
Hari masih pagi,matahari baru saja menanjak naik, ketika lima ekor kuda dipacu dijalan yang berbatu.
Debu mengepul keudara menutupi pemandangan sementara.
Dikiri kanan jalan terdapat hutan yang lebat dan agak rapat.
Setelah sekian lama menunggang kudanya, akhirnya Alex mengajak istri serta pengawalnya untuk beristirahat sejenak di hutan pinggiran jalan raya itu.
Kebetulan sekitar seratus langkah dari pinggir jalan,ada sebuah sungai kecil membelah hutan itu.
Di tepi sungai itulah mereka beristirahat melepaskan lelah sambil membuka bekal yang mereka bawa tadi.
Sedangkan Alex,dengan mempergunakan sebilah kayu kecil yang ujungnya di runcing,berusaha menombak ikan yang banyak terdapat di sungai itu.
Akhirnya Alex membawa lima ekor ikan besar besar yang sudah dia bersihkan di sungai tadi.
Alex langsung mengumpulkan ranting ranting kering untuk membakar ikan yang dia dapat tadi.
Sebentar saja bau ikan bakar menyebar kemana mana,keseantero sisi hutan itu.
Namun baru saja mereka bermaksud menyantap ikan bakar itu,satu energi sangat kuat menyerang kearah mereka.
Alex memapaki serangan itu dengan jurus cahaya illahi tingkat empat.
Sekumpulan energi bercahaya kuning melesat memapaki serangan secara diam diam itu.
"BUM!!!".
Sebuah ledakan dahsyat membahana ditepi sungai kecil di pinggir jalan raya itu.
Tubuh Alex terpental hingga lima tindak kebelakang,sedangkan sang pembokong itu masih belum kelihatan batang hidungnya.
"Keluarlah orang tua,tak patut selaku orang tua berlaku seperti anak ingusan dan bersembunyi di balik batu seperti itu,seorang ksatria akan bertanding secara jantan,dan seorang pengecut cuma berani menyerang musuh dari kegelapan "suara Alex bergema kemana mana.
Sesaat daun daun bergoyang ketika Alex berbicara tadi.
"Ya kah?, hebat, hebat, seorang bocah ingusan, yang belum bisa membersihkan ingus sendiri,kini berusaha mengajari seorang Dewa,lucu,lucu,kau kira kau siapa bocah?"...
Belum lagi suara itu hilang,dihadapan mereka tiba tiba muncul seorang tua bertubuh setinggi enam hasta berbadan gemuk dengan perut buncit yang berayun ayun saat berjalan dan jenggot putih panjang hingga sepinggang,persis seperti manusia raksasa.
Dilihat dari tingkat kultipasinya,orang tua ini paling tidak berada di tingkat Dewa laut tingkat sempurna.
"Oplek,oplek,oplek, ogoi,ogoi,empat bidadari cantik nian,patut,patut, menjadi istri istri aku, oplek,oplek,oplek, ogoi,ogoi"mulut orang tua tinggi itu tak henti hentinya meracau tidak karuan dengan kata kata yang aneh.
"Hei orang tua aneh, ada hal apa hingga kau membokong kami dari belakang?"tanya Alex.
Orang tua aneh itu tertawa terbahak bahak hingga perut buncitnya bergerak naik turun jadinya.
"Oplek,oplek,oplek, ogoi,ogoi,untuk orang semacam kalian,Kaisar Dewa siluman tidak perlu berbasa basi lagi,aku memang sedang mencari masalah dengan mu, oplek,oplek,oplek,ogoi ogoi"orang tua yang mengaku sebagai Kaisar Dewa siluman itu berbicara dengan dicampur kata kata aneh yang tidak di mengerti.
"Oooh,oplek,oplek, oplek, ogoi,ogoi,bernama Kaisar Dewa siluman ya, waah oplek ogoi ogoi kalau mencari masalah dengan ku,karena apa ya oplek,ogoi ogoi?"tanya Alex menirukan perkataan aneh orang tua itu.
