
Jendral Tao an ham menatap kearah Alex sambil mengukur tingkat kultipasi pemuda ini,tetapi dia tidak melihat apa pun,kecuali tingkat Alex yang pada Alam ksatria saja.
Kembali dia memeriksa sekali lagi,tetapi yang dia dapati cuma pada tingkat sang itu itu juga,sehingga dia berkesimpulan bahwa Alex adalah seorang lelaki yang baru keluar dari perguruan dan belum berpengalaman apapun.
Jendral itu menggelengkan kepalanya,menghela nafas panjang lalu berkata, "jangan kau sia siakan usia muda mu nak,pulanglah ke ibumu,mungkin masih bisa kau bermanja manja kepadanya"...
"Pak tua,mungkin kau sudah mencapai tingkat Dewa langit tingkat sempurna,sehingga kau jumawa dengan diri mu sendiri,tetapi berapa banyak orang yang jatuh hanya karena terlalu yakin bahwa dirinya lebih tinggi dari siapapun"kata Alex.
"Dengan kata lain kau ingin mengatakan bahwa kau sebenarnya lebih hebat dari ku,begitu kah?, buktikanlah nak,dan jangan kau menangis bila harapan mu tak tercapai" kata jendral itu dengan keyakinan yang tinggi.
"Baiklah pak tua,bersiaplah!"kata Alex sambil mengerahkan sepuluh persen dari tenaganya untuk menyerang jendral Tao an ham.
"BUM!!!".
Sebuah ledakan dahsyat terjadi menyebabkan tanah dan debu berterbangan keudara.
Setelah debu dan tanah yang berterbangan itu berhenti,tampak tubuh Alex terjajar dua tindak kebelakang,sementara tubuh sang jendral cuma bergetar sesaat saja.
Senyum menghiasi wajah jendral Tao an ham, sambil mengibaskan tangannya ke arah jubahnya, menepis debu yang masih melekat disitu.
"Kau terlalu memaksa keadaan nak,aku sudah memperingatkan mu, nasip sial mu hari ini bertemu dengan aku, bukan aku bertangan besi kepada mu,tetapi kau yang menghendakinya"kata jendral Tao an ham meningkatkan kekuatannya ke level puncak,dengan harapan tubuh Alex sekali hantam langsung hancur.
Kini seluruh tubuh jendral itu menjadi menyala merah seperti besi pijar dengan hawa yang panas.
Sedangkan Alex menerapkan ilmu badai salju tingkat lima, tubuhnya bercahaya warna biru tua terang dengan aura dingin luar biasa.
"BUM!!!".
Kembali satu ledakan besar terdengar hingga tanah terasa berguncang hebat.
Asap dan debu berterbangan diudara, menutupi semua pemandangan yang ada.
Ketika debu dan asap sudah mereda,terlihat satu lubang cukup besar di tanah hasil dari ledakan besar tadi.
Tubuh Alex tegak bergoyang goyang di sisi lubang besar itu, sementara di sisi lain, tubuh sang jendral terlempar sangat jauh sekali,dengan tubuh membeku seperti es abadi terbaring di tanah.
"Praak!".
Tubuh jendral itu tiba tiba pecah berkeping keping seperti kaca terkena batu.
melihat tubuh sang jendral telah terbunuh, semangat tempur prajuritnya pun hancur berantakan.
Seribu prajurit itu pun melemparkan senjatanya masing masing,sambil bersimpuh diatas tanah tanda penyerahan diri.
Alex menyuruh petugas penjaga pintu gerbang untuk membuka pintu gerbang kota.
Setelah pintu gerbang kota di buka,seribu lebih prajurit masuk kedalam kota raja dengan bersuka ria,sedangkan sebagian lagi menuju benteng istana untuk bergabung dengan pangeran Shao an shi dan putri Li Wei yang masih berada di dalam istana, membersihkan istana dari sisa sisa pemberontak.
Sedangkan untuk prajurit tanah Nirwana, ditawarkan untuk pulang atau bergabung dengan prajurit Kaisar negeri Shao.
Lima ratus prajurit yang agak tua memilih pulang ,sedangkan lima ratus yang masih muda muda memilih bergabung dengan prajurit negeri Shao ini karena takut untuk pulang.
Malam itu di istana diadakan jamuan untuk merayakan kembalinya kekuasaan dinasti Shao yang sempat runtuh sesaat.
Para pejabat dan menteri yang memilih melarikan diri ketimbang bergabung dengan pemberontak di panggil kembali untuk menduduki jabatan nya semula.
Didalam perjamuan itu,di undang pula para rohaniawan istana yang juga sempat melarikan diri.
Dalam kesempatan itu,Para rohaniawan langsung mengukuhkan Kaisar yang baru sebagai Kaisar Negeri Shao ini.
Dalam kesempatan itu,Kaisar Shao an shi mengutarakan maksutnya kepada Alex yang ingin meminang putri Li Wei untuk menjadi istrinya.
