Mr Matrix

Mr Matrix
Gunung Dewa Api.


__ADS_3

Alex menjura ke pada Raja dan Ratu serta seluruh kerabat istana itu.


"Tuan Raja,sekarang katakan lah,apa maksud dari undangan ini,adakah yang bisa kami bantu ?"tanya Alex kepada sang raja Shen Ju Siang.


Sebelum menjawab, kembali sang raja tersenyum ramah kepada Alex dan rombongannya itu.


"Maap tuan muda, sebelum saya meminta tolong kepada tuan muda,ijinkan saya bercerita sedikit secara ringkas,sekelumit tentang negeri kami ini tuan,Semua ini bermula sekitar ribuan tahun yang lalu saat itu kami masih hidup berdampingan dengan negeri lainnya di dunia asal kami,dan negeri kami adalah negeri terkaya di dunia itu,sehingga timbullah kesombongan kesombongan dari para leluhur kami, hingga satu ketika ada sebuah negeri yang di landa musibah kekeringan yang patah,seluruh penduduknya kelaparan,dan mereka meminta bantuan kepada para leluhur kami dahulu, tetapi para leluhur kami, jangankan membantu, malahan mencemoohkan dan menertawakan ke alangan orang lain,sehingga datanglah kemarahan dari dewa,pada suatu malam,negeri kami ditelan kabut bercahaya hitam kelam,dan setelah cahaya hitam itu hilang, kami sudah berada di tempat ini,tempat yang sangat terpencil tanpa ada satu pun orang lain disini"kata sang Raja mengakhiri cerita nya.


"Bukankah tempat ini damai tuan Raja,tidak ada negeri lain yang iri kepada negeri tuan Raja ?" tanya Alex .


"Tidak juga seperti itu tuan,tempat ini tidak ubahnya seperti tempat kutukan, pohon dan manusia di sini tidak akan bisa bertambah banyak melebihi yang ada sekarang,bila ada satu kelahiran,maka disaat yang sama akan ada pula satu kematian,begitupun dengan taman nya,bila satu di tanam,maka yang lainnya akan mati sebanyak bilangan tanaman yang tumbuh itu saja,itulah dunia kutukan bagi kami,lalu saat leluhur kami bersemedi meminta petunjuk,maka dikatakan dalam semedi nya itu,ada suara yang mengatakan bahwa yang bisa menolong negeri kami ini cuma seorang pemuda yang melintas di dunia kami ini pada hari ke empat saat bintang Jung bersusun empat pada malam purnama empat belas, kejadian ini hanya terulang selama seribu tahun sekali,nah menurut perhitungan para ahli,kejadian itu terjadinya tadi malam, maka pagi ini seluruh orang di kota disebar untuk mencari orang yang di maksudkan itu,kebetulan pemuda dan. gurunya inilah yang berhasil melihat tuan muda pertama kali"kata sang Raja mengakhiri keterangan nya.


"Lantas apa yang bisa saya lakukan untuk tuan Raja?"tanya Alex kepada sang Raja.


Sang Raja sebelum berbicara,terlebih dahulu menarik nafasnya dalam-dalam, "kalau boleh,kami ingin tuan muda mengembalikan kami ke dunia ramai, dunia di mana di huni oleh banyak manusia dan binatang nya,sebagai imbalannya,tuan ku bisa mengambil semua bangunan dan harta benda kami ini,asalkan kami bisa hidup normal seperti leluhur kami dahulu kala sebelum di kutuk Dewa "...


Alex berpikir sesaat,lalu menatap kearah para istri dan pembantu nya satu persatu.


Semua yang di tatap oleh Alex menganggukkan kepalanya tanda setuju.


"Aku bisa saja menolong kalian,tetapi aku masih harus berlomba dengan waktu untuk mencari kuil Dewa Api,guna mengambil roh suci api kehidupan " kata Alex menjelaskan kesulitannya.


"Kuil dewa api?, sangat disayangkan kami tidak pernah mendengar tentang itu tuan muda, kalau gunung Dewa Api,kami tahu tuan,konon menurut cerita tetua dahulu,di gunung Dewa api itu di semayamkan induk segala api!" kata sang Raja.


