
Mendengar perkataan sang pertapa sakti Bintang Langit itu,sedikit banyaknya hati kedua suami istri itu menjadi sedikit lega,karena sang pertapa sakti adalah guru putri mereka dan sudah semenjak bayi sudah mengenal putri Guan Hong.
Lagi pula sebagai pengawal pribadi sang putri,rasanya ilmu sang pertapa sakti sangatlah mumpuni.
Akhirnya pagi itu mereka turun dari kerajaan diatas gunung itu menuju dunia bawah,memulai pengembaraan mereka di dunia luas yang sebenarnya.
Alex dan pertapa sakti berjalan kaki,sementara sang putri duduk diatas punggung Pegasus.
Tentu saja Pegasus bisa mengimbangi agar ketika turun tangga,sang putri tidak terjatuh dari punggung nya.
Setelah sekian lama berjalan menuruni anak tangga dari batu,kini mereka tiba dibatas kabut.
Alex sengaja memasang pormasi gaib disitu agar orang luar tidak berusaha memasukinya dan orang yang sudah keluar tidak akan bisa lagi masuk.
Setelah pormasi Dipasang,di balik kabut itu mereka tidak lagi melihat anak tangga, tetapi sebuah kawah gunung berapi yang sangat besar menganga lebar.
"Wow,kemanakah hilangnya kerajaan ayahanda kak?"tanya putri Guan Hong.
"Kerajaan ayahanda sudah hilang ke alam ghaib sedangkan yang dilihat sekarang adalah kenyataan mata jahir, dengan begini rahasia tentang kerajaan atas awan akan aman hingga nanti" kata Alex kepada putri Guan Hong.
"Terima kasih kakak, dengan begitu,aku tenang meninggalkan mereka"kata putri Guan Hong.
"Sudah kewajiban ku untuk melindungi mereka putri!"kata Alex.
Tetapi putri manja dan jahil itu malah cemberut marah dan berpaling kelain arah.
Pertapa sakti berbisik ditelinga Alex, "bila seperti itu dia marah tuan ku,bujuk dia,atau kita kena dijahili nya"...
Alex memegang pundak putri Guan Hong,lalu di balikan nya badan sang putri itu.
"Apa yang membuat mu cemberut putri,apakah aku telah menyinggung mu ?"tanya Alex sambil membelai rambut sang putri yang terurai panjang dan hitam itu.
Sang putri tersenyum,hatinya tergugah dengan sentuhan sang suami.
"Aku tidak akan berbicara lagi dengan kakak selamanya,bila kakak masih memanggil ku putri,aku tidak ingin kakak memanggil ku seperti itu,aku benar benar marah,kakak suami ku,bukan pengawal ku"kata sang putri dengan manjanya,namun tetap ada nada marahnya juga.
"Habis aku harus memanggil apa sih,apa meme saja ya?"tanya Alex kepada putri Guan Hong.
"Terserah,meme juga lebih baik ketimbang sebutan putri"jawab putri Guan Hong.
"Baiklah meme,ayo kita teruskan perjalanan kita ini"kata Alex sambil menaikan kembali putri Guan Hong yang tadi sempat turun,keatas kudanya.
Tanpa di beri tali kekang sekalipun, Dewa Pegasus sudah mengerti hanya dari perintah lewat hati saja.
Menjelang tengah hari,mereka sudah hampir mencapai kaki gunung tempat Dewa Pegasus tertidur pulas di bawah pohon.
Tidak jauh dari situ terdapat sebuah sungai yang cukup luas serta dalam.
"Pertapa,apakah kau pernah turun dari puncak kedunia bawah ?"tanya Alex kepada pertapa sakti.
"Tidak tuan,seumur hidup hamba akan berada di puncak saja,andaikan tidak ada tuan,jadi kami semua tidak mengenal dunia luar semenjak dahulu kala hingga sekarang tuan"jawab pertapa sakti dengan jujurnya.
"Dan kau put,,eh meme,apakah pernah kedunia luar ?"tanya Alex kepada putri Guan Hong.
putri Guan Hong tersenyum ramah, "sering, aku sering kedunia luar,jalan jalan"jawabnya.
