Mr Matrix

Mr Matrix
Misteri Pulau Naga bagian pertama.


__ADS_3

Para wanita cantik jelita itu saling pandang mendengar perkataan dari putri Giok Lin,lalu tawa mereka pecah.


"Maksud kakak apa ya,aku belum mengerti"kata Dewi perawan suci sambil menatap kearah putri Giok Lin.


"Ya, maksud ku,kau tidak usah lagi memakai nama Dewi perawan suci, karena sudah tidak sesuai dengan keadaan dirimu yang sudah bersuami yang juga berarti sudah tidak perawan lagi,aku akan memberikan nama untuk mu yaitu Dewi Amarila, mulai sekarang namamu adalah Dewi Amarila, ingatlah itu !"kata putri Giok Lin.


Dewi Amarila atau Dewi perawan suci memeluk tubuh putri Giok Lin dengan erat, "terimakasih kak !,nama itu cantik sekali !, aku suka!"...


"Oh iya bagai mana dengan ayahanda Kaisar Yuan,aku terlalu sibuk sehingga belum sempat untuk menemui beliau, apakah perbaikan istana Yuan sudah selesai ?" tanya Alex .


"Ayahanda dan ibunda serta adik pangeran masih di istana timur, perbaikan istana Yuan belum sepenuhnya selesai,maklum banyak bagian istana yang rusak serta hilang di curi orang sewaktu kita tidak ada"jawab Putri Giok Lin.


"Mungkin besok kami akan segera berangkat menuju kota Yuking dan dari kota Yuking naik kapal ke kota Zio di pulau Naga"kata Alex .


Hari itu Alex masih menerima laporan laporan tentang persiapan pembangunan jalan kereta api dari kota Alexia menuju kota Yuking kota raja Yuan.


Alex juga memberikan arahan kepada beberapa orang menterinya tentang apa saja yang harus di kerjakan.


Dan ke esokan harinya,saat mata hari mulai naik,sebuah kereta melaju di jalanan kota Alexia menuju ke arah timur yaitu kota Yuking di negeri Yuan.


pertapa sakti tetap sebagai kusir kereta kuda itu,sementara Alex, Dewi Amarila,dan Biksu mata hati,duduk didalam kereta.


Orang orang yang tahu bahwa junjungannya yang lewat dengan kereta kuda itu,duduk bersimpuh di pinggir jalan, melepas kepergian sang junjungan.


Kini jalan dari Alexia menuju Fansau, Yufing, dan Yuking sudah sangat bagus sehingga kereta pun bisa di pacu sedemikian rupa.


Jalan yang biasanya ditempuh berhari hari,kini cuma dalam waktu dua hari sudah sampai.


Tidak lupa di tengah perjalanan sudah di bangun beberapa rumah singgah,sehingga memudahkan para pelintas untuk bermalam.


Alex sengaja memakai kereta kuda,karena ingin sekalian melihat persiapan rute yang nantinya akan dilalui oleh kereta api itu.


Setelah lebih dari satu Minggu menggunakan kereta kuda,akhirnya mereka tiba juga di kota raja Yuking.


Dengan menyewa jasa kapal,mereka berlayar mengikuti arus sungai Chong menuju muara di teluk Chong, di muara teluk Chong inilah keberadaan pulau naga dengan sebuah kota kecil bernama kota Zio berada di atas pulau itu.


Penduduk pulau Naga ini terkenal cantik cantik, tetapi sangat susah bergaul dengan orang luar,karena sistim kekerabatan marga yang hanya mengenal beberapa marga asli pulau Naga itu saja,dan mereka tidak mengakui marga selain marga asli pulau itu saja.


Ketika hari menjelang gelap,mereka merapat di dermaga kota Zio di pulau Naga itu.


Alex dan istrinya segera naik mencari sebuah rumah penginapan yang ada di kota itu.


Ternyata mencari rumah penginapan di kota kecil itu sama susahnya seperti mencari seseorang yang tidak jelas alamatnya.

__ADS_1


Setelah mencari beberapa saat dengan berputar putar,barulah mereka menemukan sebuah penginapan yang sangat sederhana sekali.


