Mr Matrix

Mr Matrix
Misteri hutan buangan.


__ADS_3

Sudah satu Minggu mareka berada di Istana Kaisar Bidadari,tenaga dan kesaktian putri Giok Lin Dan putri Kwan si sudah pulih seperti sedia kala,berkat mareka tiap hari berlatih bersama dengan putri Annchi yang juga tingkatan kultipasinya setingkat dengan putri Kwan si yaitu Dewa laut tingkat empat.


Ke enam kakak dari putri Annchi ini yang asalnya menolak Alex dengan keras dan kasar,kini sedikit demi sedikit mulai berbalik,mareka iri melihat kemesraan sang adik bersama kedua madunya itu dan juga Alex.


Masing masing menyesali kenapa mareka awalnya menolak Alex dengan keras dan kasar,kini terbukti adiknya hidup rukun bahagia.


Maka masing masing dari ke enam gadis itu berusaha menggoda Alex dengan berbagai macam cara dan upaya.


Tentu saja walaupun Alex mempunyai istri lebih dari satu,tetapi ia bukan lelaki mata keranjang,jadi upaya itu sejauh ini cuma dia sia belaka.


Siang itu ketika mareka berempat baru datang dari berjalan jalan di sekitaran kota raja, mareka melihat sang Kaisar sedang menerima beberapa orang tamu jauh dan sedang berbincang serius.


Saat itu Kaisar di dampingi oleh pangeran Chu Chi you dan beberapa orang Mentri.


Saat melihat Alex beserta ketiga orang istrinya datang,Kaisar Langsung memanggil mareka berempat agar mendekat.


"Ada apakah ayahanda memanggil kami?"tanya putri Annchi pada ayahanda nya.


"Ini anak anak ku,kita kedatangan empat orang tamu dari kota Suyen, mareka membawa kabar bahwa sudah lebih dari seratus orang pemburu yang masuk hutan buangan,tidak lagi pernah kembali, prajurit kota yang ditugaskan untuk mencari mareka juga tidak pernah kembali lagi,bagai mana pendapat kalian semua?" tanya sang Kaisar.


Putri Annchi menatap kearah suaminya, "bagai mana kakak?,apa pendapat kakak tentang hal itu?" tanya putri Annchi.


"Aku tidak bisa memastikan apa yang menimpa mareka,tetapi sebaiknya aku dan Liong san menyelidikinya dulu agar bisa mengambil kesimpulan dan menentukan sikap kita" kata Alex.


Putri Annchi menggelengkan kepalanya lalu berkata, "tidak,tidak,kau tidak boleh pergi kakak,itu sangat berbahaya,bagai mana bila terjadi sesuatu,kemana kami mencari kakak, iya kan kakak Si kakak Lin?".


"Iya,tidak boleh!"kata putri Giok Lin Dan putri Kwan si bersamaan.


"Benar nak,kau tidak usah pergi kesana,biar kita kirim teliksandi untuk me mata matai di hutan itu"kata Kaisar mendukung pendapat putrinya.


"Tetapi ayahanda Kaisar,menurut hemat hamba,cara itulah yang terbaik agar kita tidak mengorbankan nyawa prajurit sia sia"jawab Alex bersikukuh.


"Kalau memang kakak tetap mau pergi,maka kami harus ikut, setidaknya kita bersama bisa saling membantu" lagi suara putri Annchi terdengar.


"Ya,kita memang harus bersama sama,ya kan kakak Lin"putri Kwan si menyatakan pendapatnya mendukung adik madunya itu.


"Aku sendiri tidak akan mengijinkan kakak pergi sendirian atau bersama Liong dan,kecuali kami juga ikut"kata putri Giok lin.


"Tetapi aku menghawatirkan keselamatan kalian,lebih baik kalian tinggal di istana saja"kata Alex masih pada pendapatnya.


"Kakak,sebenarnya kakak beberapa hari yang lalu berjanji padaku itu serius atau cuma bohong bohongan?"tanya putri Annchi pada Alex.


"tentu saja serius putri,tetapi aku takut kalau kalian dalam bahaya "kata Alex.


"Kakak,yang namanya suami istri itu harus saling melindungi dan menjaga,kami tidak ingin tinggal dan tidur nikmat sementara suami kami bertaruh nyawa sendirian, pokoknya bersama kami atau kakak tidak usah pergi, Annchi tidak mengijinkannya"suara putri Annchi meninggi.


Kaisar tahu akan kekerasan hati sang putri bungsunya itu,bila sudah bersikap seperti itu,maka tidak seorangpun yang bisa merubahnya.


Kaisar menatap kearah Alex dan menganggukkan kepalanya.


Akhirnya Alex pun mengalah pada pendapat istri istrinya.


"Baiklah,besok kita berangkat,persiapkan apa yang harus di persiapkan sekarang" kata Alex akhirnya mengijinkan ketiga istrinya ikut serta.


