Mr Matrix

Mr Matrix
Perjalanan Menyusuri Sungai.


__ADS_3

Alex tercekat mendengar pernyataan dari Dewi Ginantari yang benar benar kejutan baginya.


"Hah?, mau menikah?, apakah aku tidak salah dengar jendral,dengan siapa?"tanya Alex kepada Dewi Ginantari.


"Tuan ku tidak salah dengar tuan,kalau tuan ku berkenan,hamba akan mempersunting Dewi Ginantari tuan ku"jendral Lau me bersimpuh dihadapan Alex menantikan keputusan sang pimpinan tertinggi mereka itu.


Untuk beberapa saat Alex terdiam,dia tidak menyangka akan menerima kabar baik ini.


"Tentu saja aku ijin kan dan aku restui hubungan kalian,menikahlah dengan segala restu dari ku,semoga kalian berdua mendapat kebahagiaan dan restu dari langit"kata Alex,maka secara aturan kenegaraan,Syah lah mereka sebagai suami istri yang di nikahkan secara resmi oleh sang Kaisar.


Selesai acara serah terima dan penggabungan dua pasukan, maka Alex, putri Guan Hong, Dewi Tara, Dewi Teratai putih dan pertapa sakti serta dewa Pegasus segera memasuki pintu portal yang Alex buat.


Setelah memasuki pintu portal itu,dan ternyata mereka keluar tidak jauh dari gerbang kota Marmara.


Alex dan rombongan pergi ke penitipan kuda dulu,untuk mengambil si hitam kuda milik Pertapa sakti.


Setelah si hitam di ambil,kini pertapa sakti satu kuda dengan Dewi teratai putih sedangkan Alex satu kuda dengan kedua istrinya.


Berhubung badan Dewa Pegasus memang tinggi besar,sehingga mengangkut beban tiga orang bukanlah hal yang sulit baginya,ditambah ketiganya mempergunakan ilmu meringankan tubuh yang sudah sempurna semua nya.


Karena hari belum begitu siang, Alex segera mengajak rombongannya untuk berjalan kepelabuhan Marmara.


Sangat kebetulan hari itu jadwal keberangkatan sebuah kapal api ke kota Thai Sui di muara sungai Mun.


Sebelum masuk ke kapal,mereka harus membeli tiket atau surat ijin jalan namanya.


Seorang laki laki gemuk menyambut mereka, "selamat siang tuan muda dan nona nona muda,mau melakukan perjalanan kemana?" tanya laki laki setengah tua itu.


"Kami mau melakukan perjalanan ke kota Thai Sui di muara,berapa ongkos nya per orang?"tanya Alex.


"Ke kota Thai Sui biaya per orang nya lima keping emas tuan, dengan perincian dari Marmara ke Koja satu keping emas,dari Koja ke Narian satu keping emas,dari Narian ke Sakeva satu setengah keping emas,dan dari Sakeva ke Thai Sui satu setengah keping emas,jadi semuanya lima keping emas untuk tiap orang tuan" kata laki laki gemuk itu, "tuan pergi berapa orang?"...


"Kami akan berangkat dengan lima orang serta dua ekor kuda,jadi berapa biaya semuanya ?"tanya Alex.


"Tiga puluh lima keping emas tuan,karena satu ekor hewan apapun,di hitung sama dengan satu manusia,dan harus dibayar sekarang sebelum berangkat"kata laki laki gemuk pemilik kapal itu.


Alex segera memberikan tiga puluh lima keping emas kepada laki laki gemuk itu,dan laki laki gemuk itu memberikan selembar surat keterangan kepada Alex.


Dibantu oleh salah satu anak buah kapal, Alex memasuki kapal itu,serta mengantarkan Dewa Pegasus dan si Hitam ke kandang nya yang sudah di siapkan pihak kapal.


Dengan menambahkan tiga keping emas, Alex mendapatkan tiga buah kamar tidur di kapal itu,satu kamar untuk dirinya dan istrinya,serta dua yang lainnya masing masing untuk Pertapa sakti dan Dewi Teratai putih.


Menjelang siang hari, kapalpun akhirnya berangkat menuju hilir.


