
Putri Annchi menghela nafas panjang mendengar cerita dari sang suaminya itu,disandarkannya kepalanya di dada Alex.
"Ketika datang rasa rindu,aku cuma bisa memandang langit malam yang penuh dengan bintang,sambil berangan angan bahwa salah satu dari bintang itu adalah Bumi ku, tempat ku dulu"kata Alex sambil meletakan dagunya diatas ubun ubun kepala putri Annchi.
Tanpa mereka sadari sedari tadi ada tiga sosok wanita dibelakang mereka berdua yang ikut mendengarkan cerita Alex.
Putri Giok Lin mengusap setetes air matanya lalu melangkah maju memeluk pinggang Alex, begitu juga dengan putri Kwan si,memeluk pinggang Alex dari sebelah kanan.
Semakin lama bersama,ketiga putri cantik jelita itu merasa semakin terikat dengan madunya seperti saudara yang susah untuk dipisahkan.
Tidak ada kata iri dihati mereka masing masing,yang ada adalah rasa saling menyayangi, saling mengasihi,seperti saudara sendiri,rasa saling melengkapi.
"Ternyata kalian belum tidur juga?"tanya Alex kepada putri Giok Lin Dan putri Kwan si.
"Sebenarnya sih,kami sempat tidur tadi,kami terbangun saat melihat adik Annchi berjalan keluar kamar,kami mengikuti dari jauh,eh tidak tahunya dia kesini dan kakak juga sudah ada disini"jawab putri Giok lin.
"Memangnya ada apa kak,kok kakak menyendiri disini?"tanya putri Kwan si.
Alex membalikan tubuhnya,menatap kemuka putri Giok Lin Dan putri Kwan si bergantian, "tidak ada apa apa,tadi aku bermimpi bertemu ibuku dan adik ku di bumi,jadi aku keluar melihat bintang bintang yang bertaburan itu,aku cuma berandai andai bahwa salah satu dari bintang itu adalah Bumi ku dulu,tetapi itu tidak mungkin, karena galaxy nya saja berbeda, sekarang kita berada di galaxy paling terpencil di sudut semesta ini"...
"Disini tempat agak gelap,tempat yang baik untuk melihat bintang, dan kebetulan malam ini sangat cerah,lihatlah cantik kan?"Alex berkata sambil menunjuk keatas Langi.
Putri Giok lin menatap kearah muka Alex sambil berkata, "oh iya kak,kata putri Kayla,sebentar lagi kita sampai di kota Guimerd,kota terbesar di tengah samudra ini, berada di sebuah pulau besar,biasanya tempat para pelaut singgah untuk mencari bekal di perjalanan,apa kita juga singgah?"...
"Sebaiknya kita singgah,ada beberapa bumbu masak yang sudah habis,kita bisa sambil melihat lihat kota di tengah samudra ini" kata putri Kwan si.
"Iya benar,kakak si benar,kita memang harus singgah sebentar melihat lihat suasana kota,masa berminggu minggu kita cuma melihat air saja, bosan kak "rengekan putri Annchi kepada Alex.
"Iya iya deh,nanti kita singgah sebentar"kata Alex mengalah.
Setelah perjalanan setengah hari,mereka melihat ada sebuah pulau di kejauhan.
Kapal mereka mendekati pulau itu,ternyata pulau itu sebuah pulau yang besar dengan sebuah kota cukup besar berada di tepi laut,kota itulah yang bernama kota Guimerd,sebuah kota ditengah samudra,tetapi masih termasuk wilayah negeri Usafia.
Kapal mereka berlabuh jauh dari dermaga laut kota Guimerd,dengan menaiki motor boat, mereka naik ke dermaga.
Kota Guimerd ternyata sangat ramai dengan orang orang yang singgah sekedar untuk mengisi perbekalan, maupun mengisi persediaan air minum.
Ketua kota ini bernama Max mauron,penduduk Usafia daratan,bukan orang kota Guimerd asli.
Alex mengikuti ketiga istrinya dari belakang, yang utama mereka cari adalah perbekalan untuk mereka di meneruskan perjalanan.
Semenjak di dermaga, ada beberapa pasang mata mengawasi kedatangan mereka, memperhatikan kapal mereka yang sandar agak jauh dari dermaga tetapi tentu saja masih terlihat jelas dari dermaga.