Setelah ditanyakan langsung kepada putri Li Wei tentang niat sang Kaisar yang baru untuk meminangnya,dan tanggapan putri juga menerima,maka ditentukanlah bahwa perkawinan akan diadakan di Negeri Shao ini mengingat perjalanan antar dimensi melalui portal tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang,kecuali yang sudah mencapai tingkat Dewa saja maka perkawinan diadakan di Negeri Shao saja.
Maka begitulah,ketika segala persiapan telah matang,maka dilangsungkan lah perkawinan antara Kaisar Shao an shi dengan putri Chu Li Wei di istana Kaisar.
__ADS_1
Dan beberapa hari setelah melangsungkan perkawinan antara Kaisar Shao an shi dan putri Chu Li wei,Alex beserta ketiga istrinya dan dua pengawalnya kembali ke Denis Bidadari untuk melaporkan hasil pengejaran mereka.
Tentu saja mereka juga harus memulangkan lima ratus prajurit pasukan tanah Nirwana ke dunia mereka lewat portal dunia tengah.
Setelah persiapan sudah matang,maka berangkatlah Alex dan rombongan ke pintu portal di dalam kuil kuno di tengah hutan, mengawal kepulangan lima ratus prajurit tanah Nirwana ke tempat asal mereka.
Setelah melewati pintu portal,kini mereka tiba di Dunia tengah.
Alex mengaktifkan pintu portal,karena para prajurit tidak ada yang mempunyai tingkat kultipasi tingkat Dewa.
Setelah pintu portal aktif,rombongan prajurit pun masuk semuanya kedalam portal dan menghilang dibalik cahaya putih itu.
Beberapa saat,cahaya di pintu portal pun meredup dan portal menjadi seperti semula, sedangkan prajurit tanah Nirwana sudah tidak ada lagi.
Alex membuat pormasi tirai gaib untuk menutupi pintu portal itu dengan pormasi tingkat Dewa.
Selanjutnya Liong san mengaktifkan portal yang menuju ke Dunia Bidadari.
Setelah portal aktif, mereka semuanya masuk kedalam portal itu dan menghilang dibalik cahaya portal.
Alex dan ketiga istrinya serta kedua pengawalnya melayang di kegelapan ruang kosong.
Beberapa saat setelah melayang di ruang kosong, tiba tiba kilatan petir menyambar dimana mana,angin serta badai mengguncang ruang kosong itu.
"Ada apa ini kakak" teriak putri Annchi sambil berpegangan tangan erat erat dengan Alex,putri Giok Lin Dan putri Kwan si.
"Kuatkan pegangan kalian,kita menghadapi badai ruang kosong antar dimensi,Liong san,Soa Ning,berpeganglah pada tubuhku,kita mungkin akan tergoncang goncang!"teriak Alex.
Putri Annchi mengikatkan selendang nya pada tubuh mereka berempat,sementara itu Liong san dan Soa Ning juga berpegang erat pada tubuh Alex.
Sementara itu badai antar dimensi kian menggila,mengguncang,memutar dan menghentak hentak tubuh mereka.
Hingga beberapa saat,di kegelapan ruang antar dimensi,mereka melihat setitik cahaya putih di kejauhan.
"Tetaplah berpegang erat,itu pintu portal sudah terlihat di kejauhan,mungkin kita akan segera sampai"kata Alex.
Ternyata ujung ruang dimensi itu berada diatas angkasa,bukan di sebuah pintu portal seperti biasanya.
Ketika keluar dari ruang dimensi,mareka akhirnya terjatuh dari angkasa, untunglah mareka semua memiliki ilmu meringankan tubuh yang sudah sempurna, sehingga jangankan untuk melayang diudara, untuk digunakan terbang saja bisa.
Sedangkan Liong san dan Soa Ning tidak menampakan sosok aslinya,sua itu karena tidak ingin menjadi perhatian orang lain.
Sejauh mata memandang, cuma kehijauan hutan saja yang tampak,seolah mereka tiba di dunia yang tanpa penghuni manusia.
Setelah mendarat di sebuah Padang rumput di pinggir sungai cukup besar,mereka beristirahat disitu.
Dengan sebatang kayu kecil,Alex menombak ikan yang cukup banyak terdapat di sungai itu,hingga mendapatkan cukup banyak ikan.
Liong san menghidupkan api untuk memasak ikan,sedangkan putri Giok Lin,putri Kwan si dan putri Annchi serta Soa Ning menyiapkan kuali untuk menanak nasi.
Setelah selesai membersihkan ikan,Alex menghidupkan monitor di depannya,menanyakan kepada Mister Jo,mereka berada dimana sekarang.
"Tuan,menurut pemindaian hamba,tuan terdampar di sebuah Dunia di penghujung semesta,dimana Dunia ini paling tua umurnya di bandingkan Dunia yang lain,tetapi sayang sistem tidak bisa mendata nama Dunia ini,karena Dunia ini sangat terpencil dari dunia lainnya"jawab Mister Jo.
