Mr Matrix

Mr Matrix
Ramalan yang mulai terbukti.


__ADS_3

Kaisar Dewa cahaya menatap kearah pintu pagoda yang terbuka, tetapi hatinya melayang jauh kemasa dia di khianati oleh keluarganya sendiri.


"Sebenarnya aku tahu dimana batu mustika itu sekarang berada, tetapi aku tidak berdaya untuk mengambilnya,sekarang aku seorang yang gagal tuan"jawab Kaisar Dewa cahaya.


Alex menatap sang Kaisar Dewa cahaya dengan tatapan heran.


"Sebenarnya batu mustika itu berada dimana guru?"tanya Alex.


"Batu mustika itu berada di dalam istana ku,namun sekarang istana ku itu sudah dikuasai oleh putra ku dari selir yang di bantu oleh kakak ipar ku yang sangat licik itu"jawab Kaisar Dewa cahaya dengan nafas berat, seakan banyak beban disana.


"Sekarang aku tidak tahu keberadaan permaisuri dan putra putri ku,aku harus mencari mereka dahulu,baru aku bisa membantu tuan agung" .


"Tidak mengapa guru, kami akan membantu guru untuk mengambil hak guru kembali,kita akan berjuang bersama sama" Alex berusaha menguatkan hati sang Kaisar Dewa cahaya.


Kaisar Dewa cahaya berdiri dan berjalan keluar dari pagoda itu.


Dia terperanjat melihat ke sekeliling pagoda itu yang semula cuma api berwarna putih,kini berubah total menjadi sebuah telaga yang berair jernih,bukan lagi telaga yang berisi api.


Hawa di sekeliling pagoda ini pun tidak lagi panas,tetapi sudah menjadi dingin dan sejuk.


"Apa yang terjadi dengan telaga neraka ini?, kemana api yang selama ini berada di telaga ini?" Dengan penuh keheranan sang Kaisar Dewa cahaya bergumam sendirian, tetapi ternyata gumaman nya itu masih terdengar jelas oleh Alex dan istrinya.


"Kaisar Dewa cahaya, ketahuilah ribuan tahun yang lalu,sebilah pedang milik dewa matahari terlempar saat dia didalam ruang waktu, sudah dicari kemanapun, namun tidak juga ditemukan,eh ternyata sekarang suamiku menemukannya tertancap didasar telaga ini,itulah yang menimbulkan api di dalam lobang telaga ini dan membuat mata air disini mengering,tetapi setelah suamiku mencabut pedang itu, alam disini pun kembali normal seperti semula" kata Dewi muyimaeva menerangkan kepada Kaisar Dewa cahaya.


Kaisar Dewa cahaya memandang kearah Dewi muyimaeva, "tuan putri sebenarnya siapa?"...


"Aku?,aku bukanlah seorang putri,tetapi aku seorang Dewi,namaku Muyimaeva aku ada bersamaan dengan semesta ini diciptakan, tetapi keberadaan ku adalah untuk mendampingi tuan agung mu mengembara disemesta ini untuk menegakkan aturan aturan yang sudah digariskan oleh kehendak suci"jawab Dewi muyimaeva.


Mendengar perkataan dari Dewi muyimaeva, tiba tiba Kaisar Dewa cahaya bersimpuh dihadapan sang Dewi, "ampunkan saya yang tidak mengenal Dewinya para bidadari di dunia keabadian"...


Dewi muyimaeva tersenyum menatap kearah Kaisar Dewa cahaya, "dialah yang putri sebenarnya,dia adalah seorang bidadari dunia" kata Dewi muyimaeva lagi sambil menunjuk kearah putri Annchi.


kaisar Dewa cahaya memandang kearah Alex dengan takjub, "saya akan membantu tuan, tetapi kita harus ke istana dahulu,karena batu mustika itu berada di sana "...


"Kalau begitu baiklah, besok kita melakukan perjalanan ke istana, malam ini kita bisa bermalam didalam pagoda emas ini saja "kata Alex sambil berjalan keluar dari pagoda emas itu di ikuti oleh kedua orang istrinya.


Dewi muyimaeva melayang diudara sambil menaburkan bubuk putih keseluruh pulau dan lembah itu.


Setelah selesai menabur bubuk berwarna putih keseluruh wilayah itu,tiba tiba hujan pun turun dengan lebatnya.


Beberapa waktu berlalu,hujan pun reda, dan secara ajaib,dari dalam tanah,muncul tumbuh tumbuhan berbagai macam pohon yang subur menghijau.


Sedangkan di dalam pagoda, Kaisar Dewa cahaya sedang bersemedi seorang diri mengembalikan energi tubuhnya yang sudah lama tidak dipergunakan lagi.


