Mr Matrix

Mr Matrix
Di Pulau Monster.


__ADS_3

Monster Elang itu terjungkal ketanah, dengan bulu bulu di tubuhnya bertebaran.


Tetapi rupanya monster itu kebal dengan pukulan dari Pertapa sakti, sehingga kini dia bangkit lagi dengan mata merah karena marah,dan menyerang kearah pertapa sakti.


Belum selesai masalah itu,tiba tiba dari balik pagoda muncul wanita cantik molek berambut panjang,tetapi tubuhnya seekor ular besar.


Dewi Teratai putih segera menghadang Monster ular berkepala manusia itu.


Pertarungan antara merekapun tidak bisa di hindari lagi.


"Grooogh!".


"Grooogh!".


Belum habis satu masalah,tiba tiba datang lagi sepasang monster Gorila yang sangat besar langsung ikut menyerang juga.


Dewi Tara dan putri Guan Hong segera melompat menghadapi kedua monster Gorila itu.


"Nguk!".


Nguk!".


Dari arah hutan terdengar dengungan suara sayap seekor kalong sangat besar dengan kepala dan tangan yang mirip seekor Gorila.


Sang monster kalong itu segera menyambar ke arah Dewi Tara dan putri Guan Hong.


"Bum!".


Alex menyarangkan serangan jarak jauh bertenaga maksimal menghantam tubuh Monster Kalong itu.


Tubuh Monster Kalong itu melambung sesaat lalu jatuh ketanah dengan sayap sebelah kanannya patah.


Meskipun sayap sebelah kanannya patah, Monster Kalong itu tetap bisa berdiri dan segera menyerang kearah Alex dengan cakarnya yang tajam.


Dengan gerakan yang super cepat, Alex berkelit dan dalam sekejap sudah berada di belakang monster kalong itu.


"Bug!".


Sebuah hantaman tinju mendarat di tengkuk monster Kalong itu.


Monster kalong itupun tersungkur dengan kepala yang retak, menggelepar gelepar sebentar,lalu diam selamanya.


Sementara itu, Monster Elang kembali menukik menyambar kearah pertapa sakti.


Sang Pertapa sakti melompat ke udara dan tanpa di duga mendarat diatas tubuh monster elang itu,dengan tangan kanannya memegang leher sang Monster Elang.


Monster Elang itu terbang membimbing tinggi ke balik awan lalu menukik kebawah dengan harapan tubuh sang pertapa sakti terjatuh dari punggung nya.


Tetapi tubuh sang Pertapa sakti seperti menempel di punggung sang Monster Elang itu.


Semakin sang Monster Elang itu berputar putar diudara,semakin kuat pula cengkraman tangan kanan sang Pertapa sakti di lehernya.


Akhirnya karena kehabisan tenaga serta kekurangan oksigen,sang Monster Elang pun turun dan tiarap diatas rumput dengan meratakan paruhnya dengan tanah,seakan menyerah pasrah pada sang pertapa sakti.


Melihat kelakuan monster elang itu,timbul rasa kasihan di dalam hati sang pertapa sakti.


Sang pertapa sakti melepaskan cengkeramannya pada leher sang Monster Elang sambil berkata, "pergilah hai elang,aku membebaskan kamu,terbanglah menjauh dan jangan ganggu kami lagi!"...

__ADS_1


Monster Elang itu menggoyang goyangkan kepalanya sebentar,lalu menggosokkan kepalanya di dada sang pertapa sakti sebagai rasa terimakasih nya.


Dengan sekali sentak,tubuh Monster Elang itu pun meluncur keudara dan lenyap di balik awan putih.


Sedangkan pertarungan antara Dewi Teratai putih dan Monster Ular berkepala wanita cantik juga terjadi dengan seru nya.


Beberapa kali sang Monster Ular berkepala manusia itu menyerang Dewi Teratai putih dengan semburan bisa nya,tetapi gerakan Dewi Teratai putih yang sangat cepat,sungguh menyulitkan nya,hingga beberapa kali kepala Monster Ular terkena hantaman kaki dan tangan sang Dewi Teratai putih itu.


Tentu saja hal itu membuat sang Monster Ular menjadi sangat marah,dengan gerakan yang sangat cepat,ekor Monster Ular itu melilit tubuh Dewi Teratai putih.


