
Hari masih pagi,embun pun masih betah meniti pucuk rerumputan, menanti jemputan hangatnya sinar sang mentari pagi.
Lima ekor kuda dipacu menyusuri jalanan yang kiri dan kanannya masih saja di Pagari hutan belantara.
Kini dikiri kanan jalan terdapat pohon pohon tinggi menjulang keatas seakan ingin menggapai awan.
Kini kelima ekor kuda itu telah memasuki hutan Rampak baraw yang terkenal sangat rawan karena dihuni oleh para perampok ganas.
Para perampok ini di pimpin oleh lima orang Datuk sesat yang bergelar Lima Dewa sesat Rampak baraw.
Biasanya siapapun yang lewat hutan ini pasti membawa pengawalan yang banyak untuk menghindari para perampok itu,atau mereka harus memutar lewat selatan yang lebih jauh lagi.
Ketika Alex dan rombongannya sudah memasuki seperempat wilayah hutan Rampak baraw,di depan nampak sebatang pohon tumbang melintang di jalan.
Alex bermaksud melompati pohon tumbang itu,tetapi di batalkannya karena diatas batang pohon tumbang itu,telah berdiri dua orang laki laki bercambang dan juga berjenggot lebat hingga hampir memenuhi muka mereka.
Kedua orang laki laki itu berdiri diatas batang pohon tumbang itu dengan menenteng masing masing sebilah golok yang sudah terhunus.
"Berhenti anak muda,kau tidak boleh meneruskan perjalanan mu sebelum menyerahkan semua bawaan mu itu,termasuk empat orang gadis cantik itu kepada kami"kata salah seorang dari laki laki bercambang bauk itu.
Alex menatap kedua laki laki brewokan itu dengan seksama secara bergantian.
"Ooh rupanya kalian rampok?,kalian mencegat ku salah alamat,ku mohon biarkan kami lewat,kami tidak ingin berurusan dengan segala macam rampok, begal,atau bajingan semacamnya,ijinkanlah kami lewat"kata Alex berusaha bernegosiasi dengan para perampok hutan Rampak baraw itu.
Tetapi dua orang perampok itu mendengar ucapan Alex,bukannya mempersilahkan untuk lewat,malahan semakin kuat tertawa mengejek Alex.
"Ha ha ha,kau boleh saja lewat setelah menyerahkan semua cincin ruang milik mu,dan ke empat gadis itu tinggalkan disini,kau tidak pantas bersamanya, pimpinan Kamilah yang paling pantas dengannya, pimpinan kami empat orang,dan gadis yang kau bawa juga empat,kan cocok"kata salah satu dari perampok itu.
Namun baru saja laki laki itu selesai berucap, sekelebat bayangan hijau menyala menghantam mulut laki laki itu.
"Prak!!"
Terdengar seperti suara ranting dipatahkan orang ketika sekelebat bayangan hijau dari selendang putri Annchi bertamu ke mulut laki laki itu.
Laki laki itu jatuh tersungkur dari atas batang pohon yang roboh melintang dijalan itu,dengan kondisi mulut hancur menyisakan lobang sebesar kepalan hingga tembus ke tengkuknya.
Perampok yang seorang lagi terkejut bukan main, sambil menyumpah serapah tidak karuan, mengangkat goloknya tinggi tinggi sambil melompat kearah putri Annchi.
Namun baru setengah jalan lompatan dari perampok itu,kembali berkelebat bayangan hijau menghantam dada laki laki itu.
Laki laki itu terpental kebelakang sejauh duapuluh tindak dan mendarat di semak semak seperti seonggok daging saja.
Kini dia menyusul sang sahabatnya kedalam baka dengan dada yang hancur remuk terkena selendang putri Annchi.
Bersamaan dengan tewasnya rampok kedua,dari sisi kanan dan kiri jalan berloncatan ratusan anggota perampok yang keluar masing masing dengan golok terhunus langsung mengepung Alex dan rombongannya.
