Mr Matrix

Mr Matrix
Kastil Tua di Tengah Hutan.


__ADS_3

Alex, Biksu mata hati, kakek Su Lung, Dewa Samudra,dan Dewa Lonceng Kematian duduk di beranda depan rumah sepasang pasutri tua itu.


Setelah beberapa saat lamanya,dari dapur,keluar Dewi Amarila dan Ratu Pramestiya membawa teko teh panas ke arah mereka.


Di belakangnya nampak pertapa sakti berjalan membawa bakul berisi singkong rebus yang masih mengepulkan asap nya.


Mereka duduk di beranda depan berbincang bincang sambil menikmati singkong rebus.


Kakek tua ini memperkenalkan namanya sebagai kakek So Lai,dan nenek Mo Li, usia mereka sudah delapan puluhan tahun lebih.


Mereka adalah petani biasa yang tidak mengenal kultipasi apapun, kedua anak mereka sudah berkeluarga dan pindah ke kota Mu Long bekerja di kota itu, hanya sesekali saja pulang menengok mereka berdua di desa itu.


"Oh ya kek,sejak memasuki desa ini,kok sepertinya ada yang aneh dengan desa ini,kenapa tidak ada orang satupun, cuma kakek dan nenek saja yang kami lihat" tanya Pertapa sakti kepada kakek So Lai.


Sebelum menjawab pertanyaan dari Pertapa sakti itu,kakek So Lai termenung sesaat,dan air mukanya nampak berubah.


"Mulanya di desa ini lumayan banyak anak anak yang bermain main disekitaran desa saat siang hari,tetapi kini sudah tidak lagi,bahkan sudah ada beberapa keluarga yang memutuskan keluar dari desa ini menuju tempat lain!" jawab kakek So Lai masgul.


"Apakah ada masalah dengan desa ini sehingga penduduknya pada keluar dari desa ini kek ?" tanya Alex heran.


Sebelum menjawab pertanyaan dari Alex, kakek So Lai terlebih dahulu menengok ke sekelilingnya, seolah olah takut ada yang menguping pembicaraan mereka.


"Eh,a' anu nak,sudah beberapa purnama,desa kami ini sudah tidak lagi aman,hampir setiap bulan purnama,ada saja anak anak desa yang hilang entah kemana!" kata kakek So Lai murung.


"Hilang ?,hilang kemana kek?,apakah hilang nyasar di hutan,atau bagai mana kek ?"tanya Pertapa sakti.


Cukup lama kakek So Lai terdiam membisu menatap birunya hutan di kejauhan.


"Semuanya berawal beberapa purnama yang lalu,ketika empat orang pemuda desa ini memasuki hutan di barat desa untuk berburu, sebenarnya hutan itu ada lah hutan keramat yang tidak bisa sembarang orang masukinya,tetapi tanpa sepengetahuan tetua desa,keempat pemuda itu memasuki hutan itu untuk berburu,konon kata mereka,mereka menemukan sebuah kastil kuno di tengah hutan itu,karena terdorong rasa ingin tahu mereka,akhirnya ke empat orang pemuda itu memasuki kastil tua yang berada di tengah hutan sebelah barat desa itu,di dalam kastil itu mereka menemukan sebuah guci emas yang di letakan di sebuah ruangan kastil itu, oleh keempat orang pemuda desa itu,mereka membuka tutup guci itu karena penasaran dengan isi guci kecil terbuat dari emas itu, tetapi ternyata guci kecil itu kosong,akhirnya mereka bawa pulang lah guci itu kedesa ini, setelah itulah musibah melanda desa ini,dan meskipun guci kecil itu sudah di kembalikan ke tepat asalnya,tetapi anak anah yang hilang tetap saja terjadi setiap bulan purnama!"kata kakek So Lai mengakhiri keterangannya.


Alex termenung berusaha mencerna semua cerita dari kakek So Lai tadi.


"Apakah ada yang pernah melihat,siapa penculik semua anak anak itu kek ?"tanya Alex .


"Tidak ada yang pernah melihat siapa atau hewan apa yang telah menculik anak anak desa ini,bahkan ketika anak anak itu menghilang, nyaris tanpa suara apapun !"jawab kakek So Lai.