Pagi harinya,enam ekor kuda berjalan beriringan keluar dari gerbang Istana menuju kota Suyen.


Setelah dua hari perjalanan,mareka tiba di kota Suyen saat hari menjelang sore.


Setelah membayar di pintu gerbang kota, mareka masuk kedalam kota beriringan dengan para pedagang yang juga masuk kedalam kota untuk berdagang.


Para pedagang itu ada yang membawa hasil bumi,ada yang membawa kain dan pakaian,serta ada juga yang membawa bahan makanan.

__ADS_1


Seperti biasa,yang pertama mareka cari adalah rumah makan.


Kali ini mareka makan di rumah makan yang lumayan besar dan ramai dikunjungi oleh para pendekar dan pedagang.


Kebetulan meja yang kosong cuma satu di dekat dinding dengan dikiri dan kanannya terdapat meja yang di isi oleh para pendekar.


Disebelah kiri ada tujuh orang pemuda dua puluh tahunan,yang terdiri dari lima orang laki laki dan dua orang perempuan sedangkan di sebelah kanan di isi pula oleh lima orang laki laki usia tiga puluhan tahun.


Mareka makan sambil minum arak dan berbincang bincang serius.


Di meja yang sebelah kiri, nampaknya kedua wanita itu adalah pasangan dari kedua pria yang duduk disampingnya,


Kedua wanita itu nampak sangat marah melihat tingkah pasangan mareka masing masing yang menatap ketiga wanita cantik di meja sebelah ternganga lebar dengan mata tanpa berkedip.


"Tak!".


"Tak!".


Tiba tiba dua ketokan dengan buku ruas jari telunjuk yang di lipat, mampir di jidat kedua pria itu.


Spontan saja daging yang masih ada didalam mulutnya dan lupa dikunyahnya karena terpesona kecantikan tiga sosok wanita itupun terlempar jauh.


Namun naasnya seorang lelaki yang kebetulan lewat di depan mareka, mukanya terkena daging yang terlempar dari mulut pria tadi.


Muka laki-laki itu menjadi merah padam sangkin marahnya.


Untunglah pemuda tadi cepat tanggap dan langsung berdiri meminta maap kepada pria yang naas itu.


Walau sempat mengomel panjang lebar,tetapi keributan tidak terjadi.


Sedangkan Alex dan ketiga istrinya serta Kedua pengawalnya sedang asik mendengarkan obrolan lima orang pria yang duduk disebelah kanan mereka.


"Iyalah jelas tahu,kan berita itu sudah tersebar luas"menyahut orang kedua yang bermata besar serta hidung sangat pesek itu.


"Kabarnya seratus anggota pasukan kota yang di kirim ketua kota, juga tidak pernah kembali lagi"kali ini orang ketiga dengan tubuh paling tinggi ikut bicara.


"Bukan,bukan seratus, tetapi seratus lima puluh orang,jangankan kembali, konon beritanya saja tidak ada"orang keempat dengan kepala yang licin plontos itu juga ikut bicara.


Ketujuh pria itu asik berbincang mengenai hilangnya para pemburu di hutan buangan sambil minum arak.


Alex dan ketiga istrinya serta pengawalnya yang telah menyelesaikan makan mareka,cepat membayar harga makanan dan keluar dari rumah makan itu mencari sebuah penginapan.


Untung nya kota Suyen termasuk kota cukup besar dan ramai, sehingga tidak sulit untuk mencari rumah penginapan,karena banyak terdapat di mana mana.


Alex memesan tiga kamar,satu kamar untuk mareka bertiga,satu kamar untuk Liong san dan satu kamar lagi untuk Soa Ning.


Esok harinya,mareka melanjutkan perjalanan keluar dari gerbang kota kearah hutan buangan yang berjarak setengah hari perjalanan dari kota Suyen.


Mareka berhenti di desa Yuze yang menjadi penanda antara wilayah penduduk dan hutan rimba.


Desa ini dinamakan desa Yuze,konon karena curah hujan disini lebih banyak ketimbang wilayah lainnya.


Mareka menitipkan kuda kuda mareka di desa itu dengan memberi sedikit uang sebagai upah.


Dengan berjalan kaki,mareka berenam melanjutkan perjalanan memasuki hutan,sesuai dengan rute yang pernah dilalui oleh para pemburu terdahulu.


Didalam hutan buangan ini ternyata sangat banyak binatang spiritualnya,pantesan banyak pemburu yang tergiur berburu di sini.


Tetapi dahulu hutan buangan ini tidak ada yang berani memasukinya,karena konon di hutan inilah dahulu kala tempat seorang Dewa mengasingkan dirinya setelah kematian istrinya.


Hingga ribuan tahun tidak ada yang pernah tahu ataupun melihat Dewa itu,maka legenda hutan buangan menjadi terkenal kemana mana,tidak ada satupun orang yang berani memasukinya karena dianggap keramat.