Apa bila mudik kapal memerlukan waktu delapan hari dari Thai Sui ke Marmara,maka dari Marmara ke Thai Sui cuma lima hari karena mengikuti arus sungai.


Kapal yang di tenagai dengan batu bara itu mendesis nyaring,dan mulai bergerak meninggalkan dermaga kota Marmara.

__ADS_1


Menjelang malam,mereka sudah tiba di perbatasan negeri Padang api dan negeri Marmoa,dan kapalpun singgah sebentar karena ada pemeriksaan dari prajurit penjaga perbatasan.


Mereka masih harus membayar biaya masuk wilayah negeri Marmoa sebesar setengah keping emas untuk tiap orang termasuk untuk satu binatang ternak.


Kali ini Dewi Tara lah yang membayar sebesar tiga setengah keping emas kepada prajurit penjaga perbatasan itu.


Setelah selesai mengurus ijin masuk negeri Marmoa,kapal pun segera berangkat kembali,dan Alex serta istrinya juga masuk kedalam kamar mereka.


"Meme Tara,kalau gaun itu di buat khusus untuk para saudari mu,bagai mana bisa kau pajang di toko itu untuk di jual?"tanya Alex yang masih tidak mengerti.


"Apakah kalian masih menganggap semuanya serba kebetulan?,tidak kakak,semuanya sudah ku atur,dan tahukah kalian siapa gadis pelayan toko itu?,cobalah ingat ingat,bukankah dia mirip Dewi Kemuning? atau kalian sudah lupa wajahnya?"tanya Dewi Tara sambil tersenyum kepada Alex dan putri Guan Hong.


"Oh,iya iya,aku baru ingat sekarang kak,ternyata gadis pelayan toko itu Dewi Kemuning, benar, aku ingat betul kak, rupanya si jendral itu sudah berani kepada mu" kata putri Guan Hong sambil tertawa terbahak bahak,ingat betapa Dewi kemuning sempat mempermainkan mereka.


"Lalu apa lagi yang kelak akan terjadi terhadap kita?" tanya Alex lagi.


"Sangat disayangkan, serat suci cuma menuliskan kisah hingga perkawinan antara aku dan kakak saja,tanpa menulis yang lain lagi, alias lembaran berikutnya masih kosong" kata Dewi Tara sambil mengeluarkan lembaran serat suci itu.


Kapal itu terus saja bergerak membawa penumpangnya menuju tujuan mereka masing masing.


Pagipun menjelang kembali, Alex baru saja bangun dan sedang menggerak gerakan badannya di bagian haluan kapal itu.


Tidak seberapa lama, putri Guan Hong dan Dewi Tara juga datang menghampirinya serta ikut latihan sebentar.


Beberapa saat datang pula pertapa sakti dan Dewi Teratai putih secara bersamaan.


Selesai mandi, Alex mengajak kedua istrinya, Pertapa sakti dan Dewi Teratai putih untuk sarapan pagi di tempat makan yang disediakan di kapal itu.


Penumpang kapal itu cukup banyak,ada yang turun di kota Koja, ada juga yang turun di kota Narian,namun yang terbanyak adalah ke kota Sakeva,karena dari kota Sakeva ini,ada jalan darat menuju kota Nirvana, kotaraja Nirwana.


Konon kota Nirvana adalah kota terbesar, termegah,dan Ter indah di benua tanah Nirwana ini,sehingga banyak pendatang dari berbagai tempat,datang kesitu.


Ketika mereka masuk ruangan tempat makan,di situ sudah lumayan banyak pengunjungnya.


Tempat makan ini sama dengan rumah makan di atas kapal,siapa yang mampir disini,makan bayar sendiri,alias tidak di jamin dari ongkos kapal.


Ketika Alex dan kedua istrinya serta pengawalnya masuk, tempat duduk kosong masih banyak tersedia.


"Hai!!,kejutan,ternyata kita satu kapal dengan mereka yang kemarin makan bersama kita di rumah makan" terdengar suara dari salah satu meja di dekat mereka.


Alex menoleh kearah mereka,ternyata tiga pasang pemuda pemudi yang kemarin makan di rumah makan kota Marmara.


