
Alex duduk bersila di atas lantai kuil Dewa itu mengatur pernapasan untuk menyesuaikan tubuhnya dengan energi yang baru saja didapatkannya.
Sedangkan putri Giok Lin,putri Kwan si,dan putri Annchi serta Soa Ning,duduk diatas altar panjang itu untuk menyerap energi sakti dari batu mustika jelmaan lima mahluk seperti kadal raksasa yang berusia puluhan ribu tahun itu.
Untuk jenis mahluk,cuma yang sudah berusia diatas seribu tahunlah yang mempunyai batu mustika,yaitu batu energi kehidupan yang bermutasi menjadi batu Mestika.
Semakin lama usia hidup mahluk itu,semakin besar pula energinya yang tersimpan di dalam batu mustika itu.
Sedangkan Liong san duduk diatas altar kecil di dekat dinding ruangan, menyerap energi yang Alex berikan kepadanya.
Selagi ke enam orang itu tenggelam dalam semedi sambil menyerap energi sakti dari batu mustika berusia puluhan ribu tahun itu,Alex keluar dari kuil itu membersihkan seluruh tumbuhan dan semak semak yang menutupi seluruh bangunan kuil kuno itu.
Setelah selesai di bersihkan,terlihat kalau bangunan kuil kuno itu cukup bagus,seperti sebuah kuil ditengah tengah Padang tandus,sementara hutan nampak melingkupi sekeliling Padang yang tandus tadi.
Yang sangat menakjubkan adalah Padang tandus tadi kini berubah menjadi Padang rumput yang cantik dengan sebuah kuil kuno barada di tengah tengahnya.
Sementara itu,ternyata putri Annchi lah yang lebih dahulu menyelesaikan semedi nya dan telah menyelesaikan menyerap energi dari batu mustika.
sembilan kali ledakan teredam didalam tubuhnya,membuat tingkat kultipasinya menerobos hingga tingkat Dewa langit tingkat empat.
Putri Annchi keluar dari ruangan itu menuju kearah ruang terbuka disudut lain.
Sementara itu putri Giok Lin,putri Kwan si,dan Soa Ning yang juga telah menyelesaikan menyerap energi dari batu mustika,secepatnya keluar dari ruangan kuil menuju ke ruangan terbuka untuk menerima pembaptisan dari langit.
Sedangkan Liong san mencari tempat tersendiri di sudut lain dari ruangan terbuka untuk menerima pembaptisan dari langit.
Langit langsung mendung,angin bertiup kencang,kilatan petir menyambar silih berganti pada kelima orang itu.
Mareka tegak berdiri menanti Sambaran petir pembaptisan dari langit kembali.
Setelah selesai dengan petir pembaptisan itu,kini kulit tubuh mareka kembali seperti semula,bahkan terlihat lebih putih dan lebih bersih dari semula.
Kini tingkat kultipasi mareka meningkat drastis,putri Giok Lin kini menerobos ke tingkat Dewa langit tingkat lima, putri Kwan si dan putri Annchi menjadi tingkat Dewa langit tingkat empat.
Sedangkan Liong san dan Soa Ning menjadi tingkat Dewa bintang tingkat tiga.
Setelah pembaptisan itu selesai,mareka menggerak gerakan tubuhnya beberapa jurus,menyesuaikan dengan energi yang baru mareka terima.
Setelah semuanya selesai,mareka kembali kedalam kuil, membersihkan lantai kuil dari debu dan kotoran sampai benar benar bersih.
Malam ini mareka bermalam di dalam kuil Dewa,dan esok hari kembali ke kota raja.
Dan ketika keesokan harinya,mareka berjalan melintasi hutan menuju kedesa Yuze tempat mareka menitipkan kuda kuda mareka.
Setelah menempuh beberapa hari perjalanan,sampailah mareka di desa Yuze untuk mengambil kuda kuda mareka yang di titipkan di desa ini.
Perjalanan dari desa Yuze tentu saja sangat lancar dengan mengendarai kuda, hingga tidaklah terlalu lama, kota Suyen pun terlihat di kejauhan.
Perjalanan dari kota Suyen ke kota raja juga lancar,ketika telah sampai di kota raja,hari telah sore.
Kaisar dengan suka cita menyambut kedatangan anak dan menantunya di pintu istana,nampak mendung menggelayut di wajah Kaisar,ada sesuatu yang membuat hati beliau berduka.
Setelah makan dan istirahat sejenak,akhirnya mareka berkumpul di ruang tengah istana bersama Kaisar dan semua anak anak nya.
Putri Annchi dan Alex melaporkan kepada Kaisar hasil dari penyelidikan mareka ke hutan buangan.
Kaisar mendengarkan dengan seksama sambil meng angguk anggukan kepalanya
"Ayahanda,dari tadi aku tidak melihat keberadaan kakak Li Wei,kemanakah dia,kenapa tidak berkumpul disini?"tanya putri Annchi kepada Ayahanda nya.
