Mr Matrix

Mr Matrix
Pertempuran di dermaga kota Naulan.


__ADS_3

Lepas tengah hari,kota Naulan sudah terlihat di kejauhan,namun kini agak berbeda,karena kini sebelum mencapai dermaga,ada enam kapal berbendera bergambar bola api menyala telah menghadang mereka.


Dalam jarak yang masih jauh,puluhan bola api melayang dari kapal itu menuju kapal yang di tumpangi Alex.


Bola bola api itu jatuh ke air menyebabkan semburan dan gelombang yang besar menggoyang kapal.


Tergopoh gopoh kapten kapal menghubungi Alex di kamarnya, "tuan,maap tuan,kita dihadang armada kapal pasukan rambut api tuan,enam kapal menghadang kita"...


Alex dan ketiga istrinya keluar melihat keadaan.


Ternyata jauh di depan ada enam buah kapal pasukan rambut api telah meng hadang kapal mereka.


Walau jarak masih jauh,tetapi kapal kapal itu terus saja menghujani mereka dengan tembakan puluhan meriam api yang mengakibatkan percikan air dan gelombang cukup besar mengombang ambingkan kapal yang di tumpangi Alex.


Kapal armada pasukan rambut api bergerak mendekat ke kapal yang di tumpangi Alex dan rombongannya sambil terus menghujani dengan tembakan meriam api nya.


Kapten kapal kian panik melihat kapal pasukan rambut api kian mendekat pada mereka, "tuan,tolonglah lakukan sesuatu,atau kapal saya ini akan tenggelam bersama para penumpangnya"...


Alex mengeluarkan senapan cahayanya dari penyimpanan,dan dengan menyetel mode roket,diarahkannya senapan itu ke salah satu kapal pasukan rambut api.


"Siuuu!".


Tanpa suara ledakan, seberkas cahaya putih meluncur keluar dari moncong senapan kearah kapal pasukan rambut api.


Sambil meluncur diudara,cahaya itu kian membesar hingga sebesar pohon kelapa dan meluncur dengan kecepatan super menuju kapal Pasukan ribut api.


"BUM!!!".


Sebuah ledakan dahsyat terjadi ketika cahaya putih besar tadi menghantam lambung kapal.


Kapal itu berterbangan keudara menjadi puing kecil kecil yang berserakan di air bersama manusianya yang sudah menjadi serpihan serpihan daging kecil.


Melihat satu kapal mereka meledak,lima kapal yang lain berpencar mengelilingi kapal yang Alex tumpangi.


Namun belum juga kapal itu benar benar bergerak,


"BUM!!!".


Satu ledakan kembali terdengar ketika seberkas cahaya sebesar pohon kelapa menghantam lambung kapal.


Kapal kedua meledak menjadi serpihan kecil kecil yang jatuh bertebaran diatas air sungai.


Empat kapal segera bergerak sambil menembakan meriam api nya ke arah kapal kapten Bonyos.


Selagi Alex sibuk menyerang kapal musuh,putri Giok Lin melompat keudara,menyongsong peluru meriam api dengan tangannya,lalu dengan kekuatan penuh,peluru itu dikembalikannya kearah kapal musuh.


"BUM!!".


Peluru itu jatuh di haluan salah satu kapal musuh,ledakan api besar terjadi membakar haluan kapal itu.


Kini tinggal cuma tiga kapal lagi yang tersisa masih menghujani kapal kapten Bonyos dengan peluru meriam api nya.


Namun karena jarak masih diluar jangkauan tembak mereka,sehingga peluru yang di tembakan hanya menghantam air sungai menyebabkan semburan air dan gelombang yang besar.


Belum selesai dengan urusan kapal musuh,kini dari sisi sungai,melesat ratusan anak panah yang ujungnya membawa api kearah mereka.


Liong san dan Soa Ning sibuk melindungi kapal dari hantaman panah api.


Sedangkan putri Giok Lin,putri Kwan si dan putri Annchi terbang keudara membabat setiap anak panah yang mengarah ke kapal


"BUM!!!".


"BUM!!!".


Dual ledakan dahsyat terdengar kembali ketika dua buah kapal musuh kembali meledak.


Sisa satu kapal lagi memutar haluan untuk berbalik melarikan diri ke arah muara sungai.


Namun kecepatan kapal tidak sebanding dengan kecepatan cahaya yang keluar dari senapan Alex.

__ADS_1


"BUM!!!".


Sebuah ledakan dahsyat terdengar kembali,dan kapal terakhir juga ikut meledak tak bersisa.


Sementara itu putri Giok Lin,putri Kwan si,putri Annchi,long san dan Soa ning sudah terbang kedarat sambil membabat semua panah yang diarahkan kepada mereka.


Setelah sampai di darat,kelima orang ini mengamuk,membantai sebanyak banyaknya musuh yang mereka temui.


Setelah semua armada kapal musuh habis tenggelam,Alex juga menyusul istrinya terbang kedarat, membantai musuh yang di dapatinya.