Mendengar itu badan biksu mata hati langsung tegak bersemangat, "tuan raja,tahukah tuan di mana gunung dewa api itu berada ?"...


"Gunung Dewa api itu berada di sebelah barat kota Darmantian ini tuan biksu,sekitar perjalanan satu purnama dari sini dengan menunggangi kuda" jawab sang raja Shen Ju Siang sambil menunjuk kesebelah barat kota Darmantian itu.


"Apakah yang kita cari adalah gunung itu Biksu ?"tanya Alex .


"Entahlah tuan ku,hamba tidak berani meyakini, tetapi perasaan hamba sangat kuat tentang tempat tempat itu"jawab Biksu mata hati.


"Biksu Tong,bukankah tempat yang kita tuju berada di dunia yang kita kunjungi sebelum ini,lalu kenapa tiba tiba berpindah ke dunia aneh ini lagi ?" tanya Dewi Amarila kepada Biksu Mata hati.


"Ampun Dewi,bukannya hamba tidak berpendirian,tetapi perasaan hamba tiba tiba menjadi yakin dengan tempat itu setelah mendengar keterangan dari tuan raja, bukan kah kita perginya kebarat, tidak di katakan lewat dunia mana "kata Biksu Mata hati lagi.


"Sudahlah Dewi,tidak salahnya kita mencoba, bila ternyata bukan yang kita cari,kita masih mempunyai waktu beberapa purnama lagi, ayolah untuk menghemat waktu,sebaiknya kita melakukan perjalanan sekarang saja "kata Alex menyudahi pembicaraan mereka.


"Tuan muda,bolehkah kami ikut menemani tuan muda kesana,setidaknya kami pernah kesana beberapa kali,dan kami tahu jalannya "kata sepasang gadis kembar yang tadi cuma diam mendengarkan pembicaraan ayahnya dengan tamu dari dunia lain itu.

__ADS_1


Alex yang sudah membalikan tubuh nya,kini harus berbalik kembali dan menatap dua gadis kembar yang sama sama cantik jelita itu.


Wajah kedua gadis itu sama persis,begitu pula dengan bentuk tubuh dan suara serta kelakuannya juga sama persis.


"kalian berdua siapa ya ?" tanya Alex kepada kedua nya.


Kedua gadis cantik itu cuma menunduk malu tanpa memberikan jawaban.


"Maap tuan muda, mereka berdua putri bungsu hamba,yang satu bernama Shen Ju Hua,dan yang satunya lagi Shen He Hua" kata sang Raja menjelaskan kepada Alex.


"Bagai mana tuan muda,bolehkah kami berdua ikut serta dengan kalian ?"tanya kedua nya lagi sambil menunduk.


Tentu saja dia tidak langsung menjawab,dia menatap kearah sang Raja meminta pendapat sang raja.


Dengan tersenyum ramah,sang Raja menganggukkan kepala nya, " kalau tidak merepotkan tuan muda,tetapi bila merepotkan tuan muda,maka tidak usah lah "...


Kembali Alex menatap kearah para istrinya, meminta pendapat mereka satu persatu.


Tetapi semuanya dengan tersenyum mengangkat bahunya,menyerahkan semua nya kepada keputusan Alex saja.


"Baiklah,kalian berdua boleh mengikuti kami, dan bergabung lah dengan mereka !" kata Alex sambil menunjuk kearah semua istrinya.


"Baiklah tuan muda,kami akan mempersiapkan empat buah kereta kuda serta perbekalan untuk pergi kesana" .


Setelah semua persiapan selesai,maka berangkatlah empat buah kereta yang ditarik masing masing dua ekor kuda, sedangkan Alex masih menaiki Dewa Pegasus.


Perjalanan kebarat pun dimulai yang konon memakan waktu satu purnama itu.


Hari hari pun segera berlalu,berganti dengan Minggu,lalu Minggu pun berlalu pula,berganti dengan bulan.


Kini sudah hampir satu bulan lama perjalanan yang mereka lakukan, hingga pada akhirnya, pada hari ke tiga puluh lima,Alex melihat di kejauhan sebuah gunung yang tidak terlalu tinggi namun di selimuti oleh api berwarna biru.


Dari kejauhan saja hawa panas nya terasa menusuk kedalam daging hingga menembus tulang.