Sedangkan Alex dan kedua orang istrinya sibuk memasak untuk makan mereka sore ini.


Sore Pun berganti malam,setelah selesai makan tadi,Kaisar Dewa cahaya langsung duduk bersemedi kembali mengumpulkan energi qi murni untuk mengembalikan kekuatan dan kesegaran tubuhnya.

__ADS_1


Lalu malam pun berganti pagi kembali,namun pagi ini terjadi perubahan di lembah itu.


Lembah yang biasanya siang malam selalu di terangi oleh nyala api dari telaga,tetapi pagi ini sangat berbeda sekali,dari kejauhan terdengar Koko ayam hutan jantan dan jeritan para monyet.


Saat Alex keluar dari pagoda itu,alangkah takjubnya dia melihat disekeliling pagoda itu, tumbuhan yang kemarin cuma sejengkal saja tingginya,kini sudah menjulang keudara.


Kini di sekitaran pagoda itu telah dipenuhi oleh pohon pohon yang tumbuh tinggi menjulang, seolah olah sudah berumur ratusan tahun.


Bahkan disekitar telaga itu juga telah dikelilingi oleh hutan yang lumayan lebatnya.


Bahkan beberapa jenis burung telah datang kehutan itu.


Saat keluar dari pagoda itu,alangkah takjubnya hati Kaisar Dewa cahaya melihat ke sekeliling lembah itu yang sudah menghijau dengan tumbuh tumbuhan berbagai macam jenisnya itu.


Telaga di lembah itu kini sudah dipenuhi dengan air yang jernih.


Setelah sarapan,mereka segera memulai perjalanan mereka menuju kota raja Li Quon di selatan,tetapi harus keluar dulu dari lembah itu dan kota iblis itu.


Setelah keluar dari lembah itu mereka kini memasuki kota iblis.


Keluar dari kota iblis tersembunyi lewat lobang batu kemarin, mereka kini berada di hutan Shin jou yang banyak binatang silumannya.


Atas saran dari putri Annchi untuk mengurangi masalah,wajah Kaisar Dewa cahaya di beri topeng tipis seperti laki laki penyakitan.


Maka ketika sore harinya mereka memasuki kota Li Hua,tidak ada seorangpun yang mengenali wajah sang Kaisar Dewa cahaya.


Orang orang banyak cuma masih mengenali wajah Alex dan kedua istrinya setelah peristiwa kemarin itu,tetapi tidak dengan sang Kaisar Dewa cahaya.


Karena menurut khabar, sang Kaisar tidak begitu perduli dengan nasip rakyatnya,yang dia pikirkan cuma bersenang senang dengan para perempuan cantik.


Hal ini tidak terlepas dari ulah sang paman Liang Tian,yaitu kakak kandung dari ibunya Liang Yuen yang bekas selir kesayangan Kaisar Dewa cahaya.


Sekarang ini sebenarnya pemerintahan yang sesungguhnya ada di tangan sang paman Liang Tian,sang Kaisar cuma kedok belaka.


Ibunda sang Kaisar sebenarnya menyadari semua itu,tetapi sudah tidak bisa berbuat apapun juga.


Menyesal juga tidak ada gunanya lagi,semuanya sudah terjadi.


Apalagi seorang peramal pernah mengatakan bahwa apabila neraka sudah menjadi sorga, maka disitulah hancurnya keluarga liang hingga tidak tersisa seorang bayi pun.


Hati ibunda sang Kaisar menjadi was was bukan main,setiap saat selalu dihantui perasaan takut, menyesal dan rasa bersalah.


Pagi itu di istana Kaisar nampak sang Kaisar,paman Liang Tian, ibunda Ratu Liang Yuen dan panglima Lau kai Fu sedang menerima seorang siluman gagak yang sedang melaporkan sesuatu masalah penting.


"Ada apa hai siluman gagak sialan pagi pagi seperti ini kau mengganggu kesenangan ku?"tanya sang Kaisar dengan kasarnya.


Siluman gagak itu menggigil ketakutan mendengar bentakan sang Kaisar itu.

__ADS_1


"A,,ampunkan saya yang mulia Kaisar,apabila saya mengganggu,tetapi ada sesuatu hal yang hamba pikir penting untuk tuanku ketahui"jawab siluman gagak itu.


"Katakanlah,bila ternyata tidak penting,maka akan aku panggang tubuhmu untuk sarapan pagi ku" bentak sang Kaisar lagi.


Semakin menggigil lah tubuh siluman gagak mendengar ancaman sang Kaisar itu.


