
Alex memacu kudanya dengan kencang nya menuju kearah kota Rembulan.
Dia cuma beristirahat saat makan dan tidur saja.
"Tuan,apakah tuan ingin saya berlari lebih cepat lagi?" sambil berlari, Dewa Pegasus bertanya kepada Alex .
"Memangnya kamu bisa lebih cepat dari ini Pegasus?"Alex balas bertanya.
"Kalau tuan menginginkan lebih cepat lagi,hamba bisa terbang tuan ku,jangan lupa hamba adalah dewa Pegasus tuan"jawab dewa Pegasus mantap.
"Baiklah kalau begitu, terbanglah kearah kota Rembulan Pegasus"kata Alex.
Setelah Alex memerintahkannya terbang,secara ajaib,dari samping kiri dan kanan tubuh Dewa Pegasus muncul dua sayap yang indah,lalu setelah kedua sayap itu direntangkan, maka melayang lah tubuh Pegasus naik keangkasa.
Pegasus melayang semakin tinggi dan semakin tinggi lagi,akhirnya beberapa kota dan desa terlihat dari udara.
"Tuan yang manakah kota Rembulan itu?"tanya Pegasus kepada Alex.
Alex membuka peta benua tanah Nirwana di layar Matrix nya,dan terlihatlah yang mana dari semua yang berada di bawah itu kota Rembulan.
"Pergilah menuju kota itu, kota itu yang ada disanalah kota Rembulan"kata Alex sambil menunjuk kesebuah kota dibawah mereka.
Setelah melayang diketinggian beberapa saat lamanya.
"Nanti carilah tempat sepi untuk mendarat, jangan sampai bikin keributan"perintah Alex.
"Baiklah tuan,saya siap meluncur sambil turun"jawab Dewa Pegasus.
Akhirnya Dewa Pegasus meluncur kedepan dari ketinggian hampir mencapai awan dengan kecepatan Sambaran burung camar sambil perlahan lahan menurun.
Kedua sayap Pegasus tidak lagi berkepak,tetapi diam merentang sambil mengatur luncuran nya.
Ketika menjelang sore hari,batas kota Rembulan terlihat jelas dari udara.
Sebaiknya kita turun di batas kota itu saja Pegasus,dari situ kita jalan kaki supaya tidak menarik perhatian siapapun juga"kata Alex.
"Baiklah tuan"jawab Pegasus sambil terbang merendah menuju kearah batas kota Rembulan.
Tepat di tempat sunyi di batas kota Rembulan, Pegasus akhirnya mendarat dengan menjejakkan kakinya di jalan tanah berbatu di batas kota Rembulan.
Karena gerbang kota Rembulan sudah terlihat,maka Pegasus tidak lagi berlari,tetapi berjalan santai.
"Tuan ku,kalau boleh meminta,selama tuan ku di kota,biar saya di dunia dimensi tuan ku,bila tuan ku memerlukan bantuan hamba,tuanku bisa meng hubungi hamba lewat pikiran hamba tuan ku"kata dewa Pegasus.
"Baiklah Pegasus bila itu mau mu,temui jendral Lau me,katakan bahwa kau teman ku"kata Alex sambil membuka portal ke dunia dimensi miliknya.
Setelah pintu portal terbuka,dewa Pegasus segera melesat masuk ke dalam dunia dimensi milik Alex.
Sedangkan Alex berjalan santai menuju ke gerbang kota yang terlihat tinggi dan megah di kejauhan.
Setelah membayar biaya masuk sebesar satu setengah keping emas, Alex akhirnya berjalan masuk kedalam kota Rembulan itu.
__ADS_1
Kota Rembulan adalah kota terbesar kedua sesudah kota Penahang di negeri Penahang ini.
Baru saja masuk kota Rembulan beberapa ratus langkah,di jalan jalan banyak berlalu lalang becak yang ditarik manusia,serta kereta kuda mewah.
Di kiri dan kanan jalan, toko toko berjejer rapi menjual berbagai macam keperluan,dari jualan ikan sampai jualan masak masakan ,ada.
Dari jualan pakaian dan kain,hingga jualan barang porselen juga ada .
