Mr Matrix

Mr Matrix
Pertempuran dengan bajak laut.


__ADS_3

Perjalanan dengan kapal laut kali ini tidak memakan waktu selama berlayar dengan kapal uap.


Alex mengambil jalur lewat perairan Utara karena pulau yang mereka tuju ada di Utara benua seberang.


Sebenarnya perairan Utara ini adalah perairan yang sangat di hindari oleh semua pelaut, karena di perairan Utara ini markas perompak dan bajak laut camar darah yang sangat terkenal ganas.


Kalau tidak ada kapal yang lewat untuk di bajak, maka mereka mendatangi desa desa terdekat dengan pantai, lalu merompak habis isi desa itu.


Oleh karena itu perairan Utara ini sangat dihindari oleh semua pelaut, bahkan Kaisar Usafia sendiri menghindari perairan Utara ini karena sudah ada beberapa kapal mereka yang menjadi korban keganasan bajak laut camar darah ini.


Sebenarnya putri Kayla sudah memperingatkan Alex lewat putri Giok lin bahwa perairan Utara ini sangat rawan dengan bajak lautnya.


Tetapi Alex tidak terlalu menanggapi perkataan putri Kayla itu.


Memang di perairan Utara ini banyak terdapat pulau pulau besar maupun kecil,sehingga bajak laut mudah untuk bersembunyi.


Menjelang hari ke dua puluh,mereka mulai memasuki gugusan pulau pulau yang banyak bertebaran besar kecil.


Untung Matrix mengeluarkan peta pelayaran yang lengkap, sehingga mereka tahu dimana jalur surut, jalur dangkal dan jalur dalam.


Kapal milik Alex adalah tipe kapal besar dengan lebar lambung duapuluh lima Depa dan panjang seratus depa,di belakang anjungan ada radar sedangkan di depan ada peluncur roket dengan delapan selongsong.


Melewati perairan yang dalam di celah celah antara beberapa pulau, kapal ini tidak bisa leluasa memacu kecepatannya.


Saat mereka baru keluar dari selat sempit antara dua buah pulau cukup besar, alarm tanda bahaya di kapal berbunyi.


Para prajurit bergegas mengambil posisi masing masing, sedangkan Alex dan ketiga istrinya serta putri Kayla pergi keruang operasional kapal di anjungan belakang ruang kendali.


"Ada apakah sehingga kalian membunyikan alarm tanda bahaya"? tanya Alex.



"Maap tuan,lihatlah di monitor itu,didepan ada dua kapal bersembunyi di balik sebuah pulau kecil disebelah kanan, sedangkan disebelah kiri ada dua kapal yang sedang bersembunyi dibalik sebuah pulau, sedangkan di depan ada tiga buah kapal sedang menunggu di tempat kita harus lewat "kata Lau me menjelaskan sambil menunjuk kearah monitor.


Alex menatap kearah monitor,memang benar seperti yang telah dikatakan oleh Lau me,ada tujuh kapal asing bersembunyi di balik sebuah pulau mengelilingi mereka.


"Baiklah,aktifkan perisai anti serangan sekarang,"perintah Alex.


Seorang prajurit perempuan yang duduk di depan salah satu layar monitor memencet beberapa hurup sandi,kemudian terlihat cahaya biru terang mengelilingi gambar kapal mereka dilayar.


"persiapkan roket kecil ber pengendali jarak jauh dan kita lihat apa yang akan mereka lakukan, kalau mereka memulai serangan,maka kita balas,kalau tidak,jangan melakukan apapun"kata Alex memberikan arahan.


Para gadis di depan layar monitor ini tampak sudah mengerti dengan apa yang harus mereka lakukan masing masing.


Dari layar monitor,tiga kapal di depan mereka tampak mulai melakukan penghadangan di tengah jalan,sedangkan yang di sebelah kiri dan kanan juga bergerak mendekat kejalur yang akan mereka lewati.


Ketika kapal Alex keluar dari selat sempit itu, mereka menemukan sebuah teluk yang cukup besar dikelilingi oleh beberapa pulau kecil.


Jauh di depan mereka tampak tiga buah kapal berjejer menghalangi jalan mereka dengan moncong meriam yang sudah siap tembak.


Sedangkan di sebuah selat di sebelah kanan dan kiri nampak dari jauh masing masing dua buah kapal yang melaju kencang kearah mereka.


Di depan persis ditengah tengah ada sebuah kapal yang paling besar diantara yang lainnya dengan bendera bergambar seekor burung camar berwarna merah darah.


Di kiri dan kanannya ada kapal yang lebih kecil dari yang di tengah tengah.


"Bum!!".


Tiba tiba kapal yang paling besar menembakan meriamnya kearah kapal Alex.


Beberapa puluh Depa dari kapal Alex,peluru meriam itu jatuh keair setelah menabrak sesuatu yang tidak tampak di mata.


"Bum!!".



"Bum!!".

__ADS_1


kapal yang lebih kecil disebelah kiri dan kanan juga ikutan menembak.


