
Gerbang batas Negeri Dewa barat dan negeri Matahari itu kini ambruk tidak bersisa sama sekali.
Para prajurit yang sedang istirahat disitu pun banyak yang tewas terkena reruntuhan tembok gerbang itu,termasuk sang kepala pasukan penjaga perbatasan tadi.
Dari arah benteng pertahanan perbatasan tiba tiba melompat keluar dengan ringannya seorang laki laki setengah tua kira kira berumur lima puluhan tahun berpakaian seragam seorang petinggi keKaisaran berpangkat jendral.
Dia adalah jendral Bao Cheng yang membawahi semua prajurit penjaga perbatasan itu.
"Hentikan,apa yang kau lakukan?,kenapa mengamuk seperti kerbau gila ditempat ku ini,dan kau siapa?"tanya sang jendral itu.
"Namaku Alexander,dan aku sudah meminta dengan baik baik untuk lewat di sini,tetapi anak buahnya itu dengan arogannya melarang ku untuk lewat,sudah kubilang aku tidak akan berbuat apapun,aku cuma mau lewat",kata Alex.
Laki laki setengah tua itu memandang kearah Alex dengan seksama,seakan ingin mengetahui siapa Alex sesungguhnya.
"Apa yang kau cari di negeri ini?"tanya sang jendral itu lagi
"Aku mencari Seng kai mo,ada sesuatu yang akan ku tanyakan kepadanya"jawab Alex.
Nampak muka sang jendral ini juga berubah ketika mendengar perkataan dari Alex.
"Apa hubungan mu dengan dia?" kembali sang jendral bertanya.
"Aku adalah muridnya, aku cuma ingin menanyakan sesuatu hal yang penting kepadanya, setelah itu aku akan pergi tanpa mengganggu kalian"kata Alex meyakinkan sang jendral itu.
Tetapi mendengar jawaban Alex tadi,sang jendral bukannya senang dan mengijinkan Alex untuk lewat,tetapi malahan menjadi semakin marah.
"Ooh rupanya sang Dewa cahaya itu sudah mempunyai murid, dengarkanlah anak muda,aku cuma sekali berbicara,cepat tinggalkan tempat ini dan jangan pernah lagi datang kesini apa lagi mencari Seng kai mo bila kau masih mau melihat matahari besok pagi"kata jendral Bao Cheng kepada Alex.
"Apa yang terjadi dengan beliau,katakanlah,aku ingin tahu apa yang terjadi dengan beliau?" tanya Alex mulai penasaran,ada apa dengan gurunya itu.
Jendral Bao Cheng menatap kearah Alex dengan tatapan sinis dan merendahkan, "apakah kau punya hak bertanya kepada ku?,jangan dikira karena bisa merubuhkan bangunan ini lalu kau kira jendral Bao Cheng gentar menghadapi mu?,kau memang sama t*l*l nya dengan kaisar tua itu, kau tidak mengerti perkataan manusia karena kau adalah sebangsa sapi yang cuma mengerti bahasa sapi"kata kata sang jendral kini terdengar lembut namun mengandung arti yang sangat kasar.
"Apa yang katakan barusan?,aku tidak jelas,coba kau ulangi lagi aku ingin mendengarnya" kata Alex kepada jendral Bao Cheng.
"Oho selain t*l*l,ternyata kamu juga budek ya,Kau sama t*l*l nya dengan sang Kaisar tua itu,kau tidak mengerti bahasa manusia,kau cuma mengerti bahasa sapi karena kau sebangsa sapi"kata sang jendral Bao Cheng mengulangi kata katanya.
"Bug!!".
Tanpa disangka sangka, sebuah tendangan yang lebih cepat dari Sambaran kilat menghantam tubuh jendral Bau Cheng hingga terpelanting jauh tinggi keudara dan lenyap dibalik awan putih.
Sementara tubuh jendral Bau Cheng meluncur keatas dengan kecepatan sangat tinggi,Alex kembali menyalurkan jurus Dewa cahaya tingkat enam dengan pengerahan setengah dari tenaga dalamnya kearah benteng perbatasan itu.
"BUM!!!".
