
Siang itu selepas makan siang, di ruang tengah istana keKaisaran nampak berkumpul berbincang bincang ringan, seluruh kerabat istana bersama Alex dan istrinya serta pengawalnya juga Dewa Samudra hadir semua disitu.
"Yun Yun,mulai sekarang kau bukan lagi dayang ku yang mengurus semua ***** bengek keperluan ku,kau boleh memilih hidup sendiri atau tetap mengikuti aku,itu terserah kepada mu Yun Yun"kata putri Mei Yin sambil menatap wajah sendu Yun Yun dayang yang sudah dia anggap saudara nya sendiri itu.
"Tu tuan putri memberhentikan saya ?"tanya Yun Yun dengan sedih,dan matanya berkaca kaca.
"Iya nak,ada apa ?,apa kesalahan Yun Yun sehingga kau memberhentikan dia, bukankah dia dayang terbaik mu nak?"tanya Ratu Lilian kepada putrinya.
"Ibunda, Yun Yun tidak salah,cuma saja takdir ku telah sampai Bu,aku harus mengikuti pemilik sejati ku Bu,aku adalah bagian dari rantai perhiasan Dewa dan harus bergabung dengan semua saudari ku untuk mendampingi sang Dewa,jadi mulai sekarang aku bukan lagi seorang putri istana,tetapi istri pendamping Dewa yang harus mengikuti langkah Dewa kemanapun dia pergi"kata putri Mei Yin berlinangan air mata.
"Tidak putri,hamba tidak lagi punya keluarga selain ayah dan putri, hamba akan terus mengikuti kemana saja putri pergi,hamba ikut, hamba lebih memilih menjadi pengawal pribadi tuan putri saja, asal saya bisa mengikuti kemanapun tuan putri pergi"kata Yun Yun sambil terisak air mata.
"Baiklah Yun Yun,kau boleh menjadi pengawal pribadi ku,kau boleh mengikuti langkah kaki ku kemanapun selagi kau mau,bila masanya tiba kau berkeluarga,kau boleh mengikuti suami mu kelak"kata putri Mei Yin.
"Terimakasih putri!"Yun Yun bersimpuh dihadapan putri Mei Yin,tetapi di cegah oleh sang putri,kemudian mereka berpelukan erat.
Yun Yun adalah seorang bayi terlantar yang di pungut oleh Dewa Samudra sebagai putri angkatnya, oleh karena itulah dia tidak bisa mengasuh bayi kecil Suhitra dan terpaksa menitipkannya pada sepasang suami istri petani tua di desa kecil di pinggir hutan.
Yun Yun menatap kearah ayah angkat yang juga gurunya dan Putri Mei Yin.
"Ayah,saya akan mengikuti tuan putri Mei Yin,mohon ijin dari ayah"kata Yun Yun kepada Dewa Samudra.
"Yun anakku,takdir mu memang sudah ditentukan sang kehendak suci,maka jalanilah dengan perasaan senang,ayah juga akan menyertai mu nak,mulai sekarang ayah akan mengawal perjalanan yang mulia menuju singgasana keDewaan nya ,begitulah perjalanan hidup yang harus ayah jalani"kata Dewa Samudra membelai rambut putrinya itu.
"Terimakasih ayah,bila kita selalu bersama,aku tidak lagi merasa risau memikirkan ayah"kata Yun Yun bahagia.
"Bagai mana dengan kau adikku?"tanya putri Mei Yin kepada Dewi Suhitra yang sedari tadi cuma terdiam saja.
"Ampun putri,hamba sudah tidak lagi punya keluarga,semua keluarga hamba terbunuh oleh putra mahkota,saya cuma bisa memasrahkan hidup hamba kepada tuan muda yang mulia"kata Dewi Suhitra sedih,air matanya menetes teringat bagai mana nenek dan kakeknya tewas mempertahankan dirinya.
