Mr Matrix

Mr Matrix
Tuan muda Rao berulah.


__ADS_3

Hari ini Alex sengaja memisahkan diri dari rombongan orang orang,karena ingin ketenangan dan bosan mendengar omong kosong serta kesombongan para pemuda yang ikut pergi ke hutan kerajaan siluman.


Mareka berlima baru saja menyantap makanan mareka,ketika seorang pemuda teman dari rombongan pemuda yang bertujuh tadi datang menghampiri meja mareka berlima.


Nampak dari penampilannya,pemuda ini adalah pemimpin dari para pemuda lainnya.


Setelah sudah dekat dengan meja tempat Alex makan,tiba tiba pemuda itu menjulurkan tangannya bermaksut mau menarik tangan putri Giok lin sambil berkata, "kemarilah nona,duduk bersama ku,dan tinggalkan pemuda miskin tak berguna itu,aku Rao Han ho,putra dari Rao si fan patriak klan Rao,klan yang paling hebat di kota Dangean ini,kau juga nona cantik,kalian berdua tidak akan menyesal bersama ku"...


Ketika tangannya hampir sampai ke tubuh putri Giok Lin,tiba tiba sebuah sumpit menancap hingga tembus di telapak tangan pemuda itu.


Dengan gerakan yang sangat sepat,Soa Ning melemparkan sumpit di tangannya kearah pemuda bernama Rao Han ho itu.


Pemuda itu menjerit kesakitan,telapak tangannya tertembus sumpit,darah bercucuran membasahi lantai.


Melihat temannya terluka,spontan saja pemuda berenam yang tadi masih duduk,kini berdiri mengepung Alex dan teman temannya.


"celaka kalian Sudah membuat masalah dengan tuan muda klan Rao,akhir yang baik bagi kalian cuma kematian, karena kalau tidak,hidup dengan di potong kaki dan tangan itu tidak lebih menyenangkan dari pada kematian"kata salah satu dari keenam pemuda yang mengepung mareka.


Alex dan kedua orang istrinya masih diam saja tidak menggubris omongan pemuda itu,cuma Soa Ning yang menyahut.


"Membuat masalah?, siapa yang membuat masalah?,kami atau kalian?"...


"Siapapun yang benar tidak masalah disini, karena di sini,di kota ini,kebenaran adalah milik kami,dan hukum serta aturan yang benar adalah menurut kami"jawab salah satu dari keenam pemuda tadi.


"Cepaaat bunuh kedua laki laki itu,tetapi yang perempuan jangan di bunuh,dia calon istri ku!"teriak pemuda yang bernama Rao Han ho tadi sambil meringis memegang tangan kanan nya yang masih tertembus sumpit itu.


Ke enam orang pemuda itu bergerak serentak menyerang kearah Alex dan Liong san.


Tetapi belum juga setengah gerakan,paha kanan masing masing pemuda itu tertembus sumpit yang di lemparkan Liong san.


"Kalian menyulut kemarahan tiga klan terbesar di kota ini,sekarang tidak ada yang dapat menyelamatkan kalian,meski Kaisar sendiri yang turun tangan,tidak akan mampu menghadapi kami"koar pemuda bernama Rao Han ho itu sambil mengajak ke enam temannya keluar dari rumah makan itu.


Alex tidak memperdulikan mareka semua,dia terus saja makan makanan yang terhidang di meja mareka.


Seorang pelayan dengan tubuh gemetar menghampiri mareka,


"tuan dan nona nona semua,sebaiknya tuan dan nona nona semua cepat cepat meninggalkan kota ini malam ini juga,demi keselamatan tuan dan nona nona semua"...


Putri Giok Lin memandang pelayan itu sebentar,lalu bertanya, "memangnya kenapa bila kami tetap di kota ini malam ini?,dan siapa para pemuda tadi?"...


"Ma,,mareka tu,tuan muda dari tiga klan utama di kota ini,merekalah penguasa sebenarnya dari kota ini,sedangkan tuan kota cuma alat untuk menyamarkan kejahatan tiga klan itu,dulu di kota ini ada enam klan besar,dua klan di musnahkan mareka, sedangkan satu klan lagi diusir dari kota ini,semua karena tidak sepaham dan tidak mendukung kejahatan mareka"jawab pelayan tadi.

__ADS_1


"Sudahlah,terimakasih pelayan atas peringatan nya"kata putri Giok Lin sambil membayar harga makanan mareka.


Belumlah jauh mareka berjalan meninggalkan halaman rumah makan itu,tiba tiba sekitar tiga ratus orang dengan kepandaian tinggi mengepung mareka.


Diantara ketiga ratus orang itu,terlihat tujuh orang yang mareka lukai tadi.


Setiap seratus orang,terlihat sepuluh orang yang berada di tingkat Dewa bumi tahap puncak.


Ketiga puluh orang itu berusia cukup tua, sekitaran tujuh puluh tahun.


Salah satu dari tiga puluh orang berilmu tinggi itu maju ke arah Alex dan kedua istrinya serta kedua pelayannya sambil menunjuk.


"Kalian menyerah lah agar kalian tidak celaka, dan kalian berdua,cepat bunuh diri kalian ber dua, dan kami berjanji tidak akan mencincang tubuh kalian,kecuali kalian membantah,sedangkan bagi kalian bertiga, menyerah lah baik baik agar tubuh cantik molek mu tidak kami rusak dan kami perkosa beramai ramai"...


