Mr Matrix

Mr Matrix
Teror di danau.


__ADS_3

Kota Petro adalah salah satu kota yang teramai dan terpadat dikawasan timur tanah para dewa.


Kota ini terletak di tepi sebuah danau yang sangat besar bernama danau Sobo.


Di danau Sobo ini bila mal hari,sangat ramai dengan para wisatawan yang berhibur diri dengan menyewa sampan yang banyak terdapat di seputaran danau itu.


Dengan sebuah perahu beratap,serta lampion warna warni menghias, para pendayung sampan siap menjajakan jasa mereka kepada para wisatawan.


Apalagi saat bulan purnama,hampir semua perahu terisi dengan wisatawan yang sedang berlibur di danau itu,terutama sepasang remaja yang sedang dimabuk asmara atau sepasang pengantin baru,mereka akan menyewa perahu hingga pagi harinya.


Tentu saja hal itu juga di manfaatkan oleh para penjaja cinta semalam, yang berpura pura menjadi tukang sampan.


Hal inilah yang membuat para tukang sampan sebenarnya yang kebetulan wanita juga disangka perempuan penjaja cinta semalam itu.


Untuk mengatasi hal itu,para tukang sampan wanita ini,mendandani tubuh mereka seperti seorang laki laki.


Sehingga setiap perempuan baik baik pasti berdandan seperti laki laki,sedangkan yang berdandan feminim dan cantik gemulai,sudah bisa dipastikan adalah perempuan penjaja cinta semalam.


Seperti malam ini,seorang tukang perahu tampan namun dengan pakaian sederhana sedang duduk diatas perahunya menanti para penyewa yang akan datang menyewa perahunya atau sekalian dengan jasa dayungnya.


Seorang pemuda ini sedari tadi duduk diatas perahunya tanpa ada satupun yang datang mendekatinya.


Hingga kepala pemuda ini terayun ayun karena menahan kantuknya, namun tidak ada satupun yang datang menyewa perahunya.


Hingga beberapa saat kemudian,pemuda ini terkejut bangun karena kepalanya digetok orang dengan sebutir biji sawo.


Pemuda ini bangun dan menatap ke atas dermaga,nampak seorang perempuan cantik jelita sedang menatap kearahnya.


"Eh maap nona,apakah nona mau menyewa perahu saya,atau dengan jasa dayungnya,saya bisa nona"kata pemuda itu menawarkan jasanya.


"Iya aku mau menyewa perahu mu satu malam ini,apakah kau bersedia?"tanya wanita cantik jelita itu.


"Tentu saja bersedia nona,dan apakah dengan jasa dayung nya?"tanya pemuda itu lagi.


"Tidak,tidak,aku mau menyewa perahu mu saja,tidak dengan tenaga mu,karena aku ca mau bersenang senang malam ini,berapa sewanya satu malam?"tanya wanita itu.


"Untuk satu malam, satu keping emas nona, kecuali dengan sewa dayungnya,dua keping emas"pemuda itu menjawab.


"Aku akan memberi mu dua keping emas,tetapi aku tidak mau kau mengganggu ku,maka pergilah,kecuali kau mau bersenang senang dengan ku malam ini,maka akan kutambah dua keping emas lagi,bagai mana?"tawar wanita cantik itu.


"Tidak,tidak nona, terimakasih atas tawarannya,biarlah besok pagi saya datang kesini lagi melihat perahu saya nona,malam ini saya ingin membelikan ayah saya makanan kesukaannya"kata pemuda itu sambil menerima dua keping emas lalu beranjak pergi dari situ dengan gembira.


Sekilas wajah sang perempuan cantik itu tersenyum manis namun seperti menyimpan satu misteri.


Setelah pemuda itu berlalu pergi dari situ, sang perempuan cantik segera memperbaiki penampilannya,menambah riasan muka dan pemerah bibirnya,lalu menyandarkan tubuhnya di sisi perahu sambil jarinya mempermainkan hiasan boneka kain di tangan nya.


Senjapun sudah lama beranjak malam,dan para pelancong kini mulai berdatangan ke dermaga itu.


Sedangkan beberapa perahu yang memang sudah disewa dari siangnya,kini telah meninggalkan dermaga itu.