"Oplek,oplek,oplek, ogoi,ogoi,bang\*\*t kadal buntung,itu perkataan Kaisar Dewa siluman, kau tidak boleh mengucapkan kata kata itu,kau sudah membunuh tiga orang murid yang sudah ku anggap anakku sendiri,maka hukuman yang pantas bagi mu adalah kematian,dan semua wanita mu, menjadi milikku, oplek,oplek,oplek, ogoi,ogoi"Sang Kaisar Dewa siluman mulai marah mendengar Alex mengejek perkataannya.
"Oplek,ogoi,ogoi, siapakah ketiga muridmu itu,aku lupa karena terlalu banyak yang ku bunuh"kata Alex.
"Oplek,oplek,oplek, ogoi ogoi,rupanya kau memang sudah bosan hidup ya,kau sudah membunuh Kaisar siluman buaya,dan dua Bajang darah,oplek,oplek, oplek, ogoi,ogoi,kau harus mati"kata Kaisar Dewa siluman marah, matanya berubah menjadi merah seperti darah.
Kaisar Dewa siluman merentangkan kedua tangannya kesamping kanan dan kiri,kaki kirinya ditekukan sedikit dan kaki kanannya diangkat sebatas lutut dan dilipat.
__ADS_1
Lalu tubuh Kaisar Dewa siluman meluncur kearah Alex seperti seekor rajawali yang sedang menyambar mangsanya.
Alex menyiapkan dirinya dengan pertahanan jurus cahaya illahi tingkat empatnya,tubuhnya bercahaya kuning terang.
"Bum!!".
Satu ledakan besar terdengar menggema di pinggir sungai kecil itu.
Tubuh Alex terbenam sebatas betisnya, sedangkan tubuh sang Kaisar Dewa siluman terpelanting keudara sejauh sepuluh tindak, tetapi berhenti ketika kedua tangannya dia rentangkan kekiri dan kekanan seperti sayap rajawali.
"He,he,he,he,oplek, oplek,oplek,ogoi,ogoi, kini kau tahu bahwa kau cuma pecundang kan?, aku akan membunuh mu pelan pelan,agar semua perempuan mu melihat betapa perkasanya aku sang calon suaminya ini, oplek,oplek,oplek,ogoi, ogoi"perut buncit sang Kaisar Dewa siluman berguncang guncang seperti adonan kue.
Kaisar Dewa siluman kembali menyerang ke arah Alex dengan serangan tenaga penuhnya,dengan harapan bila Alex mau membenturkan tenaga nya dengan serangan itu,Alex akan menerima kematian atau paling ringan kecacatan.
Namun Alex tidak bergerak kemanapun, baru setelah serangan itu tinggal beberapa jengkal dari tubuhnya,tiba tiba saja tubuh Alex lenyap menghilang dari depan Kaisar Dewa siluman,dan tahu tahu muncul beberapa depa dibelakang nya.
Setiap kali sang Kaisar Dewa siluman menyerang Alex,selalu berulang hal semacam itu.
Akhirnya Sang Kaisar Dewa siluman berdiri bersedekap melipat kedua tangannya di depan dadanya sambil mulutnya berkomat kamit merapalkan sesuatu mantra.
Beberapa saat kemudian,dari tubuh Kaisar Dewa siluman muncul bayangan hitam yang memisahkan diri dari tubuh sang Kaisar Dewa siluman.
Bayangan hitam itu kini berbentuk seperti sang Kaisar Dewa siluman asli.
Dua orang Kaisar Dewa siluman itu kini berbuat hal yang sama kembali.
Dalam waktu yang singkat,Kaisar Dewa siluman memecah menjadi empat,delapan dan Enambelas orang.
Kini di tepi sungai itu terdapat berpuluh puluh Kaisar Dewa siluman kembar yang sama dan serupa.
Kaisar Dewa siluman kembar yang banyaknya berpuluh puluh itu serentak mengeroyok Alex dari segala penjuru.
Mereka seperti di perintah oleh satu pemikiran,sehingga bergerak berirama kemanapun arah Alex menghindar.
Kemanapun Alex menghindari serangan Kaisar Dewa siluman, ternyata di situ telah menunggu kembaran lain dari sang Kaisar Dewa siluman.