"Hm, sepertinya hilangnya para anak anak desa ini,memang ada hubungannya dengan guci emas yang mereka temukan itu,kita harus menyelidiki ke kastil tua itu !"kata Alex .


"Iya kak,kasihan penduduk desa ini setiap waktu selalu ketakutan " kata Dewi Amarila menimpali omongan Alex.


"Sebaiknya besok saja nak,sangat berbahaya bila malam malam kesana,bermalam lah di tempat kakek ini, meskipun tidak seberapa besar,tetapi lumayan untuk menahan dari tiupan angin malam "kakek So Lai menawarkan tempat bermalam.


Tentu Saja Alex bersedia bermalam ditempat itu, lagi pula mereka memang bermaksud mencari tempat bermalam juga.

__ADS_1


Malam itu meskipun yang lainnya tidur, Dewa Samudra dan Dewa Lonceng Kematian keluar untuk meronda di sekeliling desa,sambil berharap bertemu dengan penculik anak anak itu.


Namun hingga Kokok ayam di pagi hari,tidak ada kejadian apapun yang mereka alami.


Pagi harinya,setelah selesai sarapan pagi, mereka bersiap siap untuk pergi menyelidiki kastil tua di tengah hutan itu.


Sebelum pergi,Alex memberikan sekantong koin emas kepada pasangan suami istri tua yang baik hati itu.


Awalnya kakek dan nenek tua itu menolak pemberian Alex ,tetapi setelah Alex memaksa, akhirnya mereka berdua mau juga.


Perjalanan dari desa kecil itu menuju ke hutan tidaklah terlalu lama, karena memang jarak antara desa dan hutan cuma terhalang beberapa lembar kebun masyarakat saja.


Pohon pohon di hutan itu tidak terlalu rapat, sehingga memudahkan untuk berkuda walau tidak bisa berlari cepat.


Setelah perjalanan hampir seperempat hari lamanya dengan berkuda,akhirnya mereka tiba di pinggir sebuah telaga yang cukup besar dengan sebuah air terjun nampak di kejauhan.


Yang aneh dengan telaga ini adalah airnya yang mengepulkan asap putih dan panas,seperti air mendidih.


Disebelah Utara sekitar lima ratus langkah dari sisi telaga,nampak berdiri sebuah kastil tua bertingkat tiga.


Nampaknya kastil ini sudah sangat lama sekali ditinggalkan,karena di seluruh tembok benteng kastil ini sudah penuh dengan semak semak dan tumbuhan merambat, bahkan sudah menyeberangi tembok dan merambat di halaman sekeliling kastil.


Pintu gerbang kastil ini terlihat sudah roboh tertimbun tanah dan di halaman dalam lingkungan kastil ini, terlihat di tumbuhi oleh pohon pohon kayu yang sudah cukup besar besar.


"Mungkin juga di jaman dahulu kala,di sini ada sebuah kota raja" kata Alex sambil menyuruh Dewa Pegasus menunggunya bersama kuda kuda yang lain yang sudah di tambatkan di pohon.


Mereka mulai bergerak memasuki tembok kastil yang menjulang tinggi itu dan sebagian besar telah tertutupi oleh semak semak menjalar.


Baru saja mereka mendekat ke arah kastil tua itu,tiba tiba Alex merasa ada hawa dingin menerpa wajahnya.


"Hm, ada sambutan dari penghuni kastil ini rupanya,mereka tidak menghendaki kita mendatangi tempat mereka ini " kata Alex sambil memejamkan matanya dan menerapkan penglihatan mata Dewa nya.


Kini putik mata Alex berubah menjadi berwarna putih susu dengan sekelilingnya berwarna kuning emas.


Ketika Alex membuka matanya kembali,kini dia dapat melihat para mahluk halus yang mendiami kastil ini.


Dengan langkah mantap, Alex mendahului masuk kedalam kastil tua itu.


Ketika berada di ruang depan kastil itu,kembali Alex merasakan terpaan hawa dingin di wajahnya.


Disela sela terpaan hawa dingin itu,Alex juga mencium sesuatu bau yang sangat busuk.


"Uh,bau nya minta ampun, perut ku mual kak !"kata Dewi Suhitra mulai merasakan mual.