Begitu juga dengan prajurit yang bersiaga penuh dalam posisi masing masing,terlihat jelas dari dermaga.
Dua orang dari mereka langsung berlalu menuju ke kediaman ketua kota, melaporkan tentang kedatangan satu kapal yang aneh tanpa cerobong asap.
Akhirnya ketua kota turun langsung ke dermaga laut kota Guimerd melihat kebenaran laporan bawahannya.
Ketua kota juga melihat motor boat yang Alex naiki ke dermaga sangat bagus dan bermesin aneh,timbullah niat jahat di hatinya.
Dia memerintahkan empatratus prajuritnya untuk menahan kapal serta motor boat milik Alex,di dermaga.
Ketika Alex selesai berbelanja di kota Guimerd,mereka bermaksut naik ke dalam motor boat nya untuk kembali ke kapal,tetapi alangkah kagetnya Alex ketika sekelompok prajurit melarang mereka menaiki motor boat itu.
Alex menatap beberapa orang prajurit yang sedang berada didalam motor boat nya itu, "hei kalian,apa yang kalian lakukan dengan motor boat ku,cepatlah turun dari situ karena kami akan segera berangkat"...
Para prajurit itu tertawa mendengar Alex bicara seperti itu, "hei kau pemuda bodoh, ketahuilah ketua kota Guimerd menginginkan kapal kecil ini juga kapal besar disana,maka sekarang kapal kecil ini dan kapal besar di sana sudah menjadi milik ketua kota kami,kami cuma menjaga nya "...
Alex menatap para prajurit yang sedang menertawai dirinya itu.
__ADS_1
"Kalian mencari penyakit sendiri prajurit bodoh,cepatlah turun dari kapal ku,sebelum kesabaran ku hilang"kata Alex berusaha menekan kemarahannya.
Seorang laki laki tua berbadan gemuk berkepala agak botak maju mendekati Alex.
"Anak muda,sekali lagi ku katakan aku penguasa kota ini,kalian kutangkap karena memasuki kota Guimerd secara ilegal tanpa ijin,lagi pula ke empat gadis cantik itu akan aku jadikan selir ku" kata ketua kota itu sambil tertawa terkekeh.
Alex yang sudah sangat gusar dengan kelakuan ketua kota Guimerd itu mengirimkan telepati kepada Lau me, "Lau me,cepat kau lacak titik koordinat kediaman ketua kota,dan beri satu hadiah peluru roket"...
Mendengar perintah dari Alex,secepatnya Lau me menyuruh anak buahnya untuk melacak tempat kediaman ketua kota, setelah menemukannya, sebuah roket kecil di luncurkan.
"BUM!!!".
Sebuah ledakan besar terdengar dari arah kediaman ketua kota,nampak asap mengepul ke udara.
Tidak seberapa lama, seorang prajurit tergopoh gopoh berlari kearah ketua kota,sambil berteriak, "ketua kota,ketua kota, celaka tuan,celaka"..
"Ada apa prajurit?" tanya ketua kota kepada prajurit yang baru saja datang tadi.
"Celaka ketua,ada sesuatu benda jatuh dari langit dan menimpa kediaman ketua dan meledak"kata prajurit tadi.
"Bagai mana keluarga ku,istri istri ku,anak anakku,bagai mana mereka?"tanya ketua kota kepada prajurit tadi
"Kami tidak tahu tuan,tetapi seluruh kediaman tuan telah rata dengan tanah,bahkan tembok yang mengelilinginya pun turut hancur menjadi sebuah lobang yang besar tuan"jawab prajurit itu.
Ketua kota terduduk lemas,kakinya gemetaran menatap kearah Alex berdiri, "apakah kau yang melakukannya?"...
"Ya,aku bisa melakukan apa saja hanya dengan hatiku,kau sudah mencari masalah dengan orang yang salah, seandainya aku mau,kota ini bisa ku buat menjadi lautan,selagi aku berbaik hati,jangan bikin masalah dengan ku,maka kau dan kota mu akan selamat,cepatlah menyingkir dari kapal ku, atau kau dan orang orang mu akan ku tumpas habis"kata Alex datar tanpa nada,seolah dia memang Dewa maut yang sedang menjalankan tugasnya.