Alex membungkukan badannya, "selamat pagi nona nona muda dan tuan tuan muda,selamat berjumpa kembali"kata Alex.


Ketiga wanita cantik itu balas membungkukan badan nya sementara tiga orang pemuda itu cuma diam terpaku melihat kearah putri Guan Hong dan Dewi Tara.


Putri Guan Hong dan Dewi Tara yang merasa diperhatikan segera berpaling menghadap kearah lain,sementara Dewi Teratai putih hampir saja emosi andai saja tidak ada pertapa sakti yang melerai nya.

__ADS_1


Seorang pelayan makanan di ruangan itu datang menghampiri meja mereka sambil menjura bertanya, "tuan muda dan Nina muda semua mau pesan apa?".


"Berikan kami makanan ter enak kalian lima porsi juga teh panas ya"kata Alex.


"Baiklah tuan dan nona semua silahkan duduk dulu"kata pelayan itu sembari berlalu masuk ke arah dapur.


Tidak seberapa lama lima gelas teh panas dihidangkan kemeja mereka.


Kebetulan meja mereka menghadap kearah sisi luar kapal yang terbuka, sehingga mereka bisa melihat pemandangan di pinggir sungai.


"Maap tuan muda dan nona muda,kalau tidak salah,bukankah kita pernah bertemu di rumah makan kota Marmara?" suara seorang wanita menyapa mereka.


Alex dan kedua istrinya menoleh kearah suara itu, "eh kalian rupanya, yang waktu itu makan di rumah makan kota Marmara kan"kata Alex menyahut,ketika seorang wanita mendekati mereka.


"Ke kota manakah tujuan kalian ?"tanya wanita itu.


"Kami bermaksud kekota Thai Sui di muara, menemui kerabat disana" kata Alex.


"Ooh,masih sangat jauh kalau begitu,kami mau ke kota Sakeva,dan dari Sakeva berkuda ke Nirvana,kami tinggal di sana,di kotaraja Nirvana, kalau kebetulan kalian kesana,mampirlah,kami di Kajor"kata wanita itu.


Lima orang pemuda pemudi segera datang menghampiri mereka.


"Perkenalkan,nama saya Lee Cuan,saya suami dari He Hua ini"kata seorang pemuda memperkenalkan nama nya.


"Nama saya Chen Liong,dan ini istri saya Guan Hong serta Tara dan ini teman kami pertapa dan Teratai "kata Alex memperkenalkan dirinya.


Mereka berkenalan satu persatu sambil berbicara dan bersenda gurau.


Tidak seberapa lama, pesanan Alex tiba di meja mereka,dan merekapun segera bersantap.


Hampir menjelang sore hari,mereka tiba di kota Koja,sebuah kota cukup besar di negeri Marmoa ini.


Di kota Marmoa ini kebiasaan semua kapten kapal akan bermalam agar besok bisa melewati sungai Kui pada waktu siang hari,karena bila melewati sungai Kui pada malam hari,sering terjadi penyergapan oleh perompak sungai.


Sungai Kui adalah anak sungai Mun yang sering menjadi tempat para perompak sungai beroperasi.


Namun sore itu,naik keatas kapal sepuluh orang laki laki kekar brewokan dan tampang sangat sangar,menyuruh kapten kapal si gendut agar segera berlayar ke kota Narian,karena mereka ada perlu di kota Narian.


Tetapi dengan tegas sang kapten tidak bersedia,mengingat sungai Kui yang sangat rawan bila di lewati malam hari.


Dengan kasar dan marah marah,kesepuluh laki laki itu memaksa kapten kapal untuk melakukan perjalanan dengan alasan mereka harus segera sampai ke kota Narian besok hari.


"Tuan,aku tidak akan mengorbankan penumpang ku yang lain demi kepentingan mu,lagi pula dari Koja ke Narian perjalanan darat lebih cepat sampai ketimbang jalan sungai,kenapa tidak lewat darat saja tuan "kata laki laki kapten kapal itu.


Kesepuluh laki laki kasar itu menatap kearah kapten kapal dengan tatapan marah dan murka.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2