
Hari menjelang siang,pertempuran masih saja berlangsung,kini setelah patriak sekte kelelawar yang turun tangan,banyak anggota pasukan Kaisar yang gugur.
Melihat keadaan yang tidak menguntungkan itu,maka tanpa ragu ragu kini dia ikut turun ke arena pertempuran.
Alex mendekati patriak sekte kelelawar yang sedang bersiap siap menghampiri pertempuran antara tertua sekte dan tiga putri itu.
"Hei orang tua,akulah lawan mu,tidak usah menghiraukan pertempuran orang lain,ayo bermain main sebentar dengan ku"kata Alex sambil mendekati Patriak sekte kelelawar yang sedang mencoba menyerang Kwe Sian Li yang terlihat paling lemah diantara ketiga gadis itu.
Patriak sekte Kelelawar Duan Tiong dengan geramnya langsung menyerang kearah Alex dengan serangan berdaya tinggi.
"Heh,kamu siapa mencoba menghalangi ku,apakah sudah bosan hidup hingga mencari mati"kata Duan Tiong dengan sombongnya.
"Dulu,sekarang dan nanti,namaku tetap Alexander yang agung, ingatlah itu baik baik, agar kau tidak mati penasaran"kata Alex.
"Agung??,apanya yang agung,sekali pukul kau pasti sudah jadi bangkai"kata patriak sekte Kelelawar Duan Tiong dengan sombongnya.
Duan Tiong menyiapkan serangan tingkat menengah ke arah Alex dengan kecepatan penuh.
"Bum!!".
Dua tenaga bertemu hingga menghasilkan guncangan yang cukup kuat,orang orang yang kebetulan berada di dekat mareka terlempar jauh,bahkan ada yang sampai mati terkena imbas dari ledakan dua tenaga itu.
Duan Tiong mundur hingga sepuluh langkah sedangkan Alex masih tidak bergeming dari tempatnya berdiri.
Patriak sekte kelelawar,Duan Tiong sangat geram dibuatnya,baru sekarang dia mendapatkan lawan yang begitu kuat,biasanya cuma dengan separo kekuatannya,orang akan tewas,tapi dengan pemuda ini,jangankan tewas,terluka pun tidak.
"Baiklah,ternyata kau cukup kuat rupanya,sekarang marilah kita bermain main dengan maut"kata patriak sekte Kelelawar Duan Tiong dengan rasa percaya diri,sambil mengeluarkan sebilah pedang berwarna hitam legam dengan aura yang menyeramkan.
Alex tidak mau berbuat sembrono,ia langsung mengeluarkan pedang cahaya nya dari gelangnya.
Patriak sekte kelelawar tercekat melihat pedang yang seumur hidup baru kali ini melihat pedang dari cahaya itu.
Namun ia tidak mau terlalu memikirkan itu,dengan pedang hitam di tangannya,dia mulai melakukan serangan kepada Alex secara gencar.
Namun Alex melayani dengan santai tidak terlihat gugup sedikitpun,sengaja tidak melakukan serangan, cuma menangkis,berkelit dan menghindar saja.
"Hei kau manusia,bukan kodok kan yang cuma bisa meloncat dan menghindar saja"teriak Duan Tiong karena terlalu geram.
"Baiklah kalau begitu,jangan menyesal,lihatlah serangan"jawab Alex sambil memulai serangannya.
Sebentar saja puluhan jurus telah berlalu begitu saja,tanpa terlihat siapa yang bakal keluar sebagai pemenang dan siapa yang bakal jadi pecundang nya.
Sedangkan pertempuran antara putri Giok Lin Dan tetua Pek sui terlihat kalau putri Giok Lin sedang diatas angin,lebih unggul dari tetua Pek sui.
__ADS_1
Serangan demi serangan yang dilancarkan putri Giok Lin tampak kian mendesak kedudukan tetua Pek sui.
Begitu juga dengan serangan yang di lancarkan oleh putri Kwan si dan Kwe Sian Li, nampak bisa mendesak kedua tetua Pek bo dan Pek Sian.
Tidak berbeda dengan para gadis, menteri Kauw Tian dan Jendral Thian thai seng juga bisa mendesak dua tetua sekte Kelelawar,
Hingga pada suatu kesempatan terbuka,maka dengan satu gerakan yang cepat,pedang di tangan kanan Mentri Kauw Tian dengan cepat membabat putus leher musuh nya.
Bersamaan dengan itu,Jendral Thian Thai seng juga selesai mengeksekusi tubuh lawannya,kali ini dada musuhnya terbelah dua.
Kini menteri dan Jendral mengamuk membabat setiap murid sekte yang terdekat dengan mareka.
Melihat banyaknya murid murid sekte kelelawar yang tewas,membuat patriak sekte menjadi semakin murka saja.
Patriak sekte kelelawar Duan Tiong mundur kebelakang,lalu merapalkan sesuatu sambil kedua tangannya di rentangkan.
Seberkas asap hitam meluncur ke arah ubun ubun Duan Tiong dan memasuki tubuhnya.
Tiba tiba tubuh Duan Tiong membesar dan berwarna hitam legam,dengan kekuatan yang sangat besar berlipat ganda.
Tubuh patriak sekte kelelawar itu telah dirasuki kekuatan roh kegelapan dari pangeran kegelapan.
Pedang cahaya seperti kehilangan dayanya menghadapi kekuatan hitam dari Duan Tiong dan pangeran kegelapan yang bersatu didalam tubuh Duan Tiong.
Namun pada suatu kesempatan,setelah berkelit dari serangan pedang ditangan kanan Duan tiong,ternyata tangan kiri Duan Tiong yang berisi tenaga penuh itu menyerang.