Dewi Ginantari,putri Annchi dan putri Dewi Sucitra langsung melompat dari atas kudanya menghadapi para perampok itu.
Dewi Sucitra mengeluarkan senjata kipas baja peraknya, sedangkan putri Annchi bersenjatakan selendang hijaunya,selendang Dewi teratai hitam.
Adapun Dewi Ginantari menggunakan tangan kosong melawan para perampok itu.
Sebentar saja,dihutan yang semula sepi itu kini riuh rendah dengan jeritan dan teriakan serta denting suara pedang beradu.
Satu demi satu tubuh para anggota perampok itupun mulai berjatuhan.
Ketika puluhan anggota perampok itu telah tewas,tiba tiba angin ribut berhembus mengguncang isi hutan itu.
Daun daun berterbangan seakan hutan sedang dilanda badai besar.
Bersamaan dengan berhentinya suara angin ribut melanda hutan itu,dari dalam hutan, melayang empat orang laki laki setengah tua tinggi besar berjubah hitam dengan rambut panjang sepinggang yang di anyam kebelakang.
Yang lebih membuat orang bergidik,adalah tubuh mereka berempat yang hitam legam seperti pantat kuali dengan gigi mereka berempat ompong ditengah tengah dan menyisakan gigi gusi di kiri kanannya saja.
__ADS_1
Sedangkan dipergelangan tangan nya,terlihat sejenis akar hutan dililitkan menjadi gelang mereka.
Sedangkan dileher keempat orang Datuk sesat itu melilit seekor ular Derik yang selalu berderik ketika ular itu menggerakkan ekornya.
Mulut keempat orang Datuk sesat itu tidak henti hentinya mengunyah dan mengeluarkan ludah merah seperti darah.
"Ho ho ho ho,Rampak sulah,Rampak sulo, Rampak suwang,sudah lama kita tidak merasakan tubuh wanita, hari ini hutan kita kedatangan empat bidadari,ini memang yang dikatakan orang, kalau memang rejeki elang,tidak bakalan di gondol musang, sebaiknya biarkan para gadis itu bermain main dahulu, kau Rampak sulah,selesaikan pemuda tidak berguna itu secepatnya"kata salah satu dari keempat kepala perampok itu.
Salah seorang perampok yang berambut botak di depannya itu maju kedepan sambil berkata, "baiklah Rampak sulak, biar ku bereskan dahulu pemuda itu baru kita tangkap para gadis cantik itu"...
Tanpa basa basi lagi, kepala perampok bernama Rampak sulah itu menyarangkan pukulan jarak jauhnya ke tubuh Alex yang berada diatas kudanya.
Alex dari atas kudanya menyambut serangan itu dengan jurus cahaya illahi tingkat lima,seberkas cahaya hijau meluncur dari tangan Alex memapaki serangan dari Rampak sulah tadi.
"Bum!!".
Sebuah ledakan dahsyat menggema didalam hutan Rampak baraw, daun daun dan ranting kering berhamburan keudara,bahkan ada beberapa anggota perampok yang terlempar mati terkena imbas ledakan dahsyat itu.
Tubuh Alex terlempar empat tindak dari atas kudanya,sedangkan tubuh Rampak sulah juga terjajar lima tindak kebelakang.
"Kutu kupret,balang kadut,kecoa buntung, ternyata eh ternyata,kau punya simpanan juga ya,dasar balang kadut kecoa buntung"mulut lelaki bernama Rampak sulah itu menyumpah serapah tidak karuan setelah tubuhnya terjajar kebelakang sejauh lima tindak dan mendarat dengan pantat terlebih dahulu diatas batu ,yang membuatnya beberapa kali terkentut kentut nyaring.
Laki laki itu bangkit berdiri sambil memukul mukul pantatnya dengan keras karena tidak juga berhenti mengeluarkan kentutnya.
Tetapi semakin dia pukul dengan keras,semakin nyaring terdengar suara kentutnya.
