
Alex dan istrinya diam mendengar apa yang dikatakan oleh wanita di balik tirai itu.
"Bagai mana kakak, apakah kau sudah memutuskan sikap kalian?"tanya wanita di balik tirai itu.
"Bagai mana kau bisa mengetahui semuanya ini,lalu siapa kau sebenarnya?"tanya putri Guan Hong mulai melemah.
"Aku salah satu adik mu tentunya,dan aku lah satu satunya yang masih memiliki ingatan tentang kita semua,bukankah kau merasa tidak asing dengan suara ku kakak?,aku salah satu dari dua puluh satu butir permata illahi yang tersebar di semesta itu,kenapa cuma aku yang masih mempunyai ingatan,tentu saja karena cuma aku yang menguasai elemen waktu,bila ingatan ku terhapus,maka terhapus juga sejarah masa lalu, dan manusia tidak lagi mengenal sejarah!"jawab wanita di balik tirai itu.
"Aku memang merasa tidak asing dengan suara mu,tetapi aku ingin melihat wajah mu"kata putri Guan Hong.
"Maap kakak,aku tidak bisa,karena diantara kita semua,akulah yang terjelek ,itu karena saat disebarkan dahulu kala,aku terbentur sebuah batu dan mengalami retak,jadi aku malu,tinggal suami mu saja, mau tidak beristrikan wanita cacat seperti ku,bila mau,maka sisa dari semua gaun itu akan kuserahkan padanya"kata wanita dibalik tirai itu dengan sendi dan bahkan terdengar ada nada isakan.
"Kalau syaratnya cuma dengan mengawini mu,maka aku mau saja,tetapi itu terserah suami ku,bersedia atau tidak beristrikan kamu"kata putri Guan Hong dengan sedih,sambil menoleh kearah Alex.
"Baiklah,bila memang dia bagian dari perhiasan ku yang tersebar itu,maka bagai manapun keadaan mu,meskipun remuk sekali pun,aku akan tetap memungut mu!"kata Alex mantap.
"Terimakasih tuan muda,terimakasih kakak, malam ini juga,acara pernikahan kita akan dilangsungkan,dan sebagai maharnya, kuserahkan sembilan belas buah gaun sutra Dewangga,karena yang satunya sebenarnya punya ku sendiri",kata wanita di balik tirai itu sambil menyerahkan sembilan belas bungkusan yang semuanya sudah lengkap dengan nomor nomornya.
"Kakak,karena kau kakak ku,maka kau boleh masuk ke sini lewat pintu samping ,sedangkan untuk mu kakak Alex,kau tunggu di kamar sebelah sana,tentang pengawal dan tunggangan mu itu,jangan khawatir, mereka sudah beristirahat ditempat mereka masing masing.
Dua orang dayang perempuan cantik juga datang mengajak Alex untuk ke kamar yang sudah di persiapkan untuknya.
Diluar nampak persiapan tidak terlalu merepotkan, karena mereka nampaknya sudah mempersiapkannya secara teliti terlebih dahulu.
Seorang pendeta wanita datang dengan segala perlengkapan dan atribut nya.
Di ruangan tengah istana itu terlihat para pembesar istana sudah berkumpul disitu,tentu saja semuanya para wanita saja,kecuali sang Pertapa sakti sendirian yang laki laki.
Acara semakin terasa mencekam ketika mempelai perempuannya datang dengan menggunakan cadar di dampingi oleh putri Guan Hong yang nampak sangat cantik jelita malam itu. Setelah acara sakral yang dipimpin oleh pendeta wanita selesai di laksanakan,kini tinggallah acara membuka cadar mempelai perempuannya.
Dengan segenap jiwa Alex mencoba menguatkan hatinya demi semuanya,dia tidak ingin keadaan tidak kembali lagi seperti dahulu.
"Kakak,sekarang dia telah Syah menjadi istri mu,dialah Dewi Iswantara,atau Dewi Tara, bukalah cadar istri mu yang ke dua belas ini" kata putri Guan Hong.
__ADS_1
Setelah memantapkan hatinya, Alex segera memegang ujung cadar istri nya itu.
