
Alex dan rombongannya mencari tempat untuk bersantai sambil melihat pemandangan orang orang yang juga bersantai di alun alun ini.
Di sekeliling alun alun ini di tanami pohon kayu besar yang rindang, dengan para pedagang berbagai macam makanan berjejer di keteduhan dahan pohon yang tumbuh rindang.
"Kak,itu ada penjual air tebu,panas panas begini enaknya minum air tebu" kata Dewi Paraditha kepada Alex.
Alex segera menuntun kudanya kebawah pohon rindang itu.
Setelah semua kuda di tambatkan,Alex menghampiri penjual air tebu itu dan memesan sepuluh buah.
Selagi mereka minum, empat orang laki laki empat puluh tahunan juga memesan minuman air tebu itu.
Sedari awal datang, keempat laki laki itu terus memandangi kuda berwarna kuning emas milik Alex itu.
Hingga Alex dan istrinya selesai minum,keempat orang itu terus memandangi kuda Alex.
Setelah selesai minum air tebu itu,Alex mengajak istrinya untuk meneruskan perjalanan mencari rumah penginapan untuk tempat mereka menginap malam ini.
tetapi kali ini Alex memilih penginapan yang ada tempat penginapan kudanya juga.
Di ujung jalan,dipinggir sungai,Alex mendapatkan penginapan yang juga memiliki penginapan kuda.
Karena keempat istrinya tidak mau berpisah kamar,jadilah mereka berlima dalam satu kamar,sedangkan putri Helena dan keempat pengawalnya mendapatkan dua kamar.
"kak,kakak ingat empat orang laki laki di alun alun kota tadi kak?"tanya putri Kayla kepada Alex.
"Oooh yang memesan minuman yang sama dengan kita tadi ya,memangnya kenapa?"tanya Alex.
"Tingkah lakunya mencurigakan kak,sepertinya ada sesuatu yang mereka rencanakan pada kita kak"jawab putri Kayla.
"Bukan pada kita, tepatnya kepada dewa Pegasus,mereka mengira Pegasus adalah kuda biasa yang kebetulan berbadan besar dan tegap"kata Dewi muyimaeva menerangkan.
"Ya,sekarang saja mereka sedang mengamati Pegasus, memikirkan cara mencuri Pegasus,mereka tidak akan berhasil"kata Alex.
Namun hingga pagi tiba, Pegasus tetap ada di dalam kandang istimewanya sendirian.
Pagi itu setelah sarapan, mereka meneruskan perjalanan menuju kota Rufay di negeri penahang.
Semua negeri ini adalah dibawah kendali negeri Nirwana selaku pemegang otoritas tertinggi.dan setiap negeri bawahan harus memberikan upeti kepada kaisar negeri Nirwana.
Pagi pagi setelah sarapan mereka pergi meninggalkan kota Lombeng menuju kearah tenggara.
Setelah beberapa saat memacu kudanya,kini mereka sudah keluar dari wilayah kota dan memasuki wilayah hutan.
Kiri dan kanan jalan yang terlihat cuma pohon pohon tinggi dan lebat yang tumbuh menjulang ke angkasa.
Menjelang tengah hari, mereka berhenti untuk beristirahat di sebuah sungai kecil yang berair deras namun dangkal.
Mereka menambatkan kudanya masing masing di dekat rumput segar,agar kuda mereka bisa makan dan minum.
Sedang Alex harus mengeluarkan rumput khusus,karena makanan Pegasus adalah rumput khusus.
Para wanita segera sibuk mempersiapkan makanan untuk mereka makan siang ini.
Baru saja para wanita mulai memasak,tiba tiba terdengar dentang suara Genta di atas angkasa.
"Teng!".
"Teng!".
"Teng!".
__ADS_1
Terdengar suara Genta semakin dekat semakin nyaring.
Dewi muyimaeva nampak tidak senang mendengar suara Genta itu.
Tetapi dia tidak terpengaruh apapun, hanya raut mukanya yang berbeda dari biasanya,senyum manisnya tiba tiba sirna digantikan dengan raut muka sadis dan menakutkan.
Walau kecantikannya tidaklah berubah,tetapi raut muka menakutkan sangat jelas terlihat.
"Untuk apa dia datang kesini?"gumam Dewi muyimaeva tidak senang.
Alex menatap wajah Dewi muyimaeva dengan tatapan heran.
"Dia?,dia siapa?,apakah kau mengenal pemilik suara Genta itu Dewi?" tanya Alex.
