
Alam yang semula diam tenang,tiba tiba saja bergolak,dunia seperti diayun ayun,angin berhembus kencang membawa air hujan dan kemarahan dari sang Dewa.
Seluruh semesta tiba tiba gelap gulita,hanya cahaya kilat dan dentuman petir yang terlihat dan terdengar kini.
Alam kini benar benar di ambang kiamat,jerit dan tangisan terdengar serentak diseluruh semesta Raya.
Di Istana langit,Kaisar Giok yang tadinya bergembira menyambut kedatangan Dewa Nacha yang membawa seorang bayi tampan,tiba tiba menjadi pucat pasi setelah alam tiba tiba gelap gulita,kilat dan petir bersahutan dan istana langit seperti layangan di tiup angin badai,terayun ayun kesana kemari,lalu hujan badai maha dahsyat turun dari langit seperti air yang tercurah.
Tiba tiba terdengar suara menggelegar dilangit nyaring seperti suara petir, "Yu Huang Di,aku tidak akan pernah mengampuni mu lagi, selama ini aku sudah mencoba tidak mengusik mu,asal saja kau tidak mengusik ku,tetapi kau sudah kelewat batas Yu Huang Di, sekarang ku katakan kepada mu Yu Huang Di,bahwa istana langit sebentar lagi akan berakhir,dan di gantikan dengan debu langit,ingat itu Yu Huang Di,kau sudah mengajak aku berperang,maka jangan salahkan aku menghancurkan istana langit dan semua Dewa palsu mu itu!!!!"...
Mendengar itu,tiba tiba seluruh penghuni istana langit kehilangan tenaganya, mereka semua jatuh bersimpuh di lantai.
Di kegelapan seperti malam itu,tiba tiba di langit terlihat wujud seorang laki laki ramah sedang duduk bersila diatas sekuntum bunga teratai.
Wujud laki laki itu sangat besar sehingga terlihat seperti memenuhi langit kelam.
"Yu Huang Di, kau sudah membuat kesalahan maha besar yang aku sendiri tidak berani melakukan hal itu,tetapi karena nafsu dan ambisi mu ingin menjadi Dewa sesungguh nya,kau melakukan apa saja yang tidak layak di lakukan,aku tidak bisa membantu mu Yu Huang Di,kau tahu, bagai manapun, manusia biasa tidak bisa menjadi Dewa,karena Dewa itu sudah di khususkan untuk mahluk suci yang terbuat dari cahaya, bukan mahluk hina yang terbuat dari tanah lumpur seperti kau,selamat tinggal nak,nasip mu sungguh malang,hidup penuh dengan karma buruk!"kata laki laki yang tampak di langit itu.
Setelah ucapannya selesai,bayangan yang tampak di langit itupun menghilang entah kemana.
Dewa Rulay yang tadi bersimpuh,kini terlihat terisak menangis,dia sudah menasihati sang kaisar agar jangan terpengaruh dengan bisikan raja iblis yang mengatakan bahwa siapapun yang berhasil menguasai ke empat elemen suci alam semesta itu,akan menjadi Dewa yang sesungguh nya dan akan menjadi tuan Agung nya para Dewa suci dan semesta ini berada dalam kekuasaannya.
Tetapi sang kaisar yang sudah gelap mata itu, sangat berambisi untuk menjadi Dewa sesungguh nya,bukan Dewa Dewa an seperti yang sekarang mereka lakukan.
Justru karena sang Kaisar Giok sadar bahwa dia bukan Dewa yang sesungguh nya,maka dia dengan segala cara berusaha untuk bisa menjadi Dewa,sehingga omongan raja iblis pun didengar nya.
Apa lagi Dewa Erlang selaku kepercayaan sang Kaisar Giok juga turut mengipasi hati nya, "Janan khawatir tuan ku,kita masih punya satu lagi kartu kemenangan kita,yaitu putra nya,bila putra nya terancam,dia pasti akan takluk di kaki mu tuan ku"...
mendengar pendapat dari Dewa Erlang itu,semakin mantap hati sang kaisar untuk menguasai empat elemen suci itu agar bisa menguasai alam mahluk suci dan menjadi Kaisar para Dewa yang sesungguh nya.
...----------------...
