
Pangeran Guo Kai menatap putri Mei Yin dari atas sampai ujung kaki nya sambil senyum senyum aneh.
"Nona muda!,kulihat kau sangat cantik sekali, bagai mana bila kau menemani aku makan makan di tempat ini,sedangkan semua laki laki nya harus keluar dari tempat ini tanpa terkecuali!"kata pangeran Guo Kai.
Putri Mei Yin tertawa cekikikan mendengar perkataan pangeran Guo Kai itu.
"Hi hi hi hi,ternyata niat mu tidak jauh jauh dari penjahat tuan muda, sudah ku duga dan terlihat dari wajah mu jika kau seorang penjahat pemetik bunga,kau salah orang tuan muda,aku sudah punya suami,dan aku tidak ingin menghianati suami ku, kau mempergunakan nama besar kaisar untuk melakukan kejahatan,itu sangat serius tuan muda yang terhormat!"kata putri Mei Yin sengaja menekan kan ucapannya saat menyebutkan kata "terhormat"itu.
Muka pangeran Guo Kai menjadi merah padam mendengar perkataan dari putri Mei Yin itu.
"Kurang ajar!,kau rupanya tidak bisa dikasih hati,dasar perempuan tidak tahu diri,bagai mana bila kita bertaruh,bila kau kalah dengan ku,maka kau harus mengikuti ku,dan bila aku kalah,aku yang akan mengikuti mu!"kata pangeran Guo Kai.
"Hi hi hi hi,kau kira itu pertaruhan yang adil ?,aku tidak tertarik dengan mu sedikit pun, aku ikut kau atau kau ikut aku,itu semua tidak akan terjadi,yang benar adalah bila kau menang,kau boleh berbuat sesuka mu,tetapi bila kau kalah,maka aku cuma minta satu biji mata mu sebagai bayarannya, bagai mana pangeran?" tanya Putri Mei Yin.
Karena memang berilmu tinggi dan juga memandang kepada putri Mei Yin rendah karena tidak tampak energi apapun yang terlihat olehnya, maka tanpa berpikir lagi,sang pangeran Guo Kai langsung menyanggupi taruhan itu.
Mereka semua langsung turun menuju ke halaman rumah makan itu.
"Kau boleh memulainya nona,ku beri kau kesempatan tiga jurus untuk terlebih dahulu menyerang ku,setelah itu baru aku membalas serangan mu"kata Pangerang Guo Kai dengan sombong nya, karena merasa yakin bisa mengalahkan putri Mei Yin.
"Baiklah tuan muda, bersiap siaplah menerima serangan"kata putri Mei Yin sambil memulai serangannya.
Dengan mempergunakan tiga perempat dari kekuatannya, Putri Mei Yin berniat memberikan sedikit kejutan mental kepada pangeran Guo Kai yang sombong itu.
Putri Mei Yin menyerang dengan melancarkan serangan tinjunya ke arah ulu hati sang pangeran Guo Kai.
Melihat serangan itu,pangeran Guo Kai tertawa terbahak bahak karena menganggap bertarung dengan gadis yang baru belajar silat saja,dia semakin merendahkan ilmu sang putri.
Sambil tertawa terbahak bahak,sang pangeran berkelit dengan memiringkan tubuh nya ke kanan.
"Bug!!".
Namun tanpa disangka sangka sebuah tendangan mampir di pantatnya,sehingga tubuhnya terlempar dan terjerembab di atas pasir.
Pangeran Guo Kai bangkit dengan muka merah padam karena malu dan amarah yang memuncak, "ternyata aku salah menilai mu nona cantik,kau ternyata punya kepandaian juga rupanya, baiklah sekarang aku tidak akan asingkan lagi dengan mu,hadapilah serangan ku ini!"...
"Hi hi hi hi,baru satu jurus tuan hebat,kau berjanji akan membiarkan aku menyerang mu hingga tiga jurus,masih dua jurus lagi tuan hebat!"kata putri Mei Yin mengingatkan Sabil tertawa tawa nyaring.
Kini pangeran Guo Kai sudah tidak perduli lagi dengan janji janji nya tadi,yang ada di dalam pikirannya sekarang adalah ingin mengalahkan sekaligus mempermalukan wanita cantik itu.
