
Malam belumlah terlalu larut,namun semua orang sudah masuk kedalam kamar mareka masing masing.
Begitu pula dengan Alex yang merasa mengantuk, cepat masuk ke kamarnya.
Sedangkan disebelah kamarnya,ada kamar putri Giok Lin Dan putri Kwan si,dan di sebatang nya ada kamar Kwe Sian Li.
Di dalam kamarnya,Alex duduk di lantai,kemudian kedua telapak tangannya di satukan di depan dada dengan sikap sempurna.
Sebelum masuk kamar tadi,dia sempat memasang pormasi di kamar Giok Lin Dan Kwan si,juga dikamar Kwe Sian Li,agar bila ada sesuatu,dia bisa langsung tahu.
Beberapa saat berlalu,rasa kantuk yang luar biasa kuat menyerang tadi sudah bisa Alex lawan dan bisa di netralka nya,kini dia masih duduk bersemedi di lantai kamar,seluruh panca inderanya dan juga indera ke enam nya kini sudah sangat peka sekali.
Menjelang tengah malam,tiba tiba Alex merasa ada sesuatu yang berusaha menerobos kedalam kamar yang dipasang nya pormasi,memang pormasi itu tidaklah kuat,bahkan tidak bisa dideteksi oleh siapapun,karena sekedar untuk Alex bisa merasakan pergerakan keluar masuk kamar itu dari arah manapun.
Alex cepat memasang mode pemindai pada layar monitor di depan matanya,memantau kamar mana yang dimasuki seseorang.
Pemindai ini bisa memantau seseorang hingga mencapai ratusan ribu langkah jauhnya.
Seseorang sedang memasuki kamar putri Giok Lin Dan Kwan si lewat jendela,lalu menggendong putri Giok Lin Dan meloncat di kegelapan malam.
Selesai mengunci target,Alex cepat ke kamar putri Giok Lin Dan membangunkan putri Kwan si.
Dengan mata masih mengantuk berat,putri Kwan si bangun melihat kearah Alex.
"Kakak,mana kakak Lin,tadi tidur bersama ku"kata putri Kwan si.
"Seseorang telah menculik putri Giok Lin,ayo kita ikuti arah orang itu membawa Giok Lin.
Mareka keluar kamar sambil tidak lupa membangunkan Kwe Sian Li juga.
Dengan sistem pemindaian yang kuat,dan penguncian target,maka dengan mudah mareka mengikuti arah larinya orang yang menculik putri Giok Lin tadi.
Bayangan laki laki di kegelapan itu terus berlari ke arah timur desa,memasuki sebuah hutan yang cukup lebat.
Ternyata di dalam hutan itu ada sebuah bekas kuil yang sudah lama tidak di pakai lagi,ke situlah sang bayangan lelaki tadi membawa orang yang di bopong nya.
Setelah meletakan bawaannya,lelaki itu menyalakan lampu yang di gantung di dinding sehingga ruangan menjadi terang benderang.
Laki laki itu ternyata masih muda dan berwajah tampan seandainya tidak ada bekas luka memanjang yang cukup mengerikan di muka nya.
Pemuda itu melihat kearah putri Giok Lin yang masih pingsan karena di bius dan di tambah totokan oleh pemuda itu.
"Ha ha ha", Pemuda itu tertawa hingga tubuhnya bergetar, "Ternyata keberuntungan ku sangat besar malam ini,aku mendapatkan bidadari yang cantik jelita,sayang cuma satu yang bisa ku bawa,seandainya kedua duanya bisa ku bawa,wah pasti lebih seru lagi"katanya sambil memandang wajah cantik putri Giok Lin.
Pemuda itu langsung memasukan sesuatu kedalam mulut putri Giok Lin Dan memijit leher nya supaya benda itu bisa masuk kedalam perut putri Giok Lin.
Setelah benda itu meluncur kedalam perut putri Giok lin,pemuda itupun memijat tengkuk putri Giok Lin, menyadarkannya dari pengaruh bius yang dia tebar tadi.
__ADS_1
Putri Giok Lin membuka matanya,namun saat dia ingin menggerakkan tubuhnya,ternyata tubuhnya masih ter totok sehingga tidak bisa di gerakan.
"Hei siapa kamu?,kenapa aku ada di sini?,tanya putri Giok Lin.