Tangannya dipegang oleh Dewi Iswantara, "tunggu kakak,apakah kau benar benar tulus menerima ku apa adanya,meskipun nanti keadaan ku tidak seperti yang kau bayang kan?"tanya Dewi Iswantara.
"Aku menerima mu apa adanya,karena kau adalah bagian dari hidup ku,meskipun kau tidak sempurna,aku akan menyayangi mu seperti yang lainnya"kata Alex mantap.
Dewi Iswantara melepaskan tangan Alex dan berkata, "aku bahagia mendengarnya, aku memang sah menjadi milik mu, bukalah"...
Alex membuka cadar yang menutupi wajah Dewi Iswantara atau Dewi Tara itu.
Sejenak Alex terdiam menatap wajah di depannya itu,sekuat kuatnya dia mempersiapkan hatinya, tetapi kini tetaplah syok melihat kenyataan di depannya.
"Kau menyesal kak?" tanya Dewi Iswantara sambil tersenyum.
"Mengapa kau mendustai aku, mengapa tidak jujur saja ?"tanya Alex.
"Maapkan aku kakak,aku cuma mau tahu hati mu,benar benar tulus atau tidak,terima kasih kakak lulus ujian,tinggal sembilan orang saudara ku lagi yang harus kita cari"kata Dewi Tara.
Sekali lagi Alex menatap wajah kedua istrinya itu, ditariknya nafasnya dalam-dalam lalu melangkah mendekati Pertapa sakti yang kini sedang berbincang serius dengan salah seorang pengawal pribadi Dewi Tara.
Alex sedikitpun tidak menyangka bahwa wajah istri barunya itu begitu cantik jelita luar biasa, kulitnya putih susu kemerahan,hidungnya mancung lancip,bulu mata lebat yang lentik alami,bibir tipis yang indah,dengan tubuh tinggi semampai.
"Aku tidak bisa berlama lama disini,tugas sudah menantikan aku,mungkin besok aku akan meneruskan berangkat menuju muara sungai Mun,mungkin aku akan meninggalkan kamu disini dengan semua prajurit dan masyarakat mu ini" kata Alex kepada Dewi Tara malam harinya ketika mereka beristirahat di dalam kamar istana itu.
"Tidak!!,sedari awal aku mempersiapkan sepuluh ribu prajurit ku ini justru untuk mu kakak,aku tahu semua tujuan mu,bawa aku beserta kalian, bukankah aku ini istri mu juga,kenapa di saat kalian bersenang senang mengembara menatap dunia luas,aku kau tinggal disini sendirian, padahal belum satu hari pun lagi usia perkawinan kita ini"kata Dewi Tara terisak menangis.
Kalau kau pergi,bagai mana dengan pengikut mu yang sebanyak ini?" tanya Alex.
"Kakak,kalau kau bisa membawa prajurit hingga lebih dari sejuta orang,kenapa tidak bisa kau bawa juga orang orang ku ini,siapa tahu bertemu jodoh dengan Prajurit mu yang banyak itu" kata Dewi Tara kembali jenaka.
"Maksud mu apa dewi?"tanya Alex bingung.
" Huh,dengan kakak putri Guan Hong kau panggil meme,masa dengan aku kau panggil Dewi, memang dia lebih istimewa dari kami semua ya?"tanya Dewi Tara cemberut.
__ADS_1
"Memang nya kau juga ingin di panggil seperti itu?"Alex bertanya sambil memencet hidung sang Dewi yang mungil namun mancung itu.
"Iya,di panggil apa saja,asal jangan Dewi" kata Dewi Tara sambil menyandarkan tubuhnya di dada sang suami nya itu.
Malam itupun berlalu sebagai mana malam pengantin lain nya di seluruh alam.
Ke esokan harinya,para pembesar istana dan seluruh prajurit di kumpulkan di halaman istana,untuk pertama kalinya seluruh pembesar dan prajurit menyaksikan dengan mata mereka rupa wajah junjungan mereka yang selama ribuan tahun mereka puja puja itu secara berhadapan.
