Mr Matrix

Mr Matrix
Obat penawar racun.


__ADS_3

Bersamaan dengan tersungkurnya tubuh Dewa pedang berlian,maka berakhir pula pertarungan malam itu.


Alex memungut pedang berlian yang sangat tajam itu dari tanah dan mengambil sarung pedang itu dari cincin ruang milik Dewa pedang berlian yang tadi dia ambil.


Setelah memasukan pedang berlian kedalam sarungnya,selanjutnya Alex menyimpan nya didalam gelang penyimpanan nya.


Tuan besar Yu yang sejak tadi menonton perkelahian itu,setelah melihat Dewa pedang berlian tewas ditangan Alex secara mengenaskan,tuan besar Yu pun secepatnya melompat masuk kedalam rumah nya.


Tetapi malang ,putri Annchi yang sedari tadi memperhatikan dirinya,secepat kilat mengibaskan selendangnya ke arah kepala tuan besar Yu.


"Prak!!".


Terdengar seperti suara ranting kering dipatahkan ketika selendang ditangan Putri Annchi menghantam tengkuk tuan besar Yu dengan kuatnya.


Tubuh tuan besar Yu pun tersungkur ketanah tanpa bisa bersuara apa apa lagi,tulang tengkuknya pecah terkena Sambaran selendang hijau daun milik putri Annchi itu.


Alex segera mengambil cincin ruang milik tuan besar itu,dan betapa tahunnya dia setelah melihat isinya,cincin ruang kelas satu itu penuh dengan kepingan emas dan perak semua.


Setelah menyimpan cincin ruang itu kedalam gelang penyimpanannya, Alex melangkah memasuki rumah tuan besar Yu itu.


Dewi muyimaeva sudah terlebih dahulu melesat kedalam rumah besar itu,dimasukinya ruang demi ruang dan kamar demi kamar,namun tidak ditemukannya juga adik serta pengikutnya itu.


Akhirnya Dewi muyimaeva menetapkan pandangan mata Dewi nya untuk mencari keberadaan Dewi Paraditha dan putri Dewi Sucitra.


Diruangan bawah tanah terlihat tiga orang sedang berada di dalam sebuah kamar.


Secepatnya Dewi muyimaeva berlari kearah ruang bawah tanah itu.


ternyata ruang bawah tanah itu masih memiliki beberapa buah kamar lagi.


Akhirnya di salah satu kamar Terlihat dua orang gadis cantik sedang terbaring disebuah tempat tidur,sementara itu tidak jauh dari situ terlihat tubuh tuan muda Yu sedang duduk disebuah kursi sambil tangannya memegang sebuah gelas kecil.


Melihat Dewi muyimaeva yang masuk,tuan muda Yu tersenyum kecut, "kau terlambat datang Dewi, aku tahu aku tidak mungkin memiliki diri mu,kau terlalu agung bagi ku,kau terlambat"...


"Hai apa yang sudah kau perbuat dengan adik serta pengikut ku, katakan"bentak Dewi muyimaeva kepada tuan muda Yu.


Tuan muda Yu tersenyum sedih, "andai saja kau tidak terlalu sombong dan mau menerima aku,pasti keduanya selamat,tetapi kau sudah dengan sombongnya menolak ku,bahkan membuat tubuhku cacat,maka untuk membayar perlakuan mu kepada ku,terpaksa kedua gadis itu kuracuni dengan racun kelabang emas yang tidak ada penawarnya disemesta ini,mereka cuma punya waktu hingga besok pagi, setelah itu tubuh mereka juga akan membusuk seperti tubuhku sekarang Dewi,ha ha ha,kau tidak bisa berbuat apa apa sekarang"kata tuan muda Yu sambil menegak sisa isi gelas itu.


Tidak berselang lama,tubuh tuan muda itu berkelojotan sekarat mati dengan membawa cinta yang tak berbalas.


Dewi muyimaeva memeriksa tubuh kedua wanita cantik yang pingsan didepan nya itu.


Setelah menotok di beberapa bagian tubuh kedua gadis itu,akhirnya keduanya pun membuka matanya siuman.