Terdengar dentuman sangat keras menggema di perbatasan negeri Matahari dan negeri Dewa barat itu.
Benteng pertahanan yang sangat tinggi dan terbuat dari batu terkeras itu hancur berantakan terbang kesegala arah menyisakan satu lapangan kosong saja lagi,seolah olah disitu tidak pernah ada bangunan apapun juga.
Sementara itu tubuh sang jendral meluncur jatuh kebawah dengan kecepatan luar biasa.
Ketika sudah hampir mencapai tanah,
"Bug!!".
Kembali satu tendangan dari Alex menyambut tubuh sang jendral itu sebelum mencapai tanah.
Tubuh sang jendral naas itupun kembali meluncur keatas dengan kecepatan luar biasa cepatnya terus meluncur keudara,hingga melewati awan,masih terus meluncur mencapai kegelapan,dan di kejauhan terlihat bintang bintang berkerlap kerlip terasa sangat dekat.
kemudian tubuh sang jendral itu meluncur kembali kebawah menuju tanah para Dewa.
Namun belum lagi mencapai tanah,di atmosfer tubuh sang jendral itu berpijar menyala karena bergesekan dengan udara,dan akhirnya hancur menjadi abu sebelum tiba di tanah.
Kini di perbatasan itu menjadi sunyi senyap seperti tidak pernah ada manusia disini,yang terlihat cuma bentangan tanah lapang yang lumayan luas serta beberapa mayat manusia.
__ADS_1
Setelah mengumpulkan mayat dan membakarnya,Alex beserta rombongannya meneruskan perjalanan mereka kembali.
Memang sudah lama orang orang luar enggan datang berkunjung ke negeri Matahari ini sehingga negeri ini seperti negeri yang terasing dari dunia luar
Sore harinya,rombongan Alex akhirnya tiba di sebuah telaga kecil yang dikelilingi baru batuan yang besar dan tinggi.
Untung nya disitu terdapat sebuah goa yang cukup luas, sehingga Alex tidak usah cape cape membuat pondok untuk tempat mereka beristirahat malam ini.
Sementara para wanita mandi,Alex mencari binatang buruan,sayur sayuran hutan,sarta kayu bakar.
Setelah berputar putar beberapa saat,akhirnya Alex mendapatkan seekor kijang jantan, beberapa umbut rotan serta dua ikat kayu bakar.
Ketika dia tiba di mulut goa,para perempuan sudah selesai mandi,dan kini giliran Alex lah yang mandi sambil sebelumnya membersihkan kijang jantan yang dia dapatkan tadi.
Selesai mandi dan membersihkan badannya,Alex kembali ke goa dengan membawa kijang jantan yang sudah dibersihkan tubuhnya.
Sebentar saja bau harum daging bakar menyebar kemana mana,membuat seisi penghuni hutan itu menjadi ribut.
Malam itu istirahat mereka tenang tanpa ada gangguan dari siapapun.
Dewi muyimaeva kembali mengeluarkan batu bercahaya miliknya untuk menjadi penerangan mereka malam itu.
"Aku heran Dewi,kenapa semenjak menerima transferan energi dari Dewa bongkok,aku tidak merasakan akan datangnya pembabtisan dari petir kesengsaraan, apakah energi itu gagal atau aku tidak naik tingkat kultipasi lagi Dewi?"tanya Alex kepada Dewi muyimaeva istrinya.
"Tidak juga kakak, transfer energi itu tidak gagal,dan kakak juga naik tingkat kultipasi menjadi Dewa cahaya tingkat sempurna,hanya tinggal menunggu kakak mencapai Dewa sempurna dan Dewa paripurna,maka kerajaan Dewa agung di dalam genggaman kakak"jawab Dewi muyimaeva kepada Alex.
"Tapi kenapa tidak ada lagi pembabtisan petir kesengsaraan?",tanya Alex.
"Tentu saja tidak ada kakak, karena tingkatan kakak sudah melampaui energi petir kesengsaraan itu sendiri, sehingga pembaptisan sang petir kesengsaraan menjadi tidak berfungsi lagi pada mu kak"jawab Dewi muyimaeva.