"Para pembesar istana ku,dan para prajurit tangguh ku semuanya, hari ini sampailah sudah janji ku kepada sang kehendak suci,bahwa tidak akan ada seorangpun yang melihat wajah ku,sebelum suami ku,kalian tahu,aku telah menantikannya hingga ribuan tahun berlalu,aku tetap yakin dengan yang tertulis pada lembaran serat suci yang di berikan kehendak suci kepadaku dahulu sebelum menebarkan kami semua dua puluh satu bersaudari ke seluruh semesta raya ini,kami semua adalah permata perhiasan sang tuan Agung junjungan para Dewa, Dewa nya Dewa, semasa dia masih berujud Sukma,kami semua selalu menyertainya kemanapun hingga ribuan tahun,lalu ketika sukmanya ditakdirkan kedunia , kami semua disebar agar Tuan Agung bisa mencarinya sambil mengumpulkan pengalaman dan kekuatannya,hari ini kalian semua kuserahkan kepada suami ku,kelak aku akan memimpin kalian semua maju ke Medan perang membela keyakinan dan harga diri keluarga kita,nanti kalian akan bertemu prajurit yang baru kalian kenal,bekerja samalah dengan mereka,karena sesungguhnya mereka adalah saudara kita juga,berlatihlah dengan keras,agar bila saatnya tiba,kalian bisa ku andalkan dan ku banggakan dihadapan suamiku,aku akan mengajak pengawal pribadi ku Dewi Teratai putih bersama ku,dan kalian akan di pimpin Dewi Anggrek merah sebagai wakil ku,taati dia,nanti akan banyak para jendral,berkerja samalah dengan mereka" kata kata dari Dewi Tara menggema hingga semua orang bisa mendengarkan nya.
Dewi Tara berpaling menatap kearah Alex, "kakak,sudah saatnya tempat ini kau masukan kedalam dunia dimensi mu itu,agar mereka bisa bertemu dengan para jendral bawahan mu itu".
Alex memusatkan pikirannya kepada batu permata di tengah tengah gelangnya itu,lalu dengan sekali mengibaskan tangannya, tiba tiba disekeliling mereka sudah berubah menjadi Padang yang sangat luas,di kejauhan terlihat sebuah kota sangat besar dengan pasilitas lengkap dan modern.
Sebuah jalan lebar ber aspal terbentang dari kota ini ke kota tempat markas besar prajurit pimpinan jendral Lau me.
Empat orang jendral datang menghampiri, mereka adalah jendral Lau me,jendral Liong san dan jendral Soa ning serta jendral Ginantari yang bersimpuh dihadapan Alex.
"Terimalah hormat kami yang mulia Kaisar dan permaisuri "...
"Kalian bertiga bangkitlah, mulai sekarang,kita mendapat tambahan sepuluh ribu prajurit handal,bekerja samalah dengan mereka,dan latihlah mereka dengan peralatan tempur kita,Dewi Anggrek merah dan Dewi Kemuning adalah komandan mereka, terserah kalian,aturlah sebaik mungkin"kata Alex memperkenalkan Dewi Anggrek merah dan Dewi Kemuning.
"Maap Kaisar,kami sudah mengangkat beberapa orang yang pantas menjadi perwira satu seperti sepasang pendekar kembar, Shao syaoran sang pendekar serigala dan Zhuang Hao cun sang pendekar Agung,dan mengingat Dewi Anggrek merah dan Dewi Kemuning adalah pimpinan pasukan besar, lagi pula kami sangat memerlukan beberapa orang jendral lagi,bagai mana bila keduanya kita angkat menjadi jendral pasukan tuan ku?"tanya Lau me.
Berdiri disisi nya adalah jendral Ginantari dengan pakaian jubah jendral yang gagah menatap kearah jendral Lau me dengan malu malu.
Alex yang sudah membaca situasi,segera merasa ada yang tidak beres dengan kedua jendral nya ini, "ada apakah jendral,apa yang terjadi dengan kalian?" tanya Alex kepada kedua nya.
"A a am pun tuan ku,ha hamba minta ijin ingin menikah kaisar!"kata Dewi Ginantari gugup.
"Hah?, menikah?, dengan siapa?" tanya Alex terkejut menatap kearah Dewi Ginantari dan Lau me bergantian.
...****************...
__ADS_1