
Alex dan Dewi muyimaeva bergantian membaca guratan di dinding kuil kuno berusia tiga ratus ribu tahun itu.
"Ketika aku datang kepada Dewa Pegasus itu,aku justru mendapatkan dampratan dan sikap sombong dari Dewa Pegasus itu,dan akhirnya kesabaran ku benar benar sudah habis"Alex dengan lancarnya membaca tulisan itu.
Dewi muyimaeva pun melanjutkan bacaan sang suaminya itu, "yang tidak ku inginkan pun terjadi,keluarlah kutukan ku,bahwa mahluk yang sombong sebaiknya diam seperti patung batu,dan tanpa kusadari tubuh Dewa Pegasus perlahan namun pasti berubah menjadi batu yang ada di halaman kuil ini"...
"Haah,jadi patung batu didepan kuil ini adalah tubuh Dewa Pegasus yang dikutuk menjadi batu?"tanya putri Annchi.
"Pantesan ukirannya begitu hidup dan seperti asli,ternyata memang kuda asli ya"putri Kayla turut menanggapi.
"Terus,terus baca,saya penasaran dengan kelanjutan cerita dewa Pegasus itu "kata Dewi Paraditha mendesak sang suaminya untuk terus membaca.
"Aku benar benar menyesal,apalagi setelah aku melihat air mata dari dewa Pegasus menetes sebelum kepalanya menjadi batu juga,aku memohon kepada sang kehendak suci agar menarik kutukan ku itu,tetapi harapan ku sia sia,kehendak suci tidak berkenan mengabulkan nya,dan hanya mengatakan kepada ku, bahwa nanti tiga ratus ribu tahun lagi, akan ada serombongan pemuda melewati tempat ini, maka aku disuruh membangun sebuah kuil untuk mengenang sang Dewa Pegasus yang celaka karena kesombongannya sendiri, bila pemuda itu berkenan meneteskan setetes darahnya kepada sang dewa Pegasus, maka dewa Pegasus akan bebas,dan pemuda itu akan terikat hubungan darah dengan dewa Pegasus seumur hidup nya"Alex menghentikan bacaannya yang berakhir di ujung tembok.
Alex menatap muka Dewi muyimaeva dan meminta pendapatnya, "Apa yang dimaksudkan oleh guratan di dinding kuil ini Dewi?"...
"Sepertinya yang dimaksudkan pada guratan di dinding kuil ini adalah kakak sendiri,dan yang memanggil kakak tadi malam mungkin roh dari dewa Pegasus itu kak"jawab Dewi muyimaeva.
Meski dia seorang Dewi,tidak mutlak dia tahu semuanya,banyak dari rahasia semesta yang dia tidak mengetahuinya.
"Ya ya sepertinya memang kakak lah yang dimaksudkan oleh guratan di dinding itu kak"kata putri Helena memberikan pendapatnya.
"Coba saja kakak teteskan darah kakak pada patung kuda di depan itu"kata putri Annchi.
Mereka semuanya segera kedepan kuil kuno itu,mendekati patung kuda yang terlihat gagah itu.
Tubuh Alex melayang naik keudara sejajar dengan kepala kuda yang sedang tegak keatas itu.
Lalu dengan menggigit sedikit ujung jari manis tangan kanannya,Alex meneteskan beberapa tetes darahnya diatas dahi patung kuda itu.
Beberapa tetes darah dari Alex itu meresap kedalam patung batu itu,terus mengalir ke sekujur tubuh patung kuda itu,seolah darah yang Alex teteskan tadi bukannya beberapa tetes tetapi beberapa ember banyaknya.
Ketika darah itu sudah mencapai seluruh tubuh patung kuda itu,tiba tiba patung kuda itupun mulai retak retak di sekujur tubuhnya.
Dewi muyimaeva menarik tangan Alex menjauh dari tempat itu,takut terjadi sesuatu kepada sang suami nya itu.
Dari retakan disekujur tubuh patung kuda itu,tiba tiba memancar keluar cahaya kuning seperti emas.
Semakin lama retakan di tubuh kuda itu kian membesar dan membesar,hingga akhirnya seekor kuda besar berwarna kuning emas yang memancarkan cahaya, tampak di depan mereka.
Kuda itu menggoyang goyangkan kepalanya sebentar,lalu menatap kearah Alex,lantas bersimpuh dihadapan Alex.
"Terimakasih tuan,tuan berkenan memberikan saya kesempatan kedua,hari ini adalah genap tiga ratus ribu tahun yang dijanjikan, seandainya hari ini terlewati,maka saya akan selamanya menjadi patung kuda itu tuan "kata kuda emas itu sambil meneteskan air matanya.
