Mr Matrix

Mr Matrix
Putri yang tertipu.


__ADS_3

Alex baru saja selesai mandi dan berganti pakaian,sedangkan ketiga istrinya sudah sedari tadi selesai berdandan


Baru saja selesai berpakaian,ketika Alex mendengar suara orang orang di depan penginapan itu.


Alex bergegas keluar kamar menuju tempat ribut ribut.


Ternyata disana sudah ada Liong san dan Soa Ning yang berbicara dengan peria tadi malam,namun kali ini dia datang tidak saja dengan adiknya,tetapi juga dengan beberapa lelaki lainnya, sejumlah lima puluh orang,dengan dua orang tua berjenggot putih panjang sebagai pimpinannya.


"Paman kalian bersama siapa ?"tanya Alex heran melihat banyaknya orang.


"Nak Alex ini kenalkan menteri Hong Guo,dan ini Panglima Jendral Gao an Yong,mareka adalah pengikut pengikut setia Kaisar Shao zixin dan pangeran Shao an shi,mareka akan ikut ke kota raja mengawal kita serta langsung melihat lihat situasi kota raja"jawab Li mo fai.


Mareka melakukan perjalanan dengan menunggang kuda, karena jalan yang melewati celah iblis sebenarnya cukup nyaman,hanya saja gangguan dari perampok lah yang ditakuti orang.


Dahulu sebelum ada perampok,jalan ini sering digunakan orang,baru setelah datangnya perampok kedaerah itu,orang yang melalui celah itu tinggal sedikit.


Menjelang sore,mareka mulai memasuki lembah iblis,mareka berhenti mendirikan kemah disitu.


Lima puluh orang dari sisa pasukan Kaisar Shao zixin yang masih setia itu sebagian mendirikan tenda,dan sebagian lagi mempersiapkan makan mareka.


Sedangkan Alex sedang berbincang bincang dengan menteri Hong Guo dan jendral Gao am yong.


"Jendral,saya tidak mengerti,bagai mana mungkin pasukan Kaisar Shao zixin bisa dengan mudah di. kalahkan oleh pasukan pemberontak?" tanya Alex kepada mantan panglima pasukan itu.



"Beratus ratus tahun Negeri kami selalu aman aman saja,mungkin itu yang membuat Kaisar Shao zixin menjadi lengah,tidak lagi memperkuat pasukan, tetapi terus saja memperkuat ekonomi, sehingga satu saat, datang serangan pasukan kakak dari selir kesayangan beliau,yang di bantu oleh seratus ribu pasukan yang sangat kuat dari keKaisaran tanah Nirwana,pasukan kami tidak bisa berbuat apa apa,Kaisar terbunuh, untung saya masih bisa menyelamatkan sang pangeran"jawab jendral Gao am yong.


Alex tidak habis pikir,lagi lagi Kaisar dari tanah Nirwana membuat kekacauan.


Ketika tenda telah selesai di bangun,Alex ber bincang bincang dengan jendral Gao am yong dan Mentri Hong Guo,sementara ketiga istri nya dan kedua pengawalnya duduk di belakang nya mendengarkan.


Namun percakapan mareka terhenti karena keributan di luar tenda.


Saat Alex keluar tenda,dia melihat ada dua orang sedang mencoba masuk,namun di tahan oleh para pasukan kecil yang berjaga jaga.


"Hentikan,ada apa ini,dan kalian siapa ?"tanya Alex pada kedua orang itu.



"Kami adalah utusan dari pimpinan perampok lembah iblis ini,kami di suruh pimpinan untuk menjemput Hong Guo dan Gao am yong"jawab lelaki yang baru datang tersebut.


Alex menatap kedua orang ini dengan seksama,dia tidak tau apa yang sedang direncanakan oleh para perampok itu.


"Aku yang bertanggung jawab dengan rombongan ini,aku tidak mengijinkan siapapun untuk dibawa pergi, kecuali bersama ku" kata Alex tegas,sambil menaikan aura tubuhnya hingga beberapa tingkat.


Tiba tiba Jendral dan menteri serta kedua tamu itu merasa merinding,dan jantung mereka berdetak sangat kencang,seandainya Alex meningkatkan beberapa tingkat lagi,niscaya mereka akan jatuh pingsan.


"pulanglah,katakan pada pimpinan mu,aku tidak mengijinkan keduanya pergi kecuali bersama ku,atau bila pimpinan mu berniat baik,maka dia yang harus kesini"tegas Alex lagi.


Kedua orang itu ragu sejenak,tetapi karena Alex meningkatkan lagi sedikit aura nya,cepat cepat kedua orang itu pergi kearah kegelapan malam.


Setelah kedua orang itu pergi,barulah mareka bernafas lega setelah Alex menarik kembali aura penekanan nya.


Namun itu tidaklah lama, karena sesaat kemudian terdengar teriakan dari kegelapan malam, "Hei kalian semua, keluarlah, kalian telah memasuki wilayah kami tanpa ijin"...