Namun peristiwa seperti tadi kembali terulang lagi,peluru itu jatuh keatas air.


Sebuah kapal dari selat disebelah kanan nampak melaju kearah kapal Alex,ingin menabrakkan diri dengan kapal Alex.


Tetapi belum juga mendekati kapal Alex, sebuah roket sebesar paha meluncur dengan sangat cepat kearah kapal itu.


"BUM!!!".


Sebuah ledakan terdengar nyaring saat roket kecil itu menghantam kapal musuh itu.


Kapal yang ingin menabrak kapal Alex tadi hancur berkeping keping menjadi serpihan serpihan kecil yang berhamburan diatas air.


Kapal yang dari sebelah kanan dan kiri kini mulai menambah kecepatan, mereka ingin menabrak kapal Alex dari kiri dan kanan dengan bersamaan.


Tetapi kembali dua buah roket sebesar paha meluncur kekiri dan kekanan kearah kedua kapal itu.


"BUM!!!".



"BUM!!!".


Dua kali ledakan besar terdengar ketika dua buah roket yang di tembakan mereka menghantam lambung kapal musuh.


Air menyembur keatas setinggi rumah bersama serpihan serpihan kapal bajak laut yang berserakan di atas air.


Kini kapal bajak laut yang paling besar nampak seperti ingin berputar melarikan diri,tetapi tiga roket kecil kembali menghantam ketiga kapal itu hingga hancur berantakan menjadi serpihan serpihan kecil.


Kini air teluk telah berubah menjadi memerah karena darah para bajak laut yang tumpah ke laut.


Kapal bajak laut yang berada di sebelah kiri kini sudah menghilang masuk ke selat kecil antara dua buah pulau.


Tetapi dilayar monitor masih terlihat mereka memasuki celah muara sebuah sungai di sebuah pulau yang cukup besar.


"Turunkan motor boat,aku sendiri yang akan mengejar mereka, kalian semua tunggu aku di kapal"kata Alex memerintahkan prajuritnya untuk menurunkan motor boat.


Alex duduk dibelakang kemudi,menghidupkan mesin,selanjutnya motor boat itupun melaju diantara celah selat yang sempit.


Sebuah monitor kecil terlihat didepan Alex yang memegang kemudi sebagai petunjuk arah mereka.


Setelah melewati selat yang sempit,mereka keluar di sebuah selat yang cukup lebar dengan pohon bakau yang tinggi dan lebat tumbuh dikiri kanan selat.


Di sela sela rimbunan pohon bakau,nampak muara sebuah sungai yang tersembunyi dari pandangan.


Ternyata sungai itu cukup lebar sekitar lima puluh Depa,dengan kiri dan kanan sungai, tertutup rimbunnya pohon bakau.


Sudah lumayan jauh mereka menyusuri sungai itu,namun belum juga menemukan dimana tempat kapal bajak laut tadi bersandar.


Kini dikiri kanan sungai tidak di jumpai bakau lagi,melainkan berganti dengan hutan biasa,yang menandakan mereka sudah meninggalkan muara sungai.


Di kiri kanan,nampak bukit bukit kecil menjulang tinggi. diselimuti oleh hutan.


Disebuah tikungan sungai,nampak sebuah dermaga kecil dengan sebuah kapal sedang bersandar di situ.


Alex tidak berhenti di tempat itu,tetapi mencari tempat lain yang agak terlindung dari penglihatan orang.


Mereka berhenti di dekat sebuah pohon yang condong kearah sungai, dengan hampir semua dahan dan daunnya menutupi sisi sungai, sehingga tepi sungai itu tidak kelihatan.


Dengan menyembunyikan motor boat mereka disitu,Alex berjalan menyusuri tepi sungai sedikit,kearah kapal mereka bersandar tadi.


Didermaga itu ternyata ada sebuah jalan setapak yang tidak terlalu lebar menuju kearah dalam hutan.


Setelah berjalan beberapa saat melewati hutan,ternyata jalan setapak itu berakhir di sebuah mulut goa.


Alex dengan hati hati memasuki goa itu bersama ketiga istrinya dan putri Kayla.

__ADS_1


Didalam goa itu ada ruangan yang cukup besar dengan empat pintu goa lainnya,dua di hadapan mereka,satu di sebelah kiri dan satu di sebelah kanan ruangan besar itu.


Di ruangan tengah itu ada sekitar lima puluh lelaki bertampang kasar dan bersenjatakan golok sedang mengelilingi api unggun,dihadapan mereka ada dua puluh orang lelaki sedang duduk bersimpuh.


"Ampun ketua Cow codet,ketua Joe susur sepertinya tewas" seorang laki laki melaporkan kepada seorang laki laki setengah tua lainnya yang mukanya bercodet melintang bekas luka.


Bukannya marah,tetapi lelaki bercodet melintang di wajahnya itu malah tertawa terbahak bahak hingga ingusnya menjulur panjang hampir sejengkal dari lubang hidungnya.