"Mulai sekarang kau bebas memilih jalan hidup mu sendiri Pegasus,hiduplah baik baik,jauhi sifat sombong dan tinggi hati"kata Alex membebaskan sang Pegasus.
Tetapi kuda Pegasus itu tidak pergi tetapi malah bersimpuh dihadapan Alex.
"Tidak tuan,hamba hidup dengan darah tuanku, maka ijinkanlah hamba menjalankan tugas dan takdir hamba sebagai tunggangan tuan ku, menyertai tuanku kemanapun juga tuanku pergi mengembara"kata kuda Pegasus itu.
Tubuhnya yang kuning tiba tiba bercahaya kemilau,dari dahinya muncul sebuah tanduk terbuat dari emas berbentuk seperti lembing yang runcing, sedang matanya kemilau berwarna warni,dan kedua sayapnya terkembang berwarna sangat indah.
"Inilah wujud asli tubuh hamba tuanku,kita sudah terhubung secara batin, tuanku bisa memerintah hamba cuma dengan kehendak hati tuanku,dan hamba akan melakukannya, karena hamba pasti merasakan kehendak tuanku"kata Pegasus itu.
__ADS_1
Semua yang ada disitu ternganga kagum luar biasa melihat rupa sang Pegasus yang sesungguhnya itu, memang indah luar biasa.
Akhirnya mereka kembali ketempat mereka menambatkan kuda mereka kemarin,lalu menuntun kuda mereka kearah jalan raya kembali.
Karena Pegasus bersikeras ingin menyertai perjalanan Alex,maka kini Alex menaiki punggung Pegasus,sedangkan kudanya kemarin di masukan nya kedunia dimensi.
Pegasus tidak menampakan rupa aslinya,tetapi berbentuk seekor kuda jantan berwarna kuning emas yang tinggi besar tubuhnya.
Beberapa hari terlewati tanpa terasa,kini mereka berada di depan gerbang kota Lombeng yang terlihat kokoh berdiri.
Hari barulah lepas tengah hari ketika mereka memasuki kota Lombeng dengan menunggang kuda secara perlahan lahan.
Disebuah toko perlengkapan terlihat sebuah buku peta dunia tanah Nirwana ini.
Dari peta itu Alex menjadi tahu bahwa mereka masih berada di negeri perak,dan masih jauh dari negeri Nirwana yang merupakan pusat pemerintahan dunia ini.
Dari negeri Perak mereka harus kenegeri penahang di timur,terus ke Padang api,kenegeri Marmoa barulah menyeberang ke negeri Nirwana.
Kota Lombeng ini walaupun bukan kotaraja, tetapi sangat ramai.
Manusia berlalu lalang di jalanan,dan toko toko berjejer dikiri kanan jalan.
Seperti biasanya,yang pertama mereka lakukan adalah mengisi perut.
Mereka tertarik dengan sebuah rumah makan yang berada di tepi sebuah danau cantik.
Di rumah makan itu cukup banyak pelanggan yang datang untuk menikmati berbagai hidangan yang disediakan.
Selain tempatnya yang indah, masakannya pun enak enak dan bersih.
Alex dan rombongannya segera memasuki rumah makan itu,mencari tempat kosong untuk mereka duduk.
Kebetulan mereka mendapatkan dua buah meja di sudut ruangan itu.
Ketika mereka masuk, semua mata tertuju kepada mereka.
Bahkan ada yang ternganga dengan nasi yang masih di tangannya dan belum sampai ke mulutnya.
Seorang laki laki setengah tua,dengan perut buncit dan kepala agak licin ditengah tengahnya,sedang asik menikmati makanannya.
Dikiri dan kanannya duduk dua orang wanita muda dengan gaya agak kemanja manjaan, sedang asik melayani laki laki itu makan, bahkan kadang kadang menyuapinya.
Berdiri di belakang laki laki itu sepuluh orang laki laki setengah tua juga dengan pakaian pengawal pribadi.
Sedangkan laki laki berperut buncit dan berkepala licin ditengah itu berpakaian seperti seorang bangsawan.
Laki laki setengah tua itu memang seorang bangsawan bernama Ruan Shan Jun,yang selain bangsawan,dia juga hartawan terkenal dengan banyak mengkoleksi wanita wanita cantik dimana mana.
Bahkan hampir disetiap kota,dia punya simpanan wanita cantik nya.
Dimana mana bangsawan ini terkenal dengan panggilan bangsawan mata keranjang.
Bukannya jengah dengan panggilan itu,tetapi bangsawan ini malahan bangga orang orang memanggilnya bangsawan mata keranjang.
__ADS_1
Banyak sudah istri orang yang dia rusak,orang orang tidak ada yang berani melawan karena sepuluh orang pengawalnya itu bergelar sepuluh penggali kubur bukanlah orang biasa, tetapi orang orang yang berilmu tinggi.