__ADS_1
"Hah ?,kapan putri turun kebawah ?"tanya pertapa sakti kepada sang putri.
"Sering guru,aku sering melihat sungai,telaga dan tempat orang ,tetapi di mimpi guru,aku beneran sering bermimpi jalan jalan"jawab putri Guan Hong.
"Oalah,kirain beneran pernah turun kebawah,eh ternyata cuma mimpi toh"kata Alex.
"Huh!"sang putri Guan Hong cemberut memalingkan mukanya.
Alex merangkul pundak nya dan meraih sang putri kedalam pelukannya.
Di pencetnya hidung sang putri Guan Hong yang mancung lancip itu, "bagusnya,begitu aja marah"...
Sang putri Guan Hong cuma menjulurkan lidahnya yang mungil dan mulutnya di monyong kan kedepan,membuat gemas Alex.
Alex mencari bilah kayu yang kecil tetapi agak panjang,dan pangkalnya di tajamkan.
"Untuk apa kak?"tanya putri Guan Hong.
Alex cuma tersenyum saja,lalu berkata, " lihat saja nanti,baru kamu mengerti"...
Sementara itu pertapa sakti cuma memperhatikan saja, sambil belajar bertahan hidup di alam bebas.
Selesai membikin tombak darurat, Alex segera ketepi sungai di ikuti oleh putri Guan Hong yang seperti tidak ingin ditinggalkan walau sebentar saja.
Karena air sungai yang jernih,sehingga sebentar saja seekor ikan yang besar didapatkannya,lalu seekor lagi dan seekor lagi.
Setelah tiga ekor ikan besar didapatkan, Alex segera membersihkan perut ikan itu dan membuat api unggun untuk membakar ikan tadi.
Aroma ikan bakar segera merangsang hidung mereka,membuat perut sang Putri Guan Hong langsung berbunyi.
"Tuan,ternyata mengembara itu tidak selamanya sakit,tetapi bila kita bisa menyiasati alam,bisa jadi nikmat juga ya"kata pertapa sakti.
sang pertapa sakti ini sepintas usianya tidak terpaut terlalu jauh bila dilihat dari mukanya, padahal yang sebenarnya usianya sudah seribu tahunan,cuma karena tubuh mereka mentok di usia dua puluh lima tahunan saja,membuat mereka seperti pemuda semua.
Begitu juga dengan wanitanya yang mentok di usia tujuh belas hingga dua puluh tahun saja, membuat mereka terus seperti gadis remaja.
"Hati hati meme,nanti keselek tulang ikan di tenggorokan mu,pelan pelan dan tulangnya di buang dulu"kata Alex mengajari sang putri Guan Hong memakan ikan.
Selesai makan,mereka mempersiapkan diri untuk melanjutkan perjalanan mereka.
"Menurut mu,kita kemana Pegasus?"tanya Alex kepada kuda Dewa Pegasus.
Tentu saja Pegasus tidak menjawab langsung, tetapi lewat dalam hati kepada Alex, "kurasa kita bisa menyusuri sungai hingga kehilir,hamba yakin ada perkampungan yang bisa kita tanyakan arah kekota"...
"Eh kakak,kakak ngobrol dengan kuda itu, memangnya dia mengerti ya?"tanya putri Guan Hong kepada Alex.
Alex tersenyum lucu, "ya tentu saja mengerti lah, jika tidak untuk apa juga aku bicara dengannya"...
"Hei kuda gagah,apakah kau mengerti omongan ku?"tanya putri Guan Hong.
dewa Pegasus menganggukkan kepalanya,meskipun dia bisa berbicara bahasa manusia,tetapi dia lebih senang seperti sekarang ini saja.
"Meme,jangan salah,dia adalah Dewa nya para binatang,namanya Dewa Pegasus,setelah bersama ku,kau akan lebih sering menaiki punggung dewa Pegasus ini meme"kata Alex.
"Haah, Dewa?,masa iya kak?"kata putri Guan Hong bingung.
__ADS_1
"Dia memang Dewa,yaitu Dewa Pegasus yang cantik dan indah,dia mendapat hukuman dari Dewa suci,dan kebetulan aku membebaskannya dengan darah ku, makanya antara dia dan aku ada ikatan batin,dahulu kala tidak ada seorang pun yang sanggup menjinakkan nya, dan dia menjadi salah satu binatang yang sombong dan susah diatur,sehingga dewa suci marah"kata Alex.
