
Serangan dari Monster Lebah ini memang lebih berbahaya,tetapi untungnya gerakan mereka tidak segesit lebah kecil biasa, mungkin karena ukuran tubuh mereka sehingga sulit bermanuver.
Alex dengan jurus sembilan langkah Dewa tingkat keenam,dengan mudahnya menebas Monster Lebah ini satu persatu.
Sehingga dalam waktu yang tidak terlalu lama,semua Monster Lebah itu musnah semuanya.
Untuk beberapa saat lamanya, Alex berdiri menunggu apa yang akan keluar lagi.
Tetapi setelah menunggu beberapa lama tidak juga ada lagi mahluk yang keluar,merekapun akhirnya beristirahat sejenak di bawah pohon rindang yang banyak terdapat disitu.
Mereka beristirahat sambil makan daging kepiting yang masih sangat banyak tersisa lagi.
Lewat hubungan batin nya, Alex mencoba mencari keberadaan putri Giok Lin istrinya.
"Putri,kumohon bila kau mendengar ku,tolong sahut panggilan ku putri, aku sudah berada di bawah pagoda ini putri, kau dimana?"tanya Alex lewat telepati batinnya.
Diam tidak ada sahutan apapun juga,membuat hati Alex terasa was was.
"Putri!,kau di mana?" kembali Alex menghubungi putri Giok Lin,namun masih saja sunyi tidak ada suara apapun.
Namun dengan tanpa putus asa, Alex terus memanggil dan mencari keberadaan putri Giok Lin.
Barulah pada panggilan kesekian kalinya,ada terdengar jawaban.
"Kau kah itu suami ku?,oh benar kah kau sudah datang menjemput aku kakak?"terdengar suara putri Giok Lin menyahut panggilannya dengan terharu.
"Iya istri ku,aku datang menjemput mu,kamu di mana?"tanya Alex.
"Aku di dalam pagoda ini kakak,aku tidak tahu jalan keluar,tolong keluarkan aku,kedua orang tua ku sedang sakit"jawab putri Giok Lin.
Alex bangkit berdiri dan berjalan menuju kearah pintu pagoda itu di ikuti oleh kedua orang istrinya dan kedua pengawal nya.
Ketika membuka pintu pagoda itu, Alex merasa ada hawa gaib yang sangat besar menyelimuti pagoda itu.
Alex segera mendeteksi hawa gaib apa yang menyelimuti pagoda itu, ternyata hawa gaib dari tirai gaib lima dewa yang menyegel seluruh pagoda itu,tirai gaib yang dipasang Dewa Tengsin, Dewa Nacca, Dewa Erlang, Dewa Julai dan Dewa Bumi.
Alex segera duduk bersila di atas rumput hijau itu dan memusatkan pikirannya untuk kembali membangkitkan darah mahluk suci di dalam tubuh nya,karena kuatnya segel itu cuma bisa di buka oleh utusan kehendak suci langsung.
Beberapa saat kemudian, dari dalam tubuh Alex memancar cahaya putih samar samar,namun lama kelamaan cahaya itu menjadi semakin terang hingga seluruh tubuh Alex kini terbuat dari cahaya putih semua.
Alex melangkah kedalam pagoda itu dan bias cahaya dari putih terang benderang dari tubuhnya secara perlahan lahan melepaskan belenggu ikatan tirai gaib yang menyelimuti pagoda itu.
Pagoda itu tiba tiba menggigil seperti orang yang kena sakit malaria.
Dan setelah itu,terdengar suara ledakan sebanyak lima kali di dalam pagoda itu.
Pagoda itu berguncang sesaat,seperti pohon pisang di goyang angin.
__ADS_1
Setelah semua menjadi normal kembali, Alex segera berlari memasuki pagoda itu.
Di tingkat awal dia melihat lantai pagoda itu dipenuhi dengan berbagai macam ular berbisa yang jumlahnya jutaan.
Dengan sekali sentak, cahaya putih terang dari tubuhnya mancar secara aneh keseluruh ruangan dan membakar semua ular yang ada disitu tanpa tersisa satupun.
