Mr Matrix

Mr Matrix
Pertempuran di tepi sungai.


__ADS_3

Baru beberapa saat Alex menduduki tempat kediaman ketua kota,dari petugas jaga gerbang melaporkan tentang kedatangan serombongan laki laki menuju ke tempat kediaman ketua kota dan ingin bertemu dengan Alex.


Diruang depan Alex menerima lima puluh orang laki laki itu yang di ketuai oleh seorang laki laki setengah tua bernama Job bairon.


"Ampunkan saya tuan, saya adalah sisa sisa pasukan Kaisar dari resimen ke tiga puluh dibawah komando jendral Aragos,nama saya adalah Job bairon bersama seratus dua puluh anggota prajurit yang tersisa tuan"kata laki laki bernama Job bairon itu.


"Apakah maksud tuan datang ke sini?"tanya Alex sambil menatap laki laki setengah tua itu.


"Saya mendengar tentang pertempuran tuan dengan pasukan api tadi siang,kami memutuskan bergabung dengan tuan untuk berjuang membebaskan negri ini dari pendudukan bangsa rambut api tuan" jawab Job bairon.


"Lalu dimanakah yang lainnya,jendral mu juga dimana?"tanya Alex.


Job bairon menarik nafas dalam-dalam,seakan beban hatinya terlalu berat untuk dipikulnya sendiri, "Dalam pertempuran terakhir di kota Kauxia,pasukan saya ada tiga ratus orang,dan bertugas memperlambat gerakan musuh yang mau mengejar putra mahkota yang melarikan diri bersama jendral Aragos hingga seratus delapan puluh prajurit saya gugur, saya dengan sisa sisa pasukan berhasil kabur masuk ke hutan, namu sekian lama mencari keberadaan jendral,saya tidak mendapatkan kabarnya tuan,hingga terakhir saya mendengar keberhasilan tuan melawan pasukan rambut api,ini menumbuhkan semangat kembali dihati para prajurit saya,mereka mendesak agar bergabung dengan tuan"...


"Baiklah, kalian boleh bergabung,ajaklah pasukan mu untuk beristirahat,dan suruh orang untuk mencari ketua kota yang telah melarikan diri beberapa hari yang lalu,panggil suruh menghadap kepada ku "kata Alex.


"Baiklah tuan,akan saya kerjakan "kata Job bairon langsung berlalu dari hadapan Alex.


Mulai hari itu Alex mendapatkan tambahan pasukan seratus dua puluh orang.


Disuruhnya Liong san dan Soa Ning melatih pasukan itu dengan ilmu memanah,ilmu tombak dan ilmu pedang.


Tiga hari berikutnya, ketua kota berhasil di temukan oleh Job bairon bersembunyi di sebuah goa di dalam hutan bersama sama dengan keluarganya.


Bersamaan dengan itu,Alex menerima lima ratusan pemuda yang mendaftar ingin menjadi prajurit membela Negerinya yang sedang diduduki pasukan asing.


Kali ini Alex membagi tugas, Soa Ning sebagai pelatih pasukan baru, sedangkan Liong san bertugas melatih pasukan senior.


Seminggu setelah kedatangan pasukan yang di pimpin oleh Job bairon,mereka kembali kedatangan seorang kurir yang mengatakan jendral Meranus dan seribu prajurit nya,minta ijin masuk kota untuk bergabung dengan prajurit yang sudah ada di dalam kota.


Setelah ijin diberi, besoknya seribu prajurit berjalan beriringan memasuki kota Naulan.


Sementara mereka di buatkan barak khusus untuk menampung prajurit sebanyak itu.


Beberapa pengusaha kaya kota Naulan membantu menyumbang bahan makanan dan ke uangan untuk perjuangan ini.


Sumbangan rakyat ini sudah berjumlah satu juta keping emas,ribuan kwintal bahan makanan dan obat obatan.


Sementara untuk meningkatkan kultipasi para prajurit nya,Alex meracik jutaan pil dengan kepandaiannya sendiri hasil dari yang diajarkan oleh Dewi obat bertangan malaikat dulu.


Tidak terasa hampir satu bulan sudah Alex di kota Naulan,kemahiran pasukan baru sudah hampir setara dengan pasukan khusus karena mereka latihan di dunia dimensi yang jauh lebih cepat ketimbang dunia luar,sebulan latihan di dunia luar,sama dengan sepuluh bulan di dunia dimensi.


Setelah sepuluh bulan di dunia dimensi,kini tingkat kultipasi mereka sudah mencapai tingkat alam raja tingkat lima,dan kemahiran mereka memainkan panah,tombak dan pedang, tidak di ragukan lagi.


Setelah prajuritnya mahir dalam memanah,Alex mengeluarkan sejuta anak panah berpeledak yang di bagikan tiap orang dua puluh pucuk untuk lima ratus prajurit.


Prajurit baru ini di bagi menjadi dua pasukan, satu di bawah pimpinan Liong san,dan satunya lagi di bawah pimpinan Soa Ning.