Kaisar menatap putrinya lalu menarik nafas dalam-dalam, "kakak mu melarikan diri dengan seorang pangeran,telah dicari keseluruh kerajaan yang ada di benua ini, tetapi hasilnya nihil,menurut seorang telik sandi,mareka melihat kakak mu bersama seorang pemuda memasuki sebuah hutan di sebelah kota Panyun,sesudah itu tidak pernah keluar lagi"...
__ADS_1
Sang permaisuri Zhu Ancy hanya terisak menangis,mengingat putrinya itu.
Sedangkan pangeran Chi you bersama istri dan putra nya,cuma diam membisu.
Alex terdiam mendengar keterangan dari Kaisar,dengan batin nya,Alex menghubungi Mister Jo,untuk menanyakan kemungkinan kemana putri itu di larikan.
Layar monitor menyala,Mister Jo mengatakan Alex bisa memeriksa portal di dunia tengah,karena jejak pengaktipan portal akan terasa berhari hari setelah pengaktipan nya.
"Ayahanda,saya akan berusaha melacak kemana kakak putri Wei pergi,walau saya tidak berani menjanjikan hasilnya,tetapi saya akan berusaha"kata Alex.
"Carilah kakak mu nak,dan ajaklah kembali kesini, ibunda sangat menghawatirkan keselamatannya"kata ibunda Ratu.
"Kapan kita berangkat kak?"tanya putri Annchi kepada Alex.
Alex menoleh kepada putri Annchi,menatapnya sebentar.
"Apa?, apa?, apakah kakak bermaksud meninggalkan aku lagi?, kalau begitu kakak juga tidak boleh pergi"kata putri Annchi pada Alex.
Alex tahu,bila sudah seperti itu,tidak ada lagi keputusan lain selain mengajak putri cantik itu ikut serta.
Sementara itu putri Giok Lin Dan putri Kwan si tersenyum melihat sang suami tidak berdaya menghadapi ketegasan sang adik kecil mareka itu.
"Iya iya,besok kita berangkat,jangan sampai jejak mareka hilang" jawab Alex.
Melihat tingkah suaminya itu,putri Annchi tersenyum sambil bergelayut di tangan Alex,putri Giok Lin Dan putri Kwan si cuma tertawa melihat tingkah sang suami yang serba salah menghadapi adik kecil mareka.
Keesokan harinya, mareka berlima bergerak menunggang kuda menuju kota Panyun,dari kota Panyun ke hutan di sebelah kota Panyun.
Didalam hutan itu terdapat sebuah kuil Dewi yang berdiri diatas sebuah bukit.
Di kuil itulah terdapat pintu portal yang dulu Alex dan Liong san gunakan untuk datang ke Dunia bidadari ini.
Liong san meraba batu giok yang berada di sisi pilar portal,"memang ada orang yang melalui portal ini pangeran,energinya masih kuat terasa"...
Dengan menempelkan telapak tangannya pada batu giok di sisi pilar,Liong san menyalurkan sebagian tenaganya,dan kedua pilar itupun memancarkan cahaya putih menutupi seluruh gawangnya.
Ketika cahaya itu sudah tidak berkedip lagi,Alex dan ketiga istrinya serta kedua pengawalnya bergegas memasuki cahaya itu dan hilang dibalik nya.
Di dunia tengah,disebuah ruangan di perut sebuah gunung,dua tiang portal yang terletak paling ujung tiba tiba menyala bercahaya,dan dari balik cahaya keluar enam orang,dua laki laki dan empat perempuan.
Setelah keluar dari portal itu,Alex langsung memerintahkan Liong san untuk melacak,portal mana saja yang baru di pergunakan.
Setelah memeriksa cukup lama,akhirnya Liong san berkata, "pangeran,dari semua portal yang ada,cuma portal inilah yang ada terasa sisa energi pengaktipan nya,hamba sangat yakin,portal inilah yang telah digunakan oleh mareka"...
Alex memeriksa buku peta portal,dan di ketahui bahwa portal itu menuju ke Dunia timur.
Sebelum memasuki portal itu,Alex terlebih dahulu menyegel portal ke dunia kegelapan dengan segel Dewa yang tidak ada satupun yang bisa membukanya, kecuali dirinya sendiri.
Alex,dengan ketiga istrinya serta kedua pengawalnya keluar dari portal di sebuah ruangan yang tidak terlalu besar,cuma berkisar ukuran tiga Depa kali empat Depa dibawah sebuah kuil juga.
Entah kenapa si pembuat portal ini dulu selalu meletakan pintu portal di sebuah kuil.
Kuil ini berada di sebuah lembah yang subur di dekat sebuah telaga kecil,yang di kelilingi oleh beberapa buah gunung yang melingkari lembah.
Dengan mengikuti jejak kaki orang yang pernah kesitu,Alex memasuki sebuah goa yang menembus kedalam perut gunung.
Goa itu ternyata bermuara di sebuah hutan lebat yang membentang sangat luas sekali.
Jejak orang yang melewati hutan ini masih terlihat jelas,yang menandakan bahwa orang yang melewatinya belum terlalu lama.
Maka dengan mengikuti jejak itu,mereka menyusuri hutan rimba yang sangat lebat dan gelap.
