Mr Matrix

Mr Matrix
Pertarungan dengan Siluman Air.


__ADS_3

Karena rasa penasaran yang kuat,akhirnya Dewi Araya berjalan ketempat sang suaminya berjalan tadi di ujung dahan pohon yang luar biasa besar nya itu.


Dewi Amarila dan Ratu Pramestiya serta putri Mei Yin segera menyusul Dewi Araya berjalan ke ujung dahan pohon itu.


Setelah menyibak daun pohon yang besar besar itu,tiba tiba Dewi Araya berteriak karena takjub nya.


"Wow,luar biasa indahnya hamparan awan putih itu seperti hamparan kapas saja layak ya,kakak Dewi, lihatlah pemandangan ini,sungguh luar biasa kan "kata Dewi Araya takjub.


Dewi Amarila dan yang lainnya yang baru saja tiba di tempat itu juga terkagum kagum dengan pemandangan itu.


"Hei kalian,ayo kita lanjutkan perjalanan kita, Biksu mata hati sudah mendeteksi keberadaan permata ke sembilan belas itu,ayo!"terdengar suara Alex berteriak dari arah depan kuil.


Mereka segera berjalan kearah Alex yang sudah menunggu mereka.


"Kalau pau takut,kau bisa memejamkan matamu meme Suhitra"kata Alex.


"Iya kak,aku akan percaya kepada mu saja kak"jawab Dewi Suhitra sambil memejamkan matanya.


Dengan mempergunakan ilmu meringankan tubuh yang sudah sempurna, Alex dan empat orang istrinya segera melompat turun dari cabang pohon itu di ikuti oleh yang lainnya.


Karena cabang dari pohon itu sangat banyak dan semakin ke bawah semakin besar,maka mereka melompat dari cabang ke cabang pohon saja.


Beberapa lama,mereka akhirnya melewati kabut putih tebal seolah tanpa akhir itu.


Karena pekatnya kabut,pandangan pun menjadi terhalang .


Untuk menghindari terpisah,Alex berinisiatif mengikat mereka dengan tali panjang di pinggang masing masing.


Hingga beberapa lamanya,akhirnya kabut itupun berhasil di lewati oleh mereka.


Kini Alex mengajak semuanya untuk beristirahat sejenak di atas cabang pohon yang sangat besar sekali itu.


Sangkin besarnya cabang pohon itu,seandainya sebuah desa kecil diletakan diatasnya,niscaya akan muat.


Alex bangkit berdiri dan melangkah keujung dahan besar itu.


Dewi Araya juga bangkit mengikuti di belakang nya sambil memegang ujung baju Alex .


"sangat jauh ujung dahan ini kak,kaki ku gemetaran kak?"kata Dewi Araya sambil duduk.


"minta di gendong juga ?"tanya Alex padanya.


Dengan senyum genitnya, Dewi Araya meng anggukan kepala nya.


Alex duduk di hadapan Dewi Araya,dan sang Dewi pun naik ke punggung sang suami sambil tangannya di lingkarkan di leher.


"Aku juga mau seperti adik Dewi Suhitra tahu, enak juga di gendong suami ternyata!"kata Dewi Araya dari belakang Alex.


"Dewi Suhitra tidak seperti kita,jadi harus ku gendong,seandainya nanti dia sudah menguasai semua ilmu dari Dewa samudra,tentu dia akan berjalan sendiri" kata Alex menjelas kan.


"Aku tahu,dan aku tidak iri melihat dia,aku cuma pengen merasa kau gendong,itu saja"kata Dewi Araya simpel.


Setelah berjalan agak lama,kini mereka tiba di ujung dahan.

__ADS_1


Alex menyibak daun daun besar itu agar bisa melihat.


Ketika daun tersibak,Alex ternganga melihat pemandangan yang luar biasa itu.


Disekeliling mereka terlihat hamparan hutan, gunung gunung,sungai berliku liku serta beberapa danau.


Karena mereka berada di ketinggian sedikit dibawah awan,maka pemandangan yang sangat luas terlihat di depan mata mereka.


"Wow,luar biasa indahnya!"tiba tiba terdengar suara wanita di belakang mereka.