"Lalu kak apa yang terjadi?"tanya putri Guan Hong.
Dewa suci secara tidak sengaja mengeluarkan kutukannya,sehingga sang Dewa Pegasus berubah menjadi batu,cuma darah ku lah yang bisa membebaskan kutukan sang Dewa Pegasus itu,tetapi dewa Pegasus akan terikat batin dengan ku seumur hidup nya,Pegasus adalah Dewa kuda yang sakti,aku tidak perlu tali kekang untuk mengendalikannya"kata Alex kepada putri Guan Hong.
Setelah menaikan tubuh putri Guan Hong keatas punggung Dewa Pegasus,mereka pun meneruskan perjalanan mereka.
"Tuan,sebaiknya tuan ku naik punggung Dewa Pegasus itu tuan,dan biar hamba yang berjalan" kata pertapa sakti.
"Tidak pertapa,biarlah seperti ini,tidak usah tergesa gesa,nanti bila kita bertemu sebuah kota,kita bisa membeli seekor kuda untuk mu, kau bisa menunggang kuda kan pertapa?tanya Alex.
"Bisa tuanku,hamba bisa naik kuda"jawab pertapa itu.
Mereka terus berjalan menyusuri sungai itu ke arah hilir nya.
Ketika sore harinya, Alex berhenti disebuah tempat yang agak datar serta lebih tinggi dari tempat yang lainnya.
Ditempat itu Alex mendirikan pondok darurat dibantu oleh pertapa sakti.
Setelah selesai, Alex segera mencari kayu kering sekaligus berburu binatang buruan.
Sang putri yang tidak pernah jauh dari sang suami itu terus mengikuti dari belakang Alex.
Disebuah semak semak,akhirnya Alex menemukan seekor rusa jantan muda sedang minum.
Cuma dengan sekali pukul dari jarak jauh, binatang itupun mati.
Alex menggotong tubuh binatang itu di bahunya,di tambah dengan seikat besar kayu bakar.
Sesampainya di pondok, di situ pertapa sakti sudah selesai menguliti pohon untuk dipakai alas pondok kulit pohonnya.
Mereka membersihkan daging rusa bersama sama sementara itu pertapa sakti menyalakan api untuk memasak nasi dan membakar daging rusa muda.
Sekali lagi,aroma daging rusa bakar membuat hidung mancung sang Putri Guan Hong kembang kempis.
Setelah semuanya masak, Alex mengajak putri Guan Hong dan pertapa sakti untuk makan malam bersama,tentunya mumpung belum malam hari.
Setelah selesai makan Alex menyuruh putri Guan Hong untuk meminum cairan dari dalam kuali emas saktinya itu sebanyak tiga tetes untuk membangkitkan energi qi murni dari dalam tubuhnya dengan meminum cairan yang mengandung energi murni berkadar tinggi itu.
Setelah meminum cairan dari dalam kuali sakti itu, putri Guan Hong tiba tiba merasa ada energi sangat besar yang tiba tiba bergejolak didalam tubuh nya,mengisi setiap urat dan ototnya,lalu berkumpul di dalam dantiannya,hingga dantian itu terasa penuh,lalu,
"Bum!".
satu ledakan teredam dalam tubuhnya terjadi,dantiannya membesar seiring banyaknya energi yang dia kumpulkan didalam dantiannya.
Tetapi rupanya hal itu belumlah selesai,energi positif milik Asura rupanya sangatlah besar,ditambah lagi energi positif dari beberapa mahluk yang pernah dimasak sang kuali sakti itu sehingga menjadi cairan juga sudah sangat banyak,sehingga energi nya juga sangat besar.
Sekali lagi gelombang energi sangat besar memasuki urat dan otot nya serta berkumpul di dalam dantiannya hingga kembali terasa penuh, hingga akhirnya,
"Bum!".
Satu ledakan teredam dalam tubuhnya terjadi hasil dari dantiannya yang membesar karena besarnya energi yang ia terima.
...****************...
__ADS_1