"Kau orang tua sudah bau tanah kuburan, bukannya mempersiapkan bekal kematian,tetapi masih sibuk bermaksiat,bagai mana bila aku membantu sang Dewa Yama untuk mencabut nyawa kalian agar hidup kalian tidak membikin sesak Dunia saja"kata Soa Ning lantang sambil menunjuk ke muka orang tua yang bicara tadi.


Wajah orang tua itu menjadi merah padam sangkin marahnya.


"Nona,akan ku robek mulut mu yang lancang, serta akan ku bikin cacat muka mu yang cantik, supaya kau menyadari kelancangan mu"kata orang tua itu sambil menyerang kearah Soa Ning.


Soa Ning menahan serangan itu dengan setengah dari tenaga dalamnya yang disalurkan ke tangan kanannya.


Sebuah ledakan keras terjadi,tubuh lelaki itu terlempar sejauh dua puluh langkah kebelakang dengan tangan kanan yang sudah hancur gosong sebatas bahu sambil memuntahkan darah segar dari mulutnya.


"Paman si Kuan!"jerit pemuda Rao Han ho sambil berlari kearah tubuh Rao si Kuan terlempar tadi.


Rao Han ho memandang pamannya yang sedang terkapar tak berdaya itu,amarahnya meledak, sambil menunjuk kearah Alex,ia berteriak, "kalian semua,serang bangsat itu,tiga ratus pasukan, masa tidak bisa mengalahkan musuh cuma tujuh orang"...


Secara serentak,tiga ratus orang anggota pasukan itu menyerang Alex dan rombongannya.


Liong san,Soa Ning,putri Giok Lin Dan putri Kwan si melompat kearah anggota pasukan yang mengurung mareka, beberapa orang langsung tumbang dengan tubuh terpotong atau terbelah.


Sementara pertempuran berlangsung,Alex cuma berdiri memperhatikan perkelahian tidak seimbang itu,ia memperhatikan dua puluh sembilan orang yang masih belum menyerang itu.


Cuma beberapa puluh jurus,pembantaian pun terjadi,mayat anggota pasukan penyerang kini telah mulai menumpuk.


Sebenarnya tidak tepat bila disebut perkelahian, karena ke tiga ratus orang anggota pasukan itu ternyata bukanlah musuh yang sepadan bagi mareka,dengan kecepatan yang tidak bisa di ikuti mata,ke empat orang itu melompat kesana kemari,dan setiap satu lompatan,satu nyawa melayang.


Cuma dalam beberapa puluh menit,ke tiga ratus orang anggota pasukan itu hanya tinggal beberapa orang saja yang masih selamat.


Melihat kondisi pasukan yang tinggal sedikit itu, ke dua puluh sembilan orang yang ber ilmu tinggi itu pun maju menyerang,mareka adalah tetua dari tiga klan utama kota Dangean.

__ADS_1


Serangan mareka bagaikan terkoordinir dengan baik,susul menyusul silih berganti bagaikan gelombang air laut yang tiada henti.


Namun yang mareka serang adalah orang yang berkepandaian tinggi,putri Giok Lin Dan putri Kwan si di tingkat Dewa laut tingkat menengah,sedangkan Liong san dan Soa Ning berada di tingkat Dewa langit tingkat tiga.


Tanpa menguras banyak tenaga,ke empat orang itu satu demi satu mulai menumbangkan para penyerang.


Putri Giok Lin,putri Kwan si dan kedua pengawal mareka,tidak memberikan kesempatan buat musuhnya untuk melarikan diri,dengan gerakan yang sangat cepat,akhirnya mareka menghabisi semua musuh.


"Sekarang kau bisa bilang apa?,pasukan mu sudah habis,dan sebentar lagi semua anggota klan mu akan kami musnahkan selama lama nya"kata putri Giok Lin kepada tuan muda Rao Han ho.


Tetapi memang dasarnya Rao Han ho itu pemuda yang keras kepala, jangankan untuk sadar, yang ada dia masih berkoar koar mengandalkan pengaruh orang tuanya.


"Kalian pikir ini sudah berakhir?,jangan mimpi,ayah ku akan menuntut balas untuk kematian semua paman paman ku dan pasukan ku,tunggulah saja"kata Rao Han ho sambil berlalu pergi membawa kabar kekalahan nya.



"Bagai mana kakak, apakah harus kita musnahkan semua pengaruh buruk dari tiga klan itu dari kota ini?"tanya putri Giok Lin pada suaminya.



"Kakak Lin,sebaiknya kita bertindak jangan setengah setengah, selama ini ketiga klan inilah yang berkuasa di kota ini,sedangkan ketua kota cuma alat mareka Tanpa bisa berbuat apa-apa"kata putri Kwan si memberikan pendapatnya.



"Benar tuan putri,saya sependapat dengan putri kedua"kata Soa Ning pula.


Liong san diam tidak mengatakan apapun tentang pendapatnya, tetapi kepalanya saja yang manggut-manggut.


"Kita lihat dulu apa reaksi mareka,baru kita bisa mengambil tindakan selanjutnya"kata Alex


Akhirnya mareka tidak melakukan tindakan apapun untuk sementara,menunggu reaksi apa yang akan terjadi.


*********


Cukup segini dulu ya,berhubung banyak kesibukan.


semoga kalian Sudi memberikan dukungan buat saya,agar saya lebih bersemangat lagi dalam menulis.


Bukan nilai yang saya cari,tetapi bila ada yang menyukai karya imajinasi saya,itulah kebanggaan sebenarnya buat saya.


Terimakasih buat semua yang sudah mendukung karya saya ini, penghargaan setinggi tingginya buat kalian semua.

__ADS_1


__ADS_2