Sedangkan lima ratus ekor kuda peninggalan prajurit rambut api di pergunakan untuk prajurit berkuda.


Memasuki awal bulan kedua di kota Naulan,datanglah dua orang prajurit pemantau keadaan di desa muara, sebuah desa di muara sungai kluise,di hilir kota Naulan.


mereka melaporkan ada iring iringan sepuluh armada kapal besar milik Negeri rambut api sedang memasuki sungai kluise menuju ke kota Naulan.


Alex berunding dengan jendral Meranus,Liong san,Soa Ning,dan Job bairon tentang masalah itu.


Tentu saja Alex selalu didampingi oleh ketiga istrinya yang sangat setia mengawal kemanapun dia pergi.


"Pangeran,sebaiknya saya beserta pasukan saya yang menyergap iring iringan kapal itu terlebih dahulu,kalau sekiranya kami tidak mampu,maka kami akan mundur dan pasukan Soa Ning maju menggantikan kami" usul Liong san.


Alex meng anggukan kepalanya, "saya setuju dengan usul Liong san,biarlah saya sendiri yang akan menyertai pasukan Liong san nantinya"...

__ADS_1


Jendral Meranus menyetujui usul Liong san dan Alex,tetapi di belakang Alex terdengar suara menggerutu, "huh!!".


Alex menoleh kearah suara itu,tampak putri Annchi istrinya yang paling muda ini sedang mengacungkan tinjunya.


Disampingnya putri Giok Lin Dan putri Kwan si tersenyum manggut manggut.


"Maap,tentu saja maksud ku bersama kalian bertiga"kata Alex meralat ucapannya.


Maka ditentukan lah posisi penyergapan diantara desa Baji dan desa Muara,di sebuah hutan yang lebat.


Sementara pasukan jendral Meranus menunggu di hilir desa Baji sebagai pasukan cadangan atau pasukan lapis kedua.


Dua ratus lima puluh orang berangkat malam itu juga dengan menunggang kuda ke desa Baji,sementara pasukan jendral Meranus sebanyak lima ratus orang berjalan kaki menyusul ke desa Baji.


Untung lah Alex cepat menyuruh pembangunan jalan darat dari kota Naulan ke desa muara secepatnya diselesaikan, karena telah mengira akan ada serangan balasan dari prajurit rambut api.


Setelah menempuh perjalanan satu hari satu malam,sampailah mereka di desa Baji.


Kuda kuda,mereka tinggalkan di desa Baji,dari desa Baji kehilir antara desa Baji dan desa Muara mereka berjalan kaki.


Sesampainya dihutan batas antara desa Baji dan desa Muara,mereka membuat tempat penghadangan armada kapal pasukan rambut api.


Dua ratus lima puluh orang dibagi dua pasukan,yang bertugas berseberangan sungai.


Diseberang sungai dipimpin oleh Liong san,sedangkan yang di seberang nya lagi di pimpin oleh putri Giok lin.


Alex memperkirakan bahwa armada kapal akan melewati posisi itu tepat pada pagi harinya, saat yang tepat untuk membuat kejutan mental.


Malam harinya mereka tidur cuma setengah malam,karena setelah itu mereka berjaga jaga kalau kalau armada kapal itu lewat.


Menjelang pagi,saat matahari belum lagi muncul,dari hilir sungai terlihat iring iringan armada kapal yang terlihat dari kelap kelip lampu serta suara desisan mesin uap.


Tepat ketika semua armada dalam jangkauan tembak panah,Alex memerintahkan pasukan panah pertama menghantam kapal yang paling belakang.


"BUM!!".


"BUM!!".


Dua ledakan terdengar menghantam sebuah kapal yang berada di bagian paling belakang.


Bagian haluan dan buritan kapal hancur terkena ledakan dari panah berpeledak,api membumbung tinggi meledakan bahan peledak yang dipakai sebagai peluru meriam api.


Belum habis terkejut mereka,kini terdengar kembali dua ledakan dari arah kapal paling depan.


Delapan kapal di bagian tengah membalas menembakan meriam api kesembarang tempat.


Namun lesatan panah dari kiri dan kanan seperti hujan menghantam lambung kapal.


Ketika kesepuluh armada kapal itu hangus terbakar, matahari mulai timbul di cakrawala.


Prajurit yang masih selamat berloncatan kedalam air menyelamatkan diri.


Namun begitu mereka mendekati pinggir pantai, hujan anak panah kembali menghantam tubuh mereka.


Tidak ada yang selamat,apa lagi bagi mereka yang terjun ke air dengan pakaian perang lengkap,mereka akan langsung tenggelam ke dasar sungai.


Tetapi sebelum kesepuluh kapal itu tenggelam benar benar,sebelas orang melompat kearah darat.


Sepuluh orang merupakan komandan kapal,dan satu orang merupakan jendral pasukan sebagai panglima armada yang membawahi semua komandan kapal.


