannya kembali memacu kudanya menuju kearah timur,setelah mereka keluar dari kota Masumara itu.
Tujuan mereka adalah negara matahari disebelah timur negara Dewa barat ini dan kota raja Sonapura adalah tujuan akhir mereka.
Kini mereka tidak perlu bertanya dengan siapapun juga,karena kini bersama mereka ada Dewi Paraditha yang memang sudah tahu tentang negeri ini.
Kuda mereka kembali dipacu menuruni lembah mendaki bukit, menyeberang sungai, keluar masuk hutan.
Sebelum tengah hari, akhirnya mereka tiba di batas negeri Matahari dengan negeri Dewa barat.
Sebuah benteng yang cukup megah menutupi jalan itu,cuma ada dua gerbang yang menjadi tempat lewat mereka, gerbang kiri dan gerbang kanan.
Gerbang kiri untuk yang bermaksud masuk ke negeri Matahari, sedangkan yang kanan adalah untuk yang keluar dari negeri Matahari itu.
Di dalam benteng ini mungkin ada sekitar empat atau lima ratus prajurit penjaga wilayah yang bersiap siaga pada segala kemungkinan yang akan terjadi.
Benteng gerbang barat ini dipimpin oleh seorang jendral bernama jendral Bao Cheng.
__ADS_1
Ketika tiba di gerbang batas negeri ini,Alex turun dari kudanya untuk minta ijin masuk kepada prajurit penjaga perbatasan.
"Maap nama kalian siapa?,dan mau kemana?"tanya prajurit penjaga perbatasan itu kepada Alex.
"Nama saya Alexander, dan mereka istri saya serta pengawal dan pengikut saya"jawab Alex singkat.
"Apakah kalian warga negeri Matahari ini?"tanya prajurit penjaga perbatasan itu lagi.
"Bukan tuan,kami bukan warga negeri Matahari ini"jawab Alex.
"Lantas kalian mau kemana dan mau bertemu siapa,?"tanya penjaga perbatasan itu kepada Alex seperti menyelidiki.
"Kami mau kekota raja,menemui seseorang yang bernama Seng kai mo"jawab Alex kembali.
Mendengar jawaban Alex,nampak prajurit itu tersentak kaget sesaat, lalu bertanya kembali, "apa keperluan kalian bertemu beliau?"...
"Ada yang perlu kami tanyakan kepada beliau, dan hal ini bersifat pribadi"...
"Maap,tunggulah sebentar" kemudian prajurit penjaga perbatasan itu memasuki sebuah ruangan.
Setelah beberapa lama,prajurit itupun keluar dari ruangan tadi.
"Maap,kalian tidak diperkenankan masuk ke negeri Matahari, kembalilah,dan jangan kembali kesini lagi"kata prajurit jaga itu kepada Alex.
"Kami cuma ingin bertemu beliau dan ini penting sekali,tolonglah ijinkan kami untuk lewat tuan,kami tidak akan melakukan apa apa"kata Alex memohon kepada Prajurit penjaga itu.
Tiba tiba prajurit penjaga perbatasan itu bangkit berdiri dan menatap kearah muka Alex dengan perasaan tidak senang.
"Apakah kau tidak mengerti yang kukatakan,atau memang kau bukan manusia yang mengerti bahasa manusia,cepatlah pergi dari sini,atau prajurit akan menangkap dan mencincang tubuh mu!"hardik prajurit penjaga perbatasan itu kepada Alex.
"Kau yang bukan manusia,dengan lemah lembut aku meminta tolong kepada mu,tetapi kau malah seperti seorang penjahat yang tidak mengerti tata Krama"kata Alex sambil menunjuk ke muka prajurit itu dengan tatapan mata yang murka.
"Kurang ajar,kau berani menunjuk nunjuk muka ku,ku bunuh kau"kata prajurit itu sambil mencabut pedang nya dan menyerang kearah Alex.
Namun dengan sekali mengibaskan tangannya, tubuh prajurit penjaga perbatasan itu terpelanting jauh hingga menabrak pintu ruangan tempat sang Prajurit itu tadi masuk.
Pintu ruangan itu jebol berantakan terkena tabrakan tubuh sang prajurit itu.
Sedangkan tubuh sang prajurit itu kini tidak bisa bergerak lagi, karena tulang belulangnya berpatahan.
Seorang kepala pasukan keluar dari ruangan yang pintunya hancur terkena tabrak tubuh temannya tadi.
"Hei apa yang kau lakukan disini?,mengapa datang datang langsung mengamuk seperti binatang tidak beretika saja"kata kepala pasukan itu.
"Aku cukup bertatakrama dengan prajurit mu,aku cuma mau lewat tanpa ada niat melakukan apapun,tetapi prajurit mu itu sudah berlaku keterlaluan kepada ku, maka jangan salahkan aku"jawab Alex.
"Peraturan disini memang seperti itu,orang seperti kalian tidak boleh masuk kenegeri Matahari ini,maka kembalilah dan jangan coba coba untuk melewati kami,karena ajalmu pasti sampai bila itu kau lakukan"kata kepala prajurit itu kepada Alex.
"Kau rupanya sama saja,kami akan tetap memasuki negeri ini,dengan ijin mu atau tanpa ijin mu"kata Alex sambil berlalu dari tempat itu.
"Rupanya kau memang mencari mati,para prajurit semua,bunuh pemuda itu"perintah sang kepala pasukan kepada prajurit nya.
Spontan saja,dari dalam ruangan berdatangan prajurit sebanyak limapuluhan orang dengan bersenjatakan pedang dan tombak terhunus dan langsung menyerang Alex.
Alex bergerak secepat kilat menyambar para prajurit itu dengan tangan kosong yang dilambari dengan jurus tangan api tingkat keempat itu.
Kontan saja para prajurit itu berterbangan kesana kemari seperti dau daun kering yang tertiup angin.
Namun dari arah dalam,serombongan prajurit panah datang dengan panah yang siap diluncurkan.
Alex mempergunakan jurus Dewa cahaya tingkat empat yang disalurkan lewat kedua tangannya,menjadi pukulan jarak jauh yang ampuh.
"Bum!!".
Sebuah ledakan besar terjadi menyebabkan para prajurit yang bersenjatakan panah itu,berterbangan kesana kemari dengan tubuh yang sudah hangus terbakar.
Kini Alex menambahkan energi serangannya hingga limapuluh persen tenaga dalamnya dan diarahkan ke ruangan itu.
"BUM!!!".
__ADS_1
Sebuah ledakan dahsyat terdengar menggema di tempat itu.Ruangan yang mirip gerbang perbatasan itu sampai terbang Beratus ratus Depa dari tempat itu,dan bangunan bangunan disekitarnya ambruk hancur lebur.
*********