Mr Matrix

Mr Matrix
Prahara Perguruan Singa Emas.


__ADS_3

Panas terik di awal musim kering membuat sengatan matahari kian terasa berkali kali lipat dari biasanya,


Debu debu mengepul di jalanan tanah berpasir, ketika lalu lalang masyarakat ikut serta menerbangkan debu itu keudara.


Disebuah jalan yang tidak terlalu besar,di pinggiran kota Rembulan,nampak seorang pemuda berjalan dengan santainya,seolah olah lagi asik menikmati pemandangan di musim kering ini.


Tetapi yang sangat aneh, meskipun langkah itu terlihat santai,tetapi kecepatannya justru melebihi orang berlari dengan kekuatan dan kecepatan maksimal.


Cuma dalam waktu sebentar saja,beberapa puluh Li telah dilalui nya.


Akhirnya di mulut sebuah lembah yang di kelilingi oleh bukit bukit batu,sebuah gerbang perguruan silat terlihat berdiri kokoh selama ratusan tahun dengan gagahnya.


Baru saja pemuda itu berdiri di depan gerbang perguruan,pintu gerbang dibuka tanpa di minta.


Didalam kompleks perguruan silat singa emas ini terlihat sangat lengang,seperti tidak berpenghuni,tetapi pemuda cantik yang tidak lain dari Alex itu tahu dari detak jantung mereka,disekelilingnya sudah bersiaga ratusan orang.


Walaupun tahu,tetapi Alex tetap acuh,terus berjalan seolah olah dia tidak mengetahui keberadaan orang orang disekeliling nya.


Dia cuma ingin tahu,apa yang orang orang perguruan ini kehendaki dengan bersembunyi sambil bersiaga penuh seperti itu.


Setelah Alex masuk,pintu gerbang langsung di tutup dan di kunci dari dalam,seolah ingin mengurung Alex supaya tidak bisa melarikan diri.


Alex tersenyum,"huh kalian membuat perangkap untuk diri kalian sendiri,lihat saja nanti,siapa yang ingin melarikan diri tetapi tidak berhasil"gumam batin Alex .


Walau tahu disekelilingnya terdapat banyak orang yang sudah siap dengan senjata ditangannya,Alex terus melangkah seakan akan tidak menyadari bahaya yang sedang mengintainya.


"Bunuh!!".


Terdengar aba aba dari belakang bangunan di kiri lapangan yang tidak terlalu luas itu.


Setelah selesai suara teriakan itu,selusin anak panah menghujani Alex dari tiga arah.


Alex masih tetap berjalan santai,seolah itu bukan apa apa.


Ketika anak panah itu telah hampir mencapai tubuh nya,barulah Alex bergerak dengan sangat cepat,sehingga tidak bisa diikuti oleh mata manusia.


Orang yang menyaksikan cuma melihat bahwa tiba tiba anak panah itu menghilang dari udara.


Belum lagi mereka tersadar,enam puluh orang murid ahli panah itu telah tersungkur dengan anak panah yang menancap di tenggorokan mereka hingga tembus.


Bukan main kagetnya para tetua melihat di kiri, kanan,dan depan,masing masing dua puluh orang murid ahli panah telah tersungkur semuanya, entah mati atau masih hidup.


"Murid murid mu tidak ber guna,jangan jadikan mereka tameng hidup mu,kalian saja yang maju sendiri,jangan mengorbankan murid bodoh mu,aku tidak akan berbelas kasihan,bila kalian semua para murid bodoh mau mampus disini,aku tidak keberatan mengabulkan kehendak kalian,majulah bila memang sudah bosan hidup!" tegas Alex dengan suara pelan, tetapi semua orang mendengarkan dengan jelas,karena suara itu diantar langsung lewat udara ketelinga masing masing.


Suara itu bernada sangat dingin,membuat bulu kuduk semua orang yang mendengarkan menjadi merinding.


Seluruh murid senior tidak lagi memiliki nyali untuk maju melawan.


Jangankan untuk bertarung,kaki mereka saja sudah tidak lagi mau mendengar perintah otak mereka untuk berdiri .