Dari beberapa orang yang di tanyai,Alex tahu bahwa pulau Naga ini dihuni suku asli yang bernama suku Naga.


Cuma suku Naga ini terbagi dua bagian,ada suku Naga luar,dan ada suku Naga dalam.


Suku naga luar adalah suku Naga yang hidup bermasyarakat dengan masyarakat luar dan keberadaan mereka tidak lagi diakui oleh komunitas suku Naga asli.


Sedangkan suku Naga dalam yang merupakan suku asli,keberadaan mereka tidak pernah diketahui oleh orang lain.


Juga dari keterangan penduduk,ternyata kuil kecil di pulau Naga itu ada dua puluh satu buah yang kesemuanya tersebar di seluruh pulau itu.


Pada ke esokan harinya, setelah sarapan pagi dan menyiapkan bekal untuk mereka makan siang nanti,mereka mulai berjalan mencari kuil kecil sesuai petunjuk para penduduk.


Mereka memulai pencarian dari sebelah kiri kota Zio di kaki gunung Jiang,sebuah kuil kecil seukuran satu setengah depa persegi, terbuat dari batu giok biru dan di depan kuil bertuliskan "Kuil Dewi pertama, Kuil putri".


Namun di dalam kuil tidak di temukan sesuatu apapun juga,kecuali daun daun kering dan serpihan batu kecil.


Mereka meneliti kuil kecil itu dengan seksama, namun tidak menemukan sesuatu apapun juga.


"Ampun tuan ku,hamba merasa ada sisa sisa energi disini,sepertinya disini dahulu terdapat sesuatu,tetapi hamba tidak tahu sesuatu itu apa " kata Biksu Mata hati yang merasakan ada sisa sisa energi di dalam kuil itu.


Alex kembali memeriksa kesekeliling kuil hingga dinding kuil pun tidak luput dari pemeriksaannya, namun tidak menemukan apapun juga,kecuali serpihan batu batu berserakan.


"Aku sudah memeriksa seteliti mungkin,tetapi aku tidak menemukan apapun kecuali serpihan batu kecil dan daun daun kering,mungkin memang tidak ada sesuatu apapun juga disini" kata Alex sambil mengetuk ngetuk dinding kuil.


Begitupun juga dengan pertapa sakti,juga tidak menemukan sesuatu apapun.


"Ya sudahlah,sepertinya memang kuil ini tidak menyimpan misteri apapun juga,ayo kita cari lagi kuil ke dua "kata Alex seraya menarik tangan Dewi Amarila keluar dari kuil kecil itu.


Mereka berempat kembali melangkah menyibak semak belukar dan menyusuri punggung gunung Jiang kearah timur lewat pantai Utara pulau Naga.


Setelah beberapa ratus langkah berjalan,akhirnya mereka menemukan kembali sebuah kuil kecil dengan ukuran satu setengah depa persegi dan terbuat dari batu giok biru,dengan tulisan di depan kuil "Kuil Dewi kedua, Kuil putri".


Setelah membersihkan sekeliling kuil dengan membabat semak semaknya,Alex dan istrinya serta pertapa sakti dan Biksu mata hati memasuki ruangan kuil itu.


Sama seperti pada kuil Dewi pertama,kuil Dewi kedua ini juga tidak ada sesuatu apapun juga, kecuali serpihan batu batu berserakan bercampur dengan daun kering dan semak.


Meskipun sudah di bersih kan,tetap saja tidak menemukan sesuatu apapun juga.


"Tuan ku,disini juga sama seperti kuil yang tadi,ada bekas sisa sisa energi aneh yang nampaknya sudah cukup lama menghilang dari dalam kuil ini tuan ku!"kata Biksu Mata hati sambil meraba raba serpihan batu batu kecil.


Karena tidak menemukan sesuatu apapun,akhirnya mereka kembali keluar dari kuil kecil itu dengan tangan hampa.

__ADS_1


Mereka kembali merambah semak belukar yang di tumbuhi pohon pohon namun sangat jarang itu,menuju kearah timur lewat jalur Utara pulau Naga.


Entah sudah berapa ribu langkah mereka berjalan merubah hutan semak belukar itu.