Di istana Alexia,Alex masih berdiri tegak dengan tangan terkepal diatas kepalanya, matanya kini sudah berubah merah menyala dengan putik mata yang putih mencorong bak mutiara illahi dan perlahan lahan tubuhnya mulai berubah menjadi cahaya putih kemilau sebagai wujud asli Alex.
Melihat akan hal itu, Dewi Muyimaeva sadar bahwa sebentar lagi usia semesta ini akan berakhir,dan cerita umat manusia akan di tutup oleh sang kehendak suci.
Dewi Muyimaeva segera melompat kearah sang Dewa yang sedang murka itu,dirangkulnya tubuh sang Dewa dengan erat sambil berbisik di telinga nya, "Sadarlah sayang, sadar,jangan turuti kemarahan mu, atau semesta yang kau bangun susah payah ini akan berakhir sekarang, tarik amarah mu,sabar lah,biar kita hadapi bersama sama dan kita beri hukuman kepada kaisar itu, sekarang tariklah amarah mu sayang,ingat kami semua dan kedua pangeran kecil kita !"...
__ADS_1
Perlahan lahan Alex menurunkan tangannya, dia seperti baru tersadar jika masih ada dua pangeran kecilnya yang masih berhak menikmati dunia ini.
Cahaya tubuhnya tiba tiba menghilang,dan matanya kembali seperti semula.
Bersamaan dengan itu guncangan pun menghilang,hujan badai serentak mereda,dan mata hari yang tadi bersembunyi,kini nampak lagi, bahkan orbit seluruh planet dan seluruh galaksi yang tadi sempat terdiam, kini berjalan sebagai mana mestinya kembali.
Dewi muyimaeva berjalan menarik tangan Alex kedalam kamar utama,setelah menyuruh putri Kwan si memimpin pertemuan itu.
Para jendral dan para menteri serta Kaisar Ming dan orang orang nya yang tadi pucat pasi,karena mengira dunia akan segera kiamat itu,kini Ter duduk lemas,begitu mengerikannya bila junjungan mereka marah, bahkan kaisar Ming sendiri bergidik beberapa kali membayangkan apa yang akan terjadi bila saja Dewi muyimaeva tidak ada,bisa bisa dunia akan bubar.
Alex duduk terdiam sekian lama,seluruh yang hadir pun sunyi,tidak ada satupun yang berani angkat bicara.
Alam sunyi,seakan berhenti sesaat.
"Panglima perang !" tiba tiba suara Alex memecah kesunyian.
Jendral Lau me maju sambil bersimpuh, "saya yang mulia !"...
"Jendral!, aku kuasakan semua urusan dengan negeri Magolan kepada mu sepenuh nya, bila ada sesuatu yang harus di bicarakan,kau bisa membicarakan nya dengan para permaisuri, terutama dengan ratu Alexia, ambilah tindakan yang menurut mu perlu jendral,meskipun harus menyerang negeri Magolan untuk memberikan mereka pelajaran,aku menyerahkan sepenuh nya kepada mu,aku percaya kalau kau bisa bertindak dengan bijak, aku dan Dewa Samudra serta Dewa Lonceng Kematian akan mendatangi istana langit,
"Tuan ku jangan khawatir,hamba akan melakukan yang terbaik untuk kejayaan negeri Fangkea Raya serta kedamaian Benua Fangkea ini,tuan ku tidak usah memikirkan hamba,sangat banyak jendral jendral terpercaya kita tuan ku,dan kami semua sudah bersumpah akan mengabdi kepada tuan ku dan negeri Fangkea Raya ini tuan ku"sahut jendral Lau me.
"Tunggu !, kakak tidak boleh pergi cuma bertiga,biarkan aku dan adik Dewi Tara yang akan menyertai mu juga kakak" kata Dewi Muyimaeva.
"Kakak Dewi Eva benar,biarkan aku ikut kakak,aku merasa aku pasti di perlukan disana nanti!" Dewi Tara menyetujui usulan Dewi Muyimaeva.
Akhirnya disetujui,Alex pergi dengan Dewa Samudra dan Dewa Lonceng Kematian serta Dewi Muyimaeva dan Dewi Tara untuk mendatangi istana langit.
Sedang kan jendral Lau me,diberi mandat untuk menyelesaikan masalah dengan pasukan negeri Magolan.