Alex dan putri Annchi masuk kedalam kamar itu dan mendapati Dewi muyimaeva sedang berusaha mengobati kedua gadis yang terkena racun ganas itu.


"Mereka terkena racun kelabang emas yang sangat ganas serta tidak ada obatnya itu,bila hingga besok tidak juga ada penawarnya,maka kematian pasti terjadi"kata Dewi muyimaeva.


"Ayo kita bawa keatas dulu mereka,kita cari kamar yang agak luas dan nyaman",kata putri Annchi kepada Alex dan Dewi muyimaeva.


Alex mengangkat tubuh putri Dewi Sucitra sedangkan Dewi muyimaeva mengangkat tubuh Dewi Paraditha.


Akhirnya diatas,mereka menemukan sebuah kamar yang besar dan nyaman,mungkin ini bekas kamar tuan besar Yu.


Nampaknya seluruh kerabat tuan besar Yu,baik istri maupun selirnya,sudah di ungsikan atau sudah melarikan diri,tidak ada yang tahu.


Putri Dewi Sucitra duduk bersila dilantai ruangan, setelah tadi badannya panas seperti bara api, kini dari dalam tubuhnya seperti ada hawa dingin yang berusaha mengusir hawa panas itu.


Setelah beberapa saat,akhirnya putri Dewi Sucitra memuntahkan darah hitam berbau busuk beberapa kali,hingga akhirnya darah hitam itu habis tinggal cairan berwarna putih bening saja lagi yang tersisa.


"Sudahlah,usahakan untuk tidak muntah lagi,racun ditubuh mu sudah habis keluar kini,atur pernapasan mu" perintah Alex kepada istrinya itu.


Putri Dewi Sucitra merasa heran mendengar perkataan Alex,padahal dia belum minum obat penawar apapun,kenapa bisa terbebas dari racun jahat itu.

__ADS_1


"Kenapa bisa begitu kak?"tanya nya.


Tentu saja Alex tidak bisa menjawabnya dengan gamblang,dia cuma memandang wajah Dewi muyimaeva dan wajah putri Annchi bergantian seolah minta pertolongan untuk menjelaskannya.


"Begini adik,ketahuilah bahwa kakak putri Annchi adalah putri bunga teratai hitam,dan bunga teratai hitam adalah satu satunya bunga yang dapat menawarkan segala macam racun yang sudah tidak ada penawarnya,caranya adalah dengan menularkan khasiatnya lewat hubungan suami istri,dan kau sudah melakukan nya,maka tubuh mu kebal terhadap racun jahat jenis apapun juga,beda dengan Dewi Paraditha,dia belum melakukan apapun juga dengan kakak Alex sehingga khasiat bunga teratai hitam belum dia dapatkan,dan bila hingga esok pagi dia tidak mendapatkannya,maka nyawanya tidak tertolong lagi"jawab Dewi muyimaeva kepada putri Dewi Sucitra.


Kini putri Dewi Sucitra berpaling menatap kearah Alex, "jadi sekarang keselamatan Dewi Paraditha bergantung di tangan kakak Alex ya, kakak, tolonglah dia,kasihan dia anak baik yang rela berkorban demi orang tuanya"kata Putri Dewi Sucitra sambil menatap wajah Alex dengan menghiba.


"Dewi apakah tidak ada jalan lain lagi,aku tidak ingin terus menambah istri"kata Alex kepada Dewi muyimaeva.


"Kita tidak bisa mengira ngira apa tujuan kehendak suci kakak,ini sudah diatur oleh sang kehendak suci sendiri,kita cuma menjalankannya saja"kata Dewi muyimaeva berusaha membukakan hati Alex agar mau menerima takdir dirinya.


Alex masih merasa bimbang,karena terus terang beberapa hari ini perasaannya selalu teringat dengan putri Giok Lin dan putri Kwan si yang dia tinggal dalam keadaan agak sakit.


"Kakak,bila sampai Dewi Paraditha meninggal, maka kakak yang menanggung karma dari kematiannya,karena kakak seharusnya bisa mengobatinya,tetapi karena enggan,nyawanya melayang"kata Dewi muyimaeva lagi.


Setelah berpikir agak lama,"mungkin memang sudah takdir diri ku harus menjalani semua ini, biarlah apa yang seharusnya terjadi maka terjadilah".