Hingga suatu ketika, ketika Alex baru saja menghindar,ternyata di tempat Alex menghindar, sudah menunggu satu orang kembaran sang Kaisar Dewa siluman.
"Bum!!".
Satu ledakan kembali terdengar menggema di pinggir sungai kecil itu.
Tubuh Alex terlempar hingga sepuluh tindak dan nyangsang di atas sebuah semak semak.
Terdengar suara tawa berderai menggetarkan seisi hutan itu,sehingga burung burung dan binatang hutan lainnya berlarian karena takut.
"Ha,ha,ha,ha,oplek, oplek,oplek,ogoi,ogoi, kasihan kasihan,kau akan menemui kematian segera,dan semua wanita mu akan bersenang senang bersama ku, oplek, oplek,oplek, ogoi,ogoi"disela tawanya yang berderai,nampak sekali dia kesenangan.
Alex berusaha berdiri,dari mulutnya mengalir dua tetes darah,pertanda dia sudah terluka dalam.
Alex mengeluarkan dua butir pil untuk obat luka dalam,lalu menelannya.
Ketiga istri dan pengawalnya nampak khawatir melihat keadaan Alex.
Dewi muyimaeva menghampiri Alex, dengan jari tangannya, dia menghapuskan darah yang mengalir dari bibir Alex.
"Kakak,biarlah aku yang akan menggantikan mu,kamu duduk saja dulu"pinta Dewi muyimaeva kepada sang suaminya itu.
"Tidak Dewi,kau jagalah saudara saudara mu,aku masih belum kalah,aku tidak apa apa,mundurlah"Alex berkeras akan melanjutkan pertarungannya kali ini.
Direntangkan nya kedua tangannya lurus kekiri dan kekanan,tiba tiba dari tubuhnya memancar cahaya biru terang dengan hawa sangat panas.
Alex sudah menerapkan jurus cahaya illahi tingkat ke enam dari sembilan tingkat yang ada.
Cahaya berwarna biru itu menimbulkan lidah petir yang menyambar nyambar kesegala arah.
Sambil merentangkan kedua tangannya,Alex berputar seperti sebuah kitiran yang tertiup angin.
__ADS_1
Tubuhnya berputar kian kencang hingga yang tampak cuma sahaya biru berputar seperti pusaran angin,tetapi kali ini pusaran itu adalah pusaran petir biru yang mengerikan.
Melihat itu Dewi muyimaeva dan Dewi Ginantari menciptakan tirai kubah gaib untuk melindungi mereka semua dari tersambar petir biru itu.
Petir biru adalah salah satu petir yang sangat kuat tingkat ke enam di semesta ini.
Seorang kultipator tingkat Dewa Sorga saja tidak di baptis dengan petir biru ini,karena tubuh mereka belum kuat menerima petir tingkat enam ini.
Baru di tingkat emas keatas saja pembaptisan dengan petir biru ini.
Pusaran cahaya biru dengan masih tetap berputar,bahkan semakin cepat,dan semakin cepat, hingga yang terlihat kini cuma cahaya biru berputar menimbulkan pusaran angin yang dahsyat,dengan ribuan lidah petir bercahaya biru menyambar apapun yang terdekat dengan nya.
Kubah gaib yang dibuat Dewi muyimaeva dan Dewi Ginantari sampai berderak detak seperti mau pecah terkena Sambaran ujung lidah petir biru itu.
Ketika pusaran cahaya itu berhenti berputar, tampaklah kini kehancuran yang luar biasa disekitar hutan itu.
Pohon pohon dan bukit bukit yang tadi bertebaran dimana mana,kini sudah hilang menjadi Padang datar seluas mata memandang.
Sedangkan sang Kaisar Dewa Siluman kini kembali berdiri sendirian dengan tubuh yang sudah menghitam dan rambut yang musnah karena gosong.
Tetapi yang hebatnya, tubuhnya masih berdiri dengan kuatnya,seakan tidak terpengaruh apapun dari kejadian tadi.
