
Pagipun berlalu menjelang siang, pertempuran antar prajurit sedang mendekati akhir,lima ribu prajurit rambut api kini yang tersisa cuma beberapa ratus saja lagi.
Namun semangat juang mereka seakan-akan tidak mengenal kata menyerah,bertempur hingga titik terakhir.
Sedangkan pertempuran antara dua jendral terlihat mulai menurun.
Jendral Spartian mulai bisa mengatasi jurus jurus dari jendral Meranus.
pada suatu kesempatan, setelah membabatkan pedangnya kearah jendral Meranus,dan jendral Meranus menangkis dengan membenturkan pedang nya dengan pedang jendral Spartian, arah pedang jendral Meranus sedikit melenceng akibat benturan itu,tentu saja kesempatan itu di pergunakan oleh jendral Spartian untuk memasukan satu tendangan kearah dada jendral Meranus.
"Buk!!"
Jendral Meranus terpenting sejauh sepuluh tindak,dengan posisi bokong yang terlebih dahulu menyentuh tanah.
Segumpal darah segar keluar dari bibirnya, pertanda jendral ini mendapat luka dalam cukup serius.
Namun sebelum kesadaran jendral Meranus kembali,dengan pedang terhunus,jendral Spartian sudah mendekatinya dengan pedang terhunus.
"Trang!!".
Saat pedang dari jendral Spartian sudah berada hampir mendekati leher jendral Meranus,sebuah pisau kecil meluncur menghantam mata pedang dari jendral Spartian sehingga terhenti ditengah jalan.
Disaat yang sama, seorang prajurit khusus wanita dengan sigap membopong tubuh sang jendral dan pergi menjauh dari tempat itu.
Jendral Spartian menatap kearah Ling san dengan tatapan tidak senang atas ikut campur ya pria itu,sehingga musuhnya selamat dari kematian.
"Kau harus menjadi pengganti jendral itu untuk menjadi mangsa pedang ku"kata jendral Spartian sambil membabatkan pedangnya menyerang kearah Liong san.
Laki laki jelmaan Naga es itu dengan santainya menghindar kesamping kanan dan mengetuk pedang jendral Spartian dengan jari tangannya, sehingga pedang itu berbalik arah dengan kecepatan tinggi.
Jendra Spartian tidak mampu mengendalikan laju pedangnya,ketika pedang itu dengan keras membabat tubuh prajuritnya sendiri.
Sementara itu,ketiga istri Alex,seperti seekor camar yang memasuki ikan,mereka berlompatan diatas kepala prajurit ribut api yang masih tersisa,dan setiap lompatannya,satu nyawa pasti melayang.
Pertarungan antara Lau me dan jendral gaek Armadixon kian seru,beberapa kali benturan tenaga dalam terjadi masih tidak di ketahui siapa yang lebih unggul dari lawannya.
Alex masih berdiri ditengah pertempuran sambil mengawasi jalannya pertempuran itu.
Dia tidak ikut dalam pertempuran karena menilai belum ada lawan yang sangat berat.
Setelah melihat jendral Meranus terluka dalam dan sedang di selamatkan oleh salah satu prajurit khusus wanita miliknya,cepat cepat dia mendekati jendral itu serta memberikan pertolongan .
Baru saja Alex menyelesaikan pengobatan untuk jendral Meranus,tiba tiba dari arah luar benteng istana terdengar suara hiruk pikuk dan sorak Sorai serta teriakan.
Salah seorang prajurit datang melaporkan bahwa diluar benteng istana datang tiga ribu prajurit rambut api yang dipimpin oleh seorang wanita cantik sedang membantai prajurit Alex.
Secepat kilat Alex melompat kearah datangnya musuh yang diluar perhitungan mereka itu.
Melihat sang suami melompat keluar benteng istana,putri Giok Lin cepat memanggil kedua adik nya.
"Adik Si,adik Annchi,ayo keluar,ada bantuan pasukan musuh yang datang!"seru putri Giok Lin.
putri Kwan si dan putri Annchi mendengar suara putri Giok Lin,secepatnya melompat keluar benteng istana mengikuti putri Giok Lin.