"Adik Dewi,kau sebenarnya adik ku,andai sekarang kita masih belum bisa mengingat nya,tetapi suatu saat kita pasti bisa mengingat semua itu,jangan panggil aku putri, mulai sekarang, panggil aku kakak saja,tuan muda adalah tuan kita,yang harus kita sertai dan ikuti kemana saja langkah kakinya,jangan sedih,kau sejatinya adalah adikku,aku akan membela mu semampu daya ku"kata Putri Mei Yin sambil memeluk tubuh Dewi Suhitra dengan erat,dia memang merasa ada satu jalinan kasih sayang didalam hati nya kepada gadis malang itu.
"Terimakasih kakak,aku akan menuruti semua kata kata mu mulai sekarang"jawab Dewi Suhitra menahan tangis bahagia nya.
Dewi Amarila, Ratu Pramestiya dan Dewi Araya bangkit berdiri dan memeluk tubuh kedua adik mereka itu.
"Kami adalah kakak kalian,aku sangat bahagia kita bisa berkumpul kembali seperti dahulu,selalu bersama tidak pernah terpisahkan lagi"kata Dewi Amarila.
Lima orang gadis cantik jelita itu akhirnya saling berpelukan dengan erat.
"Putri ku,meskipun hati ibu sedih,tetapi ibu tidak mungkin menentang apa yang telah di gariskan oleh sang kehendak suci kepada mu,hanya ibu minta jaga diri baik baik" kata sang Ratu mengingatkan putrinya.
Persiapan pernikahan tiga orang gadis dengan seorang pemuda pun kini sudah dipersiapkan dengan matang.
__ADS_1
Rencananya selain putri Mei Yin dan Dewi Suhitra, Dewi Araya juga akan diresmikan hari yang sama juga.
Beberapa hari kemudian, pesta besar besaran di istana di laksanakan, perkawinan antara Alex dan tiga orang gadis cantik jelita.
Seluruh rakyat tumpah ruah datang ke istana sekedar menghadiri pesta perkawinan Putri dari sang Kaisar mereka.
Kebetulan kesehatan dari sang Kaisar juga sudah berangsur angsur membaik ,serta badannya yang semula kurus kering,kini mulai berisi kembali.
Pesta meriah berlangsung selama beberapa hari lamanya,dan selama itu pula,rakyat silih berganti datang ke istana untuk merayakan pesta perkawinan itu.
Akhirnya beberapa hari setelah pesta selesai, Alex berpamitan kepada kedua orang mertua nya untuk melanjutkan perjalanannya,mencari permata illahi yang kini tinggal tiga lagi,yaitu permata ke sembilan belas,dua puluh dan dua puluh satu serta satu elemen suci lagi.
Walau dengan berat hati,Kaisar dan Ratu terpaksa melepaskan putri mereka pergi mendampingi sang suaminya.
Pada pagi hari yang sudah ditentukan,Alex dan sepuluh orang segera menuju keruang belakang istana.
Di suatu tempat dibelakang istana,Alex membuka pintu portal dimensi antara jarak dan waktu.
Setelah portal terbuka,Alex segera mengajak semua orang yang ada dalam rombongannya untuk masuk kedalam portal.
Sebelas orang itupun menghilang didalam portal dimensi antara jarak dan waktu.
Di dalam kuil kecil ke tujuh belas itu Alex dan sembilan orang keluar dari portal.
Keadaan di dalam kuil itu sama seperti kuil terdahulu,berantakan seperti ada gempa saja.
"Sepertinya kau benar Amarila,setiap satu permata yang telah kudapatkan,akan mengakibatkan satu pintu portal hancur,dan bila perkiraan mu benar,seharusnya portal ke delapan belas juga hancur,dan kita tinggal mencari portal ke sembilan belas saja lagi"kata Alex kepada para istrinya.
Karena hari masih pagi, mereka kembali berjalan mengikuti langkah Biksu mata hati yang daya perasaan batin nya lebih tajam dari manusia biasa itu.
Setelah berjalan merambah semak belukar dan tanaman merambat,akhirnya di sebuah tebing yang tinggi,di pinggir laut dan di belakang nya sebuah bukit menjulang,mereka menemukan sebuah kuil kecil kembali.
Alex terpaksa mengendong Dewi Suhitra yang beberapa kali terjatuh,meskipun dantiannya sudah terbuka dan kultipasinya sudah naik setara Dewi Dewi,tetapi dia tetaplah gadis yang tidak pernah belajar ilmu silat apapun juga,sehingga beberapa kali tersandung akar dan dahan pohon yang membuatnya jungkir balik jatuh bangun.