__ADS_1
Tiba tiba gerakan dari pangeran Guo Kai menjadi semakin cepat dan bertenaga sangat kuat,menyerang di titik titik berbahaya sambil berusaha menggapai ujung jubah putri Mei Yin.
Putri Mei Yin tahu kalau niat sang pangeran Guo Kai itu,selain berusaha menjatuhkan Mei Yin, juga berusaha mempermalukan putri itu.
Putri Mei Yin pun akhirnya mempercepat gerakannya serta menambah energi tiap serangan nya kearah pangeran Guo Kai itu.
Kini kedua nya saling serang dengan kecepatan dan kekuatan tinggi.
Beberapa kali benturan terjadi,dan kekuatan mereka masih seimbang saja,tetapi dari segi kelincahan,terlihat sekali bila putri Mei Yin jauh diatas pangeran Guo Kai.
Dengan memanfaatkan kelincahannya,putri Mei Yin berhasil membuat pangeran Guo Kai terdesak hebat.
Dengan berteriak nyaring, pangeran Guo Kai kini menyerang putri Mei Yin membabi-buta,tidak lagi dia berpikir langkah dan jurus jurus,yang ada di pikirannya adalah rasa amarah dan malu.
Dia ingin secepatnya membuat sang putri Mei Yin bertekuk lutut dan malu serta terhina di hadapan semua orang.
Karena serangan pangeran Guo Kai mulai kacau dan ngawur,maka beberapa jurus kemudian, putri Mei Yin berhasil mendaratkan pukulan ke arah mulut sang pangeran itu.
Sang pangeran Guo Kai terjengkang kebelakang dengan mulut yang penuh darah serta empat buah giginya copot.
Melihat junjungan mereka tumbang dengan mulut belepotan darah serta empat buah giginya tonggol,serentak sepuluh orang pengawal pribadi sang pangeran itu maju ingin mengeroyok putri Mei Yin.
Sekelebat bayangan hitam masuk ke tengah arena pertarungan itu.
"Kalian telah melukai pangeran Guo Kai,maka kalian pantas mati!" kata pemimpin pengawal pangeran Guo Kai itu dengan kemarahan yang memuncak.
"Aneh,apakah kalian tidak mendengar tadi tentang pertaruhan mereka ?,dan sekarang pangeran mu sudah kalah, sekarang mana bukti bahwa sang pangeran adalah orang yang menepati janjinya, seorang laki laki pantang lari dari sumpah janji janjinya sendiri"kata Dewi Amarila yang berdiri di dekat Alex.
Kepala pengawal itu menatap kearah Dewi Amarila, "siapa kau nona, mengapa ikut campur?"...
"Tentu saja aku ikut campur,karena dia adik ku,dan pangeran mu sudah berjanji bila kalah maka matanya sebelah akan diambil adikku sebagai taruhannya, makanya lain kali jaga ucapan,permukaan air yang terlihat tenang, belum tentu tidak ada arus didalam nya,kalau kalian maju,maka hari ini sepuluh orang pengawal pribadi pangeran Guo Kai akan tewas semuanya disini!"ancam Dewi Amarila.
Mendengar ucapan Dewi Amarila itu,kepala pengawal pangeran Guo Kai bukannya takut dan mundur,tetapi malah sesumbar tinggi, "hei nona cantik,kau pikir dirimu siapa heh?,diam lah kau,atau aku akan menelanjangi mu agar semua orang disini melihat tubuh mu yang molek itu!"...
Baru saja ucapan itu keluar dari bibir sang kepala pengawal itu,tiba tiba ancamannya tadi berubah menjadi sebuah jeritan panjang,ketika tiba tiba tangan kanannya sudah putus sebatas bahu dan tergeletak di tanah.
Tidak ada satupun yang sempat melihat siapa yang sudah bertindak seperti itu,tetapi mereka semua sudah bisa mengira ngira siapa pelakunya.
Dewa Samudra tersentak melihat kejadian itu,dia merasa bahwa dia sudah bergerak sangat cepat, tetapi masih kalah jauh di bandingkan gerakan itu.