"Hi hi hi hi,ajal mu sudah tiba wanita cantik,tubuh mu akan ku ***** menjadi serpihan serpihan kecil"kata Monster ular itu sambil mengencangkan lilitannya.


Tetapi ketawanya itu cuma sebentar saja,karena berikutnya, cuma lolongan kesakitan yang terdengar,ketika sekujur tubuh Dewi Teratai putih menyala api berwarna hijau.


Monster Ular itu ingin melepaskan lilitannya pada tubuh Alex,tetapi sudah terlambat, tubuhnya sudah gosong di panggang api dari tubuh Dewi Teratai putih.


Pertarungan antara Dewi Tara dan putri Guan Hong,melawan sepasang Monster Gorila juga tidak kalah sengitnya.


Gorila berkepala botak yang merupakan gorila betina melawan putri Guan Hong,sedangkan Gorila gondrong yang merupakan gorila jantan, melawan Dewi Tara.


Pedang pendek di tangan putri Guan Hong beberapa kali menghantam tubuh Monster gorila betina yang berkepala botak itu,tetapi tubuh sang gorila itu memang kebal terhadap senjata tajam.


Bahkan putri Guan Hong beberapa kali nyaris kena cakaran dari sang Monster Gorila,untung saja dengan gerakannya yang sangat gesit, putri Guan Hong masih bisa menghindarinya.


Hingga pada suatu kesempatan secara tidak sengaja,ketika sang Monster Gorila menangkap tangannya, dan langsung menariknya untuk di gigit di leher sang putri,sang putri secara reflek mengangkat pedangnya melindungi mukanya dari gigitan sang Monster Gorila.


"Cras!".


Secara tidak sengaja justru pedang itu menembus leher dari sang Monster Gorila.


Ternyata Monster Gorila ini kelemahannya ada pada lehernya yang tidak kebal.


"Krak!".


Terdengar suara leher sang gorila itu patah dan Monster gorila itupun terhuyung kebelakang sebelum akhirnya tumbang didekat pasangan nya.


Namun rupanya Monster itu belum juga habis,dari balik rimbunan hutan melesat keluar monster Mantikora yaitu monster bertubuh singa merah namun berkepala manusia laki laki.


Pertapa sakti segera melompat menghadapi monster Mantikora itu,dan pertarungan pun segera berlangsung dengan sengitnya.


selagi pertarungan antara pertapa sakti dengan Monster Mantikora berlangsung, dari atas pagoda tiba tiba turun seekor Monster Laba-laba beracun.dan langsung menyerang Dewi Tara.


Dengan gesitnya, Dewi Tara menghindar dari serangan Monster laba laba itu,sambil menyarangkan serangan selendangnya kearah Monster Laba-laba itu.


Beberapa kali monster Laba-laba itu menyerang dengan melemparkan jaring nya kearah Dewi Tara,tetapi dalam sekejap mata,tubuh Dewi Tara menghilang dari pandangan sang Monster Laba-laba dan tahu tahu muncul kembali di belakang tubuh monster Laba-laba itu,sambil menyarangkan serangan selendangnya kearah perut sang Monster Laba laba.


"Pyaar!".


Akhirnya perut sang Laba laba itupun pecah dengan mengeluarkan banyak cairan hitam.


Begitu juga dengan pertarungan antara pertapa sakti melawan Mantikora,beberapa kali serangan dari Mantikora berhasil di lepaskan oleh Pertapa sakti.


Dan pada saat Mantikora baru saja menerkam pertapa sakti dari udara, pada saat itu juga di pergunakan oleh sang pertapa sakti untuk melecutkan cambuk saktinya ke arah dada sang Monster Mantikora.


Akhirnya monster Mantikora pun tumbang juga dengan dada berlobang sebesar kepalan tangan.


Namun baru saja selesai masalah Mantikora,kini mereka dikejutkan dengan tanah yang terasa bergoyang seperti di Landa gempa bumi.

__ADS_1


Dari bukit batu dipinggir hutan,terlihat seonggokan batu tiba tiba bangkit menjadi raksasa batu yang tinggi setinggi pohon kelapa itu dan berbadan besar sebesar kapal.


