Mr Matrix

Mr Matrix
Sucitra jatuh cinta.


__ADS_3

Kini tinggallah Alex sendirian didalam kamar itu,sementara itu didepannya terbaring seorang gadis cantik jelita luar biasa dengan tubuh yang kurus ringkih.


Kini bayangan putri Kwan si berputar di ingatannya, bagai mana dalam sakitnya sang putri itu masih saja berusaha agar Alex tetap ber bahagia.


Putri Kwan si dan putri Giok Lin adalah dua orang putri yang dia kenal sebelum dia menjadi apapun,dan mencintainya Tampa embel bel apapun.


Ingatannya melayang kemasa dulu dimana sang putri Kwan si dan putri Giok Lin terkena racun dan hampir mati.


Cuma berkat ketulusan jiwa putri Annchi lah dia bisa menyelamatkan nyawa istrinya.


Kini bayangan putri Kwan si yang menanggung sakit berbahaya demi buah cinta mereka bergelayut di pelupuk mata Alex,sehingga beberapa butir air mata mengalir di pipinya dan jatuh menimpa pipi sang putri tidur yang lagi sakit itu.


Sangat ajaib,seperti ada energi gaib pada air mata Alex,tiba tiba gadis cantik yang terbaring sudah beberapa Minggu tidak bangun lagi itu membuka matanya dan mengedip kedipkan nya sesaat.


Jemarinya yang halus mulus itu terangkat menyentuh pipi Alex.


Alex yang sesaat tadi terbawa ke alam kenangannya,menjadi terkejut sesaat.


Gadis cantik jelita itu tersenyum manis sekali menatap wajah Alex.


Jemarinya yang halus di gerakannya untuk membelai pipi Alex sesaat,lalu dengan lirih bibirnya berucap, "aku tahu aku sedang bermimpi lagi kan,tetapi setidaknya aku bahagia kakak menjenguk aku mesti cuma didalam mimpi ku saja,entah kedunia yang mana lagi kakak harus kucari, tubuhku sudah sangat lelah kak,mungkin aku memang tidak ditakdirkan bertemu kakak di kelahiran yang sekarang,tetapi aku berharap bersatu di kelahiran berikutnya, mungkin aku akan mendahului kakak, tubuhku sudah sangat lemah kak"kata sang putri sambil terus membelai pipi Alex seolah takut kalau mimpi itu akan segera berakhir dan dia terbangun dalam kenyataan yang menyakitkan jiwanya.


Dia takut bila terjaga dan dia akan menangis hingga Pajar datang seperti biasanya bila dia bermimpi yang sama.


"Aku tidak ingin tidur lagi,karena bila aku tidur, kakak akan menghilang lagi dari ku,aku ingin menatap kakak terus hingga nafas terakhir ku habis"kata putri itu dengan nada lirih di sela sedu sedannya,air matanya mengalir di pipi.


Alex memegang tangan sang putri sambil menyalurkan hawa murni yang membuat daya tahan tubuh sang putri sedikit bertambah.


"Kau tidak sedang bermimpi,ini kenyataan yang sebenarnya, bangkitlah dan raih kembali semangat hidupmu"kata Alex sambil menggenggam jemari tangan sang putri.


"Tidak,aku takut memejamkan mataku, nanti saat aku terbangun,ternyata ini cuma mimpi lagi"kata sang putri sambil menyentuh pipi Alex dengan tangan kirinya.


Alex menggelengkan kepalanya, "tidak putri,ini kenyataan,bukan mimpi"...


"Bila ini bukan mimpi,maukah kau bawa aku ke taman di belakang istana?"tanya sang putri.


Alex menganggukkan kepalanya,dan sang putri berusaha untuk duduk sambil di bantu oleh Alex.


Alex membopong tubuh ringkih sang putri di depan dengan kedua tangannya.


Tangan kanan sang putri di kalungkan dileher Alex sementara tangan kirinya tidak berhenti menyentuh pipi Alex sambil tersenyum manis menatap kearah muka Alex.


Ketika Alex membuka pintu kamar dengan kakinya,nampak di depan kamar sudah menunggu sang Kaisar, permaisuri, beberapa kerabat istana serta dukun istana dan Dewi Marfiana.


"Ayah,katakan kepadaku,apakah aku masih bermimpi,karena sekarang aku sudah gila ayah,aku tidak lagi bisa membedakan antara mimpi dan kenyataan" kata sang putri dengan lirih kepada ayahanda nya.


Disela Isak sang permaisurinya,sang Kaisar menarik nafas dalam dalam agar tidak mengeluarkan air mata di depan anak anaknya, "tidak sayang, kau tidak sedang bermimpi, sekarang mimpi mu telah menjadi kenyataan,orang yang selalu datang di dalam mimpi mu itu kini hadir di depanmu"kata sang Kaisar.