Setelah membersihkan sekeliling kuil ke delapan belas itu,mereka segera masuk kedalam kuil itu.
Tepat seperti perkiraan Dewi Amarila,portal di dal kuil ke delapan belas itu kini sudah hancur berkeping keping menjadi serpihan kecil kecil yang susah dikenali.
"Nah sudah terbukti kan,jika portal ke delapan belas juga telah rusak,ini menunjukan perkiraan ku tepat kan kak ?"tanya Dewi Amarila kepada Alex.
"Ya,kau selalu benar Dewi,semoga kuil ke sembilan belas cepat kita temukan"kata Alex sambil berjalan keluar dari kuil kecil itu.
Sepuluh orang itu segera bergerak merambah semak belukar dan sedikit pohon pohon,dan Alex masih menggendong Dewi Suhitra di belakang nya.
__ADS_1
Setelah beberapa saat mencari,meskipun di selimuti rimbunnya tabuhan merambat, dengan insting Biksu mata hati yang sangat kuat,akhirnya kuil kecil itu berhasil juga di ketemukan.
Setelah membersihkan sekeliling kuil dari tumbuhan merambat, merekapun akhirnya masuk kedalam ruangan kuil ke sembilan belas itu.
Seperti perkiraan mereka sebelumnya,dua pilar gerbang portal ke sembilan belas masih utuh tanpa kerusakan sedikitpun.
Tanpa membuang buang waktu,Alex segera mengaktifkan gerbang portal ke sembilan belas itu.
Setelah portal itu aktif,Alex dan semua anggota rombongannya segera masuk kedalam gerbang portal itu dan hilang di balik asap putih.
Tidak seperti biasanya yang cepat,kali ini perjalanan mereka terasa sangat lama di dalam ruang antar jarak dan waktu.
Alex sambil menggendong Dewi Suhitra, menyuruh semua orang agar berpegangan dengan erat.
Setelah melalui ruang jarak dan waktu antar galaxy dan kegelapan yang pekat,mereka akhirnya tiba di ujung portal.
Sebuah cahaya terang terlihat dari jauh,dan ternyata cahaya itu adalah pintu sebuah kuil kecil sama seperti kuil yang tadi.
Ternyata kuil kecil tempat mereka keluar dari portal adalah sebuah kuil yang berada di atas cabang sebuah pohon yang sangat besar sekali.
Sangkin besarnya pohon itu,sebuah kuil bisa dibangun di atas cabang nya.
"Dimana kita sekarang kak,kenapa seperti ini sih?"tanya putri Mei Yin.
"kita seperti berada diatas cabang sebuah pohon,lihatlah kuil kecil itu,berada di atas cabang pohon dan bersandar di batang pohonnya"kata Alex menunjuk kearah kuil.
Alex berjalan keujung cabang pohon,dan terlihat di sekeliling cuma hamparan awan putih seperti kapas yang di ampar.
"Ternyata kita berada diatas awan,pohon ini ternyata sangat tinggi hingga separonya menembus awan putih"kata Alex bergumam.
Dia tidak sadar dibelakangnya Dewi Suhitra masih ada.
"Apakah kita berada di langit kak ?"tanya Dewi Suhitra dari belakang.
Alex tersentak kaget,baru tersadar bahwa salah satu istrinya masih di belakang tubuhnya.
"Iya,kita berada di atas awan,pohon ini sangat tinggi sekali rupanya, sehingga ada bahagianya yang menembus awan" kata Alex .
Setelah puas melihat lihat sekelilingnya,Alex segera berjalan kearah istrinya yang lai sedang duduk menantikan meraka berdua.
"Apa yang kau lihat kak"tanya Ratu Pramestiya begitu melihat sang suami nya datang.
"Ternyata kuil ini berada di atas awan,alias pohon tempat kuil ini berdiri, sudah menembus awan putih"jawab Alex .
__ADS_1
"Hah diatas awan?,lihat ah"kali ini Dewi Araya yang penasaran dan segera berjalan kearah Alex tadi berjalan.
...****************...