Mr Matrix

Mr Matrix
Aula Pemuja Iblis.


__ADS_3

Setelah beberapa saat kemudian,akhirnya para bawahan kaisar siluman kalong itu datang dengan membawa tangan kosong.


Mereka berbicara dengan bahasa yang tidak bisa di mengerti oleh manusia.


"Hrrrr,apa yang sudah kau lakukan Louw Yu Yang, kau mau mempermainkan aku ya, anak buah ku bilang tidak melihat siapapun di semua lorong ini,kalau memang mereka masuk ke lorong ini,maka pasti ditemukan oleh anak buah ku,kau mau menipu aku ya?"terdengar serak suara kaisar siluman kalong itu menggeram seperti serigala marah.


matanya merah menatap kearah kakek Louw Yu Yang dan kedua abdinya bergantian.


"A ampun tuan,akan saya cari kembali pemuda itu sampai dapat,tuan harap bersabarlah sebentar"kata kakek Louw Yu Yang dengan gemetar.


"Kau pikir masih ada waktu Yu Yang?,lihatlah bulan sudah tegak di kepala,tetapi persembahan belum juga kita siapkan!"jerit kaisar siluman kalong itu.


"Kalau begitu,kau pilih saja salah satu diantara mereka,gimbal atau botak!"kata kakek Louw Yu Yang menunjuk kearah kedua abdinya itu.


Pucat bibir gimbal dan botak mendengar perkataan dari tuannya itu.


Tidak pernah mereka menyangka,tuannya tega mengorbankan diri mereka untuk kepentingan tuannya sendiri.


"Tetapi tuan,sa saya tidak layak dikorbankan,yang layak dikorbankan cuma si botak tuan,korbankan lah dia tuan,jangan saya" kata si gimbal berusaha mengajukan nama temannya untuk menjadi tumbal keselamatan dirinya sendiri.


"Gimbal,gimbal,tidak kusangka,ke setia kawanan mu cuma pemanis kata belaka, disaat terjepit, nyawa kawan sendiripun rela kau jual,okelah bila memang begitu maumu,kalau memang nyawa saya berharga bagi tuan,maka korbankan lah saya tuan, setelah ini saya akan bebas dari tugas memuakkan dan membosankan ini,silahkan kau hidup dan bertugas sendiri gimbal"kata si botak pasrah.


Nampak raut muka si gimbal tersenyum puas, karena bakalan terbebas dari dijadikan korban persembahan.


Orang seperti ini tidak perduli siapapun,demi keselamatan diri sendiri,siap menjual nyawa kawan sendiri.


Saat para mahluk siluman kalong ini siap menangkap si botak,tiba tiba melesat beberapa buah cahaya putih menghantam para siluman kalong itu.


Para siluman kalong yang bermaksud meringkus si botak tadi tiba tiba tersungkur dengan leher menyemburkan darah hitam dan tinggal sedikit lagi putus.


Sedangkan si gimbal,matanya mendelik ketika mengetahui bahwa dadanya sudah bolong oleh serangan itu.


"B*ngs*t,siapa yang dengan pengecutnya membokong dari belakang?"bentak Kaisar siluman Kalong itu.


Tiba tiba dari kegelapan celah batu,muncul dua sosok wanita cantik luar biasa bercahaya putih, dengan mata berwarna putih mutiara dan bercahaya serta putik mata berwarna hijau indah memegang sepasang pedang mustika inti semesta.


Kedua wanita itu melayang diudara tanpa terpengaruh gaya gravitasi apapun.


Melihat kedua wanita cantik itu,tiba tiba hampir seratusan siluman kalong itu beterbangan ke arah kedua orang Dewi tadi.


Namun Dewi Paraditha dan Dewi Lunar Jena seperti dua ekor burung srigunting yang lincah, menghindar kesana kemari sambil membabatkan pedang ditangannya.


Dan setiap satu babatan pedang itu,setidaknya ada empat siluman kalong yang jatuh ke lantai aula dengan tubuh yang sudah tidak utuh lagi.


Belum lagi hilang kekagetan dari kaisar siluman kalong itu,dari arah kegelapan bermunculan empat orang wanita cantik jelita dengan pedang cahaya ditangan masing masing yang di tebaskan ke arah siluman kalong itu.


Siluman kalong itu berhamburan tidak karuan,sebagian ada yang terbang kearah lorong,tetapi mereka tidak bisa memasuki lorong itu,karena lorong itu ditutupi Alex dengan segel dewa nya.


Setiap siluman kalong menerjang lorong itu, mereka terpental, seolah menabrak satu dinding baja.


