
Kepala pasukan Klarixon sangat geram melihat Lau me dengan ganas nya membantai semua prajurit nya yang kebetulan berdekatan dengan nya.
Tidak ada ampun bagi siapa saja yang terkena hantaman kaki atau tangan Lau me,kecuali maut menghampiri.
Begitu juga dengan ketiga dara cantik jelita itu,ternyata lebih ganas dari singa gurun sekalipun.
Dalam sekejap saja, prajurit sebanyak tiga ratus orang itu kini tinggal segelintir saja lagi yang tersisa.
Melihat itu,komandan Klarixon maju menghadapi Lau me dengan pedang terhunus, sedangkan Lau me tidak mempergunakan pedang sama sekali.
Tanpa basa basi lagi, komandan Klarixon langsung menyerang Lau me dengan pedang di tangannya.
Gerakannya demikian cepat mengurung Lau me dari segala arah tanpa ampun.
Tetapi Lau me seakan bisa berpindah pindah arah dengan begitu saja,kadang di depan, kadang sudah berada di belakang Klarixon.
Hingga satu kesempatan tercipta ketika Klarixon baru saja selesai membabatkan pedangnya ke arah leher Lau me,dengan kecepatan yang luar biasa,Lau me bergerak kebelakang Klarixon sambil melepaskan pukulan tangan kosong kearah kepala Klarixon,
"Prak!!".
Terdengar suara pecahnya kepala komandan Klarixon menandakan selesainya perang tidak seimbang itu.
Bersamaan dengan tumbangnya komandan Klarixon, prajurit yang tersisa juga sudah habis di bantai oleh ketiga istri Alex dengan pedangnya.
"Cepatlah bergerak, sore ini juga kita selesaikan persoalan kita dengan jendral Ariesmon, dan kita tumpas pasukan rambut api yang masih tersisa"kata Alex kepada ketiga istrinya dan Lau me.
Secepat kilat mereka bergerak menuju kediaman jendral Ariesmon dengan mempergunakan ilmu meringankan tubuh yang sudah sempurna.
Di kediaman jendral Ariesmon, nampak tiga ratus lima puluh prajurit sedang berdiri dalam sikap waspada penuh.
Sementara di teras rumah nampak jendral Ariesmon sedang berjalan mondar mandir menantikan kabar dari komandan Klarixon.
"Bum!!".
Tiba tiba pintu gerbang rumah itu hancur di pukul dari luar tembok.
Dari sela sela debu yang masih berterbangan, nampak lima orang berjalan dengan santainya masuki kediaman jendral Ariesmon itu.
Melihat siapa yang datang,amarah jendral Ariesmon yang semula memuncak,kini langsung mereda seperti besi panas yang dimasukan kedalam air dingin.
Dengan senyum di bibirnya,jendral itu menyapa, "syukur lah kalian datang menyerahkan diri kepada ku,aku berjanji tidak akan menyiksa mereka berdua, itu semua kulakukan karena calon pengantin ku,asalkan kalian mau manjadi pengantin ku,maka ku jamin mereka berdua tidak akan mengalami siksaan dalam kematiannya"...
Lau me yang sudah sangat gusar mendengar perkataan jendral Ariesmon itu,tanpa basa basi langsung mengerahkan tiga perempat dari tenaga dalamnya yang disalurkan ketangan lalu di hantamkan kearah para prajurit yang berdiri siaga.
"BUM!!!".
Sebuah ledakan dahsyat terdengar dari hantaman tangan kosong Lau me.
Tubuh para prajurit yang tadi berdiri gagah dengan sikap siaga penuh,kini berterbangan kesana kemari dengan kondisi tidak lagi berbentuk manusia utuh,tetapi sudah seperti gilingan daging bakso.
Alangkah terperanjatnya jendral Ariesmon melihat keganasan serangan musuhnya ini,ia memperkirakan tentulah laki laki ini yang terkuat diantara musuhnya sekarang.
Ia bermaksud untuk membokong Lau me dari belakang selagi asik membantai para prajuritnya.
"Wahai kelinci potong, janganlah berlaku curang, bersikaplah bahwa kau ksatria,bukan singa yang mengintai mangsa dari kegelapan,atau kau memang bukan seorang ksatria,tetapi seorang banci,baiklah,kubikin aku menjadi banci sebenarnya" kata Alex dari samping Jendral Ariesmon.
"K3p4r4t, j4h4n4m,ku robek mulut mu,dan ku cincang tubuh mu,akan kuberikan kepada anjing hutan semua dagingmu" umpat jendral Ariesmon tidak karuan.
Jendral Ariesmon menghunuskan pedang bercahaya putih,pedang langit kelas tiga itu menebarkan aura panas kesekitarnya.
__ADS_1
Jendral Ariesmon menyerang dengan pedangnya kearah leher Alex,tetapi ketika jarak pedang dengan leher Alex tinggal setelapak tangan,tiba tiba tubuh Alex menghilang dari hadapan jendral Ariesmon dan muncul di sebelah kanan belakang nya.