"He he he,siapa aku?, yang pasti aku calon suami mu,karena sebentar lagi kita akan bersenang senang,racun ular sutra salju tidak ada obat penawarnya,kecuali berhubungan badan,bila tidak,maka dalam jangka tidak lebih dari seperempat hari,seluruh pembuluh darah di tubuh mu akan meledak karena hasrat yang tak terkendali,dan kau akan mati sia sia"jawab pemuda itu sambil tertawa bangga.
"Calon suami?,huh lebih baik mati dari pada memiliki suami bejat macam kamu"kata putri Giok Lin.
"Kau boleh menolak ku sekarang,tapi tunggu sebentar lagi,bila racun itu mulai bereaksi,kau sendiri yang akan meminta ku ha ha ha"pemuda itu kembali tertawa bangga.
"Pemuda sialan,bunuh saja aku,aku tidak takut mati"kata putri Giok Lin mulai ketakutan.
Tapi dorongan hawa panas mulai terasa dari dalam tubuhnya.
Walau sekuat daya dia mencoba melawan,tapi dorongan hawa panas itu kian lama kian kuat,akhirnya mata putri Giok yang tadi berapi api,kini mulai meredup sayu,setinggi apapun kesaktiannya,melawan dorongan hawa panas dari racun ular sutra salju itu,semua upaya nya mulai melemah.
Terdengar gema suara tawa dari pemuda bejad itu kian menggema, perlahan lahan dia mulai melepaskan pakaian nya.
Kini tinggal celana kolor yang melekat di tubuhnya.
Dengan terus tertawa liar,pemuda itu berjalan menghampiri tubuh putri Giok Lin yang tergolek di lantai kuil.
Ketika tinggal tiga langkah dari tubuh putri Giok Lin yang terbaring,tiba tiba pemuda itu tersentak kaget,karena di sisi tubuh putri Giok Lin telah berdiri seorang pemuda tampan.
"K,,kau siapa berani beraninya mengganggu kesenangan ku,mau mencari kematian ya"tanya pemuda bejat tadi
"Memotong kedua kaki ku,ha ha ha,jangankan memotong kedua kaki ku,menyentuh baju ku pun belum tentu kau mampu,ha ha ha,se ekor lalat busuk bermimpi mengalahkan se ekor gajah"kata Nan Pao tie sambil ketawa hingga tubuhnya terguncang.
Dia meremehkan Alex karena melihat tingkat kepandaian Alex yang terlihat cuma pada tingkat Taruna tingkat sembilan saja,padahal Alex sengaja menutupi tingkat kultipasi nya sampai sebatas itu,sedangkan penjahat kumbang pemetik bunga ini sudah pada tingkat Alam Raja tingkat sembilan akhir.
"Kau tidak percaya bahwa aku mampu melakukannya?,baiklah,bersiaplah kau!"selesai berkata,tiba tiba tubuh Alex bergerak sangat cepat secepat Sambaran kilat,dan tahu tahu kaki kanan Nan Pao tie sudah putus sebatas paha.
Terdengar jeritan mengerikan yang keluar dari mulut Nan Pao tie seolah mencapai langit biru,dan darah pun bercucuran dari paha Nan Pao tie yang terpotong.
Nan Pao tie cepat menotok sekitar pahanya agar darah tidak keluar.
"kepa**t, jah***m,aku akan mengadu nyawa dengan mu!",teriak Nan Pao tie sangat marah.
"Itu tidak berguna Nan Pao tie,karena belum ada sejarahnya Alexander agung mengampuni nyawa seorang penjahat cabul"kata Alex sambil bergerak cepat, dan ,
"Tras!!!".
Kali ini kaki kiri Nan Pao tie yang putus sebatas paha,jeritan dari mulut Nan Pao tie kembali terdengar.
Tidak ada lagi umpatan sumpah serapah yang keluar dari mulutnya,kini tinggal isakkan tangis dan permohonan ampun yang terdengar keluar dari mulutnya.
Tubuhnya yang lumayan besar,ber debam jatuh kelantai kuil dengan kaki sebatas paha yang buntung oleh pedang cahaya milik Alex.
__ADS_1
"Ha ha ha,sungguh sial nasip mu wahai kumbang pemetik bunga,kini kau tanpa kedua kaki,dan sebentar lagi jadi ulat tanpa kedua tangan pula"kata Alex dengan amarah yang masih membuncah di dalam dadanya.
"Am, am Puni aku tuan, aku mengaku salah,jangan potong kedua tangan ku,bunuh saja aku,itu lebih baik ketimbang kau menyiksa ku se umur hidup seperti ini"pinta Nan Pao tie sambil menangis meratapi nasip nya yang benar benar sial kali ini.