__ADS_1


Yang ada saat mereka paksakan berdiri,dengkul mereka gemetar semua.


Melihat situasi yang tidak menguntungkan itu,para panatua yang tidak tersangkut masalah Alex membawa para murid mereka semuanya masuk kedalam bangsal utama di belakang bangunan itu.


Sedangkan tiga orang panatua bersama patriak perguruan maju ke depan menghadang jalan Alex.


Tiga orang panatua ini tidak merasa gentar karena mereka merasa kultipasi nya berada diatas Alex,sedangkan disitu masih ada sang patriak yang mempunyai ilmu tinggi.


"Hei anak muda,sangat disayangkan wajah mu yang luar biasa cantik itu akan berakhir hari ini, terkubur di perguruan ini, katakan kau hendak mati dengan cara apa?"tanya Fu Cai salah seorang panatua yang putranya dibunuh oleh alex.


"Aku tidak yakin kalian bisa menyentuh tubuh ku,apa lagi membunuh ku,kalian cuma besar omong saja"jawab Alex.


"Benarkah?,akan ku buktikan dalam lima jurus kau sudah terpotong potong seperti daging babi panggang!" kata panatua Fu Cai dengan jumawa nya.


Panatua Fu Cai segera melancarkan serangannya kearah Alex dengan serangan berbahaya dan jurus tingkat tingginya.


Alex menghindar kekiri dan kekanan sambil sesekali mengetukan ruas jari telunjuknya ke pergelangan tangan panatua Fu Cai.


Tepat pada jurus yang kedua,tiba tiba gerakan Alex menjadi sangat cepat dan sangat sulit di ikuti oleh mata manusia.


Kini tubuh Alex seolah olah menjadi sangat banyak dan berada di mana mana.


Tiba tiba kepalan tangan Alex terbuka dan sejengkal dari dada Fu Cai, telapak tangan Alex tadi tiba tiba berwarna hijau dengan hawa yang sangat panas.


Karena sudah tidak ada waktu untuk menghindar, terpaksa panatua Fu Cai melapisi dadanya dengan hawa murni agar tidak terluka.


"Bum!!".


Terdengar dentuman nyaring menggema di halaman depan perguruan Singa Emas itu,tanah terbongkar dan debu berterbangan ke udara.


Setelah kabut debu mereda,terlihat Alex dan panatua Fu Cai sama sama masih ber diri tegar.


Alex berdiri tegak dengan rambut yang meriap keatas tertiup angin ledakan itu.


Sedangkan tubuh Fu Cai juga masih berdiri tegak,tetapi dadanya telah bolong hangus sebesar kepala manusia,hingga tembus pandang ke belakangnya.


Dengan tatapan tidak percaya,Fu Cai akhirnya tumbang terhempas kebelakang tanpa bergerak lagi,karena nyawanya telah melayang keneraka.


melihat kenyataan itu, panatua Gau Jie dan panatua Pan Diao saling memberikan kode lewat matanya.


Kedua panatua Gau Jie dan Pan Diao melompat kedepan dan belakan Alex dengan. maksud mengeroyok Alex dari dua arah itu.


"Ha ha ha ha,ini baru agak seru,ayo patriak Dau Lai,turun ke arena tarung ini biar seru!"kata Alex sambil tertawa terkekeh kekeh.


Para panatua yang lain menonton dari pinggir arena tarung itu berpikir, "Monster seperti apa pemuda ini,orang lain menghadapi salah satu panatua perguruan ini saja bisa terkencing kencing di celana,eh pemuda ini malah semakin bergairah menghadapi kedua panatua tertinggi di perguruan singa emas ini,malahan minta sang patriak yang merupakan guru besar perguruan singa emas untuk maju bersama,mungkin kalau bukan monster berarti orang gila"pikir para panatua yang menonton di pinggir arena.


"Kau terlalu besar omong anak muda,melawan mereka berdua saja kau tidak akan mampu bertahan lebih dari lima jurus,apa lagi melawan aku"kata patriak perguruan singa emas dari tempatnya berdiri.