__ADS_1
Ternyata hutan ini sangat banyak di huni oleh berbagai macam binatang biasa maupun binatang siluman dari berbagai tingkat.
Setiap beristirahat maupun bermalam, mareka lebih memilih berburu binatang siluman yang memang sangat banyak terdapat disini.
Pada hari yang ke tujuh setelah berjalan selama tujuh hari,barulah mareka keluar di sebuah tempat terbuka.
Di kiri kanan jalan setapak,terlihat kebun dan lahan pertanian menghiasi pemandangan alam.
Selepas tengah hari,mareka sampai disebuah desa bernama desa Kayu yang lumayan besar dan ramai.
Di desa ini banyak pedagang dari kota yang datang membeli hasil bumi maupun hasil pertanian untuk dijual kembali di kota.
Walaupun ini adalah desa,namun ada beberapa penginapan dan rumah makan yang berdiri sepanjang jalan desa.
Juga terlihat beberapa pedagang sedang bertransaksi dengan petani.
Mareka datang dari kota menggunakan gerobak yang ditarik binatang sejenis sapi,namun berkaki lebih pendek, badan lebih besar dan tenaga lebih kuat dari sapi,yang sering mareka sebut Yhoke.
Di pinggir jalan,nampak dua orang pemburu sedang bertransaksi dengan seorang pedagang dari kota.
Pedagang dengan perut gendut itu terus bersikeras dengan mau membeli hewan buruan pemburu itu dengan harga murah,tetapi si pemburu tidak bersedia.
"tuan sudah ketentuan harganya satu ekor binatang serigala seharga dua keping emas,ini ada sepuluh ekor serigala,silahkan tuan bayar dengan dua puluh keping emas, mengapa tuan mau membayarnya hanya dengan lima keping emas,itu bukan harga semestinya saya tidak akan menjualnya"kata kedua pemburu itu.
"Apa ?,kalian tidak jadi menjual kepada ku ?,hei dengar,aku Meng hu, pedagang tersukses dari kota Luon,siapapun yang sudah menawarkan barangnya kepada ku,berarti harus menjual nya kepada ku,tidak boleh kepada orang lain,kau mengerti ?" bentak pedagang berperut buncit itu.
"Aturan gila siapa itu,sela ini perdagangan di kota kayu berjalan dengan lancar dan tidak ada peraturan seperti itu" kata kedua pemburu itu kepada pedagang dari. kota Luon itu.
"Itu aturan ku,aturan yang aku buat,bersedia atau tidak,aku tidak mau tahu,yang pasti binatang buruan mu harus di jual kepada ku,atau aku rebut tanpa membayar nya sepeserpun"kata pedagang itu dengan sikap arogannya.
Pedagang itu bertepuk tangan,dan dari balik gerobak beratap miliknya,muncul sepuluh orang lelaki tinggi besar dengan muka yang sangar sambil menimang nimang golok masing masing.
"Kau memang pedagang culas,tidak berimbang rasa,kau hidup dari jeritan hati orang banyak"jerit salah satu dari kedua pemburu itu dengan kecewa dan putus asa.
"Kalian memang cerewet,dikasih hati malah minta jantung,cepat ambil hewan buruan mareka beserta cincin ruang nya,dan sebagai peringatan bagi orang lain yang berani melawan ku,pukuli keduanya sampai mati" perintah pedagang dari kota itu kepada pengawalnya.
Kesepuluh lelaki tinggi besar itu mengepung kedua pemburu sambil meng ayun ayunkan goloknya.
Dua orang pengawal yang berwajah sangar menyerang kedua orang pemburu itu dengan golok nya masing masing.
Namun sebelum golok nya menyentuh tubuh kedua orang pemburu itu, tiba tiba tubuh keduanya terbang melayang sejauh sepuluh tindak kebelakang dengan jatuh sebelah bokongnya terlebih dahulu menghantam tanah kering,dari sela bibirnya mengalir segumpal darah segar.
Rupanya tadi sebelum serangan kedua orang itu sampai,secepat kilat putri Annchi mendaratkan tendangannya dengan tenaga cukup kuat kearah dada kedua pengawal si pedagang tadi.
Melihat kedua orang rekannya terlempar jauh tanpa berdaya,kedelapan orang yang lain segera maju dengan golok terhunus pula.
Putri Kwan si maju menghadang di muka kedelapan perang pengawal itu bersama putri Annchi.
"Kau berani mengeroyok adik ku, maka lawan juga aku kakaknya"tantang putri Kwan si.
Sang pedagang dari kota Luon terperanjat melihat kecantikan ketiga putri yang luar biasa jelita itu,hasrat kelelakiannya bangkit,matanya menatap seperti serigala yang kelaparan kearah ketiga putri cantik itu.
"Hei kalian,lumpuhkan ketiga gadis cantik itu, jangan sampai luka,dan bunuh semua laki-laki nya,termasuk kedua pemburu sialan itu" perintahnya kepada delapan orang pengawalnya.
__ADS_1
\*\*\*\*\*\*\*\*