__ADS_1


Mareka semua keluar dari dalam tenda masing masing dan melihat seorang tua dengan jenggot menjuntai panjang putih semua, namun terlihat sangat gagah,berdiri tegak didepan mareka.


Yang paling terkejut adalah Menteri Hong Guo dan jendral Gao am yang,melihat lelaki tua berwibawa itu,mulutnya sampai menganga.


"Jendral Naga dari timur Qiu Li Thai,bagai mana mungkin itu kamu,kukira kau telah tewas,lalu perampok lembah iblis itu siapa?" tanya jendral Gao am yong pada rekan seperjuangan nya itu.


Jendral Qiu Li thai tidak menjawab,cuma maju memeluk rekan seperjuangan nya itu dengan perasaan haru,sedih,gembira tumpah ruah.


"Aku sengaja menyamar menjadi perampok untuk menghindari pembasmian dari pasukan pemberontak yang di dukung oleh pasukan dari tanah Nirwana,ketika aku sedang melakukan perjalanan dari markas ku di timur ke kota raja,namun baru di tengah jalan aku mendengar kota raja sudah jatuh di tangan musuh,aku berniat tetap menyerang ke istana, tetapi seorang Dewa yang ber wujud cahaya, menyuruh ku menunggu seseorang yang bergelar tuan agung yang kelak melewati lebah ini untuk membebaskan kita dari tirani kekejaman kaisar palsu itu"kata jendral Qiu Li thai.



"Tuan agung??,aku tidak mengerti apa maksud mu saudara ku Li Thai" kata jendral Gao am yong.



"Jadi kau tidak tahu siapa pemuda itu?, menurut Dewa cahaya itu,tuan agung memiliki ciri pisik yang mudah dilihat yaitu mata dan rambutnya berlainan warna kiri kanan,yang kanan berwarna merah,sedangkan yang kiri berwarna biru,nah kau bisa melihat sendiri bukan?"jendral Qiu Li thai menjelaskan kepada rekannya itu.


Jendral Gao am yong dan menteri Hong Guo serta semua mantan anggota pasukan itu menoleh kearah Alex,mareka baru menyadari keanehan yang ada pada pemuda itu,awalnya mareka mengira hiasan biasa saja,ternyata itu ciri ciri pisik tuan agung yang tertera pada legenda puluhan ribu tahun yang lalu.


Orang orang di Dunia paralel ini memang sudah mengetahui dari legenda turun temurun bahwa alam paralel ini di jaga oleh seorang Dewa tertinggi yang bergelar tuan agung.


Tuan agung akan selalu terlahir setiap lima ribu tahun sekali untuk menjaga kesinambungan Dunia paralel ini.


Tetapi siapa menyangka, kini legenda itu hadir nyata di hadapan mareka berwujud seorang pemuda sangat tampan dengan mata dan rambut yang beda sebelah.


Yang sangat terkejut tentu saja putri Annchi sendiri,tidak disangkanya sang suami yang selalu hadir di dalam mimpinya semenjak dia kecil itu adalah calon pemimpin semua para Dewa di semesta ini.


Serentak mareka semua bersimpuh dihadapan Alex, "tuan agung,terima salam hormat kami semua"...



"tuan agung,maksud saya ingin mengundang kalian semua ke kediaman kami,sekaligus membicarakan apa langkah kita selanjutnya" kata jendral Qiu li thai.


Akhirnya malam itu mareka bermalam di rumah jendral Qiu Li thai,dan para anggota pasukan berkerja membongkar tenda mareka.


Ternyata jendral Qiu Li thai bersama dengan seribu anggota pasukannya bersembunyi di lembah iblis hanya untuk menantikan kedatangan tuan agung semata yang diramalkan akan melewati jalan itu.


Mereka merampok bukan sekedar merampok,tetapi memastikan siapa yang sedang melewati celah itu.


Hingga suatu ketika, jendral Qiu Li thai mendengar laporan dari anak buahnya yang sedang berjaga,bahwa akan melewati mareka orang yang tuan mareka tunggu bersama Mentri dan jendral yang tentu saja mareka kenal,namun jendral dan Mentri itu tidak mengenal mereka.


Jendral Qiu Li thai juga menanyakan keberadaan pangeran Shao an shi sekarang,dan di jelaskan oleh jendral Gao am yong bahwa pangeran sudah sejak beberapa bulan ini menyamar sebagai pedagang buah ke kota raja.


Akhirnya di putuskan Alex bahwa besok pagi Alex akan berjalan terlebih dahulu didepan sementara pasukan mengikuti dari belakang setelah beberapa saat.


...........


Sementara itu di malam yang sama,putri Li Wei dikurung disebuah kamar di dalam istana Kaisar.


Memang diantara ketujuh bersaudari itu,cuma putri Annchi lah yang memiliki tingkat kultipasi tertinggi, itu karena ketertarikan nya kepada kultipasi sudah tumbuh semenjak pertama dia bermimpi bertemu dengan Alex dulu selagi masih anak kecil.


