
Teng Quan Zhu sang Datuk sesat Begal Api tidak lagi menghiraukan Alex,di rangkulnya tubuh wanita cantik yang telah memberinya dua orang putra putri itu dengan erat,air matanya berlinangan bercampur dengan ingus nya yang meleleh.
"Lian meme, Lian meme, bangun sayang, bangunlah,ayo bangun,aku akan menghabisi seluruh keluarga mu bila kau tidak juga bangun,ayo bangun meme"teriak Quan Zhu sambil mengguncang guncang tubuh wanita cantik yang dipanggilnya Lian meme (adik Lian)itu.
Tetapi meskipun diancam dengan apapun tubuh wanita itu tidak juga bergerak lagi.
Racun pelumpuh syaraf memang racun yang sangat ganas,racun ini bisa melumpuhkan syaraf jantung dengan hitungan detik saja.
Kakek Quan Zhu beralih memeluk tubuh gadis cantik itu lalu kembali menjerit dan menangis, "Wei er!,,Wei er!!, maapkan ayah nak,ayah tidak bermaksud menyakiti kalian,semua ini gara gara pemuda sialan itu,pemuda yang sudah membuat keluarga kita hancur!!"seperti baru tersadar,kemarahan Quan Zhu bangkit lagi dan ter alihkan kepada Alex .
Dia bangkit berdiri, memungut golok nya yang tadi dia letakan begitu saja,dan langsung menyerang Alex dengan membabi buta.
Dia tidak lagi memperhatikan dirinya sendiri,yang ada didalam pikirannya cuma nafsu ingin membunuh Alex yang dia anggap sebagai biang kehancuran keluarganya itu.
Melihat kekerasan hati orang tua itu, membuat Alex menjadi semakin jengkel saja jadinya.
maka dengan gerakan yang sangat cepat, pedang cahaya ditangannya di keluarkan dan di babatkan ke pada kedua kaki orang tua itu.
"Tras!".
"Tras!".
Dua kali babatan dengan gerakan sangat cepat,membuat tubuh Datuk sesat Begal api itu terhempas ketanah karena kedua kakinya tidak lagi menopang tubuh nya,dan sudah putus sebatas paha.
Jeritan dari mulut Quan Zhu terdengar kembali, tetapi kini berubah, bukan lagi jeritan kesedihan,tetapi berganti menjadi jeritan kesakitan.
Setelah melihat tubuh sang Datuk Sesat Begal api yang terhempas ketanah dengan kaki buntung sebatas atas paha,Alex segera memeriksa tubuh wanita cantik dan gadis cantik itu.
Meski sangat lemah, tetapi Alex masih merasakan detak jantung keduanya yang tidak beraturan,mungkin sebentar lagi juga habis.
Alex segera menotok tubuh kedua wanita beda generasi itu dimana mana, lalu menjejalkan Masing masing dua butir pil kedalam mulut kedua wanita itu.
Setelah menunggu beberapa lama,kini wajah kedua wanita ini kembali menjadi memerah dan detak jantung nya pun mulai beraturan.
"Wei er,,Wei er,, anakku!"tangis kedua wanita itupun pecah sambil berpelukan.
"Lian meme,kalian tidak jadi mati?"terdengar suara dari mulut Quan Zhu disela sela rintihannya karena kedua kakinya telah buntung itu.
Wanita cantik itu menoleh kearah Quan Zhu,dia menatap laki laki tua itu dengan perasaan benci dan dendam luar biasa.
Wanita itu cantik itu bangkit berdiri sambil memungut golok Quan Zhu yang tadi terlempar ketika tubuhnya terhempas ketanah karena kedua kakinya terputus ditebas Alex.
Dengan golok terhunus di tangannya,dia berjalan mendekati tubuh Quan Zhu yang tergolek tidak berdaya lagi itu.
"Lian meme,apa yang akan kau lakukan?, Lian meme!,Lian meme,sadar,aku suami mu,Lian meme"teriak Quan Zhu dengan perasaan yang sangat ketakutan sekali.