Di kantor panglima perang jendral Lau me, terdapat ruang kerja di lantai paling bawah di bawah tanah,tempat monitor seluruh pasukan negeri Fangkea berada.
Hari itu nampak jendral besar Lau me sedang berjalan memasuki ruangan lima tingkat di bawah tanah itu.
Semua yang bertugas di situ menghormat ketika sang panglima tertinggi negeri Fangkea itu masuk.
"Hubungkan aku dengan komandan tertinggi pasukan Marinir laksamana Jack!"perintah sang panglima.
__ADS_1
"Siap panglima!"sahut salah seorang prajurit yang bertugas di depan salah satu layar monitor.
Tidak lama nampak wajah laksamana Jack tampil di layar monitor utama di tengah ruangan.
"Selamat siang laksamana,bagai mana situasi di lapangan saat ini?"tanya sang panglima perang kepada kepala angkatan laut nya itu.
Setelah menghormat,sang laksamana segera melaporkan bahwa seratus buah armada kapal perang musuh sudah di tenggelamkan semua,dan kini dia sedang melakukan pengejaran kedalam sungai Sa,sekaligus memberikan bantuan kepada pasukan darat yang sudah mulai memasuki Kotaraja itu.
"Terimakasih Laksamana Jack,kalian adalah kesayangan Kaisar dan kebanggaan negeri kita, sekarang Kaisar kita sedang menghadapi masalah lain,jadi beliau memberikan mandat penuh kepada ku untuk menyelesaikan misi ini,dan ingat,wilayah laut tetap di jaga,jangan di tinggalkan,apa bila misi ini selesai nantinya, kumpulkan limaratus armada terbesar kita,akan kita rayakan dengan tanah negeri Magolan yang sudah mengusik ketenangan kita itu,ini sekaligus peringatan kepada negeri yang lainnya,agar jangan coba coba mengganggu kita!" kata panglima jendral Lau me dengan tegas.
Dengan bersemangat,laksamana Jack berdiri lalu menghormat"siap jendral,kami semua siap melaksanakan perintah jendral"...
Setelah itu layar monitor menampilkan sang jendral Liou bersaudara.
"Selamat siang jendra Liou bersaudara,bagai mana kabar kalian semua hari ini ?",tanya panglima perang jendral Lau me.
Setelah menghormat ala prajurit,jendral Liou Thai berkata kepada jendral Lau me, "selamat siang juga panglima,kami tidak jadi berangkat lewat jalur Kota Ming Bai,tetapi langsung keutara ke kota Tao dan bergerak masuk kekota Hans,lalu menyusuri sungai Sa kiri bergerak ke kotaraja Ming sekaligus membersihkan kota kota yang kami lewati panglima"kata jendral Liou Thai.
"Baguslah kalau begitu, semoga berhasil jendral"sahut panglima jendral Lau me.
Sementara itu,jendral Edoardo selaku pemimpin dan penanggung jawab ekspedisi penyerangan ke benua Fangkea itu cuma ekspedisi bunuh diri belaka.
Mereka memang bisa menaklukan negeri Ming sebagai gugus awal dalam menduduki negeri Fangkea,tetapi belum lagi mereka bergerak ke negeri Fangkea,pasukan mereka sudah hampir habis di ***** pasukan negeri Fangkea.
Pasukan negeri Fangkea ini seperti pasukan dewa maut yang siap mencabut nyawa siapapun yang berani menentang mereka.
Dalam sekejap saja,seratus buah armada laut dengan kapal terbesar serta peralatan tempur Ter hebat yang mereka miliki,ternyata tidak bisa berbuat apapun juga.
Kapal perang negeri Fangkea ini bisa menyerang musuh dari jarak jauh yang masih belum bisa di capai oleh peluru meriam mereka, sehingga mereka cuma menjadi bulan bulanan kapal perang Fangkea saja.
...****************...
Novel ini tidak lama lagi akan berakhir, terimakasih atas dukungan sahabat semuanya, kalian penyemangat saya dalam berkarya.
Baca juga novel kedua saya yang berjudul "Jiwa Naga Sejati"
Mengisahkan tentang perjuangan anak manusia dengan segala duka derita nya,dan bagai mana dia bangkit, meskipun berjuta rintangan menghalangi nya, hingga mencapai puncak kejayaan.
__ADS_1