Setelah menarik ingusnya yang menjuntai panjang tadi kembali kedalam hidung nya semua,ia lalu berkata, "tidak kusangka nasibku demikian mujurnya, Beratus tahun situa itu mengumpulkan harta benda yang segunung itu banyaknya,eh ternyata aku yang menikmatinya, ha ha ha ha"...


Kembali laki laki itu tertawa terbahak bahak hingga ingusnya menjulur kembali,lalu ditarik lagi dengan hidungnya sendiri hingga habis.


Namun ketawa laki laki itu terhenti ketika sebuah suara bergema sangat nyaring di dalam goa itu sehingga menyebabkan goa itu berguncang berderak seperti mau runtuh.


"Siapa yang memberi mu ijin mengambil harta itu?,harta itu sekarang sudah menjadi milik ku"baru saja suara itu menggema,tiba tiba dihadapan mereka sudah berdiri seorang pemuda tampan berpakaian putih, dan di belakangnya berdiri empat orang wanita cantik jelita.


Keterkejutan si codet berubah menjadi kegembiraan setelah melihat ada empat bidadari cantik molek dengan bentuk tubuh yang aduhai,datang ketempat mereka yang tidak pernah didatangi wanita ini,membuat akal sehat menjadi tidak berfungsi lagi.


Serentak ke tujuh puluh orang itu bergerak kearah Alex dan istrinya,tetapi baru beberapa langkah kaki mereka berjalan,tiba tiba tubuh Alex hilang dari pandangan, bersamaan dengan itu,sekelebat cahaya putih bergerak melibas tubuh mereka,sebelum mereka menyadari, pinggang mereka telah putus semua.


Cuma dalam sekelebatan saja,ketujuh puluh orang itu telah bergelimpangan di lantai goa,menjadi penunggu goa untuk selama lamanya.


Alex bergerak memasuki pintu lorong goa satu persatu,ternyata di setiap lorong goa dia melihat perhiasan,emas intan dan permata,serta koin emas bertumpuk seperti gunung.


Dengan sekali mengibaskan tangannya, seluruh harta benda itu berpindah kedalam cincin ruang,lalu di berikan kepada putri Giok Lin selaku pemegang uang keluarga.


Akhirnya mereka kembali ke motor boat mereka yang disembunyikan dibawah lindungan daun pohon.


Tidak lupa mereka menarik kapal bajak laut itu ke luar lalu meledakan kapal itu setelah sampai di laut.


Setelah menaikan motor boat keatas kapal, akhirnya perjalanan pun mereka lanjutkan.


Setelah beberapa hari keluar masuk selat kecil,akhirnya mereka kembali kelaut lepas, hanya ada satu dua pulau di kejauhan.


Malam ini cuaca sangat cerah,bulan dan bintang nampak bertaburan di langit,dan angin seperti enggan berhembus, sehingga laut begitu tenangnya.


Di atas Deck di belakang anjungan,Alex berdiri sendirian memandang ke langit biru,seolah sedang mencari sesuatu di sana.


Hatinya berkelana ketempat nun jauh entah berapa milyar tahun cahaya dari tempat dia sekarang berada.


Tiba tiba sebuah tangan kecil meluk pinggangnya dari belakang,dari aroma tubuhnya,Alex tahu bahwa itu si putri bawel Annchi.


"Kau tidak tidur putri?" tanya Alex meraih kepala dara cantik jelita yang masih kekanakan itu.



"Tadi aku sudah sempat tertidur,tetapi setelah terjaga,aku tidak melihat kakak lagi,aku mencari kakak,dan dari prajurit,aku tahu kakak kesini"kata putri Annchi sambil membenamkan wajahnya di belakang Alex.



"Aku tadi bermimpi bertemu ibuku dan adikku,akhirnya mataku tidak bisa diajak tidur kembali,makanya aku kesini,kebetulan malam ini cuaca sangat cerah"kata Alex sambil meraih tubuh putri Annchi,meletakkannya di dekat pagar deck lalu merangkulnya dari belakang sambil berpegangan pada pagar deck,kepalanya diletakan di atas pundak putri Annchi.



"Sebenarnya kakak dari mana?" tanya putri Annchi sambil meraih kepala Alex.


Alex menarik nafas dalam-dalam,ada setumpuk kerinduan yang berusaha dia pendam dalam dalam selama ini.


"Aku berasal dari dunia yang seribu tahun lebih maju dari dunia sekarang ini"kata Alex memulai ceritanya.


Akhirnya Alex menceritakan asal usul dirinya kepada putri Annchi tanpa ada satupun yang disembunyikannya.


"Kalau aku rindu,aku cuma bisa memandang bintang bintang di langit,sambil berangan bahwa salah satu darinya adalah tempat ku dulu"kata Alex mengakhiri cerita nya.


Tanpa mereka sadari,sedari tadi ada tiga orang yang sedang asik mendengarkan cerita Alex dari belakang mereka berdua.


*********

__ADS_1


Segini dulu ya,besok di sambung lagi deh.


Terimakasih dan penghargaan setinggi tingginya untuk kalian yang telah memberikan like,vote,maupun hadiah.


__ADS_2