Mendengar perkataan Alex,beberapa prajurit secepatnya naik keatas dermaga dan menyingkir dari depan Alex.
"Prajurit pengacut, awas kalian nanti,kau anak muda,tertawa lah sekarang,dan tunggu penyesalan akan datang pada masanya"ancam ketua kota itu sambil menatap Alex dengan tatapan kebencian.
"Plak!".
Sebuah tamparan mendarat di pipi ketua kota itu sehingga meninggalkan warna memerah.
"Kau jangan berbuat bodoh,jangan sampai karena kebodohan mu,negeri ini hancur,itu baru peringatan,pergilah secepatnya"kata putri Kayla.
Tanpa suara,ketua kota itupun secepatnya berlalu dari hadapan Alex.
Tetapi dia tidak pulang ketempatnya yang telah hancur itu,tetapi ke rumah komandan prajurit kota Guimerd,menyuruh komandan prajurit itu mengirimkan surat kepada Kaisar, memberitahukan tentang kedatangan kapal perang Alex yang lengkap dengan prajurit diatasnya.
komandan prajurit itupun melepaskan merpati pos untuk membawa surat dari ketua kota kepada Kaisar.
Sedangkan diatas kapal, setelah motor boat dinaikan,kapalpun melaju membelah lautan dengan kecepatan penuh.
Kini arah haluan kapal agak miring ke arah selatan,tepatnya ke barat daya.
Kembali hamparan lautan luas membentang dihadapan mereka seolah tanpa ujung.
Setelah berhari hari mengarungi lautan, tepatnya sepuluh hari setelah keluar dari kota Guimerd,suatu malam tiba tiba alarm tanda bahaya berbunyi.
Secepatnya Alex berjalan menuju ke ruang operasional kapal,di belakang anjungan utama tempat para kapten bertugas.
Di belakang Alex mengiringi langkah Alex ada putri giok Lin,putri Kwan si dan putri Annchi serta putri Kayla yang selalu mengikuti langkah kaki putri Giok lin kemanapun putri itu pergi.
Di pintu ruang operasional,Lau me menyambut mereka dengan wajah serius.
"Ada apa Lau me?" tanya Alex pada Lau me.
"Tuan,kami melihat ada sekitar seratus armada kapal perang musuh sedang menuju kearah kita dalam jarak yang masih jauh"kata Lau me sambil menunjuk kearah sebuah monitor.
__ADS_1
Memang benar di dalam monitor terlihat ada seratusan armada kapal perang musuh yang tertangkap radar canggih kapal perang milik Alex.
"Apakah kalian bisa melihat kapal siapakah itu?"tanya Alex.
Salah seorang prajurit wanita yang ditugaskan di ruang operasional itu mengutak atik komputer sesaat,kemudian tampak dilayar monitor gambar sebuah kapal perang sedang melaju dengan kecepatan penuh.
Kapal itu dengan cerobong asap yang besar dan tinggi di belakangnya,serta sebuah bendera bergambar bulan berwarna merah darah.
Alex menoleh kearah putri Kayla setelah melihat kapal itu, "kau tahu apa yang terjadi, coba terangkan kepada ku sekarang"...
Putri itu balas menatap kearah mata Alex dengan galaknya, "kau pikir aku yang memberitahu ayahanda Kaisar tentang kapal mu ini?,kau pikir aku mau mengorbankan pasukan laut negeri Usafia yang sudah terkenal sangat tangguh itu di tangan mu?,kau terlalu naif menilai ku tuan"...
"Kalau bukan kau,lalu siapa yang mengatakan kepada Kaisar tentang kapal ini?"tanya Alex.
"Mana aku tahu, mungkin ketua kota tolol itu,aku sudah memperingatkan dia agar jangan bertindak bodoh,mungkin dia tidak menggubrisnya"jawab putri Kayla tidak kalah sengitnya.
Alex menatap mata putri itu mencari kebohongan di matanya,tetapi sang putri juga tidak mau kalah, malah balas menatap mata Alex.
"Lantas apa yang akan kau lakukan sekarang?" tanya Alex.