Malam Pun berlalu membawa keheningan dan kedamaian kepada semua penghuni dunia.
Besok harinya,setelah selesai sarapan,mereka segera melanjutkan perjalanan mereka kembali.
Setelah beberapa hari diperjalanan berkuda turun naik bukit,keluar masuk hutan,akhirnya mereka tiba juga di kota Li Hua.
Kehidupan dikota Li Hua ini nampak biasa saja, tidak ada yang istimewa, bahkan penjaga gerbang kota juga nampak biasa saja.
Yang membedakannya mungkin karena banyaknya pengemis dikota ini,yang hampir disetiap ruas jalan selalu ada pengemis nya.
yang menjadi pengemis umumnya wanita dan anak anak.
Ketika Alex memasuki kota Li Hua ini, pemandangan itulah yang pertama kali ditangkap oleh matanya.
Hampir disetiap kiri dan kanan jalan,selalu ada pengemis.
Ketika mereka sedang berjalan menyusuri jalan kota dengan menuntun kuda mereka masing masing,karena dikota ini tidak ada tempat penitipan kuda,mereka melihat seorang anak kecil usia sekitar enam tahun sedang dipukuli oleh beberapa orang centeng sebuah toko kue.
Anak laki laki itu sudah tertelungkup di tanah dengan menutupi mukanya, sementara tubuhnya penuh dengan luka luka bekas pukulan.
"Hei berhenti, berhenti, apakah kalian tidak malu memiliki badan sebesar gajah memukuli seorang anak yang menggosok ingusnya saja belum bisa"kata Dewi Paraditha sambil melompat memeluk bocah kecil itu.
"Hei nona,mengapa kau membela pencuri kecil ini?,apakah dia anak mu,atau keluarga mu,ketahuilah nona,dia setiap hari mencuri di toko kue ini"kata seorang centeng yang berbadan besar dan tinggi.
"Dik,apakah yang mereka bilang itu benar?"tanya Dewi Paraditha kepada bocah kecil itu.
Anak kecil itu menganggukkan kepalanya sambil terus merintih kesakitan karena sekujur tubuhnya terdapat luka luka memar,bahkan di kepalanya terdapat benjolan sebesar telur ayam.
Alex dan istrinya mendekati bocah kecil itu,lalu memeriksa tubuhnya.
Ternyata dibeberapa bagian tubuhnya terdapat luka luka kecil dan juga memar memar serta benjol di kepala.
"Berapakah kerugian kalian,biar saya bayar" kata putri Annchi kepada pemilik toko kue itu.
__ADS_1
"Semuanya lima ratus keping perak"jawab pemilik toko kue itu dengan judes nya.
Putri Annchi melemparkan satu keping emas yang ditengahnya di beri bolongan sebagai tanda limaratus keping perak atau setengah keping emas.
Alex menarik bocah itu dan meletakkannya diatas kudanya.
"Tunggu kalian tidak boleh pergi dulu,sebelum kalian membayar kerugian kami karena kecapean mengejar bocah sialan itu"kata para centeng itu.
"Berapa yang harus kami bayar kepada kalian ?" tanya putri Annchi kepada para centeng itu.
"Tidak banyak,cuma dua keping emas untuk satu orang,jadi kami lima orang berjumlah sepuluh keping emas"kata pemimpin centeng itu.
"Baiklah kalian masing masing akan menerima dua keping emas,nah bersiaplah"kata Alex,sambil bergerak Tampa bisa dilihat siapapun karena cepatnya,dan tahu tahu kepala laki laki itu sudah menggelinding di atas tanah.
"Nah,dia sudah menerima dua keping emasnya,kini giliran siapa yang akan menerima dua keping emas nya?"tanya Alex.
Keempat orang centeng itu mundur sambil memegang leher mereka.
"Tidak,tidak tuan,kami tidak ikut ikutan,kami tidak perlu dua keping emas,permisi"kata mereka seraya berlari tunggang langgang.
"Nama mu siapa dik?"tanya Alex kepada bocah itu.
"Nama saya Hua min kak, saya terpaksa mencuri karena lapar,sudah dua hari saya tidak makan" jawab bocah itu.
