
Porak poranda bekas pertempuran masih tersisa dimana mana,beberapa bangunan rusak,bekas darah dan kehancuran masih jelas tersisa.
Hari itu semua prajurit dan kerabat dalam istana berkerja sama untuk membersihkan sisa sisa kerusuhan kemarin.
Pembesar Guan khi yang sengaja dan dengan kesadaran diri sendiri mendukung pengkhianat Negara,di masukan kedalam penjara sementara menunggu keputusan eksekusi hukuman mati dari Kaisar.
Sedangkan untuk prajurit yang memberontak,kare terbukti bukan didasari dari kesadaran dirinya sendiri,maka dibebaskan dari segala tuntutan,dan untuk Menteri kehakiman Be Ong gwan,dan Jendral Kim bok seng,juga terbukti bukan atas kehendaknya sendiri serta menimbang jasa serta pengabdian mareka selama ini,maka dibebaskan dari segala tuntutan cuma diwajibkan mengucapkan sumpah dan janji setia kepada Kaisar dan Negara Song saja.
Hari itu di ruang pribadi sang Kaisar,terlihat ibunda Ratu,putra mahkota,putri Kwan si dan sang Kaisar sendiri sedang membincangkan satu masalah.
Setelah mendengar penuturan dari sang putri panjang lebar,kaisar menarik nafas dalam-dalam,kemudian bertanya pada Ratu nya.
"Ratu ku,bagai mana menurut pertimbangan mu,apakah harus kita adili atau kita sudahi saja urusan pribadi kerajaan dengan nak Alex?"...
"Ampun yang mulia kaisar,meski kepedihan masih terasa di dalam hati ku karena kehilangan putra,tapi terus terang aku lebih tidak bisa melihat kesedihan dan duka lara di hati putri kita, bagiku,ke bahagia an si er,lebih utama ketimbang dendam dan sakit hati" jawab sang Ratu.
"Dan kau putra ku,apa pendapat mu tentang masalah ini?" tanya kaisar lagi kali ini kepada putranya Song Kim su.
"Ampun ayahanda Kaisar,menurut hemat hamba,secara pribadi kerabat istana,Alex memang bersalah pada kita,tetapi melihat tindakannya kemarin,dan mengingat jasa jasanya, maka jasanya juga sangat besar pada Negara Song,Kaisar,dan keselamatan kerabat istana,coba bayangkan apa jadinya keluarga istana,Kaisar,dan juga Negara tanpa campur tangan Alex lewat Si er maupun secara langsung, jadi menurut pertimbangan hamba,kesalahan Alex pada kita,tidak sebanding dengan semua jasa jasa nya,saya harap ayahanda Kaisar bisa mempertimbangkan itu semua"jawab putra mahkota pangeran Song Kim su memberikan pendapat nya.
"Terimakasih anak ku,walaupun usia mu masih cukup muda,tapi pikiran dan pertimbangan mu sudah cukup dewasa,ternyata pendapat mu dan pikiran ku sama,aku tidak akan ragu lagi mengambil keputusan"jawab sang Kaisar tersenyum bangga dengan pikiran anaknya yang sejalan dengan pikirannya itu.
"Terimakasih ayahanda,atas pengampunan ayahanda Kaisar,dan atas restu ayahanda"kata putri Kwan si dengan rasa lega dan pipi yang merah merona karena agak malu.
"Tunggu dulu,ayah belum merestui mu,sekarang panggil semua teman teman mu itu ke ruangan pribadi ayah,cepatlah,ayah tunggu"perintah sang Kaisar pada putri bungsu nya itu.
Putri Kwan si bangkit dari duduknya dan langsung pergi menuju kamar Alex,putri Giok Lin Dan Kwe Sian Li.
Tidaklah terlalu lama,ke empat orang itupun tiba di ruangan pribadi Kaisar.
"Salam hormat dan sejahtera selalu Kaisar"salam ta'jim mareka kepada sang Kaisar Song.
"Salam sejahtera juga untuk kalian semua,duduklah, ada yang akan aku bicarakan pada kalian terutama p dengan mu Alex"kata kaisar sambil mempersilahkan Alex dan teman temannya duduk.
"E,eh,begini,sebelumnya saya selaku Kaisar Negara Song beserta seluruh kerabat istana,dan juga atas nama Negara Song dan seluruh rakyatnya,mengucapkan ribuan terimakasih dan penghargaan yang setinggi tingginya pada kalian,karena dengan bantuan kalianlah Negara ini bisa selamat dari kudeta yang hampir tidak terdeteksi itu,andai saja kedatangan kalian terlambat,entah sudah jadi apa Negara Song ini jadinya"kata Kaisar.
__ADS_1
"Itu sudah menjadi kewajiban kami yang mulia,dalam kesempatan ini,saya juga mau memohon maap yang sebesar besarnya kepada Kaisar,Ratu,putra mahkota dan putri Kwan si atas insiden yang terjadi antara saya dan pangeran Kim bu dulu,bukan maksud saya untuk membela diri atau membenarkan tindakan yang telah saya lakukan,tapi sang pangeran sendiri tidak memberikan saya pilihan selain melawan,saya perlu membela diri saya sendiri **** siapapun lawan saya"jawab Alex sambil berdiri membungkukkan badan nya.
"nak Alex,pangeran Kim bu adalah anak saya,,,saya lebih tahu siapa dia,,,dia berbeda dengan kedua saudara nya, sifat dan kelakuannya dari dulu memang susah diatur,sudahlah tidak perlu di perpanjang lagi masalah itu,sekarang yang ingin aku tanyakan bagai mana perasaanmu pada anak ku?"tanya Kaisar langsung pada inti nya.