"Ya kakek,bagimu suami istri,tetapi bagi ku pemerkosaan seumur hidup,kau telah membunuh kedua orang tua ku,dan seluruh keluarga maupun kerabat ku tanpa alasan yang diterima akal manusia, aku sebenarnya sudah lama menantikan saat ini tiba,siang dan malam berdoa kepada dewa agar diberi kesempatan membalaskan sakit hati ku ini,rupanya dewa memang mendengarkan doa ku,terpujilah kau wahai Dewa,hari ini tiba juga saatnya dendam ini ku tuntaskan"kata wanita itu dengan tatapan mata yang penuh dengan kebencian,melangkah pelan satu persatu.
__ADS_1
Tidak pernah didalam hidup Quan Zhu mengalami teror mental sedemikian hebat seperti saat ini.
"Tras!".
Ketika sebuah ayunan golok menghantam nya,terdengar jeritan dari Quan Zhu demikian nyaringnya, seakan teriakan itu bisa merobek Langit.
Tangan kanan Quan Zhu terlihat terputus sebatas bahu nya.
"Bukankah tangan itu yang sudah membunuhi semua keluarga ku?, sekarang bagai mana rasanya kakek tua,dulu kau juga mengancam mau membunuh kedua putra ku,sehingga itulah alasan kenapa aku selama ini diam membiarkan kau melakukan apa saja kepada ku,aku cuma hidup demi kedua putra putri ku saja!"teriak wanita cantik itu lagi.
Lalu,
"Tras!".
Sekali lagi sebuah tebasan memutuskan tangan kiri Quan Zhu.
Kini sang Datuk Sesat Begal api sudah tanpa kaki dan tangannya,mirip sebuah bantal besar.
"Meme,bunuhlah aku,jangan siksa aku,aku sudah tidak kuat, bunuhlah aku meme!"jerit Quan Zhu disela rintihannya.
wanita cantik itu tiba tiba tertawa cekikikan.
"Hi hi hi hi,kau pikir aku akan cepat cepat membunuh mu?,tidak kakek tua,terlalu lama dendam ini ku pendam, sangat mudah bagi mu bila langsung mati, kau sudah menyiksa ku lahir batin,kini minta mati cepat,cuih!,serigala saja tidak sekejam diri mu kakek tua'kata wanita cantik itu sambil mengayunkan goloknya kembali.
Quon Zhu cuma bisa memejamkan matanya pasrah dengan nasibnya kali ini.
Segala kejahatannya kini terbayang di pelupuk matanya,berapa banyak derita yang dia ciptakan hanya karena memuaskan nafsu duniawi semata.
Seandainya dari dahulu dia berbuat kebajikan, tentu tidak akan mengalami siksa sedemikian menyakitkan ini.
Seorang gadis cantik yang masih tergolek lemah,menyaksikan semuanya dengan air mata mengalir,dia tahu dari dahulu,derita seperti apa yang di alami sang ibu,
Pukulan dan tendangan menjadi cerita harian yang selalu terdengar setiap waktu.
Apa lagi ketika sang ayah dalam keadaan mabuk, cercaan dan ancaman selalu terdengar keluar dari mulut sang ayah.
"Tras!".
Ketika ayunan golok menghantam dirinya,dari celah kedua pahanya yang buntung, muncrat darah segar dengan benda kenyal itu terlempar keluar,putus dari tandannya.
"Adoooouww sakitnya, ampun meme, ampuni aku meme,aku mencintai mu meme!"jeritan Quan Zhu membahana.
"Ampun?,bukankah kata kata itu selalu ku ucapkan bila kau menyiksa ku,tetapi pernahkah kau mengampuni ku?, bukankah justru kata kata itulah yang setiap detik terdengar Dirumah on keluar dari mulut ku, tetapi pernahkah sekali saja kau kasihan dan mengampuni aku?,heh pernahkah?"tanya wanita itu dengan murkanya.
"Sret!".
"Sret!".
__ADS_1
Dua kali golok ditangan wanita cantik itu mampir di teling sang Datuk sesat Begal api itu, membuat kedua daun telinga nya terbang jauh dan jatuh di dekat pohon.
Jerit dan tangisan dari Quan Zhu sudah tidak terkira lagi nyaring nya.