Sebagai penunjuk arah, adalah Biksu mata hati yang bisa merasakan keberadaan energi aneh dari dalam kuil kecil itu.


Akhirnya,dengan mengikuti arahan dari Biksu mata hati,mereka berhasil juga sampai di kuil yang ketiga.


Di depan kuil bertuliskan, "Kuil Dewi ketiga,kuil Bidadari".


Kuil ini agak berbeda bentuknya dari kuil pertama dan kedua.


Kalau pada kuil pertama dan kedua modelnya hampir serupa,kuil ketiga ini modelnya agak lebih tinggi dari kedua kuil terdahulu,namun dalam ukuran yang tetap sama.


Namun seperti kuil kuil terdahulu,pada kuil ke tiga ini pun tidak diketemukan sesuatu apapun juga,kecuali serpihan serpihan batu kecil kecil dan sisa sisa energi aneh yang sudah agak lama menghilang, atau mungkin energi yang tersisa itu adalah bekas satu pemujaan pada jaman dahulu,itu terlihat dari serpihan batu batu kecil yang berserakan di lantai kuil.


"Mungkinkah ini energi yang terlacak oleh Biksu Mata hati adalah sisa sisa dari pemujaan jaman dahulu?"tanya Dewi Amarila.


"Bisa jadi juga,tetapi tidak ada petunjuk apapun tentang masalah Dunia bawah tanah yang kita cari"kata Alex bingung.


"Apakah mungkin dunia bawah tanah adalah sekedar istilah untuk sebuah dunia yang tersembunyi dari dunia nyata,bukan sebenarnya dunia yang berada di bawah tanah seperti yang kita perkirakan ?" tanya Pertapa sakti.


"Kau mungkin benar Pertapa sakti,aku sendiri berpikiran seperti itu,mungkin sekedar penyebutan untuk sebuah dunia yang terpisah dari dunia ramai, bukan dunia dibawah tanah dengan sebenarnya"kata Dewi Amarila menanggapi perkataan Pertapa sakti tadi.


"Sebenarnya aku juga merasa seperti itu,tetapi kita belum jelas seperti apa dunia bawah tanah yang dimaksudkan oleh lembaran kulit itu!"kata Alex menyahut pembicaraan istrinya sambil terus meneliti setiap jengkal dari dinding kuil itu.


Setelah memeriksa dengan teliti beberapa saat lamanya, ternyata benar benar nihil dan tidak menemukan petunjuk apapun juga.


"Sudahlah,mungkin kuil ketiga ini juga sama, hasilnya Jong juga, sebaiknya kita terus bergerak mencari kuil ke empat,siapa tahu di kuil ke empat kita menemukan petunjuknya"kata Alex sambil berjalan keluar dari ruangan kuil itu, yang di ikuti oleh istrinya dan pertapa sakti serta Biksu mata hati.


Biksu mata hati, meskipun buta,tetapi gerakannya tidak kalah dengan orang yang memiliki pandangan normal.


Dengan mengikuti pengarahan dari Biksu mata hati,mereka bergerak merambah hutan semak belukar.


Setelah berjalan beberapa ribu langkah, akhirnya mereka melihat bangunan kuil ke empat,tetapi kuil ini bentuknya berbeda dengan kuil kuil terdahulu,lebih tinggi dan lebih besar serta ukirannya lebih indah.


Di depan kuil bertuliskan "Kuil Dewi ke empat adalah kuil Dewi kecantikan".


Seperti sebelumnya,Alex segera membersihkan sekeliling kuil dari semak semak belukar dan tanaman merambat lainnya.


Setelah itu,barulah mereka masuk kedalam kuil itu.


Ternyata dalam kuil itu tidak berbeda dengan kuil sebelumnya,yaitu berantakan dan tidak di ketemukan petunjuk apapun juga.

__ADS_1


"Dari sisa sisa reruntuhan ini,terlihat bahwa kuil ini sudah lama tidak dipergunakan lagi,ada apa sebenarnya yang terjadi,apakah ada penghancuran isi kuil di pulau ini,ku dengar suku naga yang merupakan suku asli pulau ini agak tertutup dari dunia luar" kata Alex bergumam agak nyaring.


...****************...


__ADS_2