Diluar benteng terlihat Alex dengan gerakan super cepat membabatkan pedang cahayanya kearah prajurit musuh.
Setiap ayunan pedangnya, berpuluh puluh prajurit yang tumbang dengan tubuh terputus.
Putri Giok Lin,putri Kwan si dan putri Annchi melihat seorang gadis dengan jubah merah membabatkan pedangnya kepada para prajurit Alex yang terdekat dengannya.
Untung saja para prajurit itu memakai seragam dari Alex yang dapat melindungi tubuh mereka dari cidera serius.
Tampak gadis itu kebingungan dengan prajurit Alex yang tidak mempan senjata itu.
__ADS_1
Ia berusaha sekuat daya membabatkan senjatanya ke tubuh prajurit musuh, tetapi tetap saja tidak membuahkan hasil,bahkan kini dia melihat lebih dari separo pasukannya dibantai oleh Alex sendirian.
Gadis cantik bermata hijau kekuningan itu melompat mendekati Alex sambil mengayun pedangnya keleher Alex, tetapi ketika leher Alex dan pedang tinggal setelapak tangan,tiba tiba tubuh Alex hilang dari hadapannya dan dalam seketika itu juga sudah berada di tempat lain.
Gadis itu terus memburu Alex,tetapi kejadian itu terus terulang kembali.
Jendral besar Markkilion melihat kedatangan gadis itu,bukannya senang tetapi malah menjadi sangat sedih sekali, "Tuan putri Kayla,pergilah selagi sempat,tarik semua prajurit,kembalilah ke negeri Usafia dan jangan kembali lagi ke negeri ini bila masih sayang nyawa"...
Tetapi gadis cantik bernama putri Kayla itu tidak menghiraukan kata kata jendral Markkilion, terus memburu keberadaan Alex.
Kini kedua orang itu seperti dua muda mudi sedang main kejar kejaran saja.
pertarungan antara Liong san dan jendral Spartian semakin sengit,sambil bertarung jendral ini masih sempat menewaskan prajurit jendral Meranus yang dekat dengan dirinya.
Hal itu membuat Liong san menjadi marah, matanya berubah menjadi berwarna biru muda,kini seluruh tubuhnya mengepulkan uap sangat dingin.
Pergerakan jendral Spartian kini mulai terhambat hawa sangat dingin itu,persendiannya mulai kaku,walau berusaha dia menyalurkan hawa panas, namun hawa sangat dingin itu seakan terus mendesak untuk masuk kedalam tubuhnya.
Akhirnya,sebuah hantaman telak bersarang di dadanya,spontan tubuh sang jendral terdiam kaku menjadi patung es yang tidak lama langsung retak retak dan akhirnya hancur seperti kaca terkena batu.
Pertarungan antara jendral gaek Markkilion dengan Lau me tidak lebih baik dari pertarungan antara jendral Spartian melawan Liong san tadi.
Kini dia sudah terdesak hebat oleh Lau me yang tidak menggunakan senjata itu.
Gerakan Lau me tidak bisa di ikuti oleh matanya,sehingga dia selalu terlambat mengantisipasi semua gerakan Lau me.
Hingga satu ketika,untuk yang kesekian kalinya dia tidak berhasil mengantisipasi gerakan Lau me,sebuah hantaman jurus tangan kosong mendarat telak di dada kirinya.
Tubuhnya terlempar beberapa puluh tindak kebelakang,bergulingan beberapa kali,lalu terdiam setelah menabrak tembok benteng istana.
Putri Kayla yang melihat kejadian itu berlari menghampiri sang jendral yang tertelentang di tanah.
Kepala sang jendral diangkatnya,beberapa gumpal darah keluar dari mulut sang jendral itu, dengan nafas tersengal sengal,sang jendral besar itu berucap, "Hentikan perang ini putri,bawa semua prajurit kita pulang,ini misi bunuh diri, ambisi Kaisar akan menyebabkan kehancuran negeri Usafia,dengarkan aku, tidak ada satu negeripun di semesta ini yang rela dijajah,kita yang menyulut perang,kita pula yang harus menyudahi nya,atau Usafia tinggal sejarah, de de dengarkan aku nak, bawa prajurit kita yang tersisa pu"nafas jendral tua itupun habis dan kepalanya terkulai.
