Mr Matrix

Mr Matrix
Dewa Lonceng Kematian.


__ADS_3

Alex tersentak bangun dari tidurnya,langsung duduk.


Hal itu membuat semua istrinya juga tersentak bangun dari tidurnya,


Dengan nafas tersengal sengal,Alex meraba lehernya,tidak sakit,tidak pula ada bekas bekas luka.


Tetapi mimpi yang dialami Alex terasa sangat nyata dan seperti sungguh sungguh terjadi.


Dewi Amarila menatap kearah Alex dengan perasaan cemas,selama ini Alex tidak pernah tidur hingga mengigau seperti itu.


Di sapunya butiran peluh yang mengalir di dahi sang suaminya itu.


Sementara yang lainnya juga terdiam cemas menatap kearah Alex.


"Kak,apakah yang terjadi?,apakah kakak mimpi buruk ?"tanya Dewi Amarila.


Alex berusaha mengatur pernafasannya beberapa saat,hingga perasaan nya mulai tenang,barulah dia bercerita, "tadi aku bermimpi berada disuatu tempat,dimana di dunia itu tidak ada hutan belantara,yang ada hanyalah Padang rumput yang luas menghijau dan ada beberapa pohon rindang menaungi,serta ada sebuah istana kecil di tengah tengah taman bunga"kata Alex mulai bercerita.


Dewa Samudra dan Biksu mata hati segera mendekati mereka mendengar Alex bercerita tentang mimpinya.


"Lalu kak ?"putri Mei Yin mendesak Alex agar meneruskan ceritanya itu.


"Dari dalam istana kecil itu,keluar seorang gadis yang tertegun terheran heran melihat saya berada di tempat itu,yang katanya dunia dimensi milik ibunya, Belum lah lama bicara,tiba tiba datang ibunya yang ternyata seorang wanita sangat cantik dan terlihat masih muda,dan dengan sangat marahnya menganggap saya telah lancang memasuki dunia pribadinya yang seharusnya tidak boleh di masuki sembarang orang itu,meskipun saya sudah menerangkan semuanya,tetapi wanita ber nama Xi he itu tetap saja memenggal kepala saya"kata Alex mengakhiri ceritanya.


"Apa tuan ku, Xihe ?"tiba tiba Dewa Samudra mengejutkan mereka dengan pertanyaannya.


"Ya Dewa Samudra, wanita cantik yang merupakan ibu dari gadis di istana kecil itu bernama Xi he,apa kau tahu siapa dia Dewa Samudra?"tanya Alex .


Lama Dewa Samudra terdiam tanpa suara, pelipisnya bergerak gerak pertanda berpikir keras.


"Dewi Xihe adalah Dewi matahari tuan, sepengetahuan hamba, dia telah memiliki dua belas anak,semuanya laki laki dan tidak memiliki se orang putri pun tuan "kata Dewa Samudra bingung.


"ya sudahlah berarti mimpi itu cuma mimpi biasa saja,tidak ada kebenarannya"kata Alex sambil meneruskan tidurnya kembali.


Malam itu mereka lewati dengan bergantian berjaga.


Hingga pagi datang,tidak ada kejadian apapun lagi yang mereka alami.


Pagi pagi sekali,setelah sarapan pagi,mereka segera melanjutkan perjalanan mereka kembali menembus hutan belantara,menuruni lembah,mendaki tanjakan,menyeberangi sungai dan danau.


Pada hari ke lima,mereka tiba di sebuah desa bernama desa La ba.


Desa ini di namakan desa La ba ,atau La ba Hua, mungkin karena di desa ini sangat banyak tumbuh La ba atau bunga terompet hampir di semua sudut desa pasti ada bunga itu.

__ADS_1


Desa La ba ini tidaklah terlalu besar,cuma sebuah desa kecil, sebuah penginapan dan rumah makan ada berdiri di tengah desa itu,juga sebuah kedai nasi yang kecil,namun terlihat bersih dan rapi.