"Aku tidak mungkin mengajak kalian kesana,biarlah kalian menunggu aku disini, Dewi Amarila akan membuat tembok es abadi untuk menahan hawa panas itu agar kalian tidak terkena pengaruh hawa panas level enam itu,biarlah aku sendirian yang akan kesana"kata Alex.


Meskipun berada berat melepaskan sang suami sendirian berjuang melawan hawa panas luar biasa itu,tetapi mereka semua tahu,bahwa mereka tidak mungkin bisa bertahan lama di pusat panas itu,sedangkan dari tempat yang sangat jauh saja,mereka sudah sangat kepanasan,apa lagi bila harus mendaki gunung yang diselimuti api biru itu.


"Tuan ku,biar lah saya dengan Bai An yang ikut bersama tuan kesana, kalau cuma panas tingkat enam dan tujuh saja,kami masih bisa menahannya tuan "kata Dewa Lonceng Kematian.

__ADS_1


"Oh terimakasih Dewa Lonceng Kematian,aku percaya kepada kemampuan kalian berdua "kata Alex sambil tersenyum.


Tiba tiba tubuh Alex bercahaya putih terang yang membungkus seluruh tubuh nya, sehingga kini dia nampak seperti sebuah cahaya besar yang berjalan.


Begitupun dengan Dewa Samudra dan Dewa Lonceng Kematian,tubuh mereka tiba tiba berubah menjadi cahaya putih,walau tidak seterang cahaya tubuh milik Alex,setidaknya tubuh keduanya berubah menjadi cahaya keseluruhannya,itulah wujud asli dari Dewa suci,tubuh asli mereka terbuat dari cahaya.


Tiga buah cahaya membentuk tubuh manusia itu melayang di udara dan segera melesat kearah gunung Dewa api.


Mereka segera terbang mengitari gunung Dewa api itu untuk melihat ada apa di gunung itu.


"Tuan ku,di arah yang menghadap keselatan, hamba melihat ada sebuah pintu gerbang terbuat dari batu tuan " kata Dewa Samudra memberitahukan kepada Alex .


"Ayo Kita kesana !" kata Alex .


Alex dan Dewa Lonceng Kematian segera terbang mengikuti di belakang Dewa Samudra.


Dewa Samudra benar,di tempat yang agak datar, tepat di sebelah tebing gunung,terlihat sebuah pintu gerbang yang juga mirip sebuah gapura kuil.


Sebuah pintu batu terlihat menutupi sisi tebing gunung Dewa api itu.


Seluruh bebatuan yang terdapat di situ semuanya berwarna merah memijar karena panas nya tempat itu.


Alex mencoba mendorong pintu batu itu,namun rupanya pintu batu itu memang harus di buka dengan kunci rahasia.


"Carilah di mana mekanis pembuka pintu ini, mungkin berada disekitar sini"kata Alex kepada Dewa Samudra dan Dewa Lonceng Kematian.


Mereka segera mencari apakah ada tuas atau sekedar tonjolan yang mencurigakan sebagai mekanis pembuka pintu itu.


Tetapi setelah mencari keseluruh tempat,mereka tidak menemukan apapun juga.


"Tuan tidak ada apapun,baik tuas atau sekedar tonjolan batu pun tidak ada tuan!"kata Dewa Samudra.


"Tuan ku!, tuan ku !, lihatlah kesini tuan ku,sepertinya ada tulisan kecil di sudut pintu batu ini tuan !" seru Dewa Lonceng Kematian sambil terus mengamati tulisan di sudut pintu batu itu.


Alex dan Dewa Samudra segera mendekati Dewa Lonceng Kematian.


"Lihatlah tuan,ada tulisan yang berbunyi "dorongan yang kuat melebihi kekuatan dewa,akan membuka segala nya", apakah itu berarti tuan harus mendorong pintu batu itu dengan kekuatan maksimal tuan ?"tanya Dewa Lonceng Kematian.


Alex menatap tulisan itu,membacanya,lalu merenung sesaat, memikirkan apa maksud dari tulisan itu.

__ADS_1


...****************...


Mungkin tidak lama lagi novel ini akan tamat.


__ADS_2