"Baiklah Dewi,tapi tanyakan dulu kepadanya,apakah dia mau diobati seperti itu,bila tidak,maka kita tidak bisa memaksanya"kata Alex kemudian.


Dewi muyimaeva memijat beberapa bagian tubuh Dewi Paraditha sambil menyalurkan hawa murninya.


Akhirnya Dewi Paraditha bergerak dan membuka matanya.


"Uuh dimana ini?,aduuh badan ku sakit dan panas sekali"keluhnya kesakitan,hingga air matanya menetes walau tidak tampak menangis.


"Dewi,kau masih berada di rumah tuan besar Yu,kau terkena racun dari kelabang emas yang tidak ada penawarnya, kecuali bunga teratai hitam,untuk mengobati diri mu,maka kau harus menjadi istri dari kakak Alex,apakah kau mau?" tanya Dewi muyimaeva kepada Dewi Paraditha.


"Kenapa harus Dewi, bukankah pengobatan biasanya tidak harus seperti itu?"kata Dewi Paraditha.


"Karena Dewi teratai hitam itu adalah kakak putri Annchi sendiri,dia adalah keturunan dari putri bunga teratai hitam yang legendaris itu,tentu saja Kakak putri tidak bisa mengobati dirimu, kecuali dengan perantara kakak Alex"jawab Dewi muyimaeva.


Disela sela rintihannya karena kesakitan, akhirnya Dewi Paraditha menganggukkan kepalanya tanda setuju.


Yang menikahkan mereka tentu saja Dewi muyimaeva sendiri.


Setelah acara pernikahan itu,tinggallah acara ritual penyembuhannya saja.


Maka dilaksanakan lah acara ritual penyembuhan itu antara Dewi Paraditha,Alex dan putri Annchi di kamar itu.


Hingga pagi menjelang,ritual yang sangat menguras tenaga itupun berakhir,dan nampaklah tiga tubuh anak manusia yang terbaring kelelahan sehabis ritual yang sangat melelahkan itu.


Kini wajah Dewi Paraditha tidaklah sepucat tadi malam,kini wajahnya memerah merona.


Alex bangun dari tidurnya dan langsung bangkit berdiri menuju kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Setelah selesai mandi Alex melangkah keluar kamar,memeriksa isi kamar satu demi satu.


Ternyata disebuah kamar yang dikunci,terdapat koin emas dan perak sepenuh kamar serta perhiasan emas dan permata yang sangat banyak.


Alex memasukan semuanya kedalam gelang penyimpanannya.


Di ruang makan Dewi muyimaeva,putri Dewi Sucitra dan Dewi Ginantari sedang memasak makanan untuk sarapan mereka.


"Kalian tunggulah disini,aku ada perlu sebentar"kata Alex kepada kedua istrinya dan pengawal ya itu.


Alex langsung keluar dari rumah itu menuju rumah ketua kota yang tadi malam mengirimkan pengawalnya untuk mencelakai Alex dan istrinya.


Di kediaman ketua kota,terlihat para prajurit sedang berjaga jaga dengan sikap yang siap siaga.


Sedangkan di atas tembok terlihat puluhan prajurit yang bersenjatakan panah telah siap siaga pula.


Alex melambaikan tangannya,dan sekumpulan energi sangat kuat menghantam pintu gerbang beserta temboknya hingga roboh hancur lebur.

__ADS_1


Berpuluh puluh prajurit yang bersenjatakan panah,terjatuh dan terjepit tembok serta ada juga yang tewas tertindih tembok itu.


Ketua kota berdiri dengan tegar di depan rumahnya dengan memegang sebilah pedang yang panjang,menunggu kedatangan Alex.


"Kalau kau kira aku takut menghadapi diri mu,kau salah,akan ku buktikan siapa ketua kota ini yang sebenarnya"kata lelaki setengah tua sekitaran umur limapuluhan tahun itu.


Tanpa harus banyak bicara lagi,Alex langsung melesat menyerang ketua kota Li Hua itu dengan pedang cahayanya.


Memang ketua kota bukanlah orang yang sembarangan,beberapa kali serangan Alex berhasil dia hindari.