Dewi Araya menoleh kebelakang,dan nampak Dewi Amarila berada di belakang mereka melongo menatap keindahan alam yang luar biasa itu.


"Ah kau kak,ku kira demit penunggu pohon besar ini nongol" kata Dewi Araya.


"Iya demit cantik,eh kau juga kenapa jadi seperti adik Suhitra,pakai di gendong segala,kau juga tidak bisa jalan ?"tanya Dewi Amarila kepada adiknya itu.


"Tidak !,aku bisa jalan,cuma lagi ingin di gendong saja,masa adik Suhitra terus yang di gendong, aku juga kepengen di gendong"jawab Dewi Araya ringan.


"Eh apa kau ngidam di gendong suami,hebat sekali langsung isi "kata Dewi Amarila menggoda adiknya itu.


"Semoga aja kak,aku mau ngasih dia anak yang banyak,dia suka sekali usil sama aku,apa lagi ada maunya,usilnya minta ampun"jawab Dewi Araya sambil mencium pipi suami nya dari belakang.


Setelah puas melihat pemandangan kesekeliling nya,mereka segera bergerak turun kebawah dengan melompat dari dahan kedahan.


Semakin kebawah ternyata dahan pohon itu semakin besar dan memanjang jauh.


Akhirnya mereka tiba di dahan paling bawah, sementara tanah masih tidak terlihat lagi karena tertutup oleh hutan rimba di bawah pohon itu.


Jarak antara dahan paling bawah dengan pucuk paling atas pepohonan hutan ada sekitar tiga puluh depa lagi,sementara kedasar hutan masih tidak terlihat jelas.


Mereka tiba di atap hutan rimba itu,ternyata itu masih tergolong hutan tertinggi dari yang ada di sekitarnya.


Dengan menyibak daun daun pohon,mereka turun menuju dasar hutan itu.


Setelah melewati sekitar tiga puluh depa tingginya pohon pohon di hutan itu,akhirnya lantai hutan pun terinjak mereka.


Ternyata batang pohon itu demikian besarnya,sehingga seandainya satu kota dimasukan kedalam dasar pohon itu,niscaya kota itu akan masuk kedalam nya.


Sinar matahari yang menembus celah dedaunan hutan agak enggan, membuat dasar hutan menjadi suram.


Setelah berdiam sejenak, Biksu mata hati menunjuk ke satu arah, "kita ke arah sana tuan ku,energi dari permata illahi itu terasa dari arah sana"...


Mereka ber sepuluh orang itu segera berjalan kearah yang di tunjukan oleh Biksu mata hati.


Sedangkan Alex masih menggendong Dewi Suhitra di belakang nya sambil melangkah di bawah rimbunnya pepohonan.


Ketika tengah hari, mereka tiba di tepi sebuah danau cukup besar dan ber air sangat jernih serta di sekeliling nampak pegunungan berbaris mengelilingi danau itu.


Di bawah sebatang pohon yang besar agak condong ke arah Danau, Alex mengajak beristirahat makan siang sambil melihat keindahan Danau itu.


Selagi semua istrinya menanak nasi,Alex dengan sebilah kayu kecil mencoba menombak ikan yang sangat banyak dan besar besar di danau itu.


Cuma sebentar saja, sepuluh ekor ikan besar besar sudah di dapatkan oleh nya.

__ADS_1


Setelah selesai membersihkan ikan ikan itu,Alex segera menyerahkannya kepada Dewi Amarila untuk di panggang diatas bara api.


Untuk Biksu mata hati yang tidak makan daging, Alex menyiapkan beberapa umbut palm hutan yang banyak terdapat disekitar danau itu.


Sebentar saja,bau Ikan bakar pun menyebar disekitar danau itu, membuat perut orang yang mencium nya menjadi lapar.


Namun belum lagi mereka sempat makan,tiba tiba air danau itu bergolak seperti ember mau tumpah saja layaknya.


Dari dalam Danau itu muncul empat mahluk aneh,tubuh mirip manusia tetapi mukanya mirip lele,dan di tulang belakang mereka tumbuh sirip seperti ikan,tetapi mereka memiliki kaki dan tangan seperti kodok.