__ADS_1


Hingga hari ketiga, mareka masuk ke jantung hutan buangan, namun tidak ada satupun tanda tanda yang bisa mareka dapati sebagai pegangan.


Hingga hari ke empat, mareka tiba di sebuah tempat terbuka yang cukup luas dengan pohon pohon yang bertumbangan tidak karuan.


Namun yang aneh,di tengah tengah Padang terbuka itu,ada segerombol semak belukar yang tumbuh menyerupai sebuah pulau di tengah danau yang tidak terkena dampak pengrusakan, seolah olah memang sengaja dibiarkan seperti itu.


Sangkin lebatnya semak belukar itu,sehingga tingginya juga hampir setinggi pohon besar, dengan sekeliling nya Padang terbuka karena pohon pohon yang roboh seperti terkena hantam sesuatu.


Baru saja mareka melangkah memasuki Padang terbuka dengan pohon pohon yang roboh itu,dari balik semak semak di tengah tengah Padang terbuka itu,muncul lima ekor kadal sangat besar yang berjalan dengan kedua kaki belakang nya,dan kaki depannya terjuntai kecil seperti cacat itu.


Tinggi kadal besar itu setengah tinggi pohon, dan besarnya seperti empat ekor gajah,dengan ekor yang menjuntai panjang serta mulut yang menganga lebar dengan gigi gigi besar dan runcing sebesar kipas.


Kulit kadal itu kasar dan kerasnya mungkin sekeras baja,matanya merah melotot kearah Alex dan rombongannya.


Kadal besar itu terus melangkah mendekat kearah Alex dan rombongannya dengan mata yang merah menyala.


Alex dan ketiga istrinya serta kedua pengawalnya sudah bersiap siap menghadapi segala kemungkinan yang terjadi.


Binatang kadal aneh itu adalah binatang spiritual tingkat sembilan, mungkin binatang inilah yang sudah memangsa para pemburu dan anggota pasukan kota Suyen.


Ketika kelima ekor kadal besar itu tinggal lima langkah dari Alex,mareka berhenti,lalu mengendus endus keudara.


Tiba tiba kelima binatang kadal raksasa itu meraung Raung ke angkasa,mata mareka yang tadi berwarna merah menyala kini berubah menjadi berwarna hijau daun,dan dari tubuh mareka keluar cahaya putih berpendar.


Semakin pekat cahaya putih itu,semakin mengecil juga tubuh kadal raksasa itu.


Hingga ketika telah mencapai besarnya seperti sebutir telur ayam,cahaya itupun jatuh ketanah menjadi sebutir batu mustika energi.


Alex memungut kelima batu mustika energi itu,ia merasakan energi yang luar biasa besarnya dari dalam batu mustika energi itu.


Rupanya binatang spiritual itu telah berusia diatas lima ribu tahun,dan entah semenjak kapan ada di situ.


Alex menyerahkan kelima batu itu untuk ketiga istrinya dan kedua pengawalnya,karena nalurinya merasa bahwa mareka lebih memerlukan daripada dirinya.


Alex heran melihat rumpun semak belukar dan pohon pohon kecil di tengah tengah Padang terbuka itu sepertinya memang sengaja di lindungi oleh kadal raksasa itu.


Alex melangkah kearah gerombolan semak belukar yang berada di tengah tengah itu, penasaran membuatnya menyibak semak belukar dan pohon pohon kecil itu, ternyata disitu ada sebuah bangunan purba mirip sebuah kuil.


mungkin karena telah ribuan tahun tak dijamah tangan manusia, sehingga semak belukar yang menutupinya tebal dan setinggi pohon.


Setelah menemukan pintu masuk kedalam kuil itu,Alex bersama ketiga istrinya dan pengawalnya masuk kedalam kuil itu.


Hawa pengap dan lembab langsung terasa seperti di dalam goa saja rasanya.


Di ruang tengah kuil itu ternyata ada sebuah tangga menuju ke ruangan di bawah kuil itu.


Setelah sampai di lantai bawah kuil,masih harus berjalan mengikuti lorong sempit yang panjang dan berliku itu,hingga lorong itu berakhir di sebuah pintu terbuat dari batu.


Alex berusaha membuka pintu itu dengan kekuatannya,namun pintu itu tidak bergeming sedikitpun,sementara yang lainnya mencari cari sesuatu diseputaran dinding lorong,barang kali ada sesuatu untuk membuka pintu itu.


Tetapi pintu batu itu seolah tidak memiliki cara untuk membukanya.


********


Apakah mareka bisa membuka pintu batu itu?, dan apa yang ada di balik pintu batu itu?"


Dari pada bingung,baca terus lanjutannya,biar tidak penasaran.


Dan jangan lupa ya, tinggalkan jejak kalian berupa like dan silahkan komentar atau beri saran.


Terimakasih dan penghargaan yang sebesar besarnya untuk dukungan kalian semua.

__ADS_1


__ADS_2