Ditatapnya Alex yang sedang berdiri menatap prajuritnya membantai prajurit Kayla satu persatu dengan senjata anehnya sebatang tongkat yang bisa mengeluarkan cahaya putih namun sangat berbahaya.
"Tunggu,jangan bantai prajurit ku,bagai mana kalau kita bertanding,dan tidak pakai jurus menghindar,bertanding bagai layaknya ksatria sejati"teriaknya kepada Alex sambil menuding kan pedangnya.
"Kau belum layak menjadi lawan suami kami,bertanding lah dengan kami saja" sebuah suara terdengar menyahut.
Dari sebelah kanan melompat tiga perempuan cantik jelita berpakaian jubah pendekar berwarna doreng doreng.
"Siapa kalian,ada hubungan apa kalian dengan pemuda penakut itu?"tanya putri Kayla.
"Kami semua istrinya, istri dari pemuda yang kau katakan penakut itu, bagaimana kalau kami saja yang mewakili pemuda penakut itu untuk melawan kamu?"tanya putri Giok Lin.
Putri Kayla tertawa sambil menunjuk kearah Alex, "rupanya kau bersembunyi di balik ketiak istri mu,sayang orang setampan dirimu hanya berani dari balik ketiak istri mu saja, baiklah nona cantik,bagai mana bila kita bertaruh, bila kalian kalah,maka kalian beserta pemuda itu harus menjadi budak ku,yang setiap waktu melayani ku dan setia kepada ku?"...
Sebenarnya putri Annchi dan putri Kwan si hampir tidak bisa menahan dirinya,tetapi karena ditahan oleh putri Giok Lin,mereka terpaksa diam saja.
"Dan bagai mana bila kau yang kalah?"tanya putri Giok lin.
"Apa nona?,aku kalah?, apa kau tidak terlalu tinggi menghayal?, baiklah,begini,bila aku kalah maka seumur hidupku akan menjadi budak kalian dan tunduk serta setia kepada kalian, bagai mana,adil kan?" kata putri Kayla.
"Ya,cukup adil,marilah kita bertanding,siapa diantara kita yang paling hebat" kata putri Giok Lin.
Putri Kayla menatap putri Giok Lin,dia melihat tingkat kultipasi wanita ini masih sangat rendah, bagai mana mungkin dia sangat yakin bisa mengalahkan dirinya.
"Apakah kalian ingin maju bersama atau satu persatu?"tanya putri Kayla.
"Tidak usah nona, cukup saya sendiri, kedua Adik saya biar menjadi penonton saja" kata putri Giok Lin.
"Baiklah,tetapi jangan katakan saya kejam,karena saya sudah memberi saran kepada nona"kata putri Kayla sambil memasang kuda kuda siap menyerang.
__ADS_1
Dengan menggunakan sepertiga dari tenaga dalamnya,putri Kayla menyerang putri Giok lin menggunakan jurus naga api murka.
"Bum!".
Sebuah ledakan terdengar membahana di pagi itu,membuat debu dan tanah berterbangan ke udara.
Nampak tubuh putri Kayla terdorong mundur dua tindak,sementara giok Lin tidak bergeming dari tempatnya.
Putri Kayla yang penasaran,secepatnya melakukan serangan kembali dengan setengah dari tenaga dalamnya.
"Bum!".
Kembali satu ledakan terdengar membuat debu beterbangan kemana mana.
Seperti kejadian tadi,kini tetap sama,meskipun putri Kayla meningkatkan tenaganya hingga setengahnya,tetapi hasilnya tetap seperti tadi pula,putri Kayla terjajar hingga dua tindak sedangkan putri Giok Lin tegak di tempatnya semula bahkan bergoyang pun tidak.