"Aku tidak akan membunuh mu,aku cuma meminta kedua kaki dan tangan mu sebagai kompensasi dari perbuatan mu pada calon isteri ku,biarlah kau mengingat sudah berapa banyak anak gadis orang yang kau renggut dan kau hancurkan"kata Alex sambil berkelebat cepat,
'Tras!".
"Tras!".
Dua buah tangan sebatas bahu putus dan jatuh ke lantai kuil,darah menyembur dari tangan yang terpotong.
Tangis dan ratapan sudah tidak terdengar lagi,karena sang pemilik tubuh sudah pingsan.
Alex mendekati penjahat itu dan memukul kearah perutnya,menghancurkan dantian nya agar dia menjadi orang yang tidak bisa berkultipasi lagi selamanya.
Selanjutnya Alex menotok beberapa bagian tubuh dari penjahat Nan Pao tie ini agar pendarahan nya berhenti.
Dari arah pintu kuil masuklah putri Kwan si dan Kwe Sian Li yang sebenarnya dari tadi sudah di sana,cuma mareka tidak mau ikut campur karena tahu bahwa penjahat itu tidak sebanding dengan kesaktian Alex.
"Bawalah tubuh penjahat itu,dan serahkan ke petugas,sementara aku akan menyembuhkan putri Giok Lin,karena sebentar lagi waktunya habis,bila tidak di obati, seluruh urat dan saraf tubuhnya akan meledak,dan putri bisa tewas,tidak ada obat penawar untuk racun ular sutra salju,kecuali aku sendiri,maapkan aku Kwan si"kata Alex langsung menggendong tubuh putri Giok Lin Dan melesat di kegelapan malam.
Sementara itu putri Kwan si dan Kwe Sian Li mengerti obat apa yang harus Alex berikan untuk mengobati putri Giok Lin yang terkena racun ganas ulat sutra salju.
Kwe Sian Li mendekati tubuh penjahat kumbang pemetik bunga yang tergeletak di lantai tak berdaya.
Setelah mengamati sejenak,gadis itu berkata, "benar,dia benar benar Nan Pao tie sang kumbang pemetik bunga,aku ingat dia juga pernah hampir memperkosa ku dan melukai kekasih ku hingga hampir mati,sekarang kau mendapatkan balasan yang setimpal,aku tidak Sudi membawa mu"...
Kalau kau tidak mau menggendong nya,apa lagi aku,kita bunuh saja dia"kata putri Kwan si.
"Jangan di bunuh,kematian terlalu mudah baginya,biarkan dia seperti itu,mati dengan pelan pelan,sekarang lebih baik kita pulang ke penginapan dan melanjutkan tidur yang tertunda tadi"kata Kwe Sian Li sambil melesat ke arah kegelapan malam yang di ikuti oleh putri Kwan si dari belakang.
Sementara di dalam kamar Alex,beberapa saat setelah selesai ritual pengobatan yang Alex lakukan (tidak usah author ceritra kan secara rinci ya),kini tinggal Sisa sisa ritual saja yang tertinggal berupa darah yang tercecer di sprei tempat tidur,sedangkan di pinggir tempat tidur,duduk sepasang anak muda sambil menjuntai kan kakinya ke lantai.
"Aku minta maap Giok Lin,terpaksa melakukan itu pada mu"kata Alex dengan menyesal.
Air mata putri Giok Lin berderai di pipinya,hampir saja bencana mendera hidup nya,andai saja penjahat itu yang berhasil merenggut kesuciannya,maka hidupnya akan benar benar hancur dan cita cita nya yang lama dia simpan di hati akan kandas begitu saja.
"Tidak apa apa Lex,kau tidak salah,aku memang menjaganya untuk mu, andai saja penjahat itu yang mengambilnya, maka aku akan hancur dan menyesalinya seumur hidup ku,kau justru menyelamatkan aku Lex,asal kamu tidak menyia nyiakan aku,itu sudah cukup bagi ku"kata putri Giok Lin sambil menyandarkan tubuhnya di bahu Alex.
"Aku berjanji pada kau Dan putri Kwan si,bahwa aku tidak akan menyia nyiakan kalian,kita akan bersama selama nya"jawab Alex sambil menggenggam jemari putri Kwan si.
Malam merayap menuju pagi,mengantarkan hati dua anak muda yang bersiap menyambut pagi esok yang lebih ceria.
*******
__ADS_1