Jendral Ariesmon berbalik kebelakang sambil menyerang arah leher Alex dengan kecepatan penuh.
Seandainya manusia dengan tingkat kepandaian setingkat Dewa laut,tentu kepalanya akan langsung terpisah dengan badannya karena cepat dan akuratnya serangan itu.
Tetapi yang dia hadapi sekarang adalah Alex yang sudah mencapai tingkat Dewa emas tingkat dua itu bukanlah lawan yang segampang itu untuk di tundukan.
Bahkan di mata Alex,gerakan jendral Ariesmon yang sudah sangat cepat itu,terlihat sangat lambat sekali.
Saat pedang jendral Ariesmon hampir mencapai leher Alex,kembali tubuh Alex menghilang dari pandangannya dan muncul di sebelah kanan belakangnya kembali.
"Ban98at,jah4*4m, jadah,rupanya kepintaran mu cuma menghindar dan menghindar, sekarang sambutlah jurus api matahari ku ini" teriak jendral Ariesmon sambil memaki tidak karuan.
Kedua tangan Jendral Ariesmon berubah warna menjadi merah kekuningan dengan hawa yang sangat panas.
Alex melayani jurus sang jendral dengan jurus api ilahi tingkat satu,tetapi dengan pengerahan seperempat dari tenaga dalamnya.
"BUM!!!".
Sebuah ledakan dahsyat terjadi,menyebabkan prajurit rambut api yang berada didekat situ berterbangan kesana kemari dengan tubuh hancur luluh terkena imbas dari ledakan itu.
Tubuh Alex sedikit bergetar,sedangkan tubuh sang jendral Ariesmon itu terpelanting sejauh dua ratus Depa dengan kondisi tubuh yang tidak bisa dikenali lagi.
Alex tertegun sesaat,dia sendiri terperanjat takjub dengan besarnya tenaga yang keluar dari tubuhnya, cuma dengan seperempat dari tenaga dalamnya,bisa sebegitu mengerikan hasilnya.
Sore itu kota Neverdoxia berhasil di rebut kembali setelah sekian lama dikuasai oleh bangsa ribut api.
Masyarakat kota Neverdoxia bergembira ria,bergotong royong mengumpulkan semua mayat maupun bagian bagian dagingnya yang berserakan kesana kemari untuk kemudian di bakar di alun alun kota.
Sedangkan sebagian lagi membersihkan tempat kediaman Mantan ketua kota yang sudah pergi mengungsi,untuk tempat Alex dan keluarganya menginap beberapa hari disini,hingga kondisi benar benar kondusif.
Para pengusaha kaya raya itu menyerahkan bantuan dana untuk perjuangan Alex,hingga terkumpul semuanya sebanyak lima puluh juta keping emas yang disimpan oleh putri Giok Lin selaku pemegang keuangan mereka.
Ada pula masyarakat yang menyumbang bahan pokok seperti beras,daging,obat obatan, yang kesemuanya diam diam Alex masukan ke dunia dimensi miliknya untuk makanan para prajurit di dunia dimensinya.
Pagi pagi keesokan harinya,di depan kediaman ketua kota, berbaris para pemuda dan pemudi yang ingin bergabung dengan Alex untuk ikut berjuang bersama membebaskan negeri mereka dari pendudukan bangsa rambut api.
Alex terpaksa membuka empat tempat penyeleksi anggota prajurit baru, yaitu Lau me,Giok Lin,Kwan si dan Annchi.
Mereka berempat lah yang di tugaskan memeriksa calon prajurit baru yang akan bergabung.
Para pemuda pemudi yang akan bergabung ternyata bukan dari laki laki saja,tetapi juga para wanita.
Hingga total yang masuk menjadi calon prajurit ada enam ratus orang pemuda pemudi,yang terdiri dari empat ratus pemuda dan dua ratus pemudi.
Dihalaman belakang yang tertutup,Alex membuka portal kedunia dimensinya,menyuruh Lau me membawa para calon prajurit baru untuk dilatih di dunia dimensi yang miliki kecepatan waktu sepuluh kali dari alam luar.
Soa Ning dan Liong san memilih lima orang dari lima ratus prajurit nya untuk menjadi komandan begi yang lainnya.
Jadi setiap satu orang akan bertanggung jawab atas seratus anak buahnya.
sedangkan duaratus prajurit wanita yang baru,di awasi oleh Soa ning,dua ratus pria calon prajurit yang baru akan diawasi oleh Liong san dan dua ratus calon prajurit yang baru akan diawasi oleh Lau me.
Mereka diajari memanah,ilmu pedang,ilmu tangan kosong dan juga berkultipasi.
Prajurit yang lama rata rata berada di tingkat alam raja tahap sempurna,sedangkan komandannya berada di tingkat alam Brahmana tingkat tiga.
Pada hari ketiga setelah menduduki kota Neverdoxia,Alex tidak langsung pergi kekota selanjutnya,tetapi menunggu kedatangan rombongan jendral Meranus dan seribu pasukannya yang akan menyusul.