__ADS_1
"Kalau kalian masih kepinginnya selamat, maka bawa pimpinan serta pangeran kalian untuk pulang,jangan sampai kalian pulang dengan jasat yang tidak utuh lagi!" kata Dewa Samudra berusaha menyuruh mereka pulang.
Sambil meringis kesakitan,pangeran Guo Kai bangkit berdiri dan menatap kearah Putri Mei Yin sesaat,lalu berkata, "kalian akan menyesali semua ini,tunggulah kalian semua akan membayar kejadian ini dengan sangat mahal,ingat ingatlah itu"...
Sepeninggal pangeran dan para pengawalnya itu,mereka terpaksa memesan makanan kembali,karena makanan mereka sudah dingin semuanya.
Selesai makan,mereka segera mencari penginapan terbaik di kota raja itu.
Kebetulan rekomendasi penginapan terbaik banyak di kota raja Zhuji itu,sehingga tidak sulit untuk mencari salah satu nya.
Sayembara dengan adu laga melawan putri Xiu Ying diadakan setiap akhir Minggu di alun alun istana kekaisaran Yuo.
Besok hari adalah hari di mana sayembara itu di adakan kembali.
Minggu ini ada beberapa pangeran dan tuan muda dari beberapa bangsawan terkenal yang ikut serta dalam kompetisi ini.
Mareka kebanyakan dari berbagai negeri di sekitaran negeri Yuo.
Di negeri Yuo sendiri sudah tidak ada lagi pangeran ataupun tuan muda yang tersisa, semuanya takluk di kaki Putri Xiu Ying.
Ke esokan harinya,di alun alun depan istana,sedari pagi masyarakat sudah banyak yang berhadir di situ untuk menyaksikan pertandingan antara putri mahkota Xiu Ying melawan para peserta sayembara itu.
Ketika mata hari mulai naik,tabuhan di pukul, sebuah alat mirip gong tetapi tanpa untuk onta nya dan mirip seperti lepek alas makanan.
"Peng!!".suara alat tabuhan di pukul nyaring.
"Yang mulia kaisar Wang Jian Gaushin beserta keluarga memasuki panggung utama !!" terdengar salah seorang protokol istana berteriak.
Terlihat sang kaisar yang berusia sekitar lima puluh tahunan itu berjalan memasuki panggung utama bersama sang permaisuri dan putri mahkota Xiu Ying.
Hari itu putri Xiu Ying mengenakan pakaian jubah pendekar berwarna biru muda dengan rambut di anyam mirip cambuk dan di juntaikan ke belakang nya.
Wajahnya yang putih bersih,serta hidung mancung dengan bulu mata lentik alami itu, sangat pantas menjadikan ribuan pangeran tergila gila kepada nya,tetapi karena permintaan sang putri yang mengatakan bahwa siapapun yang ingin mengambil dirinya sebagai istri,harus bisa mengalahkan dirinya itulah yang menjadikan satu persatu para pemuda dan pangeran dari berbagai negeri itu berguguran.
"Peng!!".tabuhan di pukul kembali, dan seorang protokol istana berbicara nyaring, "pertandingan hari ini, akan diisi oleh empat orang penantang utama,yaitu tuan muda Fei Ho dari klan Cao kota Khife,kemudian tuan muda Dong Heng dari klan Bai kota Ruan, kemudian pangeran Ju Seng Kuan dari negeri Jang,serta Guan Cai Liang dari negeri Luo,kemudian apabila semua penantang gugur dan waktu masih banyak,maka kami juga mempersilahkan kepada para pemuda dari kalangan yang hadir sekarang bila berminat silahkan maju mencobanya!" suara protokol istana itu terdengar nyaring dan lantang.
Seluruh masyarakat yang menyaksikan bergemuruh bersorak gembira,ada yang berharap sang putri mendapatkan jodoh,tetapi ada pula yang berharap sang putri tidak mendapatkan jodoh.
"Peng!!". tabuhan di pukul kembali,dan masyarakat pun terdiam.
__ADS_1
"Baiklah utuk memulai acara kita ini,kita sambut putri mahkota negeri Yuo yang cantik jelita,serta sakti tidak ada duanya, inilah putri Wang Xiu Ying, silahkan memasuki arena pertandingan!"kata protokol istana dengan suara nyaring dan lantang serta jelas.
...****************...