"Dasar pantat kurang ajar,senang sekali kau mempermalukan aku ya?, awas kau ku pukul dengan keras baru kau tahu"mulut lelaki itu mengomel tidak karuan kepada pantatnya.
Karena kentutnya tidak juga berhenti,maka dipukulnya lagi pantatnya itu dengan lebih kuat lagi.
"Brebet bet bet"kini pantatnya berbunyi nyaring sekali disertai dengan celananya yang menggembung di bagian lubang pembuangannya.
Rupanya kini kentutnya keluar beserta dengan ampas makanannya kemarin,yang tidak tanggung tanggung banyaknya hingga memenuhi semua ruangan celananya.
Tentu saja dengan membawa beban seberat dan selembek itu, membuat gerakannya menjadi bertambah tidak karuan saja jadinya.
"Hei bocah bedegung, kutu kupret,balang kadut, tempoyak busuk,ini bukan jurus ku,tetapi e'e' beneran tau,mungkin karena tadi pagi terlalu banyak makan"jawab Rampak sulah yang terlihat tidak terlalu cerdas itu.
Laki laki yang rada rada idiot itu bukannya mundur untuk digantikan dengan temannya yang lain,malah maju menyerang Alex dengan golok terhunus ya.
Tetapi karena ada emas cair yang menggelayut di pantatnya dan memenuhi anusnya,sehingga gerakannya menjadi tidak pokus lagi.
Hingga suatu saat ketika laki laki itu menyerang Alex dengan goloknya, Alex berkelit kekiri sambil mengirimkan tendangan ke perut laki laki itu.
"Buk!".
"Duuut,bretbet brooot".
Habis sudah isi perut laki laki itu keluar semua kini.
Tampak kini kedua kaki celananya membengkak seperti guling,dengan cairan yang merembes menetes keluar.
Alex menggunakan jurus cahaya illahi tingkat lima nya yang di lepaskan dari jarak sekitar tiga langkah dari laki laki itu.
Selarik cahaya hijau meluncur dan menghantam perut laki laki itu hingga jebol kebelakang.
Tubuh Rampak sulah tumbang kebelakang belepotan kotorannya sendiri dengan perut yang sudah jebol hancur.
Tampak sulak nampak sangat marah melihat kenyataan saudaranya yang bernama Rampak sulah tewas ditangan seorang pemuda ingusan.
"Rampak sulo, Rampak suwang,ayo cepat bunuh pemuda itu,lihatlah anggota kita sudah banyak yang tewas" perintah Rampak sulak kepada kedua saudaranya itu.
"Baiklah Sulak,akan kami bereskan segera pemuda ingusan itu,kau tenang saja"kata Rampak suwang dan Rampak sulo sambil melompat kearah Alex dengan mengerahkan semua tenaga dalamnya.
__ADS_1
Alex kembali mengerahkan jurus cahaya illahi tingkat keenam untuk menyambut serangan dari Rampak suwang dan Rampak sulo itu.
"Bum!!".
"Bum!!".
Dua ledakan berbarengan terdengar membahana di dalam hutan Rampak baraw itu.
Tubuh Alex amblas kedalam tanah sedalam betis terkena hantaman dari dua arah itu.
Sementara itu tubuh kedua orang lawan nya itu juga terpelanting kebelakang sejauh enam tindak.
"Nampaknya kau punya kemampuan juga anak muda,kini terimalah ini lagi"kata Rampak suwang,seorang yang kepalanya lonjong di dahinya.
Kali ini Rampak suwang dan Rampak sulo menyerang Alex dengan serangan golok di tangan mereka.
Serangan ganas dan bertenaga besar itu bergantian seperti serangan ombak menuju pantai yang tidak ada henti dan jedanya itu.
Memang tujuan dari serangan ini adalah melemahkan stamina musuh.
Bagi musuh dengan tingkat kultipasi rendah,meski ilmu silatnya tinggi,tetap akan tumbang kelelahan.