Tanpa mereka sadari, ketika semua istrinya sedang mengamuk,Alex yang tidak ingin ada satupun siluman yang selamat, menutupi semua pintu lorong dengan segel dewa. setelah itu,dengan mengendap endap kebelakang arca kalong itu,dia menyalurkan jurus cahaya illahi tingkat sembilan sempurna kepada arca itu.


Alex tahu bahwa didalam arca itu bersemayam jiwa dewa iblis.


Tiba tiba tubuh arca itu bercahaya putih sangat terang.

__ADS_1


Karena Alex bersembunyi dibelakang arca itu,para siluman tidak melihat,mereka mengira dewa mereka sedang marah kepada keenam wanita cantik jelita itu, jadi mereka mendiamkannya seraya bersyukur dengan bantuan dari dewa.


Tetapi itu tidaklah lama,karena setelah itu,terdengar jeritan panjang dari dalam arca kalong itu disertai bau sangit yang luar biasa.


"Aaaaaaaaaa!!".


Bersamaan suara jeritan itu,arca dewa siluman kalong itupun hancur menjadi abu dan beterbangan kemana mana.


Sang Kaisar siluman Kalong itu seperti baru saja tersadar,kalau dewa mereka diserang,tetapi kesadaran yang sudah sangat terlambat.


"Kurang a*ar, b*ngs*t, siapa kamu yang berani beraninya menghancurkan Dewa kami!"bentak kaisar siluman kalong itu.


"Aku Dewa Yamadipati, yang akan mencabut nyawa mu yang penuh dosa itu" jawab Alex.


"He he he he,kau pikir semudah itu bocah?, kalau aku bisa dikalahkan,tidak mungkin usia ku sampai setua ini, umur ku panjang dan setua ini karena tidak ada satupun yang bisa mengalah kan aku"kata kaisar siluman kalong itu.


"Ya kah?,baiklah akan ku buktikan kepada mu, bahwa mengalahkan kamu semudah membalikan telapak tangan ku ini,pertama akan ku putuskan kedua sayap mu,lalu kedua tangan mu,lantas kedua kaki mu,dan terakhir kepala mu,bersiap lah!"...


Selesai berbicara,tiba tiba tubuh Alex menghilang dari depan kaisar siluman kalong, dan disaat yang sama muncul di belakang siluman itu sambil membabatkan pedang cahaya ditangannya kearah kedua sayap siluman kalong itu.


"Cras!!".


"Cras!!".


Dua Kali cahaya putih berkelebat lebih cepat dari kilat,dan kedua sayap siluman kalong itu pun jatuh ke lantai aula.


Kaisar siluman kalong itu menjerit nyaring ketika kedua sayapnya putus seketika terkena sabetan pedang cahaya milik Alex.


"Itu yang pertama,dan ini yang kedua awas jagalah" Alex kembali menghilang dari pandangan,dan tahu tahu muncul begitu saja diwaktu yang sama didepan siluman kalong itu serta kembali mengayunkan pedang cahaya ditangannya secepat kilat.


"Cras!!".


"Cras!!".


Jeritan dan lolongan dari. siluman kalong itu menggema dari dalam aula itu.


Alex sudah tidak ada lagi selera untuk ber main main dengan siluman kalong itu,maka dengan satu tebasan,diakhirinya penderitaan sang kaisar siluman kalong itu.


Kepala sang Kaisar siluman kalong itu menggelinding diatas lantai aula,pertanda selesai sudah era kegelapan di desa Kwan an itu.


Bersamaan dengan itu, pembantaian kepada siluman kalong pun selesai sudah dengan terbunuhnya semua pengikut siluman itu oleh istri Alex.


Kakek Louw Yu Yang nampak gemetar ketakutan melihat kejadian itu.


"A ampun tuan muda, saya mohon ampun, tolong ampuni saya yang sudah tua ini,saya sadar saya salah,saya tobat tuan muda'kata kakek Louw Yu Yang menghiba.


"Ooh begitu kah?,kau pikir aku tidak mengerti siapa kamu sesungguhnya wahai siluman?,aku tidak pernah mengampuni musuh ku,apa lagi musuh orang banyak"kata Alex sambil berkelebat,dan tubuh Kakek tua Louw Yu Yang pun tersungkur kelantai.


Setelah tubuh itu tersungkur kelantai goa dengan kepala terputus,perlahan lahan,tubuh dan kepalanya tadi berubah menjadi siluman kalong.


Rupanya kakek Louw Yu Yang adalah hamba setia siluman kalong,yang saat kematiannya,dia akan berubah menjadi wujud siluman kalong juga.