Sang putri seakan belum yakin,kini menatap kearah Dewi Marfiana, "Nana,katakan dengan jujur,apakah aku sedang bermimpi?"...


Dewi Marfiana menangis sesegukan menatap tubuh sang sahabat yang kini sangat ringkih, "tidak putri,kau tidak sedang bermimpi,ini kenyataan yang sulit di nalar akal, dia benar benar datang kepada mu sekarang"...


"Ayah,aku ingin bersamanya ke taman belakang istana sekarang,aku takut dikamar,nanti aku tertidur dan ketika aku terjaga ternyata ini cuma mimpi lagi"kata sang putri.


Sang permaisuri tidak lagi bisa menahan gejolak hatinya,sedu sedannya terdengar.

__ADS_1


"Putri ku,ini kenyataan, sekarang dia berada di sisimu,membopong tubuhmu,tataplah ke masa depan mu putri ku,kembalikan semangat hidup mu"ratap sang permaisuri lagi melihat putrinya.


"Tidak ibu,dia adalah semangat hidup ku ibu, aku akan bersemangat menatap hari ini agar besok bisa bermimpi bersamanya lagi,aku cuma hidup di alam mimpi ku"kata sang putri sambil mengajak Alex membawanya ke taman belakang istana.


Alex membopong tubuh kurus sang putri yang tidak lagi berat,entah karena tenaga Alex memang luar biasa kuat,atau mungkin karena sang putri yang sudah terlalu kurus.


Mereka sampai disebuah taman yang cukup besar dengan aneka bunga serta pohon pohon rindang.


Disebuah bangku panjang di bawah sebatang pohon rindang, Alex merebahkan tubuh sang putri dengan berbantalkan pahanya.


Sang putri terus menatap wajah Alex sambil terus membelai pipinya.


"Apakah kakak akan meninggalkan aku lagi?, membuat aku terus menangisi kakak setiap malam"kata putri Sucitra.


Alex tidak bisa menjawab pertanyaan putri itu, hatinya penuh dengan kebimbangan.


Sang putri itu menarik kepala Alex lalu mencium kedua pipi pemuda itu,matanya terpejam, butiran air mata mengalir di kedua pipi tirusnya.


"Tidak mengapa kakak,walau harus menanti di kelahiran berikutnya,aku cukup bahagia bisa menyentuh wajah mu,pipimu dan merasakan pelukan mu, aku benar benar menyayangi kakak,ingin selalu bersama kakak" ucap lirih putri Sucitra disela Isak tangisnya.


"Kalau kau ingin bersama ku,kau harus kuat,harus sehat kembali, agar kita bisa pergi menjelajahi semesta ini, aku tidak memiliki tempat tinggal pasti, hidupku berkelana dari satu dunia kedunia yang lainnya"kata Alex akhirnya.


"Aku akan kuat kakak,tapi kau harus mengajakku pergi, kemana saja aku mau, asal bersama kakak,aku sudah tidak kuat menanggung rasa ini terlalu lama,mungkin aku akan segera mati bila kakak pergi lagi"kata putri Sucitra menangis sambil mencium pipi Alex.


"Sudahlah putri,kau harus sehat bila ingin mengikutiku"kata Alex membujuk Dewi Sucitra.


Wajah sang putri tersenyum sangat manis,ini kali pertama dia tersenyum semenjak setahun yang lalu.


Biasanya wajah sang putri ini selalu saja murung bermuram durja.


Kini seulas senyum terkembang di wajahnya, membawa bunga bunga di taman istana bermekaran menebar aroma wewangian.


Mendengar sang putri kepingin makan,cepat cepat sang dayang berlari ke dapur istana untuk meminta bubur yang selalu dibuat setiap hari untuk sang putri, namun tidak pernah satu sendok pun disentuh oleh sang putri.


sang dayang datang dengan membawa sebaki bubur dan beberapa macam buah buahan.


Seorang pelayan dalam istana membawakan sebuah meja dan di letakan di depan Alex dan putri Sucitra.


Alex menyuapi sang putri Sucitra dengan sendok sedikit demi sedikit, karena sudah lama sang putri ini tidak lagi punya selera makan.


Namun kali ini sang putri makan dengan lahapnya sambil diselingi sesekali sang putrilah yang menyuapi Alex.


Selesai menghabiskan bubur dan makan beberapa buah buahan,Alex mengeluarkan sebutir pil dari penyimpanannya.


Pil ini diberikan kepada sang putri agar menambah kekuatan dan daya tahan tubuhnya.


Setelah selesai,Alex kembali membopong tubuh sang putri untuk kembali kedalam kamarnya.


Seperti tidak ingin ditinggalkan,sang putri tidur sambil memegang tangan Alex dengan erat.


Setelah sang putri benar benar tertidur,Alex pelan pelan melepaskan tangannya dari pegangan sang putri,dan berjalan keluar kamar tidur sang putri di tingkat dua istana itu.