Tetapi bagi Alex,setinggi apapun ketua kota itu,dimatanya belumlah apa apa.


Hingga pada satu kesempatan,sebuah tebasan pedang cahaya tidak bisa dia hindari, maka tersungkur lah sang ketua kota dengan luka yang menganga di lehernya nyaris memutuskan leher itu.


Setelah menewaskan sang ketua kota,Alex kembali mengumpulkan semua harta benda sang ketua kota Li Hua itu.


Semua harta benda sang ketua kota habis dimasukan Alex kedalam gelang penyimpanannya, kemudian dengan berjalan kaki, dia menyusuri jalan jalan di kota itu.


Setiap bertemu pengemis,dia berikan lima puluh keping emas dan lima puluh keping perak.


Saat dia kembali ke kediaman tuan besar Yu,masakan sudah tersedia,dan putri Annchi serta Dewi Paraditha sudah duduk di kursi masing masing siap bersantap.


Sesekali terdengar putri Dewi Sucitra meledak Dewi Paraditha yang di sebut oleh Dewi muyimaeva dengan candaan pula.


Dewi Paraditha yang dicandai,cuma bisa tertunduk dengan pipi yang merah merona karena malu.


"Katanya sebentar, ternyata lama, sebenarnya kakak kemana sih?tanya Dewi muyimaeva pada Alex.


"Nanti kalian tahu sendiri,ayo kita makan dulu,baru sesudah makan kita berkeliling kota ini"jawab Alex.


Selesai mereka makan,Alex kembali berkeliling kota,kali ini bersama dengan istri dan pengawalnya.


Mereka baru mengerti kenapa Alex tadi malam mengambil semua keping emas dan perak milik tuan besar tadi malam,ternyata Alex sudah punya rencana.


Keempat istri serta pengawalnya takjub dengan maksud Alex untuk membantu orang orang orang miskin itu.


Akhirnya mereka semua membantu membagikan uang kepada semua pengemis yang mereka temui di jalan.


Hingga menjelang siang mereka berkeliling membagikan uang untuk para pengemis,tidak lupa juga untuk bocah kecil serta pengemis tua kemarin.


Lewat pengemis tua itu pula mereka mengetahui dimana letak hutan Shin jou itu berada.


Akhirnya setelah lewat tengah hari,tugas mereka membagikan keping emas dan perak untuk para pengemis dan orang miskin selesai.


sangkin banyaknya keping emas dan perak milik tuan besar dan ketua kota,sehingga setelah semuanya kebagian,ternyata masih banyak sisa keping emas dan perak milik tuan besar dan ketua kota yang masih tersisa.


Setelah semua orang miskin dan pengemis yang mereka temukan kebagian semua,kini Alex dan istrinya kembali ke kediaman tuan besar Yu.


Alex mengumpulkan semua mayat,lalu membakarnya dengan api illahi miliknya.


Cuma dalam waktu yang sekejap saja,semua mayat itu telah lenyap menjadi abu.


Sore itu setelah makan Alex duduk di ruang tengah kediaman tuan besar untu berbincang dengan para istrinya.


"Dewi,setelah peristiwa kemarin,aku menjadi was was dengan keselamatan putri Dewi Sucitra dan Dewi Paraditha selama mengikuti aku,bagai mana pendapat kalian?"tanya Alex.


"Sebenarnya aku juga mencemaskan hal yang sama kakak,aku takut kita lengah menjaga mereka sehingga peristiwa kemarin bisa terulang kembali"jawab Dewi muyimaeva.


Muka kedua Dewi itu nampak sedih, "maapkan aku kak,aku cuma bisa menjadi beban kakak saja"kata putri Dewi Sucitra sedih.


"Kalian berdua bukannya beban bagiku,tetapi kewajiban ku untuk menjaga kalian hingga tetes darah terakhir ku, tetapi yang aku pikirkan meningkatkan kultipasi kalian,agar bisa menghadapi masalah yang besar,hidup bersama ku adalah hidup yang selalu mengarungi bahaya setiap waktu"jawab Alex.


"Aku tahu jalan keluarnya"tiba tiba putri Annchi berseru dengan gembiranya.

__ADS_1


*********


__ADS_2