Tentu saja melihat Alex yang masih anak muda itu,bangsawan Shan Jun memandang remeh kepadanya.
Melihat sembilan orang wanita cantik cantik mengelilingi seorang pemuda,timbul niat jahat didalam hatinya yang memang mata keranjang itu.
Dia menepuk bahu dua orang pengawal setianya, "hei kalian berdua,panggil gadis berbaju putih cerah itu dan hijau menyala itu kesini,aku menginginkan mereka ber dua,bila tidak mau,paksa sampai bisa!".
"Baik tuan besar Jun" jawab kedua orang pengawalnya itu.
Kedua orang pengawalnya itu langsung melangkah menuju meja Alex di sudut ruangan itu.
"Hei kau,dan kau ikut kami ke meja tuan besar Jun,karena tuan besar Jun menginginkan kalian menemani beliau bersenang senang" kata salah seorang dari kedua pengawal itu sambil menunjuk ke arah Dewi muyimaeva dan putri Annchi.
Dewi muyimaeva tersenyum,tanpa berusaha berdiri, "kau salah sangka dan salah sasaran tuan,kami wanita baik baik,dan kami sudah bersuami,pergilah jangan ganggu kami tuan"...
"Kau pikir suamimu ini siapa he?,kami tidak perduli kau sudah bersuami,atau sudah punya anak,kalau tuan besar kami menginginkan kalian berdua,maka kalian harus mau dengan senang hati,karena kalau tidak,suamimu Yang banci ini akan kami buat menjadi seorang Kasim, kamu mau?"ancam salah seorang pengawal yang lainnya lagi.
Dewi muyimaeva masih saja tersenyum manis,membuat tuan besar Jun yang memantau dari kejauhan menjadi salah tingkah, hingga daging sup dia masukan ke matanya tanpa dia sadari.
Orang orang yang ada disitu tersenyum senyum menatap kekonyolan tingkah sang tuan besar itu,ingin tertawa nyaring,tetapi takut nyawa mereka melayang.
"Ancaman mu terlalu kejam tuan,kami masih doyan dengan burung suami kami,mengapa mau tuan sembelih?, memangnya tuan doyan daging burung itu ya?" tanya Dewi muyimaeva tersenyum nakal sambil melirik kearah putri Annchi.
"Kurang ajar,bukannya cepat pergi ke meja tuan besar, malah sibuk membanyol tidak karuan,cepat ke meja tuan besar,kalau tidak, burung suami mu benar benar kami potong heh"bentak laki laki yang tadi.
"Ah jangan tuan,mainan kami cuma itu,kalau tuan sembelih burungnya,kami harus mainin apa lagi tuan?"kata Dewi muyimaeva lembut, namun kali ini dia melirik kearah suaminya dengan senyum manisnya.
Putri Annchi dan putri Kayla serta Dewi Paraditha yang sedari tadi menahan tawa mereka akhirnya tidak bisa menahan tawa mereka lagi.
"Adik Dewi,dari pada mainan kita yang disembelih,lebih baik burung laki laki tidak berguna ini saja yang kita potong"kata putri Annchi,yang bersamaan dengan perkataannya itu,dengan gerakan yang tidak bisa di ikuti mata manusia,sang putri mengeluarkan pedang cahayanya dan membabat kearah ************ kedua laki laki itu.
"Cras!".
"Cras!".
Terdengar dua kali suara tebasan pedang,tahu tahu ************ kedua laki laki itu sudah basah oleh darah segar, dan dua buah benda hitam jatuh diatas lantai rumah makan itu.
Terdengar jeritan kedua laki laki setengah tua itu menutupi ************ mereka sambil menatap benda keramatnya yang sudah tergolek dilantai itu.
"Sudah ku bilang kan tuan,bahwa tuan salah alamat,kami wanita baik baik dan sudah bersuami,jadi jangan salahkan kakakku yang pemarah itu menghukum kalian"kata kata Dewi muyimaeva walau lembut tetapi terasa mengandung bahaya yang besar.
Kini rumah makan itu menjadi geger,pengawal tuan besar Jun yang selama ini terkenal paling arogan,kini tumbang dalam satu jurus di tangan seorang wanita cantik.
Ada yang menyayangkan tindakan itu,tetapi tidak sedikit pula yang mensyukurinya.
Karena selama ini juragan Jun seperti seorang Kaisar yang bisa berbuat apa saja kepada siapapun.
Bahkan ketua kota bisa dia suruh apapun untuk memuluskan usaha dan upayanya tanpa berani membantahnya.
**********
Segini dulu ya, terimakasih banyak atas dukungannya berupa apapun juga.
__ADS_1
Maap bila masih banyak kekurangannya.