Namun karena desa ini berada tepat di tempat di pertengahan jalan antara kota Kwang dan kota raja Zhuji ibu kota negeri Yuo, maka tidak heran bila banyak orang orang singgah di desa ini sekedar makan atau bermalam.


Meskipun hari belumlah terlalu sore,namun karena sudah beberapa hari tidur di hutan, Alex bermaksud menginap saja di desa ini,dan besok barulah mereka melanjutkan perjalanan.


Ketika mereka masuk ke dalam rumah makan yang ada di desa itu, ternyata hampir separoh dari meja kursi yang disediakan sudah terisi pelanggan.


Untungnya Alex masih mendapatkan dua buah meja yang berdekatan.


Seorang wanita pemilik rumah makan itu datang mendekati mereka dan menanyakan pesanan mereka.


Alex memesan makanan untuk mereka ber sebelas, yaitu makanan Ter enak di tempat itu.


Wanita pemilik rumah makan itu segera masuk kedapur untuk menyiapkan makanan pesanan Alex .


Tidaklah terlalu lama, makanan yang dipesan pun datang ke meja Alex dan pengawalnya.


Namun baru saja Alex bermaksud untuk makan, dari arah pintu, masuklah rombongan sekitar empat puluh orang yang mengawal seorang pemuda tampan yang nampaknya seorang pangeran itu.


Setelah mengedarkan pandangan kesekeliling nya,pemuda tampan itupun akhirnya memilih meja agak sudut yang kebetulan banyak yang masih kosong nya.


Sepasang suami istri setengah tua yang duduk di dekat meja Alex bicara.


"Kakak sepertinya mereka dari negeri Jang, mungkin yang dikawal para prajurit itu adalah seorang pangeran yang akan ke kota raja Zhuji mengikuti sayembara itu" kata sang istri kepada suaminya.


"Iya kak,sangat disayangkan ya,putri itu sangat cantik jelita tiada duanya,tetapi berkepandaian sangat tinggi,sehingga belum ada satupun pemuda di seluruh negeri bahkan di seluruh benua ini yang mampu menandingi kehebatan sang putri Xiu Ying itu kak,padahal sayembara itu sudah berjalan berbulan bulan lamanya"kata sang istri lagi.


Sedang asik suami istri itu berbincang bincang sambil menikmati makanan mereka,dari arah pintu,masuk lagi seorang pemuda tampan di iringi oleh sekitar empat puluh orang prajurit juga.


Melihat pemuda yang baru datang itu,sang suami segera bergegas menghabiskan makanannya.


"Meme,cepat habiskan makanan mu,kita harus cepat pergi dari sini, itu pangeran Guan Cai Liang dari Lupa yang terkenal sombong dan brangasan serta suka sewenang wenang"kata sang suami kepada istrinya.


Sepasang suami istri itu segera menyudahi makan mereka,setelah membayar,mereka segera buru buru pergi dari situ.


Hal itu ternyata di ikuti oleh beberapa orang yang lainnya juga yang buru buru menyelesai kan makan mereka, meskipun belum benar benar habis.


Dengan sombong dan tatapan merendahkan, pemuda itu berjalan ketengah ruangan rumah makan itu,ia menatap kesekeliling nya,tiba tiba matanya melihat pemuda yang tadi masuk bersama para prajurit negeri Jang.


"Ho ho,rupanya sang pangeran Ju Seng Kuan dari negeri Jang, turut bertaruh nasip juga,kalau aku boleh menyarankan, lebih baik pulang saja dari pada mendapat malu,sudah pasti putri cantik jelita itu akan menjadi milik ku,aku pasti akan keluar sebagai pemenangnya,karena aku tahu semua kelemahan dari jurus jurus sang putri itu"kata pangeran Cai Liang dengan nada tinggi dan angkuh.


Pangeran Seng Kuan cuma tersenyum sinis menanggapi kata kata dari pangeran Cai Liang, dia terus menikmati makanannya,seolah omongan dari pangeran itu dia anggap angin lalu saja.

__ADS_1


Melihat itu,tentu saja kemarahan dari pangeran Cai Liang semakin menjadi jadi.