Karena hari belum terlalu sore,Alex bermaksut mencari rumah makan yang paling nikmat di kota itu dahulu,barulah nanti mencari penginapan.
Sedari awal dia masuk kedalam kota,semua mata menatap kearah dia,tidak cuma para wanita dan gadis gadis,bahkan para laki laki pun terpesona dengan paras Alex.
Bahkan ada beberapa wanita dan gadis gadis yang dengan sengaja menabrakan tubuhnya ketubuh Alex, sekedar alasan untuk bisa bertegur sapa .
Meskipun tahu alasan para wanita dan gadis gadis itu,namun Alex menanggapinya dengan senyuman,senyuman khas Dewi muyimaeva yang menyenangkan dan mendamaikan hati.
Alex melihat sebuah becak yang parkir di pinggir jalan,dengan sang penarik becak itu duduk lesu di atas sebuah bangku dari kayu .
Alex menghampiri becak itu, apakah paman sehat ?,ataukah sedang sakit?"tanya Alex kepada penarik becak
"Saya sehat nak,tetapi sedari pagi belum ada satupun orang yang menggunakan jasa becak saya"jawab paman tukang becak itu dengan lesunya.
"Apakah paman tahu rumah makan yang menjual makanan terenak dikota Rembulan ini paman?"tanya Alex.
"Kalau rasanya saya tidak tahu nak,karena saya tidak pernah makan di rumah makan,tetapi bila yang sering di kunjungi oleh para pembesar negeri,para saudagar serta orang orang terkenal,saya tahu nak,Rumah makan selera Kaisar yang lumayan jauh dari sini"jawab paman penarik becak itu.
Alex menatap muka paman penarik becak itu yang agak pucat pertanda dia belum makan sedari pagi, membuat hati Alex terasa pedih.
Muka penarik becak itu langsung berubah cerah dan seutas senyuman terukir di bibirnya yang pucat.
"Mau mau mau nak,ayo naiklah,akan paman antarkan anak ke tempat itu!" kata paman penarik becak itu dengan gembira
Alex langsung naik kedalam becak itu, sedangkan sang paman segera menarik becak itu dengan sisa sisa tenaganya.
Untungnya Alex secara diam diam mengerahkan ilmu meringankan tubuhnya,sehingga sang paman penarik becak itu tidak terlalu kepayahan.
Setelah melewati beberapa tikungan dan persimpangan jalan, akhirnya becak itu masuk kehalaman sebuah rumah makan mewah.
Di halaman rumah makan itu ada beberapa kereta kuda mewah sedang parkir tanpa melepaskan kudanya.
"Paman saya orang baru disini,sudilah kiranya paman menemani saya makan makan didalam sana paman" pinta Alex.
Dari raut wajahnya,terlihat paman penarik becak itu agak keberatan dengan permintaan alex,tetapi ketika menatap muka Alex,timbul rasa iba didalam hati paman penarik becak itu.
"Baiklah nak,sebenarnya saya tidak nyaman makan makan disini,tetapi saya juga tidak sampai hati menolak tawaran anak ini"kata paman penarik becak itu sambil memarkirkan becaknya.
Becak itu diparkirkan dekat sebuah kereta mewah yang ditarik empat ekor kuda.
Alex menggandeng tangan paman penarik becak itu untuk masuk kedalam rumah makan itu.
Seorang pelayan gadis muda berparas cantik datang menghampiri mereka,berjalan sambil mata terus menatap kearah muka Alex,seakan takut kalau berpaling wajah pemuda cantik itu tiba tiba berubah menjadi burikan.
__ADS_1
Karena terlalu pokus kepada wajah Alex, akhirnya kaki gadis muda itu tersandung kaki seorang gadis muda dan cantik yang sengaja dia julurkan untuk menjegal jalan sang gadis pelayan rumah makan itu.
Akhirnya tubuh gadis muda itu terhuyung kedepan hampir saja terjatuh kelantai,kalau saja tidak ada tubuh Alex disitu.
Karena terhalang tubuh Alex,akhirnya tubuh gadis pelayan rumah makan itu terjerembab menabrak tubuh Alex.