Menjelang agak malam sedikit,sekumpulan perahu dengan pendayung wanita cantik dan seksi kini mulai berdatangan entah dari mana.


Perahu perahu itu kini mulai merapat ke dermaga dan bertambat disitu.


Perempuan perempuan cantik kini mulai bermunculan di atas perahu masing masing dengan dandanan se seksi mungkin dan dada yang menonjol seperti pepaya mengkal.


seorang lelaki setengah baya berpakaian seperti seorang hartawan datang seorang diri.

__ADS_1


Beberapa orang wanita penjaja cinta satu malam yang tidak berperahu datang berjalan menghampiri dengan pinggul yang digoyang goyangkan seperti angsa yang baru bertelur.


Laki laki ini membawa tiga orang wanita yang lumayan cantik menuju kearah sebuah perahu sewa yang di bawa oleh seorang wanita penjaja cinta satu malam juga.


"Aku mau bersenang senang malam ini,aku akan menyewa perahu mu beserta diri mu untuk semalam ini,ayo bawa perahu ini kesebelah pulau"perintah laki laki itu.


Dengan sangat senangnya tukang perahu itu mendayung perahunya ketengah danau setelah keempat orang itu naik keatas perahu.


Empat orang anak muda datang kearah satu perahu dengan gadis cantik jelita sebagai penjaja di dalamnya.


"Hei kau baru ya disini,tumben kami baru saja melihat mu"kata salah satu dari keempat pemuda tadi.


"Eh iya kak,saya baru malam ini bekerja disini, silahkan kalian naik keperahu saya bila berkenan,khusus malam ini saya akan beri diskon separo harga saja kak, maklum orang baru,biar jadi pelanggan"kata wanita cantik jelita itu kepada keempat pemuda haus wanita itu.


Mendengar seorang wanita cantik jelita menawarkan separo harga kepada mereka, langsung saja mereka menyetujuinya untuk bersenang senang bersama sama malam ini di dalam sampan ditengah danau.


Begitulah kesibukan danau Sobo kala malam hari menjelang.


Sepanjang malam,ada perahu yang datang,dan ada pula perahu yang pergi ke tengah danau.


Kegiatan itu berlangsung hingga hari hampir pagi.


Ketika pagi datang,satu persatu perahu sewaan merapat ke dermaga, tetapi perahu para penjaja tentu saja tidak kelihatan batang hidungnya lagi,mereka kalau siang entah mangkal dimana.


Dua buah perahu nampak sedang terombang ambing diterpa ombak danau di sekitar pulau kecil di tengah danau Sobo.


Beberapa perahu yang kebetulan melintas disitu nampak heran,karena tidak melihat satupun manusia didalam perahu itu.


Hingga akhirnya beberapa perahu memberanikan diri mendekati perahu itu .


Para perempuan berteriak histeris, sedangkan laki laki cepat cepat mendayung perahu mereka ke dermaga.


Beberapa orang prajurit kota datang mendatangi dermaga itu setelah mendengar ada peristiwa menggemparkan di danau Sobo.


Dengan perahu khusus untuk patroli prajurit kota,mereka mendatangi kedua perahu itu dan menariknya ke dermaga.


Sebuah sampan berisi empat orang laki laki dalam keadaan bugil, mata yang melotot hampir keluar serta tubuh yang tinggal tengkorak berbalut kulit saja.


Sedangkan sampan yang sebuahnya lagi berisi empat orang wanita yang juga bugil dan dalam keadaan mata melotot serta tubuh seperti tengkorak berbalut kulit.


Semua orang tentu saja menjadi geger,bahkan para wanita menjadi histeris melihat itu.


Semua orang tidak lagi mengenal siapa kedelapan muda mudi itu,karena kondisi mereka yang susah untuk di kenali lagi.


Cuma dalam satu malam,mereka kehilangan darah dan daging mereka hingga menyisakan tulang tengkorak berbalut kulit saja.


Beberapa spekulasi terdengar dimana mana.


Ada beberapa orang yang mengenal bahwa perahu itu milik pemuda di sebelah barat dermaga yang hidup dengan ayahnya yang miskin dan sakit sakitan itu.


Pemuda itu menceritakan bahwa perahunya tadi malam disewa seorang wanita cantik jelita seharga dua keping emas,lantas pemuda itu pulang kerumahnya untuk membelikan ayahnya makanan kesukaan ayahnya.