Menginjak kelantai dua dia melihat sisa sisa dari jasad Monster nyamuk yang sudah bergelimpangan mati semuanya,rupanya dilantai dua itulah sarang nyamuk Monster itu berada.
Di lantai tiga Alex melihat bangkai monster kalong sebesar manusia yang berserakan.
Rupanya dengan dibukanya segel tirai gaib pagoda itu,semua alam dimensi mereka musnah dan merekapun turut mati juga.
Di lantai empat Alex melihat bangkai laba laba beracun yang sangat banyak hingga bertumpuk tumpuk.
Dilantai lima Alex kembali melihat bangkai ular berbisa tetapi bertubuh serba sangat besar dan panjang yang bertumpuk tumpuk banyaknya.
Dilantai enam Alex melihat bangkai kelelawar hitam beracun yang sangat banyak.
Dilantai tujuh Alex mendapatkan bangkai tawon beracun yang menumpuk memenuhi ruangan itu.
Di lantai delapan Alex melihat sisa sisa hutan lebat yang sudah menjadi abu dan sedikit arang saja.
Di lantai sembilan Alex melihat lima orang sedang duduk di sebuah bangunan dan disekelilingnya bekas hutan yang tinggal bekasnya saja.
Seorang wanita cantik jelita berpakaian serba merah terlihat menoleh ke arahnya,terpaku sejenak,lalu berlari mendekati diri nya.
Disitu terlihat sang Kaisar Yuan dan sang Ratu terbaring sakit di tunggu oleh putra mahkota dan Siauw Hwe sang Dewi seribu wajah.
Sang putra mahkota memeluk Alex sambil menangis sesegukan.
"Kakak, negeri Yuan sudah hancur kakak,dan kami semua kini menjadi pesakitan yang tidak berharga"kata putra mahkota sambil memeluk tubuh Alex.
Dengan memanggil tubuh mertuanya Kaisar Yuan, Alex turun dari puncak pagoda itu.
Diluar sudah menunggu kedua orang istrinya dan kedua orang pengawal nya.
putri Guan Hong dan Dewi Tara memeluk putri Giok Lin dengan haru,air mata mereka berderai membayangkan derita sang putri selama ini.
"Bibi guru,lebih baik kalian masuk ke alam dimensi saja,di sana pasilitas dan tabib tersedia lebih dari cukup, aku akan meneruskan perjalanan memberikan pelajaran kepada kaisar zalim itu " kata Alex.
Akhirnya Kaisar bersama sang Ratu,putra mahkota dan Dewi seribu wajah masuk ke dunia dimensi milik Alex dan beristirahat di dalam istana sambil mendapatkan perawatan istimewa dari para tabib istana Fangkea yang dipimpin oleh Dewi obat.
Sedangkan putri Giok Lin, ingin tetap berada di sisi sang suami,tinggal di dunia luar bersama dua orang madunya itu.
Perjalanan pulang pun dimulai,mereka merambah jalan tempat mereka datang tadi.
Setelah beberapa lama berjalan menembus hutan lebat dan rapat, akhirnya mereka tiba di pantai setelah melompati sebuah tebing yang tinggi sebagai pagar pembatas.
__ADS_1
Alex segera membuka tirai gaib yang menyelubungi perahu itu.
Sang pemuda tukang perahu melongo bingung melihat Alex datang dengan membawa seorang wanita cantik jelita sebagai tambahan.
Mereka segera berlayar menyeberangi selat untuk kembali ke daratan besar.
Di pantai daratan besar,sang adik sedang menantikan sang kakak dengan hati harap harap cemas.
Ketika melihat perahu sang kakak di kejauhan,hati sang adik pun berbunga bunga penuh harapan bahwa sang kakak pulang dengan selamat.
Sesampainya di darat,sebelum pergi Dewi Tara kembali melemparkan sekantong emas kepada tukang perahu yang berisi dua ratus ribu keping emas.
Setelah selesai, Alex segera pergi ke kota Thai Sui untuk menginap sekaligus mencari tambahan kuda.
...----------------...
Nun jauh dari kota Sakeva,di kota Nirvana yang sangat besar dan megah itu,tepatnya di sebuah komplek istana yang di kelilingi sebuah benteng istana yang kuat,tinggi dan megah, di ruang depan istana Nirvana itu nampak para jendral dan pembesar lainnya sedang berkumpul dalam rapat darurat.