Kali ini dia yakin sang pemuda akan tumbang dalam lima jurus melawan panatua perguruan singa emas itu,karena dirinya sendiri belum tentu sanggup melawan bila keduanya bila bersama sama maju.

__ADS_1


,"ha ha ha ha,baiklah baiklah kau bilang aku tumbang dalam lima jurus,bagaimana bila aku berkata mereka berdua kuberi waktu hingga dua jurus untuk bertahan,dan di jurus yang ke tiga nyawa mereka berdua akan kurenggut paksa!"kata Alex seperti tidak ada beban sama sekali.


"Terserah kau saja, buktikan bila memang kau mampu!" teriak patriak perguruan singa emas dari sisi arena laga.


"Baiklah,karena kau telah menyetujuinya,maka akan ku buktikan bahwa dalam tiga jurus,nyawa keduanya akan melayang ke neraka"kata Alex memulai serangannya.


kali ini dia menggunakan jurus sembilan langkah dewa tingkat yang ke empat dan di kombinasikan dengan ilmu meringan kan tubuh tingkat dewa serta jurus api illahi tingkat empat yang membuat tubuhnya menyala api dengan warna kuning terang .


Sedangkan kedua panatua perguruan Singa Emas itu masing masing menggunakan jurus tinju api tingkat kelima,satu tingkat lebih tinggi dari pada panatua Fu Cai yang tewas tadi.


Masing masing tangan Gau Jie dan Pan Diao berubah menjadi seperti besi panas membara berwarna hijau kekuningan.


"Satu!" terdengar suara Alex bergema.


Kedua orang panatua itu segera menyerang Alex dengan berusaha tetap berada dibelakang dan satu didepannya,tetapi gerakan Alex bukanlah gerakan yang mudah di tebak,kadang kadang justru Alex lah yang berada di belakang mereka.


"Dua!" terdengar lagi suara lantang dari mulut Alex,kini gerakan Alex semakin cepat dan semakin sukar untuk ditebak kearah mana dia bergerak.


"Tiga!".


"Bum!!".


"Bum!!".


Setelah aba aba "tiga" suara Alex tadi,tiba tiba terdengar suara dua kali dentuman yang hampir bersamaan waktunya.


Bersamaan dengan dentuman itu,tubuh kedua orang panatua itu ambruk ketanah dengan kepala bagian tengkuk yang hancur lebur sehingga sebagian otaknya muncrat kemana mana.


Kedua panatua itu tewas tanpa sempat mengeluh ataupun menjerit kesakitan.


Melihat kenyataan itu,semua panatua yang tersisa menonton dari sisi arena laga itu terbelalak kaget.


Cuma dalam tiga jurus, panatua kelas satu di perguruan ini tumbang tanpa perlawanan yang berarti.


Sang patriak segera melompat kedepan Alex .


Rambut,kumis dan jenggotnya yang putih semua,bergerak tiap riapan tertiup angin, sementara badannya yang tinggi besar,nampak seperti monster mengerikan.


"Kau pikir dengan bisa mengalahkan keduanya lantas kau layak menjadi lawan ku,kau terlalu dini seribu tahun bermimpi nak,tetapi biarlah,akan ku ajarkan adat kepada mu,agar di kehidupan yang lain lagi,kau bisa berlaku adat nak,tetapi di kehidupan ini biarlah riwayat mu cukup sampai disini saja"kata patriak Duo Lai sambil melepaskan jubah nya.


Mulutnya komat Kamit sejenak,kemudian dari dalam tubuhnya keluar uap seperti kabut.


Perlahan lahan tubuh patriak perguruan singa emas menjadi kian meninggi dan membesar, hingga setinggi pohon dan sebesar rumah.


Dari kulit tubuhnya keluar bulu bulu kasar seperti ijuk dan kuku tangannya memanjang runcing dan keras,serta dari mulutnya mencuat dua pasang taring sepanjang satu jengkal dengan gigi gigi yang tajam serta berwarna kuning ke hitam hitaman.


Dahi nya mengerucut dan mulutnya berubah menjadi sebuah moncong yang panjang serta dari dahinya keluar satu tanduk berwarna hitam mengkilap.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2