Tukang makanan juga ditanya,dan menjawab bahwa benar tadi malam sang pemuda datang membeli makanan cukup banyak untuk ayahnya.


Seorang laki laki tua yang sedari tadi diam mendengarkan pembicaraan mereka,tiba tiba bergumam sendiri dengan suara yang kecil tetapi masih di dengar orang lain. "huh,segala macam Dewa dan Dewi iblis pada keluaran sekarang,ada apa ini?"...


Orang orang menoleh kearah orang tua itu dengan rasa heran.

__ADS_1


"Dewa dan Dewi Iblis, maksud pak tua apa?" tanya salah satu dari orang yang hadir di situ.


Orang tua itu menarik napasnya, "dahulu,sekitar seratus tahun yang lalu juga pernah terjadi hal seperti ini,hingga menggegerkan seluruh tanah para Dewa ini,lalu seorang pendekar sakti berhasil menghentikan kehebohan itu setelah mengalahkan sepasang Dewa dan Dewi iblis, korbannya persis seperti ini,jangan jangan sepasang Dewa dan Dewi iblis lah pelaku ini semua"...


Kehebohan pun cepat menyebar ke seluruh kota,sehingga menjadi topik pembicaraan dimana mana.


Saat hari menjelang petang,matahari sudah condong sepenggalah di upuk barat,saat lima ekor kuda yang ditunggangi seorang pemuda tampan dan empat orang dara cantik jelita sedang bergerak mengikuti antrian di gerbang kota Petro.


Setelah selesai membayar biaya masuk ke dalam kota Petro, mereka memasuki kota Petro setelah menitipkan kuda kuda mereka di penitipan kuda di gerbang kota Petro, karena peraturan disitu menyatakan bahwa tidak boleh membawa binatang tunggangan kedalam kota.


Karena keelokan danau Sobo sangat terkenal dimana mana,maka untuk tidur malam itu Alex memilih sebuah penginapan yang dekat dengan damai Sobo itu.


Setelah membersihkan tubuh,Alex mengajak istri serta pengawalnya kedermaga danau Sobo untuk mencari makanan dan sambil melihat lihat danau.


Sore itu keadaan dermaga lumayan ramai,maklum nanti malam sudah mal ke sebelas,jadi bulan mulai besar,dan orang mulai ramai berlibur malam hari.


Puncak keramaian di danau itu biasanya sekitar bulan hidup empatbelas atau limabelas saat purnama penuh.


Disekitaran danau itu terdapat sangat banyak rumah makan yang menyediakan berbagai masakan.


Alex mencari rumah makan yang menghadap ke arah danau,sambil memandang orang yang berlalu lalang datang dan pergi dengan sampan.


Matahari perlahan mulai berlindung di balik bukit di kejauhan,dan malam pun mulai datang.


Satu persatu sampan mulai pergi dengan penyewanya ke tengah danau.


Ada yang disewa dengan pendayungnya,dan ada pula yang tidak.


Putri Annchi dan putri Dewi Sucitra meminta kepada Alex untuk menyewa sebuah sampan,karena mereka ingin menyusuri danau bersampan.


Alex berjalan mencari sampan yang akan disewanya.


Diujung barat dermaga,ada sebuah sampan agak besar dengan seorang pemuda sebagai pemilik sampan sekaligus pendayungnya.


Apakah kau menyewakan sampan mu?"tanya Alex kepada pemuda di dalam perahu itu.



'Iya benar tuan muda,dampan ini disewa"jawabnya. "apakah tuan muda dan nona nona ini mau menyewa sampan saya?"...



"Iya,kami mau menyewa sampan mu,berapa sewanya?" tanya Alex lagi kepada tukang perahu.



"Satu keping emas satu malam tuan,tetapi kalau dengan jasa pendayungnya dua keping emas tuan"jawab pemuda itu.



"Baiklah dua keping emas dengan jasa pendayungnya"kata Alex sambil meletakan dua keping emas ketangan pemuda itu.


mereka naik keatas sampan itu satu persatu.


Setelah semuanya naik,pemuda itu mendayung sampan ketengah danau.


*********

__ADS_1


__ADS_2