"Ha,ha,ha,ha,oplek oplek oplek,ogoi ogoi,kau kira petir anak kecil itu bisa membunuh ku,itu cuma mainan bagi ku,kerahkan yang lebih kuat dari pada itu,aku tidak akan kalah,oplek oplek oplek,ogoi ogoi" kini sang Kaisar Dewa siluman sesumbar karena masih selamat dari serangan petir itu,membuatnya menjadi jumawa.
"Hai oplek oplek ogoi, jangan karena kau selamat dari petir ku lalu kau bisa jumawa dihadapan ku,aku memang menyisakan dirimu,memberi mu kesempatan melawan ku dengan ilmu pamungkas mu,ayo keluarkanlah"kata Alex.
"Oplek oplek oplek ogoi ogoi,kau yang terlalu jumawa anak muda,kau kira kau sudah bisa mengalahkan aku, sekarang lihatlah wujud sebenarnya diriku anak muda,agar kalau kau mati,tidak akan menyesal lagi"kata sang Kaisar Dewa Siluman sambil merangkumkan kedua telapak tangannya didada,lalu tubuhnya seperti membengkak dan kian meninggi.
Kedua matanya mengeriput menyatu di tengah tengah dengan dua tanduk di atas telinga kanan dan kirinya.
Kini tubuhnya sudah setinggi pohon kayu yang paling tinggi dan sebesar sebuah pondok.
Sedangkan dari matanya yang ditengah tengah itu muncul api berwarna merah kekuningan.
Ho ho ho ho,oplek oplek oplek,ogoi ogoi, akulah aprit,mahluk terkuat di semesta ini,tiada yang sanggup menandingi kekuatanku, aku bisa terbang dari timur ke barat cuma dalam beberapa saat saja,ho ho ho ho oplek oplek oplek,ogoi ogoi" kini suara sang Kaisar Dewa siluman terdengar menggerung besar di tengah awang awang.
Kini Sang Kaisar Dewa siluman beralih rupa menjadi wujud sejatinya yaitu Bota aprit,mahluk sebangsa jin yang paling kuat.
Tubuhnya yang besar dan tinggi sebatang pohon serta mata yang memancarkan nyala api besar,jari tangan sebesar gentong air dengan kuku yang hitam,tajam dan runcing itu,serta bersenjatakan obor dari api terjahat di semesta.
Sungguh komplit dan tepat bila sang aprit ini menjadi Kaisar Dewa siluman,karena dia memang rajanya para siluman.
Karena tubuhnya yang besar,sehingga gerakannya pun menjadi lambat pula.
tetapi meskipun lambat,gerakannya penuh dengan tenaga,sebuah gunung saja yang terkena tendangannya akan terpelanting jauh.
Tetapi Alex nampak tidak gentar,dengan tubuh yang masih memancarkan cahaya biru,Alex bergerak sangat cepat mengelilingi tubuh sang aprit itu.
Gerakan itu kian lama kian cepat mengelilingi tubuh aprit,sehingga yang terlihat adalah tubuh aprit itu di balut oleh pusaran cahaya biru dengan lidah petir biru yang mengerikan.
Sang aprit menggerakkan tangannya kesana kemari,tetapi karena gerakannya yang lambat,membuat tidak memiliki arti apa apa.
Sedangkan gerakan Alex kian lama kian cepat,kini yang terlihat cuma pusaran cahaya biru dengan ribuan lidah petir yang menyambar disekeliling tubuh aprit itu.
Lama kelamaan lidah petir yang ribuan itu seperti menyatu menjadi sebuah petir yang amat besar menyambar tubuh aprit itu.
"BUM!!!"...
Sebuah sabaran lidah petir yang sangar besar menghantam kepala sang aprit hingga sampai ketanah.
Tubuh sang aprit hancur menjadi abu,sedangkan tanahnya berlobang sangat dalam dan besar.
Air dari sungai kecil itupun mengalir kedalam lobang besar hasil hantaman petir biru dari Alex,sehingga menjadi sebuah danau yang besar dan dalam bernama danau aprit.
Padang datar yang luas tadi kini telah menjadi sebuah danau yang besar dan dalam,tepat disisi jalan raya.
__ADS_1
Tamat kisah hidup sang aprit yang menjadi Kaisar Dewa siluman.
*********