Melihat Alex memeluk gadis pelayan rumah makan yang di jegalnya tadi justru bukannya mendapatkan malu,tetapi justru kejatuhan Palung emas,hati sang gadis cantik tadi menjadi gusar.
Dia segera bangkit dari duduknya dan menuding kearah sang gadis pelayan tadi, "hei gadis nakal,kalau mencari pelanggan jangan disini, disini tempat orang berkelas makan dan minum,dasar gadis kegatelan"...
muka gadis pelayan rumah makan itu menjadi pucat,air matanya berlinang,dia ingin melawan tetapi apalah dayanya yang cuma seorang anak orang miskin.
"Alex tanpa menggubris sang gadis jahil tadi,langsung memegang kedua pundak gadis pelayan tadi seraya berkata, "sediakan kami makanan dan minuman yang terlezat di tempat ini secepatnya"...
"Ba ba baik tuan muda,silahkan duduk dan maapkan kelalaian saya sehingga tuan muda merasa tidak nyaman"kata gadis pelayan itu.
"Ya ya ya,cepatlah suguhkan kami hidangan terlezat kalian,dan satu lagi,berhati hatilah, jangan sampai terulang lagi ya"kata Alex dengan ramah dan suara yang enak didengar telinga.
Gadis pelayan rumah makan tadi membungkukan badannya lalu berlalu kedalam untuk mempersiapkan pesanan Alex.
"Huh dasar sial,niat mau mempermalukan pelayan hina itu,eh akhirnya dia justru ketiban pulung, bisa berpelukan dengan pemuda kayangan itu" gerutu gadis cantik tadi kepada ketiga temannya yang juga gadis cantik.
"Iya, itu karena kamu selalu usil dengan orang lain,akhirnya dia yang mendapat untung besar,bisa berpelukan dengan pemuda kayangan itu,dan mendapat simpati lagi dari pemuda itu"kata temannya yang duduk tepat dihadapannya.
Sang gadis cantik tadi terus merenggut menahan kejengkelan hatinya.
"Iya,coba aku yang tadi dipeluknya,mati diperlukannya pun aku rela, rasanya tidak rugi hidupku bila bisa dipeluknya meskipun cuma sekali"celetuk temanya yang lain sengaja memanas manasi hatinya.
Sedangkan Alex sengaja mencari meja yang agak jauh dari gadis jahil tadi,dia tidak ingin peristiwa memalukan tadi terulang kembali.
Dengan memegang pundak sang paman penarik becak,Alex menuju ke meja di sudut ruangan yang masih kosong.
Tidak seberapa lama, pesanan mereka tiba diantar oleh gadis pelayan rumah makan tadi.
Alex segera mengajak paman penarik becak itu untuk menyantap makanan mereka.
Ternyata yang memperhatikan Alex makan bukan cuma gadis jahil tadi,tetapi masih ada beberapa gadis lainnya,Dian taranya gadis tercantik di kota Rembulan ini yang bernama Fia putri dari tuan ketua kota bernama Yun Tiang.
Kecantikannya memang sudah tersohor ke seluruh kota Rembulan.
Banyak pemuda yang menginginkan gadis putri tuan ketus kota itu.
Tetapi gadis itu seperti jinak jinak merpati,dari jauh dia nampak sangat jinak,tetapi bila didekati dia terbang.
Putri Fia ini datang bersama dengan beberapa orang temannya sesama anak pejabat kota juga serta ada beberapa tuan putri dari berbagai klan terkenal kota itu.
Tentu saja seperti gadis yang lainnya,putri Fia ini juga terpesona oleh ketampanan Alex,dan sedari awal Alex masuk, pandangannya tidak pernah berpindah dari memandang Alex terus.
Tetapi putri yang satu ini harga dirinya memang sangat tinggi,sehingga setiap pemuda yang datang kepada nya,selalu ada saja kata kata celaan dari mulut nya.
Seperti hari itu,ketika kelakuan sang putri Fia tertangkap basah oleh semua temannya, ternyata harga dirinya terlalu tinggi,sehingga celaan dan kekurangan orang lain selalu ada didalam hatinya.
__ADS_1
...****************...