"Maap Kaisar,bukannya saya terlalu tinggi berharap dengan mencintai putri Kaisar,walau saya menyukai dan menyayangi putri Kaisar,tapi saya tidak berani terlalu tinggi menggantungkan cita dan asa,saya tahu saya cuma pengembara yang tidak miliki apa apa,jangankan rumah dan harta,keluarga saja saya tidak punya,saya hidup cuma sebatangkara Kaisar"jawab Alex apa adanya.
Mendengar keterangan Alex,putri Kwan si tertunduk,air matanya jatuh berderai di pipi putih nan mulus nya.
"Sudahlah,masalah harta,apakah seorang Kaisar masih memikirkan harta?kedudukan?, jabatan?,aku sudah tidak membutuhkan itu semua, Si er,engkau sudah mendengar semua pernyataan dari nak Alex,sekarang bagai mana dengan kemantapan hati mu sendiri?"tanya Kaisar lagi pada putri nya.
Sa,,saya tidak memerlukan semua itu ayahanda,saya cuma ingin bersama kakak Alex untuk selamanya,kalau bukan dengan kakak Alex,maka tidak juga dengan yang lainnya untuk selama lamanya"jawab putri Kwan si sambil menunduk,air matanya masih menetes.
"Bagai mana nak Alex,apakah kau bersedia menjaga putri tersayang ku ini selamanya ?"tanya sang Kaisar kepada Alex.
"Kalau seperti itu,saya akan menjaga putri Kaisar dengan jiwa raga saya"jawab Alex mantap.
Sekali lagi sang Kaisar memandang ke empat pemuda remaja itu satu persatu,lalu "aku sudah tahu semua nya dari Si er,tapi aku juga ingin mendengar dari kamu sendiri, maukah kamu berjanji akan menyayangi dan melindungi putri ku selamanya?"tanya Kaisar kepada putri Giok Lin.
"saya berjanji akan selalu saling melindungi sebagai saudara"jawab putri Giok Lin lagi.
Putri Kwan si memeluk putri Giok Lin sedangkan Alex cuma bingung melihat kedua dara cantik jelita itu berpelukan seperti saudara.
Kaisar tidak keberatan atas kesepakatan mareka itu.
"Kapan kau akan pulang ke Negara Yuan "tanya sang Kaisar pada putri Giok Lin.
"Mungkin secepatnya Kaisar,mengingat kami juga harus ke Hutan Sarang elang untuk menemui gurunya Alex untuk meminta restu"jawab putri Giok Lin.
"Baiklah,bila kalian ke kota raja Yuan,sampaikan salam ku untuk yang mulia Kaisar Yuan tiang Lo,nanti saya juga akan menitipkan surat"kata Kaisar Song gwan.
"Baiklah Kaisar,nanti saya sampaikan pada ayahanda Kaisar"jawab putri Giok Lin.
Selesai berbicara dengan Kaisar dan keluarga nya,mareka pun keluar menuju taman belakang,putri Kwan si yang bertindak selaku pemandu mareka berkeliling istana Song.
"Sebenarnya aku penasaran,dalam rangka tugas apa lagi hingga kau sampai di kota Raja Negri Song ini Sian Li ?"tanya Alex sambil berjalan di taman belakang istana.
__ADS_1
"Sebenarnya aku sedang mengejar seseorang,dia melukai kekasih ku ketika berkelahi gara gara membela aku yang hampir di perkosa olehnya,dia seorang penjahat pemetik bunga yang berilmu tinggi" jawab Kwe Sian Li
"Hah Nam Pao tie?" tanya putri Giok Lin terkejut.
"Jadi,tuan putri juga mengetahui tentang penjahat pemetik bunga itu?"tanya Kwe Sian Li lagi.
"Tahu,karena beberapa waktu yang lalu dia pernah berbuat masalah di Negara Yuan dan menjadi buronan pemerintah"jawab putri Giok Lin lagi, "terakhir kamu mendengar penjahat itu di mana?"...
"Terakhir kejadian di sebuah desa di pinggiran kota Raja Negara Song,seorang gadis dibunuh setelah diperkosa oleh seorang pemuda"jawab Kwe Sian Li.
Putri Giok Lin menatap kearah Alex dan putri Kwan si,seolah meminta pendapat mareka berdua.
"Aku tidak masalah bila harus mengejar penjahat itu dulu,baru kita ke kota Raja Negara Yuan"jawab putri Kwan si.
"baiklah aku mengikuti kalian saja "kata Alex.
"Baiklah,kesepakatan sudah dibuat,kita mengejar penjahat itu dulu,setelah beres barulah pulang ke kota Raja Yuan.
Malam harinya di istana diadakan pesta besar merayakan kemenangan pihak istana terhadap pemberontakan yang di dalangi oleh sekte kelelawar.
Pesta meriah itu berakhir setelah lewat tengah malam.
Pagi harinya setelah berpamitan dengan Kaisar beserta keluarganya,ke empat pemuda itupun melangkah keluar gerbang istana menyusuri keberadaan penjahat pemetik bunga
yang sangat meresahkan masyarakat.
Hingga beberapa desa mareka telusuri,namun belum juga membuahkan hasil.
Hingga pada suatu pagi,ketika mareka sedang menginap di sebuah desa bernama Desa Manglung,mareka dikejutkan oleh teriakan orang orang di belakang penginapan.
Disitu telah banyak orang orang berkumpul mengerubungi mayat seorang wanita dengan pakaian hampir telanjang itu.
Wanita itu cukup cantik dengan usia sekitar dua puluh tahunan,berkulit putih dan berambut panjang,nampak dibuang tidak jauh dari belang penginapan.
Dari ciri cirinya,yang sangat aneh adalah tidak adanya bekas kekerasan pada korban.
__ADS_1
*********
Mohon dukungan nya ya, jangan lupa kasih like nya.