"A,,ampunkan hamba Kaisar,sore kemarin saat hamba terbang di dekat lembah neraka,hamba heran karena tidak lagi melihat api putih yang biasanya selalu bergolak di lembah itu,karena penasaran,hamba mendekati lembah neraka yang sudah tidak panas lagi,alangkah terkejutnya hamba ketika hamba sudah sampai di lembah neraka,ternyata api putih yang biasanya dari jarak yang sangat jauh sudah terasa itu,kini sudah tidak ada lagi,dan sebagai gantinya,disitu terdapat hutan yang sangat indah dan sebuah telaga dengan airnya yang bening tuan"kata siluman gagak itu sambil ketakutan.


"Hah,cuma kabar api padam saja kau laporkan kepada ku,dasar tidak berguna,aku benar benar akan memanggang mu kali ini"bentak sang Kaisar.


Siluman gagak menjadi semakin takut hingga badannya menggigil seperti orang yang kena malaria.


"Kaisar jangan terburu buru bertindak,tindakan yang salah akan berakibat penyesalan" kata sang paman menasihati keponakannya.


"Hei siluman gagak,apakah kau tahu apa yang terjadi dengan sang Kaisar Dewa cahaya di menara api itu?"tanya Liang Tian kepada siluman gagak itu.


"A,,ampun tuan,itulah yang ingin hamba laporkan,bahwa sang Kaisar Dewa cahaya tidak lagi terlihat bekas bekasnya ataupun jasadnya,sepertinya raib entah kemana"jawab siluman gagak.


"Brak!!".


Sebuah pas bunga melayang menghantam dinding ruangan itu hingga hancur berantakan di banting oleh sang Kaisar.


"Hei itukah kabar penting nya?,penting apa dengan laki laki tua penyakitan itu,tanpa dibunuh pun dia akan mati"kata sang Kaisar masih jengkel dengan siluman gagak yang membuat kesenangannya tertunda tadi.


Mendengar sang Kaisar sangat marah,tubuh siluman gagak itupun kian menggigil ketakutan.


"Anakku,sudah banyak pengalaman yang kau alami,tetapi rupanya kau masih saja bodoh, ingatkah kau dengan seorang peramal dahulu yang kau bunuh gara gara meramalkan nasip buruk kita?"tanya ibunda Ratu kepada putranya.


"Maksud ibunda peramal pembohong itu ya?, kenapa mesti percaya kepada seorang pendusta Bu,kita pasti bisa mengatasi masalah apapun juga,kita punya prajurit yang banyak, pengawal yang berilmu tinggi tinggi,serta paman Tian yang kecerdasannya paling cerdas,lalu apa yang harus kita takutkan lagi ibu?"kata sang Kaisar dengan suara yang keras kepada ibundanya.


"Apakah kau pikir seorang yang bisa membuat sebuah neraka menjadi sorga cuma dalam beberapa hari itu, ilmunya bisa kita tandingi?,kita akan menerima hasil dari apa yang kita lakukan selama ini"kata sang Ratu sambil berdiri dan berlalu masuk kedalam kamarnya.


"Ibunda mu benar Kaisar, kau selalu saja mementingkan kesenangan mu tanpa kenal waktu,kau pikir orang yang bisa memadamkan nyala api sejati adalah orang yang biasa saja?,kau salah Kaisar,seseorang yang bisa memadamkan api sejati itu cuma seorang Dewa suci,setidaknya setingkat Dewa suci,bila kita terlalu meremehkan mereka,maka kita sendiri yang akan binasa"kali ini sang paman bicara agak keras dengan keponakannya yang sangat bebal itu.


Sang kaisar tersentak mendengar perkataan pamannya itu yang selama ini selalu baik dan ramah kepadanya, namun kini menjadi lebih tegas dan agak berubah itu.


"Lantas apa yang harus kita lakukan untuk menghadapi kemungkinan yang terburuk yang akan terjadi?"tanya sang Kaisar kepada pamannya.


Sang paman tertegun sesaat,lalu "perkuat penjagaan disekitar istana ini,dan panggil semua pengawal tingkat tinggi semua nya untuk berjaga jaga di istana ini" kata sang paman Liang Tian kepada sang Kaisar.


Liang Tian berlalu keluar dari ruangan itu dengan wajah tertunduk risau.


Sesampainya di kediamannya,dia mengumpulkan semua harta benda yang selama ini di kumpulkan ya baik berupa keping emas,perak,maupun perhiasan itu kedalam cincin ruang miliknya.


Karena sangkin banyaknya harta yang dia dapatkan selama ini,hingga ratusan cincin ruang kelas satupun penuh dibuatnya.


Kemudian cincin ruang itu dimasukan lagi kedalam satu cincin ruang kelas tiga agar tidak terlalu banyak dan merepotkan.

__ADS_1


Sedangkan sang Kaisar segara mengumpulkan para pengawal kelas satunya dan menyuruh semua prajuritnya untuk bersiaga di istana.


*********


__ADS_2