Di singgasana kebesaran Nirvana,terlihat sang Kaisar Sam Qiao liang di dampingi putra mahkota Sam Bauw Qi sedang mendengarkan laporan para bawahannya.
"Tuan ku yang mulia,kota Narian dan kota Sakeva sudah jatuh ketangan musuh,sembilan puluh persen prajurit kita habis di bantai mereka,mereka seperti prajurit iblis yang bisa muncul tiba tiba dan menyerang dengan persenjataan yang aneh dan seumur dunia belum pernah ada senjata seperti itu"kata jendral Sam Mou Yi adik dari sang kaisar.
"Bruaak!!".
Sebuah meja batu giok yang cantik dan anggun hancur berkeping keping terkena hantaman tangan sang Kaisar.
"Bagai mana mungkin pasukan terkuat ku bisa di habisi begitu saja?,ini benar benar mustahil, kalian tahu bahwa kedua kota itu adalah seperempat kekuatan kita, kedua kota itu pertahanan terkuat kita,bagai mana bisa kalah,apakah upaya kalian merebut kembali kota itu sudah maksimal?"tanya Kaisar.
"Sudah tuan ku,kami mengirimkan seratus ribu prajurit ke kota Narian,tetapi baru sampai di simpang Sakeva dan Narian, mereka di hadang dua ratus ribu prajurit musuh bersenjatakan meriam aneh tuan ku,dan hampir seluruh pasukan kita disana di ***** prajurit mereka, prajurit kita jangankan menyerang, mendekat saja tidak bisa, mereka bersenjatakan panah cahaya yang aneh, prajurit kita cuma dibuat bulan bulanan oleh prajurit mereka"kata jendral Sam Cheng Hou yang juga adik kandung sang kaisar Sam Qiao Liang.
"Apakah kalian tahu, pasukan dari mana mereka itu jendral?"tanya Kaisar Qiau Liang.
"Ampun yang mulia, menurut para telik sandi kita,pasukan itu dari Negeri Fangkea,menantu dari kaisar yang tuan tawan tempo hari,mereka bermaksud untuk menuntut balas atas penyerangan yang tuan ku lakukan dahulu"kata jendral Max Grindar.
"Ayah,sebaiknya ini semua dihentikan saja ayah,lebih baik kita menyerah saja dari pada Nirwana hancur luluh,menyerah demi membela keselamatan rakyat jauh lebih terhormat dari pada berperang demi ambisi ego dan keserakahan, jangan korbankan rakyat ayah!"suara putri Yue terdengar bergetar menahan kesedihan hatinya.
Sang Kaisar Qiau Liang bangkit dari singgasananya,berjalan menghampiri sang putri.
"Plak!".
"Plak!".
Dua kali tamparan mampir dipipi putih sang putri istana itu.
"Aku tidak pernah mengajari putra putri ku Sifat pengecut,menyerah tidak ada dalam catatan kehidupan Qiau Liang, bertempur hingga titik darah terakhir atau kalian kubunuh disini juga,lagi pula apa yang ku takutkan,tidak ada yang bisa menandingi ilmu ku,dan ketinggian kultipasi ku,bahkan dewa langit saja bisa ku buat menuruti kata kata ku, apa lagi cuma secuil anak muda ingusan itu saja,mudah bagi ku,lihat saja nanti,bagai mana aku mengulitinya hidup hidup,tetapi sekarang aku masih punya permainan lainnya,jendral Max,cepat jemput tawanan di pulau Mun,kita lihat apa yang bisa dia perbuat bila melihat seluruh kerabatnya siap di gantung"kata sang Kaisar merasa berada di pihak yang di untungkan.
Kembali Max berlutut di depan sang kaisar, "maap yang mulia kaisar, tawanan sudah meloloskan diri,semua Monster penjaga semuanya tewas di bantai,bahkan pormasi gaib yang dipasang lima dewa sudah di hancurkan, sekarang pagoda itu tidak ubahnya dengan pagoda biasa yang tidak punya tuah apapun tuan ku!"jawab jendral Max.
__ADS_1
...****************...