Putri Kayla menatap mata Alex sesaat,lalu menggelengkan kepalanya, "seharusnya bukan aku yang ditanya seperti itu,tetapi kau,kau tahu status ku sekarang, apa yang bisa ku lakukan sebagai seorang budak?, tetapi seandainya aku boleh meminta, jangan bunuh keluarga ku,biar aku yang akan menjadi budak kalian selamanya sebagai penebusnya"...
"Masalah budak bukan urusan ku,tetapi urusan mu dengan istri ku,kau sudah tahu apa yang akan kulakukan kepada orang yang telah mengancam keselamatan ku dan keluarga ku,dan kau juga tahu,bahwa Alexander yang agung tidak pernah lari dari pertempurannya" jawab Alex agak gusar.
Namun tiba tiba keangkuhan putri Kayla runtuh dihadapan Alex dan ketiga istrinya.
Putri itu bersimpuh memeluk kaki Alex sambil menangis tersedu sedu, "ku mohon jangan bunuh ayahanda ku dan keluarga ku,kau boleh menjadikan aku budak hina mu atau apapun,aku rela asal jangan bunuh keluarga ku"...
Alex menarik nafas dalam,kemudian berkata, "baiklah,aku memberimu satu kesempatan, kirimkan pesan kepada armada kapal perang negeri mu,suruh menarik semua pasukan nya kembali ke pangkalannya,kalau mereka tidak juga menghiraukan,maka jangan salahkan aku bila bertindak kejam"kata Alex.
"Bagai mana caranya aku menghubungi mereka,disini tidak ada merpati pos"keluh putri Kayla.
Alex menyuruh salah satu prajurit wanita untuk mengambil kertas dan pulpen,selanjutnya ia menyuruh putri Kayla untuk menulis pesan untuk pemimpin armada perang itu.
Setelah surat itu selesai, Alex menaruh surat itu didalam tabung terbuat dari besi ringan dan meletakkannya di bawah sebuah benda mirip burung bersayap tetapi terbuat dari logam yang ringan.
"Ini namanya drone, pesawat udara versi kecilnya,yang besar bisa mengangkut manusia hingga ratusan banyaknya"kata Alex sambil berjalan ke deck utama.
Ia meletakan pesawat drone itu diatas lantai deck,selanjutnya dengan sebuah alat berbentuk persegi,Alex menjalankan benda itu.
Benda itu meluncur diatas deck lalu terbang ke udara melaju menuju kearah armada kapal perang musuh.
Pada benda persegi di tangan Alex,tiba tiba tutup atasnya terbuka, dan sebuah layar monitor terpampang jelas pandangan dari pesawat drone itu.
Setelah terbang jauh dengan kecepatan suara,di depan terlihat iring iringan armada kapal perang musuh, dengan kapal yang paling besar berada di tengah tengah armada itu.
"Itu adalah kapal jendral laut Yusabana, beliaulah pemimpin armada ini"kata putri Kayla.
Pesawat drone itu berputar putar diatas anjungan utama tempat jendral Yusabana beserta kapten kapal itu.
Beberapa orang nampak keluar melihat benda yang berputar putar di sekeliling anjungan utama itu,salah satunya adalah sang jendral.
Tiba tiba benda terbang itu menembakan sesuatu kedepan mereka.
Tabung terbuat dari besi ringan itupun jatuh dihadapan sang jendral,lalu pecah memperlihatkan isinya sebuah surat.
Jendral Yusabana mengambil surat dan membaca isinya, kemudian tersenyum dan masuk ke kabinnya.
"Setelah tahu kekuatan kita yang sebenarnya, rupanya mereka takut,mereka minta kita untuk mundur, dengan ancaman pula,mereka kira kita bodoh,mana ada sejarahnya sebuah kapal bisa mengalahkan seratus kapal,perintah Kaisar tetap kita laksanakan"kata sang jendral.
"Benar jendral, bukankah Kaisar sudah berpesan agar kita tidak menghiraukan adanya sang putri yang sudah berkhianat itu"kata sang kapten menanggapi sang jendral.
"Aku juga tidak akan terpengaruh gertakan mereka,cepat persiapkan semua meriam api,beri mereka peringatan agar menyerah dan kita kuasai kapal mereka untuk negeri kita,bila tidak memungkinkan,maka tenggelamkan saja" perintah sang jendral.
__ADS_1
\*\*\*\*\*\*\*\*