Salah satu diantaranya memakai mahkota dari emas dikepalanya.


"Siapa kalian,berani berani memasuki daerah kekuasaan ku, dan menangkapi rakyat ku, aku tidak terima atas kelancangan kalian ini" kata mahluk itu yang mengenakan mahkota di kepalanya.


"Aku kebetulan lewat disini tuan,dan numpang beristirahat sebentar sambil makan siang"jawab Alex .


"Kau sudah melakukan kesalahan dengan sembarangan memasuki wilayah ku,dan juga menangkapi rakyat ku, maka hukuman mu adalah mati dan semua gadis gadis itu akan ku bawa ketempat ku!" kata pemimpin dari mahluk siluman air itu.


"Ha ha ha ha,kau sama saja dengan manusia busuk lainnya,memang nya kau kira diri mu siapa heh ?"tanya Alex pada pimpinan mahluk itu.


"Ho ho ho ho,aku ada lah Dewa Danau ini, penguasa tertinggi semua danau di dunia ini" kata pimpinan mahluk siluman itu.


"He he he he, Dewa Samudra, ,apakah benar dia seorang Dewa?"tanya Alex sambil tertawa.


"He he he he,tuan ku, mana ada Dewa dari golongan siluman dan iblis,bahkan dari golongan manusia murni saja tidak ada, Dewa Dewa dan Dewi Dewi semuanya dari golongan mahluk suci,bila ada dari golongan manusia biasa itu cuma Dewa dalam pengakuan mereka sendiri,bukan yang diangkat oleh kehendak suci sebagai Dewa"kata Dewa Samudra.


"Nah kau dengarkan, bahwa kau sebenarnya dewa yang palsu he he he he,dasar Dewa palsu,pertapa sakti,kau layani dia,aku malas meladeni mahluk gila seperti ini"kata Alex sambil berjalan kearah pohon kayu besar yang roboh ke danau dan duduk di pokok batang kayu itu.


"Baiklah tuan ku,akan hamba getok kepala siluman gila ini"kata Pertapa sakti sambil maju mendekati ke empat mahluk siluman air itu.


"Huh ternyata kau juga penakut,berlindung di balik pengawal mu ini,baiklah,ku binasakan pengawal mu ini dulu,agar kau tahu bahwa aku benar benar Dewa Danau ini"kata pimpinan mahluk itu.


Dia langsung memerintah salah seorang dari bawahannya yang mukanya juga mirip ikan lele dengan kumis yang juga persis kumis lele.


Mahluk itu menyerang Pertapa sakti dengan patil yang ada di pergelangan tangan nya.


Patil setajam pedang itu menyerang Pertapa sakti dengan gerakan yang sangat cepat dan terarah ke tempat tempat yang ber bahaya.


Tetapi sang pertapa sakti bukanlah lawan yang bisa di taklukan dengan begitu saja,tubuhnya dengan gesit melenting kesana kemari serta beberapa kali berhasil menyarangkan pukulannya kearah lawan.


Melihat salah satu anak buahnya kewalahan menghadapi pertapa sakti,sang pemimpin mahluk siluman air itu segera menyuruh salah satu dari pengawalnya yang lain untuk turun membantu temannya.


Kakek Su Lung melihat hal itu segera melompat menghadapi mahluk itu.


Kini pertarungan antara kakek Su Lung dan mahluk siluman air itupun terjadi pula.


Dengan kekuatan dan kecepatan yang tinggi, mahluk siluman air itu segera menyerang ke arah kakek sulung.


Tetapi tentu saja kakek sulung dengan kecepatan yang juga sangat tinggi,kini menghindar sambil sesekali mengirimkan serangan kearah siluman air yang menyerang diri nya.


Alangkah marahnya sang pemimpin dari kawanan siluman air itu,ia menyuruh salah satu dari anak buahnya kembali untuk maju mengeroyok kakek Su Lung.


Biksu mata hati segera maju setelah mengetahui bahwa kakek Su Lung dikeroyok.

__ADS_1


Pertarungan satu lawan satu pun terjadi di pinggir danau itu.


...****************...


__ADS_2