Tidak ada kesempatan untuk menghindar, terpaksa Alex menggunakan tangan kirinya untuk memapaki serangan yang di lakukan Duan Tiong.
"Bum!!!".
Sebuah ledakan dahsyat terjadi,tanah disekitarnya berguncang seperti ada gempa besar.
Tubuh Alex melayang terlempar kebelakang sejauh lima puluh langkah bergulingan diatas rumput,beberapa tetes darah merembes dari bibirnya,tanda dia terluka dalam cukup parah.
Alex segera menelan sebutir pil penyembuh luka dalam.
Sambil terus memainkan pedang nya,ketiga gadis cantik jelita itu nampak ketegangan dan khawatir di wajah mareka.
"Ha ha ha,Hari ini, jangan kan seorang yang bergelar Agung,agung nya agung pun akan ku binasakan,bahkan sang Kehendak suci sekalipun yang turun,kau tetap tak tertolong anak muda"kata Patriak sekte kelelawar dengan jumawa nya.
Alex menghapus darah yang menetes di bibir nya, "kau jangan jumawa dulu orang tua,kau kira aku sudah kalah,baiklah,terimalah ini" Alex mengeluarkan kuali emas ajaib nya dari dalam gelang,selanjutnya ia membuka tutup kuali lalu ber seru lantang, "wahai kuali sakti milik ku, hisap lah roh kegelapan yang berada di tubuh orang ini,dan masaklah sampai hancur menjadi cairan" ,sambil kuali emas itu dilemparkan ke udara.
Kuali sakti itu berputar seperti gasing dengan suara yang mendesing,menimbulkan angin ****** beliung yang menyapu tubuh Duan Tiong.
__ADS_1
Walau sekuat daya Patriak Duan Tiong mencoba melawan,tetapi kekuatan dari kuali sakti itu tidak bisa dia lawan.
Pelahan lahan dari tubuh patriak Duan Tiong keluar asap hitam tebal yang terhisap ****** beliung dari kekuatan sakti kuali emas.
Asap hitam itu akhirnya terhisap seluruhnya kedalam kuali sakti,lalu kuali itu memancarkan cahaya kuning kehijauan yang lama lama membuat kuali itu memijar merah mirip besi panas.
Dari dalam kuali terdengar jeritan pilu seorang pemuda yang dimasak hidup hidup oleh kuali sakti itu.
Setelah keluarnya kekuatan roh kegelapan dari dalam tubuh patriak Duan Tiong,tubuh lelaki tua itu jatuh terduduk seperti tiba tiba saja kehilangan separo daya nya.
Tanpa menunggu lagi,sekelebat pedang cahaya bergerak seperti kilat menyambar,menyisakan tubuh patriak Duan Tiong yang masih terduduk tetapi dengan tubuh tanpa kepala,karena kepalanya sendiri sudah jatuh di pangkuannya,melayang sudah nyawanya.
Bersamaan dengan itu,ketiga dara cantik jelita itu juga sudah menyelesaikan tugas mareka masing masing.
Putri Giok Lin dengan pedangnya sudah menewaskan tetua Pek sui dengan membelah tubuh tetua itu.
sementara itu,putri Kwan si sudah menewaskan tetua Pek bo dengan memutuskan kepalanya,sedangkan Kwe Sian Li juga sudah menewaskan Pek cian dengan membabat putus tubuh bagian perut dari Pek cian,tamat sudah petualangan di dunia hitam dari Pek bersaudara itu.
Di lain pertempuran,menteri Kauw Tian dan Jendral Thian Thai seng sudah menewaskan semua murid murid sekte kelelawar yang sebenarnya bertempur tanpa semangat lagi melihat patriak dan tetua mareka tewas semua nya.
Begitulah,setelah lewat tengah hari,pertempuran hari ini bisa di menangkan oleh pihak istana Song dan semua prajurit yang di susupi kekuatan kegelapan di kumpulkan di satu tempat,termasuk menteri kehakiman Be Ong gwan,panglima jendral Kim bok seng dan pembesar Guan khi.
Seluruh mayat mayat yang berserakan dikumpulkan di suatu lapangan dan di bakar.
Alex berjalan mendekati ketiga orang dara cantik jelita itu.
"Sian Li,terima kasih atas bantuan mu,oh ya,ini kenalkan teman ku Kwe Sian Li dari perguruan Teratai putih di Negara Han,dan Sian Li,kenalkan ini putri Song Kwan si,putri dari Kaisar Song,dan ini Yuan giok Lin,putra dari Kaisar Yuan" kata Alex memperkenalkan kedua orang putri itu pada Kwe Sian Li.
"Kakak Li,terimakasih atas bantuan nya ya"kata putri Kwan si sambil memeluk tubuh Sian Li.
Begitu pula dengan putri Giok Lin,memeluk tubuh Sian Li dengan hangat.
Putri Kwan si membawa Alex dan kedua temannya kedalam istana menemui Kaisar dan putra mahkota.
Kebahagiaan dan kegembiraan terlihat di wajah Kaisar dan semua kerabat nya karena terlepas dari bencana yang hampir saja mareka alami.
Suka cita menyambut kemenangan,meski prajurit yang gugur di pihak mareka juga tidak sedikit,tapi terlepas dari bencana merupakan anugrah yang luar biasa bagi Kaisar Song dan para kerabat istana itu.
********
Udah dulu ya,jangan lupa author mohon dukungan berupa like dan komennya.
Selebihnya author juga mohon maap bila masih tidak memuaskan para pembaca semua yang budiman.
__ADS_1