Putri Li Wei duduk diatas tempat tidur dengan melipat kedua kakinya sehingga kedua dengkulnya berada didepan dadanya.


Di peluknya kedua lututnya itu,dan di benamkan nya kepalanya di antara kedua lututnya.

__ADS_1


Sesal,kesedihan,dan putus asa terbayang di raut mukanya.


Matanya sudah sembab karena menangis, ayah, ibu,kakak,dan semua saudaranya sudah di bisikan nya di bibirnya, memohon pertolongan.


Tetapi nasip buruk rupanya telah kian dekat menghampirinya.


Pemuda tampan bernama Teng sau thiam yang pernah tempatnya menggantungkan harapannya,ternyata penuh kepalsuan belaka.


Pemuda itu tidak benar benar menginginkan dirinya menjadi istrinya, tetapi bermuslihat dengan niat tersembunyi, yaitu mencari obat untuk sang ayahnya yang terkena racun berbahaya.


Di usia yang sudah menginjak dua puluh delapan tahun ini,sang putri memang sangat mendambakan seorang pendamping,apa lagi sang adik bungsu telah mendahuluinya menikah,timbullah berjuta penyesalan yang tidak bisa di ungkapkan lagi,mengapa dulu dia menolak permintaan dari Alex cuma karena telah ada pemuda bernama Teng sau thiam itu,dan kini semuanya sudah serba terlambat,karena sebentar lagi dia akan dijadikan sekedar pengobat bagi sakitnya sang Kaisar yang telah tua dan memiliki ratusan selir itu.


Disaat putri Chu Li Wei asik meratapi nasip sedih nya,tiba tiba lemari di sisi kamar itu bergeser dengan sendirinya,hingga sebuah pintu kecil namun cukup untuk tubuh seorang yang gemuk untuk memasukinya perlahan,terlihat dengan jelas.


Dari balik pintu muncul seorang lelaki tua berwajah pucat sambil menyilangkan telunjuk di bibirnya.


"jangan ribut nona,saya tidak bermaksud buruk,saya cuma mau menyelamatkan nona saja, karena besok malam nona akan dipersembahkan untuk Kaisar sebagai obat,untuk itu ayolah ikuti saya agar nona bisa melarikan diri"kata lelaki tua itu dengan berbisik pelan takut penjaga yang ada didepan kamar itu mendengarnya.



"Si siapa kau"bisik putri Li Wei ragu ragu.



"Saya mantan pelayan istana ini nona,jadi saya tahu seluk beluk istana ini,saya kasihan melihat nasip nona,ikutilah saya nona"kata orang tua itu setengah memohon.



"Baiklah,aku mengikuti mu,dari pada disini dalam bahaya"kata putri Li Wei sambil melangkah mengikuti lelaki tua itu.


Sebelum pergi menyusuri lorong gelap itu,lelaki tua itu terlebih dahulu menarik satu tuas di dinding,lalu lemari bergeser dan pintu tadipun hilang dari pandangan,kembali seperti semula.


Putri Li Wei berjalan mengikuti di belakang lelaki tua itu,tidak ada lain yang dia pikirkan kecuali ingin secepatnya pergi dari tempat itu.


Mareka berdua menyusuri jalan menurun beberapa saat,lalu jalannya menjadi datar dan berliku liku membingungkan dengan disetiap tikungan terdapat simpangan lorong lain dua atau tiga lorong.


Dengan menggunakan obor yang di bawa oleh lelaki tua itu,mareka terus berjalan menyusuri lorong rahasia itu tanpa berhenti sesaat pun.


Akhirnya setelah sekian lama berjalan tanpa berhenti,sampailah mareka diujung jalan, sebuah tangga dari batu membawa mareka naik keatas,kesebuah ruangan kecil yang buntu.


Lelaki tua itu menarik tuas kecil keatas,dan sebuah dinding bergeser perlahan keatas menampakan sebuah pintu keluar.


Rupanya mareka sampai disebuah ruangan kecil di ruang belakang sebuah kuil tua di tengah sebuah hutan.


Lelaki tua itu kembali menarik sebuah tuas kecil ke bawah,maka pintu tadi pun tertutup menjadi dinding biasa.


Lelaki tua itu berpaling kearah putri Li Wei sambil berkata, "nona,saya akan mengantarkan nona ke kota Pruya,karena disana ada kerabat saya yang mungkin bisa menjadi tempat nona bersembunyi sementara"...


"Saya akan menuruti perkataan kakek,saya sudah tidak punya tujuan kemana mana,yang penting terlepas dari bahaya dulu"jawab putri Li wei.



"Baiklah kita lewat celah iblis saja agar bisa cepat sampai kesana " kata kakek tua itu lagi.


Mareka berdua melangkah melewati keremangan hutan dengan cepat,menuju ke celah iblis agar secepatnya sampai ke kota Pruya.

__ADS_1


*********


__ADS_2