"Apakah ada portal di Dunia ini?"tanya Alex .
"Tidak ada tuan,tetapi tuan bisa membuat portal sendiri bila kekuatan tuan setara dengan tuan Li Chen jaman dahulu "jawab Mister Jo.
"Li Chen?,siapa dia?".
"Dia adalah Tuan agung yang menciptakan portal untuk Dunia paralel ini,tetapi Dia juga menghilang di dalam portal dimensi, tanpa pernah terlacak lagi". jawab Mister Jo pada Alex.
"Jadi apa yang harus saya lakukan agar bisa kembali lagi?"tanya Alex.
"Menemukan tuan Li Chen,dan mempelajari ilmu pormasi ruang dan waktu untuk membuat portal ruang dan waktu" jawab Mister Jo lagi.
__ADS_1
Alex mendesah panjang karena bingung kemana harus mencari orang bernama Li Chen yang juga bergelar tuan agung itu.
Belum lama merenung, Mister Jo berkata lagi, "tuan jangan bingung, ikuti saja kata hati tuan, kehendak agung akan menuntun langkah tuan selanjutnya"...
Akhirnya layar di depan Alex menghilang kembali.
"Kakak,makanan sudah siap,ayo kita makan dulu" kata putri Annchi memanggil Alex yang termenung di pinggir sungai.
Putri Annchi kini berada di samping Alex sambil memegang tangan kanan Alex,dia menatap muka Alex lalu bertanya, "kakak,ada apakah gerangan kakak nampak risau,adakah yang kakak pikirkan?"...
Alex menggelengkan kepalanya lalu menjawab, "tidak, tidak ada apa apa,aku cuma bingung,aku disuruh mencari orang yang bernama Li Chen yang hidup dua puluh ribu tahun yang lalu,apa mungkin dia masih ada hingga sekarang"...
Putri Annchi memegang tangan suaminya dengan lembut,seulas senyum menghias bibirnya, "kakak jangan risau seperti itu,yang penting kita masih bersama hingga sekarang masalah bertemu atau tidak dengan orang bernama Li Chen itu,bukanlah urusan yang terlalu penting di pikirkan, ayo kita makan dulu"...
Akhirnya mareka makan dengan lauk ikan yang Alex tangkap tadi.
"Kita tidak tahu kita terdampar dimana,badai ruang waktu membawa kita ketempat ini"kata Alex kepada ketiga istrinya.
"Sudahlah kak,jangan risau,kehendak suci melakukan ini tentu ada maksud nya,yang penting kita masih bersama dan tidak terluka apapun"putri Giok Lin membesarkan hati Alex.
"Iya kak,kita hadapi saja apa yang terjadi nanti bersama sama,baik suka maupun duka" timpal putri Kwan si.
Memang suatu keuntungan Alex mempunyai istri yang tidak saja cantik,tetapi sabar dan pengertian, yang siap membesarkan hatinya disaat sedang gundah.
"Sekarang arah tujuan kita kemana pangeran ?" tanya Soa ning.
Alex menatap istrinya satu persatu,juga menatap kearah Liong san,menanyakan pendapatnya.
Liong san mengangkat kedua bahunya seraya menjawab "saya tidak tau pangeran,tetapi yang pasti,kemanapun Tian melangkah,kami akan setia mengikuti pangeran, meski harus mengarungi lautan api sekali pun"...
"Aku dan kedua adikku akan mengikuti kemanapun langkah mu membawa kami pergi"kata putri Giok lin membuat hati Alex yang tadi risau,kini menjadi tenang.
Di peluknya ketiga orang yang menjadi penguat semangat hidupnya itu.
"Kita akan mengikuti arus sungai ini kehilir, karena menurut pengalaman di Dunia ku dulu,manusia umumnya bermukim pasti mendekati sungai, sehubungan dengan keperluan tubuh manusia pada air"kata Alex.
"Lalu apakah kita akan terbang atau jalan kaki ?" tanya putri Kwan si.
"Atau kita bikin rakit untuk membawa kita ke hilir sungai ini"usul putri Annchi kepada Alex.
"Waao itu usul yang sangat bagus,anggap saja kita lagi berwisata" jawab putri Kwan si bersemangat.
"Iya itu usul yang bagus kak,ayo kita bikin rakit,seumur hidup aku belum pernah naik rakit"putri Giok Lin menyetujui usul adik bungsunya itu.
Akhirnya mereka membuat rakit dari batang pohon yang banyak terdapat di situ.
Alex dan Liong san menebang pohon sebesar kepala manusia dengan panjang kira kira empat Depa beberapa batang,lalu di rakit menjadi satu dengan tali dari rotan.
Setelah selesai, mereka menaiki rakit mengikuti arus air kehilir sungai.
Sungai itu cukup besar,dengan lebar sekitar lima puluh Depa,Berarus lumayan deras.
********
__ADS_1
Kalau ceritanya tidak sesuai dengan imajinasi kalian, author mohon maap.
Dukung terus dengan memberikan like kalian ya.