Karena sudah tidak tahan menyaksikan penderitaan sang ayah,dengan langkah lemah dan tertatih tatih, dipungutnya golok yang ada ditanah milik para begal yang mati,gadis cantik itu berjalan mendekati sang ayah.
"Maapkan Wei ayah,aku tidak sanggup menyaksikan penderitaan ayah, maapkan aku ayah!" lalu dengan sekali tebas, putuslah leher sang Datuk sesat Begal api yang selama ini ditakuti orang itu.
"Hi hi hi hi,meskipun tidak sebanding dengan kejahatan mu,tetapi kini aku puas,kau tewas ditangan anak mu sendiri,terima kasih Dewa,terimakasih wahai Dewa yang telah mengabulkan doa ku"teriak wanita cantik itu.
Kedua matanya celingukan mencari pemuda yang tadi telah meloloskan doanya dengan memotong kedua kaki musuh besarnya itu.
Tetapi setelah mencari kemanapun juga dia tidak menemukannya.
"Mungkin kau benar benar Dewa ,atau paling tidak utusan para dewa,terima kasih atas pertolongan mu dewa"serunya sambil menjura ke empat penjuru .
"Tinggalkanlah tempat terkutuk ini dan hiduplah di kota dengan damai, bawa semua harta untuk bekal kalian,serta berikan juga kepada wanita yang lainnya untuk bekal hidup mereka,lupakan tempat terkutuk ini"terdengar suara menggelegar seperti Guntur dengan orang yang bicara tidak terlihat batang hidung nya.
Wanita itu segera bangkit memapah sang putri yang masih lemah masuk kedalam rumah utama.
Di kumpulkan ya semua harta benda dan keping emas perak yang tersimpan di gudang kedalam beberapa cincin ruang,dan cincin ruang itu dia masukan kedalam sebuah cincin ruang lainnya,kemudian dia simpan kebalik bajunya.
Kemudian dia memanggil para wanita lainnya untuk membagi bagi sisa harta benda dan keping emas yang masih sangat banyak itu secara adil.
Setelah selesai,dengan menunggang kuda, mereka segera pergi dari tempat itu menuju kehidupan yang baru.
Baru saja mereka keluar dari perkampungan itu,tiba tiba terdengar suara gemuruh dan tanah terasa berguncang.
Setelah mereka berbalik menatap kebelakang, mereka terperanjat karena perkampungan yang tadinya terlihat sangat indah dan asri,kini berubah menjadi sebuah lobang besar menyatu dengan telaga di depan perkampungan itu.
Sementara itu,jauh dari tempat itu,tepatnya di jalan utama,nampak seekor kuda warna emas sedang berjalan santai menyusuri jalan besar.
Mendekati per batasan negeri Penahang dan negeri Padang api,kini hutan sudah mulai menipis tidak selebat sebelumnya,pepohonan pun sudah semakin jarang tumbuhnya, sedangkan hawanya semakin panas saja.
Semakin dekat dengan perbatasan negeri,kini pepohonan tinggal satu satu saja tumbuh nya,yang nampak kini Padang pasir yang sangat luas.
Inilah mengapa negeri ini disebut negeri Padang api,karena enam puluh persen dari wilayahnya adalah Padang pasir yang sangat panas.
Dan begal api juga berkaitan dengan tempat ini,karena mereka sering beroperasi di sekitaran wilayah ini,kecuali tidak ada orang yang lewat, barulah mereka turun ke desa desa untuk menjarah sekaligus membunuhi orang.
Saat di perbatasan negeri,kini sudah tidak ada sebatang pun pohon yang tumbuh,yang terlihat sejauh mata memandang,cuma hamparan pasir panas saja.
Dan perbatasan negeri cuma ditandai dengan sebuah batu besar yang digurat dengan tulisan bahwa itu perbatasan negeri.
Tidak ada satupun orang yang bertugas diperbatasan,karena tidak ada yang sanggup dengan hawa panas nya.
Untung saja Dewa Pegasus bukan kuda biasa,dia mampu melapisi tubuhnya dengan hawa dingin atau panas sesuai dengan kebutuhan.
__ADS_1
Begitu juga dengan Alex,dia terpaksa melapisi tubuhnya dengan hawa dingin agar tidak kepanasan.
...****************...