__ADS_1
Malam harinya,Alex menerima tamu dua orang pemuda bernama Usap dan Unai yang di utus jendral besar Aragos selaku pengawal pribadi pangeran Arlion yang melarikan diri semenjak pendudukan istana oleh pasukan rambut api.
Jendral Aragos bersama komandan Jodasius serta limaratus pasukan khusus,meminta ijin Alex untuk memasuki kota Neverdoxia,setelah mereka mendengar bahwa kota Neverdoxia telah dapat di rebut oleh seorang pemuda.
Tentu saja Alex memberikan ijin,karena dia juga bermaksud melanjutkan perjalanannya hingga sampai ke kota raja Balagona.
Maka pagi harinya,di pintu gerbang kota, masuklah serombongan prajurit yang mengusung sebuah tandu.
Di depan rombongan itu nampak komandan Judasius serta di belakangnya,tepat di depan tanduan duduk diatas kudanya dengan gagah sang jendral besar Aragos.
Alex dan ketiga istrinya menyambut rombongan sang pangeran Arlion di depan pintu gerbang rumah ketua kota.
"Tuan jendral,tuan komandan,dan yang mulia pangeran Arlion, saya Alexander dan ini ketiga istri saya mengucapkan selamat datang tuan"kata Alex membungkukan badannya.
Jendral Aragos turun dari kudanya,serta menghampiri Alex dan ketiga istrinya, membungkukan badan dihadapan Alex, "Saya mengucapkan terima kasih atas sambutan dan ijin memasuki kota ini,penghargaan setinggi tingginya untuk tuan"...
Jendral Arlion memeluk tubuh Alex sangat erat, seumur hidupnya belum pernah berjumpa manusia semuda Alex sudah berada di puncak kultipasi,pantas bila dikatakan sekali dalam lima ribu tahun.
Sebenarnya jendral Arlion sudah cukup tua yaitu seratus lima belas tahun,jenggot dan kumis nya di biarkan menjuntai panjang,sedangkan kulit tubuhnya masih kencang seperti pemuda tiga puluh tahun saja layaknya.
Tanduan di turunkan,dari dalam tandu keluar seorang pemuda tampan berambut hitam berombak,panjang sebatas bahu,usianya baru dia puluh dua tahun.
Pangeran Arlion memeluk Alex dengan erat,lalu menyalami ketiga istri Alex.
Mereka memasuki rumah kediaman ketua kota yang lama.
Para prajurit bersuka cita bisa kembali kekota seperti kehidupan sebelumnya.
Di dalam ruang pertemuan di rumah ketua kota,Alex melakukan pertemuan singkat dengan jendral Aragos,komandan Judasius.
"Pangeran,sebagai satu negara, pemerintahan harus tetap berjalan bagai manapun keadaannya, saya mengusulkan pangeran mendirikan pemerintahan sementara di kota Neverdoxia ini,kota ini terhitung paling aman dari jangkauan prajurit rambut api,biarlah jendral Aragos dan komandan Judasius serta lima ratus pasukan khusus mengawal paduka"kata Alex.
"Alex,mulai sekarang kita adalah saudara,kau jangan sungkan terhadap ku,aku juga memikirkan tentang usul mu itu,tetapi semenjak Kaisar mangkat di Medan pertempuran,aku belum di Lantik sebagai Kaisar"jawab pangeran Arlion.
"Maap pangeran,kalau begitu penobatan Kaisar harus kita percepat,agar tidak ada kekosongan dalam pemerintahan, malam ini juga para prajurit memanggil tetua agama kota ini,serta hakim kota ini untuk melangsungkan penobatan Kaisar"usul jendral Aragos.
Kebetulan setelah lewat tengah hari, jendral Meranus dan seribu pasukannya tiba di kota itu juga.
Alangkah bahagianya dua orang jendral senior dan junior itu bisa bertemu dalam kondisi masih selamat.
Malam itu juga diadakan penobatan pangeran Arlion sebagai Kaisar pengganti ayahnya Kaisar Marlion yang mangkat dalam peperangan melawan prajurit rambut api.
Jendral Meranus meninggalkan limaratus pasukannya di kota Neverdoxia untuk memperkuat pengawalan kota serta Kaisar yang berada di kota itu.
Beberapa hari kemudian,Alex berangkat terlebih dahulu dari pada jendral Meranus dan limaratus prajurit nya.
Tentu saja jendral ini bergerak lambat karena harus bersama pasukan.
Sedikit demi sedikit kehidupan kota Naulan dan kota Neverdoxia mulai normal kembali.
Orang orang yang mengungsi,kini sudah kembali lagi ke rumah mereka,dan kehidupan ekonomi dua kota itu mulai bergerak membaik.
Bahkan warga pengungsi dari berbagai kota, banyak yang datang ke kedua kota ini untuk menetap sementara di sana.
********
Sampai disini dulu deh, besok disambung lagi.
Jangan lupa mohon dukungan pembaca yang budiman dan baik hati,kasih jempolnya donk.
__ADS_1