Dewi muyimaeva menganggukkan kepalanya, "dia Genta Sukma,seorang yang berkepandaian tinggi setingkat dewa langit, bahkan dia menyatakan bahwa dia adalah Dewa Genta buana,tetapi dia bukan mahluk cahaya yang benar benar dewa, dahulu kala dia pernah melamar ku,tetapi aku menolaknya dan dia hampir memperkosa ku, untung sang kehendak suci sudah menentukan kehendaknya untuk ku, siapapun yang menjamah tubuh ku, maka tubuhnya akan hangus,tetapi karena Genta sukma berilmu tinggi,maka dia tidak hangus,hanya pingsan saja"...
"Teng!".
"Teng!".
"Teng!".
suara Genta itu kian dekat,dan diatas terlihat seorang laki laki berwajah pemuda sedang berdiri memegang sebuah Genta kecil namun bersuara sangat kencang seperti suara Genta yang sangat besar.
'Dewi dunia keabadian turun kedunia hina cuma untuk seorang pemuda hina Dina ini?sungguh tidak bisa ku mengerti kehendak suci,apa mau mu"gerutu laki laki berwajah pemuda itu.
"Genta Sukma,apa maksud mu datang kesini?"tanya Dewi muyimaeva.
"Ha ha ha ha,Dewi kecantikan ternyata kau masih mengingat aku,mengingat kisah kita dahulu"kata Genta Sukma sambil tertawa.
"Ya,aku bahkan selalu ingat ketika kau pingsan gara gara menyentuh tanganku saat kau ingin memperkosa ku"Dewi muyimaeva balas tertawa geli.
Tanpa sepengetahuan Genta Sukma,Alex suara membuka layar Matrix dan memindai kekuatan dan kelemahan dari Genta Sukma ini.
Genta Sukma ini kebal dengan jenis senjata apapun juga,baik itu senjata pusaka,maupun senjata mustika,dan juga kebal dengan jenis pukulan apapun,baik bersifat dingin ataupun panas,senjatanya adalah Genta saktinya,tetapi Genta Sukma maupun senjatanya itu tidak dapat menahan serangan tiga senjata mustika langit yang di tebaskan oleh satu orang.
"Orang tua tidak tahu diri,datang datang main hina pada orang lain, sekalipun kau Kaisar Dewa langit yang datang,kau kira aku takut?,kau terlalu berbangga diri dengan ilmu mu yang cuma secuil itu,hei dengarkan,aku tidak akan kembali dan tidak akan mundur walaupun sejengkal!"kata Alex bersemangat.
Dewi muyimaeva yang sudah tahu kehebatan Genta Sukma ini,menjadi sangat resah mendengar perkataan suaminya itu.
Dia mengira sang suaminya itu tidak tahu siapa Genta Sukma itu sebenarnya sehingga berani omong besar didepan Genta Sukma.
"Kakak mundurlah,biar aku yang akan menghadapinya,dia sangat berbahaya bagimu kak"kata Dewi muyimaeva.
"Nah bocah,benar kata istrimu itu,lebih baik kau berlindung dibalik ketiak istri ****** mu itu"kata Genta Sukma memprovokasi Alex.
"Bocah kecil,kau belum tahu siapa Tuan Matrix itu sebenarnya kan?, baiklah bila kau mau tahu,aku adalah masa lalu dan masa datang, ada dan tiada, kuat dan lemah,ada dalam ketiadaan,dan tiada dalam ada, Matrix ada sebelum yang ada diadakan,akulah satu satunya tuan Matrix, penguasa tunggal alam tanpa ada hukum waktu,hari maupun tahun,aku hidup diluar kendali waktu,bagaimana mahluk yang masih tunduk pada waktu boleh berkata kata sombong dihadapan Tuan Matrix yang waktu itu sendiri tunduk kepadanya?,bagai mana?,bagai mana,ayo terangkan kepada ku, bagai mana mahluk lemah seperti mu boleh berbicara tinggi dihadapan Tuan Matrix yang agung?".
Kata kata Alex membahana tinggi,hingga awan pun tersibak ketika dia berbicara.
Jangankan Genta Sukma, Dewi muyimaeva sekalipun terdiam seribu bahasa,Alex yang berada dihadapannya kali ini bukan Alex yang dia kenal,Alex yang tiba tiba hadir dengan berjuta pesona dan keagungan yang tida bisa diungkapkan dengan kata-kata.
Tiba tiba tubuh Alex mengambang diudara, jubah putihnya berkibar kibar tertiup angin,dan tubuhnya memancarkan cahaya putih kemilau, Dari belakang tubuhnya muncul seratus sayap dari cahaya berwarna warni sangat indah seperti sayap bidadari, dan di kepalanya muncul satu mahkota dari berlian swarga.
"Angkatlah Genta mu hai Genta Sukma,kuberi kau kesempatan untuk membela diri mu sendiri,agar kau tahu sihir itu mainan anak kecil bagi Tuan Matrix" kata Alex kepada Genta Sukma.