Hanya dalam waktu beberapa saat saja, musuh yang bersembunyi di sisi sungai sudah habis semua.


Akhirnya dermaga menjadi sunyi kembali dari hiruk pikuk nya pertempuran di sungai tadi.


Sementara itu di tengah kota,di sebuah rumah paling mewah,rumah mantan ketua kota yang lama,nampak seorang lelaki setengah tua, bertubuh tinggi besar, berambut merah dengan mata coklat muda ke kuning Kuningan,sedang berbincang dengan beberapa orang yang berpenampilan sama.


Mereka semua mengenakan jubah yang sama,yaitu jubah merah dengan sulaman gambar bola api di dada dan belakang jubah dari benang emas.


Lelaki pertama yang duduk di korsi mantan ketua kota bernama Garios,orang yang mewakili Kaisar rambut api,menguasai kota Naulan ini.


Di depan penguasa baru kota Naulan,nampak dua orang yang juga sama bertubuh tinggi besar berkumis tebal dan berjenggot lebat.


Orang pertama bernama Rojas,dan orang kedua bernama Mojas.


Mereka merupakan orang orang kepercayaan Garios,sang perwakilan Kaisar di wilayah Naulan ini.


Ketika mereka sedang asik berbincang, masuklah seorang penjaga pintu menghadap Garios melaporkan bahwa pasukan yang menjaga sungai dan dermaga, juga enam buah kapal mereka telah musnah semuanya dibantai enam oleh enam orang di dermaga kota Naulan.


"Apa??,enam kapal kita dengan tiga ratus prajurit nya serta tiga ratus prajurit yang berjaga di dermaga habis semua?,memangnya apa yang mereka lakukan sehingga melawan enam orang saja,enam ratus prajurit kita habis musnah semua,cepat siapkan seluruh pasukan kita sekarang juga, tangkap dan bunuh ke enam orang itu"perintah Garios.


Rojas dan Mojas bergerak cepat mengumpulkan semua pasukan mereka untuk bergerak kearah dermaga untuk menangkap enam orang yang telah membunuh enam ratus orang prajurit mereka.


Di dermaga,kapal kapten Bonyos baru saja merapat,dan penumpang baru saja keluar dari dermaga,ketika dari kejauhan tampak seribu prajurit berpakaian merah sedang berjalan menuju kearah dermaga.


Alex dan rombongannya yang sedang beristirahat setelah mengatur orang orang yang turun dari kapal,menatap prajurit yang sedang berjalan kearah mereka dengan senjata lengkap.


Seorang lelaki berwibawa yang menunggang kuda berteriak dengan suara lantang, "hei kalian yang telah membunuh prajurit kami dan menghancurkan enam buah kapal kami,hari ini kalian akan kami hancurkan juga,,,pasukan panah,tembaaak!!"...


Dua ratus pasukan panah yang telah siap dengan senjata yang telah siap ditangan ,menarik busur panah siap tembak.


Namun sebelum anak panah itu terlepas dari busurnya,tiba tiba tubuh Alex hilang dari pandangan,dan tahu tahu tubuh pasukan regu panah itu cerai berai, porak poranda dengan tubuh atau leher terputus pisah dari badannya.


Dalam tempo yang cuma sebentar,dua ratus prajurit regu panah,sudah habis semuanya,tanpa tahu apa dan siapa yang telah melakukannya.


Selanjutnya tiga kelebatan cahaya merah,hijau dan biru menghantam regu pasukan berkuda,tanpa terlihat jelas siapa pelakunya,yang terlihat cuma keributan dan ringkik kuda yang kehilangan penunggang nya kerena telah jatuh ketanah dengan tubuh yang mengenaskan,ada pinggangnya yang putus,ada lehernya yang putus,serta ada pula yang tubuhnya terbelah hingga memotong tubuh kuda nya.


Cuma dalam waktu yang singkat,lima ratus prajurit tewas,sehingga menyebabkan kegemparan dan kepanikan pada prajurit yang lainnya.


Melihat prajurit nya mulai patah semangat,Rojas dan Mojas maju bersama kearah Alex.


Tetapi sebelum mereka dapat mendekati Alex berdiri,dihadapan mereka sudah menghadang Liong san dan Soa ning.


Dengan bersamaan Rojas dan Mojas melancarkan serangan kearah Liong san dan Soa Ning dengan pukulan api tangan kosong.


Liong san dan Soa Ning menyambut pukulan itu dengan pukulan inti es dan inti api nya.


"BUM!!".


"BUM!!".


Dua ledakan bersamaan terdengar, menyebabkan debu dan tanah berterbangan keudara.


Setelah debu sirna, tampaklah tubuh Rojas dan Mojas terjajar sampai sepuluh tindak kebelakang,sementara tubuh Liong san dan Soa Ning terjajar tiga tindak ke belakang.


Di sisi lain,pertempuran antara putri Giok Lin,putri Kwan si dan putri Annchi melawan para prajurit rambut api masih berlangsung.


Setiap sabetan atau hantaman pedang,tentu ada satu prajurit musuh yang menjadi korbannya.