Sedangkan Alex mempergunakan jurus sembilan langkah Dewa jurus yang ke lima, dikombinasikan dengan jurus cahaya illahi tingkat enam dan ilmu meringankan tubuh tingkat Dewa,membuat semua gerakannya tidak terlihat dan sangat susah di prediksi arahnya
Sementara Alex bertarung dengan Rampak suwang dan Rampak sulo,Dewi muyimaeva terus memperhatikan Rampak sulak yang sedari tadi diam berdiri memperhatikan dirinya itu.
Beberapa kali Rampak bersaudara itu mengayunkan goloknya kearah leher dan perut Alex,tetapi ketika golok itu tinggal setelapak tangan dari tubuh Alex,tiba tiba tubuh Alex hilang dari tempat asalnya dan muncul diwaktu yang bersamaan di tempat lain.
Begitulah beberapa kali terjadi hal semacam itu, sehingga kedua Rampak bersaudara itu menjadi semakin marah saja.
Kali ini kedua Rampak bersaudara itu mengerahkan ilmu pamungkasnya,golok mereka berdua tiba tiba berubah warna menjadi berwarna hitam mengeluarkan asap hitam dan berbau busuk.
Alex juga memaksimalkan jurus dan energinya kearah pedang cahaya yang dengan tiba tiba tergenggam ditangannya itu.
Pedang cahaya yang biasanya bercahaya putih itu kini berubah menjadi kehijauan dan berhawa sangat panas.
Kedua Rampak bersaudara itu menyerang Alex dari dua arah kembali,kali ini di sertai asap dan bau busuk pula.
Kalau orang biasa,diserang asap berbau busuk itu,tentu sudah lumpuh keracunan,tetapi untung saja Alex adalah sang pemilik bunga teratai hitam,yang bisa menangkal racun jenis apapun juga,sehingga racun dari asap berbau busuk itu tidak ada efeknya sama sekali.
Hingga pada suatu kesempatan,ketika kedua Rampak bersaudara itu menyerang secara bersamaan dari kanan dan kiri,Alex dengan gerakan yang super cepat itu segera berkelit kesebelah Kiri dari Rampak sulo sambil membabatkan pedang cahayanya ke tengkuk Tampak sulo.
Tanpa bisa menghindar lagi,Rampak sulo tersungkur kedepan dengan luka menganga di tengkuknya hampir memutuskan lehernya.
Sementara itu,selagi semua saudaranya bertarung dengan Alex,nampak Rampak sulak berusaha mendekati kearah Dewi muyimaeva yang memang sangat cantik jelita itu.
Sedangkan Dewi muyimaeva walaupun sudah melihat gerakan dari Rampak sulak,tetapi dia berusaha diam sambil terus bersiap siap dan waspada dengan serangan dari Rampak sulak itu.
Dia pura pura tidak tahu dengan tingkah laku laki laki bejad itu.
Ketika jarak antara Tampak sulak dan Dewi muyimaeva sudah sangat dekat,secara tiba tiba tangan Rampak sulak terulur kearah Dewi muyimaeva untuk menotok sang Dewi itu.
Tangan Rampak sulak yang terjulur menotok urat leher Dewi muyimaeva,tidak menyentuh apapun juga, seakan tubuh gadis itu transparan dan bisa di tembus namun tidak bisa di sentuh.
Rampak sulak heran menatap gadis yang berada di depannya itu,beberapa kali dicobanya untuk menotok urat leher gadis itu,tetapi tetap sama, cuma angin yang bisa dia rasakan tanpa merasakan keberadaan tubuh atau jasad gadis itu.
Meski sudah di coba berulang ulang kali,namun hasilnya sama,tangannya bisa menembus tubuh gadis itu.
seakan akan tubuh gadis itu cuma bayang bayang saja.
Tiba tiba tangan Dewi muyimaeva bergerak menghadapkan telapak tangannya kearah Tampak sulak.
Serangkaian energi sangat kuat bersinar hijau keluar dari telapak tangan sang Dewi,lalu menghantam dada Rampak sulak.
__ADS_1
Tubuh Rampak sulak terbang sejauh tujuh tindak kebelakang.
*********