Alex mengumpulkan semua jasad para siluman,dan membakarnya menggunakan api illahi nya,hingga tidak tersisa satu jasad pun juga.


"Hei kau botak,sudah berapa lama kau ikut dengan Louw Yu Yang itu?" tanya Alex kepada si botak.

__ADS_1


"Saya dan gimbal cukup lama ikut tuan Yu Yang itu tuan muda",jawab si botak.


"Sudah banyak kah korban yang mereka persembahkan?"...


'Lumayan banyak tuan, seingat saya,setiap bulan purnama pasti akan ada korban"...


"Dimana kalian buang jasad korban?"tanya Alex.


Tetapi si botak cuma menggelengkan kepalanya, "saya tidak tahu tuan,karena setelah membawa korban dan diletakan di atas batu tempat arca tadi,kami langsung disuruh keluar oleh tuan Louw tua"...


"Apakah ada orang lain yang terlibat dengan siluman itu selain kalian dan Louw tua itu?" tanya Alex.


"Tidak ada tuan,setahu saya bahkan ada beberapa penduduk yang menjadi korban bila tidak ada orang yang datang menginap "jawab si botak.


Alex meletakan sekantong keping perak sebanyak lima ratus keping kepada si botak.


"Nah ,pergilah jauh jauh dari desa ini,buat untuk modal usaha,jangan ulangi lagi kesalahan mu,kau kuberikan satu kesempatan lagi"kata Alex.


Sibotak menyambut sekantong kepingan perak itu dengan suka cita,lalu berlalu menuju keluar dari aula pemujaan itu.


Aula pemujaan itu kini menjadi sunyi sepi,tidak ada lagi hiruk pikuk.


Alex dan istrinya memeriksa setiap lorong yang ada di tempat itu,namun tidak ada satupun lagi siluman yang mereka temukan.


Mereka cuma menemukan setumpuk tulang belulang manusia di dalam sebuah lobang besar.


Tulang belulang itu kemudian Alex bakar juga seperti jasad siluman kalong tadi.


Setelah benar benar yakin sudah tidak ada lagi bangsa siluman kalong yang masih tersisa,mereka pun akhirnya kembali lewat lorong besar.


Lorong tadi muaranya di dalam sebuah bangunan seperti makam,yang aneh dengan makam ini adalah memiliki kamar sendiri dan memiliki pintu.


Dikiri dan kanan ruangan terdapat peti mati dari batu,serta ditengah tengahnya lorong tempat berlalu lalang menuju kearah pintu keluar.


Kebetulan pintu tidak dikunci,karena mungkin Louw tua tadi masuk juga lewat situ.


Ternyata di luar adalah komplek pemakaman yang berbentuk seperti gang gang dan dikiri kanan gang terdapat lobang lobang di dinding yang memuat satu peti mati.


Dilihat dari luar,ruangan tempat mereka keluar tadi cuma mirip sebuah makam istimewa,seperti makam pembesar yang memiliki ruangan sendiri.


Tidak ada seorangpun yang menyangka,didalam makam mewah itu ada lorong rahasia.


Ditengah tengah ruangan terdapat perempatan lorong,dan tiap lorong,memiliki lagi berpuluh puluh gang,dan tiap satu gang, mempunyai Beratus ratus lobang makam di kiri kanan gang nya.


Setelah mengikuti lorong makam,akhirnya mereka sampai di ujungnya yang berupa sebuah aula besar dan pintu aula besar itu ada di pinggir sebuah Titian atau tangga dari kayu yang paling kuat.


Setelah menyusuri Titian atau juga tangga dari kayu yang kuat,akhirnya mereka tiba juga Dirumah tempat mereka menginap tadi,dan rupanya pintunya sudah terbuka,yang berarti si botak tadi keluar dari rumah itu,atau mungkin juga si botak takut lewat makam sendirian tanpa si gimbal.


Alex dan istrinya masuk kedalam rumah itu,dan langsung menutup pintu lorong dengan menggeser lemari kembali ke tempatnya semula.


"Apakah kita harus melihat lihat rumah kepala desa itu,jangan jangan dia masih hidup disana?"tanya putri Kayla memberikan usul.


"Boleh boleh,aku penasaran,ada apa di rumah kepala desa itu, jangan jangan harta para korban itu ada disana semua"kata putri Annchi.


"Sudahlah,besok saja kita kesana,sekarang lebih baik gunakan waktu untuk beristirahat saja"kata Dewi muyimaeva menengahi mereka.

__ADS_1


Akhirnya mereka tidak jadi melihat rumah kepala desa malam itu ,karena malam itu mereka bermaksud beristirahat setelah tadi olahraga berat.


*********


__ADS_2