Seorang laki laki yang menunggang seekor kuda hitam,yang sedari tadi menonton saja, melihat banyaknya prajurit nya yang tewas di tangan ketiga wanita cantik itu menjadi gusar bukan main.

__ADS_1


Dicabutnya pedang dari sarungnya,lalu merangsak mendekati ketiga putri cantik itu.


Tetapi sebelum dia benar benar dapat mendekat, tiba tiba di hadapannya berdiri seorang pemuda tampan menghadang.


"Biarlah mereka bermain main dengan prajurit mu,kau tidak usah ikut campur, bermainlah dengan ku" kata Alex.


Komandan Garios sangat marah melihat prajurit nya sudah banyak yang menjadi korban keganasan tiga wanita cantik itu,kini dihadapannya hadir pula seorang pemuda tampan menahan langkahnya menghabisi ketiga wanita cantik itu.


"Kau jangan jumawa dulu anak muda,baiklah akan ku selesaikan dulu dirimu,baru ketiga wanita cantik itu,selanjutnya dua orang itu juga mendapat giliran"kata komandan Garios sangat murka nya.


Komandan Garios ini memang memiliki tingkat kultipasi cukup tinggi yaitu Dewa bintang tingkat sempurna, sehingga melihat kultipasi Alex yang terlihat hanya tingkat Alam ksatria saja, membuat Garios merasa diatas angin menghadapi Alex.


Dengan menggunakan separo kekuatannya, Garios menyerang Alex dengan pukulan tangan kosong.


"BUM!!".


Suara ledakan terdengar hasil dari pertemuan dua tenaga itu,debu dan tanah berhamburan ke udara menyisakan sebuah lobang cukup besar.


Setelah debu sirna, tampaklah tubuh Alex dan tubuh komandan Garios sama sama terjajar tiga tindak ke belakang.


"Ternyata kau cukup kuat anak muda, kali ini aku tidak akan mengampuni diri mu,bersiaplah menemui Dewa kematian"kata komandan Garios menerapkan jurus naga api marah nya yang selama ini jarang bertemu lawan yang seimbang.


Kedua tangan komandan Garios berubah menjadi memerah seperti besi membara dengan hawa panas nya.


Sedangkan Alex menggunakan jurus cahaya ilahi tingkat pertama,sehingga seluruh tubuhnya bercahaya warna merah membara.


Komandan Garios melancarkan serangan dengan kecepatan maksimal kearah Alex.


Pertempuran antara ketiga istri Alex melawan ratusan prajurit,sudah menghadapi ******* nya.


Kini prajurit yang tersisa cuma tinggal segelintir saja lagi,itupun dengan tubuh yang penuh dengan luka luka.


Sedangkan pertempuran antara Rojas dan Mojas melawan Liong san dan Soa Ning juga sudah mendekati titik akhir, dalam beberapa benturan tenaga,terlihat kalau Rojas dan Mojas kalah tenaga melawan Liong san dan Soa ning.


Liong san dan Soa Ning nampak tidak terlalu serius menghadapi Rojas dan Mojas,seolah hanya sedang berlatih saja.


Akhirnya liong san dan Soa Ning meningkatkan tenaga mereka untuk menyerang Rojas dan Mojas.


"BUM!!".


"BUM!!".


Dua ledakan berbarengan terdengar membahana, menyebabkan dua lobang besar tercipta.


Saat debu telah mereda, nampak tubuh Rojas menghitam gosong menjadi arang semua terkena hantaman dari Soa ning,sedangkan tubuh Mojas diam membeku dengan warna putih seperti salju terkena hantaman dari Liong san,tidak lama kemudian tubuh keduanya pun retak dan hancur seperti kaca dihantam dengan batu.


Sedangkan pertempuran antara putri Giok Lin,putri Kwan si dan putri Annchi melawan para prajurit juga telah usai dengan habisnya semua prajurit rambut api.


Pertempuran antara komandan Garios melawan Alex kini menghadapi ujung pertempuran.


Komandan Garios menggunakan jurus naga api marah tingkat akhir sedangkan Alex menggunakan jurus cahaya ilahi tingkat pertama.


"BUM!!!".


Sebuah ledakan terdengar mengguncang sekeliling seperti gempa,saat kedua tenaga bertemu.


Debu,pasir dan tanah berterbangan keudara, menutupi pandangan mata.


Setelah debu memudar, nampak sebuah lobang besar tercipta.


Tubuh Alex bergoyang goyang sesaat, sedangkan tubuh Garios terlempar sejauh lima puluh tindak ke belakang, dengan tubuh dan pakaian yang sudah hangus semua.


Hari itu kota Naulan kembali direbut setelah beberapa hari yang lalu di duduki.


Alex membersihkan tempat kediaman ketua kota dari sisa sisa pasukan rambut api.


*********


Terimakasih dan penghargaan yang setinggi tingginya untuk kalian yang sudah mendukung novel ini.jangan bosan bosan untuk memberi like untuk menambah semangat author.

__ADS_1


__ADS_2