Amarah sang putri ini mulai terpancing naik,dia yang terlalu meremehkan musuhnya kini mulai menyadari bahwa wanita cantik di depannya ini tidak bisa dianggap sepele.
"Bersiaplah menerima serangan terakhir ku,kali ini kau atau aku yang akan berakhir"kata putri Kayla sambil bersiap menyerang putri Giok Lin dengan serangan pamungkas bertenaga penuh.
Putri Giok Lin meningkatkan kekuatannya hingga tiga perempat dari kekuatannya.
"Bum!!".
Kini ledakan yang lebih besar terdengar menggema dipagi itu,hingga debu dan tanah kembali berterbangan keudara.
ketika kabut debu mereda,mereka melihat putri Kayla terbaring di tanah sejauh sepuluh tindak dari tubuh Giok Lin,sementara itu tubuh putri Giok Lin terjajar kebelakang sejauh lima tindak.
Putri Kayla berusaha bangkit berdiri,tetapi dia tidak mampu berdiri hingga hampir terbanting ketanah kembali.
Untung pada saat itu tangan putri Annchi merangkul tubuhnya hingga tidak terbanting ketanah kembali.
Dari bibirnya mengalir segumpal darah segar yang menandakan dia terluka dalam.
Pertempuran kini telah usai,lima ratus prajurit rambut api yang dibawa oleh putri Kayla kini telah ditawan,dan putri Kayla sendiri sedang diobati oleh Alex dan ketiga istrinya di sebuah kamar di istana Kaisar itu.
Putri Kayla duduk di atas tempat tidur mengatur pernafasannya setelah Alex memberikannya pil penyembuh luka dalam untuk nya,mukanya ditundukan menatap lantai kamar dengan wajah sedih,air matanya menetes untuk yang pertama kalinya setelah dia dewasa.
"Aku telah dikalahkan,kini kebebasan ku telah sirna,
aku sekarang cuma seorang budak yang hina, bukan lagi putri Kaisar yang mulia"ratapnya disela air matanya yang menetes.
"Sekarang kau bebas,aku memutuskan bahwa kau bebas,bukan budak lagi seperti perjanjian itu,pergilah pulang kenegeri mu, katakan kepada Kaisar agar jangan lagi melakukan kesalahan yang sama,menjaga kedamaian dunia lebih utama dari pada memuaskan ambisi nafsu semata"kata Alex.
Putri Kayla melotot kearah Alex, "apakah aku berurusan dengan mu,atau melakukan perjanjian dengan mu, kau tidak usah sok mengatur hidup ku,aku melakukan perjanjian dengan nona itu,bukan dengan dirimu,lagipula aku tidak suka dengan laki laki yang bisanya cuma bersembunyi di balik ketiak istrinya.aku bukan orang yang menelan air ludah yang sudah ku buang"...
Alex menggelengkan kepalanya, "terserah kau saja nona,aku sudah memberi mu kesempatan,keputusan ada di tangan mu"...
Alex langsung keluar kamar itu untuk menemui jendral Meranus yang sudah bisa beraktivitas seperti biasanya, walaupun belum yang berat berat.
Hari itu juga jendral Meranus menyuruh orang untuk melepas merpati pos untuk mengabari Kaisar Arlion dan jendral Aragos, bahwa kota raja sudah direbut kembali, dan mereka semua menantikan kehadiran sang Kaisar di kota raja.
Prajurit dan masyarakat bergotong royong membersihkan kota raja dari sisa sisa perang, mengumpulkan jasad para prajurit untuk dibakar,sedangkan jasad kedua jendral itu di makamkan di sebuah tempat secara terhormat dan cara keprajuritan.
********
Terimakasih buat kalian yang sudah memberikan dukungan untuk novel ini.
Semoga novel ini bisa menjadi kenangan bagi kita semua.
Apapun keadaannya,aku akan tetap menamatkan ceritra ini,asalkan tuhan masih memberikan kesehatan kepada ku.
Terimakasih juga untuk NT yang sudah memberikan kesempatan kepada ku untuk ikut berkarya,meski jauh dari kata sempurna.
__ADS_1