Melihat sebelas orang itu melompat ke pinggir sungai,Alex dan ketiga istrinya segera menyongsong kesebelas orang itu.

__ADS_1


Betapa murkanya mereka melihat Alex dan ketiga istrinya muncul di depan mereka.


Sedangkan Liong san dan Soa ning,setelah melihat ada sebelas orang melompat kepinggir sungai di seberang,mereka langsung melompat pula keseberang sungai, kearah sebelas orang tadi mendarat.


Jendral Maxiulius menatap kearah Alex dengan mata merah karena amarah yang sudah sampai ke ubun ubun nya.


"Cepat bunuh mereka semaunya,cepaaat!! "teriak jendral itu kepada anak buahnya.


Enam orang dari sepuluh komandan kapal itu maju kearah Alex ,ketiga istrinya dan dua pengawalnya dengan jurus amukan naga api marah nya,sehingga kedua tangan mereka menjadi memerah Semerah besi panas.


Sementara itu putri Giok lin menggunakan jurus tangan api tingkat pertama,kedua tangannya juga menjadi merah membara seperti besi panas.


Putri Kwan si mempergunakan jurus badai salju tingkat pertama,kedua tangannya berubah menjadi berwarna biru muda beraura sedingin salju.


Dan putri Annchi mempergunakan jurus tarian bidadari,dari kedua tangannya keluar cahaya putih terang.


Salah seorang dari keenam orang yang maju menyerang itu mencoba menyerang Alex,tetapi dihadang oleh Liong san di hadapannya sambil sesumbar, "kalian berdua mari bermain main bersama ku dahulu,jangan hiraukan yang lainnya"...


"Huh,kau terlalu percaya diri,jangan menyesal bila kepala mu pecah di tangan kami berdua"kata salah seorang dari kedua orang itu.


Kedua tangan Liong san kini berubah menjadi ber aura kehijauan yang mendatangkan hawa sedingin salju.


Sedangkan kedua tangan Soa ning ber aura merah seperti besi pijar.


Tiga orang komandan kapal yang menyerang putri Giok Lin,putri Kwan si dan putri Annchi bergerak serentak melancarkan serangannya.


"Bum!".



"Bum!".



"Bum!".


Tiga ledakan berbarengan terdengar,daun daun beterbangan ke udara.


putri Giok Lin,putri Kwan si dan putri Annchi terjajar tiga tindak kebelakang,dan begitu juga dengan ketiga penyerangnya terjajar empat tindak ke belakang,tetapi belum ada yang terluka dalam.


Sedangkan Liong san yang diserang oleh dua orang,tidak ingin memperpanjang waktu lagi,saat dua orang itu menyerangnya dari kiri dan kanan,ia memapaki serangan itu dengan lima puluh persen tenaga dalamnya.


Akibatnya tubuh kedua orang itu terpelanting kebelakang sejauh lima puluh tindak dengan tubuh kaku membeku menjadi es,dan tidak lama patung es berbentuk manusia itupun retak lalu pecah berantakan seperti kaca terhantam batu.


Begitu pula dengan Soa Ning,wanita jelmaan Phoenix api itu tidak memberikan waktu lagi untuk lawannya berpikir dua kali,dengan mengerahkan seperempat tenaga dalamnya,ia membuat tubuh lawannya juga terpelanting sejauh tiga puluh tindak kebelakang dengan kondisi sudah hangus menjadi arang.


Tiga orang yang menyerang putri Giok Lin,putri Kwan si dan putri Annchi tertawa bangga setelah melihat serangan mereka yang menggunakan tiga perempat dari tenaga dalam mereka berhasil membuat ketiga putri itu terjajar kebelakang.


"Lebih baik menyerah saja dan ikut dengan kami,kalian akan hidup senang dengan harta berlimpah"kata salah seorang dari ketiga orang itu.



"Baru segitu kalian demikian bangganya, kalian tidak akan tahu sedalam apa lautan itu bila kalian mengukur dengan kail,ayo adik adik ku,kita sudahi saja pertunjukan ini"kata putri Giok Lin yang di ikuti dengan anggukan kepala oleh putri Kwan si dan putri Annchi.


Kini mereka bertiga meningkatkan tenaganya hingga empat puluh persen.


Ketiga laki laki itu juga meningkatkan kekuatan nya hingga maksimal dengan harapan bisa mengalahkan musuh nya.


Ketika enam tenaga dalam tingkat tinggi saling bertemu,terdengar tiga ledakan dahsyat yang membuat areal disekitar situ menjadi berlobang besar seperti telaga kecil.


Kali ini tubuh ketiga putri itu bergoyang goyang seperti pohon kelapa tertiup angin,sedangkan ketiga lawannya terpelanting lima puluh tindak kebelakang dengan kondisi tubuh ada yang hangus dan ada juga yang beku menjadi batu es lalu pecah hancur berantakan.

__ADS_1


Kini tinggal empat orang komandan kapal dan satu orang jendral armada.


********


__ADS_2