Dengan muka geram,di hampiri nya meja tempat pangeran Seng Kuan makan.


Namun sebelum mencapai meja sang pangeran,sepuluh orang pengawal pangeran Seng Kuan yang berkepandaian sangat tinggi segera berdiri menghadang jalan pangeran Cai Liang dengan gagahnya.


"Kalian mau mengeroyok ku ?,kalian pikir aku takut ?, akan ku buktikan kepada kalian bahwa omongan ku tidak sekedar bualan kosong belaka" kata pangeran Cai Liang marah.


"Kami tidak perduli apapun,kami adalah pengawal yang bersumpah setia kepada keluarga kaisar kami,sebelum kami tewas, kalian tidak akan membiarkan siapapun untuk menyentuh nya meskipun sehelai rambut pun" kata para pengawal pribadi pangeran Seng Kuan itu.


Melihat kejadian itu, sepuluh orang pengawal pribadi pangeran Cai Liang juga bangkit berdiri berhadapan dengan para pengawal pribadi pangeran Seng Kuan.


Pertarungan dua pasukan sebentar lagi akan terjadi,para pengunjung rumah makan itu segera mengakhiri makan dan minum mereka serta pergi menjauh dari rumah makan itu.


Di saat saat genting itu,tiba tiba terdengar suara dentingan lonceng yang sangat nyaring dari kejauhan.


Dentingan itu dari seperti berlari dari kejauhan,dan sebentar saja suda berada di dekat rumah makan itu.


Ketika dentingan lonceng itu terdengar,terlihat wajah semua orang yang ada di dalam rumah makan itu menjadi pucat pasi,tidak terkecuali kedua pangeran tadi.


"Dewa lonceng kematian, kenapa dia juga muncul di tempat ini ?"gumam salah satu dari sepuluh pengawal pangeran Seng Kuan.


"Bila Dewa lonceng kematian ini muncul, bakal ada banjir darah lagi di tempat ini" temannya menanggapi ucapan nya.


Seorang pemuda tampan muncul di pintu rumah makan itu dengan seulas senyum menghiasi bibirnya.


Di kedua kaki nya ada sepasang lonceng kecil yang di ikat dengan rantai, sehingga setiap kali dia berjalan,bunyi gemerincing lonceng mengiringi nya.


Sedangkan di kedua tangannya ada sepasang gelang berbentuk ular melingkar dan memiliki bendulan berupa sepasang lonceng kecil.


Pemuda tampan ini tidak memakai baju,sehingga dadanya yang bidang terlihat jelas dan sebuah kalung berbentuk ular melingkar di lehernya.


Rambut pemuda ini bergelombang dan panjang menjuntai sebatas bahu.


Mata pemuda itu menatap ke semua pengunjung rumah makan itu bergantian,hingga sampai kepada Alex dan istrinya serta pengawalnya.


Pemuda itu terdiam sebentar menatap kearah Alex dengan tatapan yang sukar untuk di tafsir kan orang banyak.


Kemudian pandangannya beralih ke pada pangeran Seng Kuan dan pangeran Cai Liang bergantian.


"Bukankah kalian berniat mengikuti sayembara yang di adakan di kota raja?,mengapa justru ingin berantem di rumah makan ini ?,saling pamer kehebatan dan ke kuatan kalian, apakah niat kalian ingin mengikuti sayembara atau sekedar pamer kehebatan saja ?" tanya pemuda yang baru datang itu.


Pemuda pangeran Guan Cai Liang diam seribu bahasa,kini keangkuhannya seperti tidak berbekas lagi.

__ADS_1


Jendral Fei Mo Bai sebagai penanggung jawab keselamatan putra mahkota,segera berdiri dan membungkuk kepada pemuda itu, "maapkan kami Dewa Lonceng Kematian, silahkan tuan duduk, kebetulan kami sudah selesai dengan makan kami, kami mohon diri untuk melanjutkan perjalanan kami tuan "kata jendral Fei Mo Bai sambil menjura kembali.


...****************...


__ADS_2