Dewi muyimaeva bersimpuh dihadapan Alex di ikuti delapan orang wanita cantik lainnya.
"Terberkati lah alam semesta raya ini,Roh Dewa suci yang agung telah menampakan wujudnya,terberkatilah alam semesta raya ini" kata Dewi muyimaeva sambil bersimpuh.
Tapi Genta Sukma yang sedari kecil memang jauh dari bimbingan kebaikan keluhuran Budi itu,sebesar apapun kenyataan yang ada di depan matanya,dia tetap meyakini dirinya yang terkuat.
__ADS_1
"Puih!".
Genta Sukma meludah ketanah, "Kau kira dengan permainan anak kecil mu itu aku jadi takut,keluarkan seratus lapis lagi aku tidak takut" kata kata Genta Sukma takabur.
Genta Sukma menggoyang goyangkan Genta kecilnya kekiri dan kekanan.
Suara ber dentang sangat nyaring terdengar menggoncang seisi hutan.
Para wanita selain Dewi muyimaeva,semuanya nampak menutupi telinga mereka karena tidak sanggup mendengar suara Genta itu.
Alex menadahkan tangan kanannya keatas dengan telapak tangan terlentang terbuka.
Tiba tiba telapak tangannya bercahaya kuning terang.
Setelah cahaya itu hilang, di telapak tangan Alex nampak sebuah suling emas kecil.
Alex meniup suling emasnya dan perlahan suara suling emas itu menelan suara Genta, sehingga suara Genta tidak terdengar lagi, kalah oleh suara suling emas yang ditiup oleh Alex.
Kini para wanita yang tadi kesakitan sudah tidak merasakannya lagi,berganti suara indah dan nyaman dikuping.
Karena sudah tidak ada pengaruh sihir suara Genta nya,maka Genta Sukma segera memutar mutar genta nya yang di beri tali dari rantai baja kecil.
Suara Genta diputar itu berdengung nyaring seperti suara kumbang kayu.
Rantai yang diberi bendulan Genta itu mengurung tubuh Alex,tetapi Alex bergerak tanpa bisa dilihat dan tahu tahu berpindah saja.
Namun ketika Alex baru saja muncul di suatu tempat tidak jauh dari tempat Genta Sukma berada,ternyata Genta Sukma sudah memperkirakan kemunculan Alex disitu,sehingga tanpa bisa dihindari,sebentar lagi Genta itu akan menghantam kepala Alex.
"Trang!".
Sekelebat cahaya biru terlihat,dan Genta bertali rantai baja kecil itupun hancur berkeping keping menjadi serpihan kecil kecil.
"Tras!!".
Dan tanpa bisa ditahan tangan kanan Genta Sukma yang memegang rantai kecil tiba tiba putus tertebas pedang Alex seperti pelepah pisang yang ditebas parang.
Tangan Genta Sukma putus sebatas siku dan jatuh ketanah.
Mata Genta Sukma terbelalak menatap tangannya yang putus dan jatuh ketanah dengan mata yang tidak percaya,tapi kenyataan.
"Mana kekebalan mu hai Genta Sukma,katanya tubuhmu kebal jenis senjata pusaka maupun senjata mustika, mana?, kau berani bermain main mencaci maki Tuan Matrix,kau bukan apa apa bagi tuan Matrix,kau tidak akan mengerti apa tuan Matrix itu,karena otak mu terlambat bermilyar milyar tahun dari kemajuan teknologi Matrix"kata Alex kepada Genta Sukma.
Karena merasa sudah tidak ada harapan lagi,maka Genta Sukma segera melesat ke angkasa bermaksud kabur dari Alex.
Namun ternyata Alex sedang berada didepan sang Genta Sukma sambil mengayunkan pedang api bintang berlian.
"Tras!".
Tubuh Genta Sukma pun terbelah miring,mulai dari atas bahu sebelah kiri,dan tembus ke pinggang sebelah kanannya.
Mata Genta Sukma berkedip beberapa kali,seakan tidak percaya pada apa yang telah menimpa dirinya.
Saat jatuh keatas tanah,nyawa Genta Sukma sudah meninggalkan tubuhnya.
"Andai engkau tidak bermaksud menyentuh milikku,maka hukuman mu tidak seberat itu Genta,tetapi kau sudah mencoba memiliki kepunyaan ku,maka hukuman mu adalah mati tanpa bisa bereinkarnasi lagi"gumam Alex tetapi masih bisa didengar oleh semua orang.
Ketika Alex telah turun ketanah,yang pertama menyambut dengan pelukan adalah Dewi muyimaeva dan putri Annchi.
Bahkan putri Helena sendiri tidak lagi bisa berbicara apa apa,semua diluar prediksi nya, kekagumannya kepada pemuda jelmaan roh agung itu begitu besar.
*********
__ADS_1