Setelah membersihkan tubuh bocah kecil itu,Alex dan rombongannya mengajak sang bocah untuk makan di sebuah rumah makan.
Alex sangat heran melihat dikiri kanan jalan yang berjejer rumah bagus bagus serta besar besar,tetapi kenapa banyak sekali pengemisnya.
Didepan sebuah rumah makan,nampak seorang pengemis tua sedang duduk menantikan orang yang akan memberikan sedekah untuknya.
Pak Tua itu berambut panjang dan sudah putih semua,jenggot serta kumisnya juga panjang dan putih semua pula.
Nampak tangan dan kaki pak tua itu gemetaran karena lapar yang dideritanya.
Karena tidak sampai hati,Alex mengajak pengemis tua itu untuk masuk kedalam rumah makan.
Awalnya pengemis tua itu menolaknya,tetapi karena Alex memaksanya,akhirnya pengemis tua itupun menuruti kehendak Alex.
Walau tatapan pengunjung lain nampak tidak senang,tetapi karena rumah makan itu memang dalam keadaan agak sepi,maka masalah itu dibiarkan saja oleh sang empunya rumah makan itu,yang penting ada yang bertanggung jawab dengan pembayarannya.
Agar tidak mengganggu pengunjung lainnya,Alex duduk di meja paling sudut,dan menghadap ke arah orang banyak.
"Bapak tua,mengapa di kota ini banyak sekali terdapat pengemis, padahal dimana mana terdapat rumah rumah mewah dan besar besar?"tanya Alex kepada pengemis itu.
Sebelum menjawab, pengemis itu celingukan kekiri dan kekanan, seolah takut ada yang mendengarkan mereka.
"Maap tuan muda,hal ini bermula ketika ditangkapnya Kaisar Dewa cahaya ratusan tahun yang lalu,dan dipenjarakan oleh seorang Dewa,terjadilah perebutan kekuasaan di dalam istana Kaisar karena masing masing pangeran merasa berhak menjadi pengganti sang Kaisar,akhirnya perebutan itu dimenangkan oleh pangeran Seng tai pho anak Kaisar dari seorang selirnya yang dibantu oleh sang paman kakak dari ibunya,dan semenjak kejadian itu,seluruh pangeran dan ratu dipenjarakan oleh Kaisar yang baru itu,karena kesenangan sang Kaisar baru adalah main perempuan dan mabuk mabukan,maka rakyat tidak lagi diperhatikan, dan korupsi kian menjamur dimana mana,seperti yang tuan lihat,rumah mewah itu rumahnya para pejabat dan kroni kroninya tuan"kata pengemis itu berbisik kepada Alex.
"Lalu sekarang Kaisar Dewa cahaya kemana?"tanya Alex.
"Beberapa waktu yang lalu,Kaisar Dewa cahaya datang,setelah bebas dari kurungannya,tetapi karena kelicikan dari sang ipar atau paman dari kaisar yang sekarang,sang Kaisar Dewa cahaya diracuni oleh nya dan akhirnya di buang ke menara api"jawab pengemis tua itu.
"Dimanakah menara api itu berada kakek?,tanya Alex kepada pengemis tua itu.
Belum sempat sang pengemis itu menjawab, dari arah pintu masuk tiga orang pemuda.
Salah satu dari pemuda itu celingukan kesana kemari sebentar,sebelum akhirnya berjalan kearah meja yang diduduki oleh Alex dan rombongannya.
"Tuan,dia tuan muda Yu,bernama Min Hua, anak orang yang paling kata di kota Li Hua ini"kata pengemis tua itu berbisik kepada Alex.
Dari penampilannya dapat diketahui bahwa pemuda pemuda itu suka pamer harta kekayaan dan sombong.
"Hai,boleh ikutan duduk di sini?"tanya pemuda itu kepada para wanita tanpa mempedulikan keberadaan Alex,padahal seluruh kursi sudah terisi semua.
__ADS_1
"Maap tuan,meja kami sudah penuh,silahkan mencari meja yang lainnya"kata Dewi muyimaeva menyahut.
*********