Di ruang tengah ternyata masih duduk menunggu sang Kaisar beserta sang permaisuri,dukun istana dan Dewi Marfiana.


Alex ikut duduk bergabung dengan mereka di ruangan itu.

__ADS_1


"Maap Kaisar,sang putri telah tertidur,dia telah makan dan minum,kalau boleh,saya mau pulang ketempat kedua orang istri saya"kata Alex.


"kalau kau pulang sekarang,putri ku pasti sangat sedih,dan bisa bisa dia bunuh diri,aku sebenarnya sangat takut itu terjadi"kata sang Kaisar.


"Maksud Kaisar bagai mana,saya tidak mungkin selamanya disini,tugas saya sangat banyak menunggu di tempat saya"kata Alex.


"Bawalah putri ku bersama mu,aku tahu keinginan terbesarnya adalah bersama mu,kami lebih senang melihat dia bahagia bersama mu,dari pada bersama kami tetapi cuma kuburannya, aku mohon tundalah beberapa saat kepergian mu hingga putriku kuat mengikuti mu"pinta sang Kaisar dengan muka yang sangat menghina.


"Tetapi aku takut,kedua istriku menjadi cemas dan mencari ku kemana mana"jawab Alex.


"Tuan tenang saja kalau masalah itu,hamba bisa memulangkan tuan ke tempat itu tepat pada waktu itu pula' kata Marlen sang dukun istana.


Alex terperanjat heran mendengar pernyataan dari dukun istana itu.


"Benarkah itu?,apakah kata kata mu bisa aku pegang?"tanya Alex ragu ragu.


Tuan harus percaya pada hamba,hamba bisa dengan mudah memasukan tuan kedunia ini,semudah itu pula hamba mengembalikan tuan ketempat semula dengan waktu yang sama"kata dukun istana.


"Apakah maksudnya kembali ke waktu awal lagi,itu berarti kembali keadaan putri seperti tadi"kata Alex bingung.


"Kembali kewaktu awal iya benar,tetapi tidak dengan keadaannya, artinya peristiwa itu tetap terjadi,cuma tuan kembali kepada waktu saat tuan saya bawa" kata dukun istana itu.


"Ya sudahlah,aku pusing mendengarnya, aku tidak mengerti semua yang kau bilang, aku akan menuruti kalian asal kalian berjanji mengembalikan aku kepada kedua orang istri ku"kata Alex.


"Percayalah tuan,saya berjanji akan mengendalikan tuan ke tempat tuan saya ambil" kata dukun istana itu.


Belum selesai mereka berbicara tuntas,dari ruang atas tepatnya kamar sang putri terdengar suara benda hancur.


Alex,sang Kaisar, permaisuri dan dukun istana serta Dewi Marfiana segera naik dan masuk ke kamar tidur sang putri.


Dikamar tidur terlihat sang putri sambil bersimpuh dilantai membanting bantingkan semua pot bunga ke dinding kamar sambil menangis.


Alex merangkul tubuh sang putri dari belakang sambil berbicara menenangkan sang putri.


Sesaat sang putri menoleh kearah Alex,lalu menabrak pemuda itu dalam pelukannya sambil tangisannya masih terdengar.


"Aku takut mimpi lagi,saat aku bangun kakak sudah tidak ada lagi,kukira aku mimpi lagi,aku bosan dengan mimpi terus,aku ingin ikut bersama kakak,aku tidak mau terus bermimpi kak"ratap gadis itu sambil merangkul tubuh Alex dengan sangat erat.


"Ayah sedang merundingkan tentang dirimu nak,kau harus sehat dulu,dan kalian harus menikah dulu sebelum kau boleh mengikutinya"kata Sang Kaisar.


"Aku mau secepatnya ayahanda,aku takut dia pergi lagi meninggalkan aku"kata sang putri kepada ayahanda nya.


"Ya,tetapi secepatnya baru bisa besok,bukan sekarang,bersabarlah dia tidak akan pergi kemanapun"kata sang Kaisar kepada putrinya itu.


"Apakah ayahanda janji bahwa dia tidak akan pergi lagi seperti kemarin kemarin ?"tanya sang putri Sucitra.



"Ya ayahanda berjanji, dia tidak akan pergi lagi, kecuali bersama mu"kata sang Kaisar.


Ketika mereka akan keluar kamar,ternyata sang putri tetap memegang tangannya dengan sangat erat, seakan tidak rela melepaskan Alex pergi walau cuma sesaat saja.


Mau tidak mau Alex terpaksa duduk di pinggir tempat tidur sambil tangannya dipegang erat oleh sang putri.


Sang Kaisar mengajak semua orang untuk meninggalkan Alex dan putrinya di dalam kamar berduaan.

__ADS_1


Sementara itu sang putri menarik tubuh Alex hingga rebah menimpa dadanya.


*********


__ADS_2