__ADS_1


"Kalian keluarlah dari tempat ini, Dewi Amarila, bawa semua adik adik mu keluar,biar pertapa sakti, Biksu mata hati,kakek Su Lung dan Yun Yun menemani kalian,aku bersama Dewa Samudra dan Dewa Lonceng Kematian akan menyelidiki tempat ini" kata Alex memerintahkan kepada semua istrinya untuk menunggu di luar saja di temani beberapa pengawal,sementara Alex dan kedua pengawalnya akan meneruskan masuk ke dalam kastil tua itu.


Walau dalam hati enggan meninggalkan sang suami disitu,tetapi setelah melihat Dewi Suhitra,akhirnya Dewi Amarila bersedia juga mengajak adik adiknya untuk keluar dari kastil itu.


Dewi Amarila mengajak semua adik adik nya menunggu di luar tembok benteng kastil di dekat kuda kuda mereka ditambatkan.


Sementara itu Alex dan Dewa Samudra serta Dewa Lonceng Kematian bergerak kedalam ruangan kastil itu.


Meskipun keadaan agak gelap,tetapi bagi ketiga manusia Dewa itu,hal itu tidaklah menjadi masalah, karena dengan penglihatan mata Dewa mereka bertiga,mereka bisa melihat pada keadaan malam yang paling gelap sekalipun.


"Kita cari dahulu dari mana sumber bau busuk ini,ayo !" ajak Alex kepada Dewa Samudra dan Dewa Lonceng Kematian.


"Tuan ku !, seperti nya bau busuk itu berasal dari dalam kamar ini tuan !"kata Dewa Lonceng Kematian sambil meng enduskan hidung nya ke udara.


Alex dan Dewa Samudra datang menghampiri nya Sabil turut mengendus kan hidung ke udara.


"Ya,ya kau benar,ini bau busuk itu sepertinya memang berasal dari dalam kamar ini,ayo kita buka"sahut Alex sambil berusaha membuka pintu kamar itu.


Mereka membuka pintu kamar itu pelan pelan, dan betapa tercengang nya mereka melihat keadaan di dalam kamar itu.


Setumpuk tulang belulang manusia berserakan di dalam kamar itu, sebagian masih dengan sedikit daging yang tersisa melekat di tulang itu,sedang kan sebagian yang lainnya, daging yang masih melekat pada tulang belulang itu sudah busuk.


"Dilihat dari tengkoraknya,ini milik anak anak tuan, tengkoraknya kecil kecil!" kata Dewa Samudra.


Alex ikut mengamati tulang belulang itu,memang tidak salah lagi,ini tengkorak anak anak.


"Mungkin kah ini tengkorak anak anak yang di culik dari desa kecil itu ya ?"tanya Alex .


"Besar kemungkinan iya tuan,lalu mahluk apa yang sudah memangsa anak anak seperti ini ?" gumam dewa Lonceng Kematian.


"Dahulu kala ada mahluk kegelapan yang bernama Katsura tuan,mahluk ini menambah kekuatannya dengan memangsa anak anak,dan konon seorang Dewa mengurungnya, apakah mahluk itu sudah keluar dari kurungannya ya ?" kini Dewa Samudra menjelaskan kepada Alex.


"Ho ho,aku ingat sekarang, bila memang mahluk itu yang kau maksud kan Bai An,aku ingat,dia seperti se ekor singa,tetapi dia kali lebih besar dan tidak berbulu tetapi memiliki sisik seperti trenggiling yang terbuat dari besi keras,memiliki cakar yang kuat dan tajam serta sepasang taring panjang yang sangat kuat"Dewa Lonceng Kematian menjelaskan.


"Kalau mang dia pelakunya, ayo cepat kita cari iblis Katsura itu !" kata Alex.


"Tetapi tuan,bila bertemu iblis itu,harap tuan ku berhati hati lah,karena iblis itu selain jahat dan sangat kuat,dia juga sangat licik tuan!"kata Dewa Samudra memperingatkan Alex .


Mereka segera bergerak mencari keberadaan iblis Katsura itu di seluruh ruangan kastil.


...****************...


Mohon maap,up date tidak teratur lagi,masih ada kesibukan.

__ADS_1


__ADS_2