Ketika raksasa itu berjalan,maka terasa tanah berguncang gempa.


pertapa sakti segera menyerang raksasa batu itu dengan lecutan cambuknya,tetapi jangankan untuk terluka,tergores saja pun tidak.


Malahan dengan tidak terduga,gerakan raksasa itu berubah arah tiba tiba ,sehingga membuat pertapa sakti terkena hempasan telapak tangan dari sang raksasa batu itu.


Tubuh Pertapa sakti terlempar sejauh puluhan depa dan mendarat tepat diatas batu dengan kepala nya yang terlebih dahulu,untunglah Dewi Teratai putih dengan sigapnya melompat dan menyambar tubuh sang pertapa sakti sebelum kepala nya menghantam batu besar.


Dari mulut sang pertapa sakti keluar beberapa gumpal darah segar pertanda dia mengalami luka dalam cukup serius.


Alex segera menghampiri dan menotok di beberapa bagian tubuh Pertapa sakti serta memasukan sebutir pil penyembuh luka dalam.


Kini yang menghadapi Monster batu itu adalah Dewi Tara yang bergerak lincah seperti bayangan kesana kemari.


meskipun selendang sang Dewi Tara beberapa kali menghantam badan monster batu itu,tetapi monster batu itu tidak terpengaruh apa pun.


Akhirnya Alex memindai kelemahan sang Monster batu itu lewat sistem Matrixnya.


Terlihat di layar monitor nya,bahwa monster itu memiliki nyawa semacam jantung yang berada di tengah tengah dadanya,jika bisa mengambil jantung itu, Monster raksasa batu itu akan mati.


Tubuh raksasa batu itu bisa di tembus cuma dengan cahaya dewa sejati saja,bila tidak,maka tubuh raksasa batu itu tidak akan bisa ditembus.


Cahaya dewa sejati adalah cahaya yang berasal dari darah mahluk suci atau Dewa Dewa suci.


Alex duduk bersemedi, berusaha membangkitkan darah mahluk suci yang ada pada dirinya.


Sekali,dua kali,tiga kali,empat kali,hingga percobaan yang ketujuh,barulah Alex merasakan tiba tiba dari dalam tubuhnya bangkit energi yang begitu kuat dan besar membias keseluruh tubuhnya.


Kini seluruh tubuh Alex tidak lagi dengan tubuh manusia,tetapi dengan tubuh cahaya putih kemilau,dengan bias sekeliling tubuhnya seperti pelangi.


Dewi Tara dan putri Guan Hong sangat terpukau melihat tubuh sang suami yang kini cuma cahaya berbentuk manusia.


Pertapa sakti dan Dewi Teratai putih bersimpuh dihadapan cahaya itu.


Sedangkan sang monster raksasa batu itu termangu sesaat,seakan bimbang untuk menyerang.


Namun di saat itu tubuh Alex yang terbuat dari cahaya itu melesat kearah dada sang Monster batu itu.


Ketika cahaya menembus tubuh monster raksasa batu itu dan tembus kesebelah, ditangan Alex terdapat satu biji batu permata yang sangat indah berwarna warni sebesar telur angsa,batu itulah nyawa dari monster raksasa batu itu.


Karena nyawanya diambil,akhirnya batu batu yang tadi menyatu menjadi seorang raksasa batu,kini berjatuhan satu persatu ketanah.


Keheningan kini menyelimuti tempat itu.


Dan kini tubuh Alex berangsur angsur kembali seperti semula.


ia segera menyimpan batu mustika nyawa itu kedalam cincin ruang nya.


Belum habis rasa lelah mereka,tiba tiba terdengar suara dengungan mengerikan dari arah hutan.


Disana segerombolan Monster Lebah sedang terbang kearah mereka.


"Dewi Teratai putih,lindungi Pertapa sakti,biar kami yang mengatasi lebah sialan ini"kata Dewi Tara sambil menyabetkan selendangnya kearah Monster Lebah.


Monster Lebah sebesar ayam jago itu menyerang dengan menghantamkan sengatnya yang sebesar tombak itu.

__ADS_1


Untungnya gerakan Monster Lebah ini tidak segesit nyamuk,mungkin karena badannya yang besar menyulitkan mereka bermanuver.


...****************...


__ADS_2