Mr Matrix

Mr Matrix
Bangsawan Xiouw.


__ADS_3

Sesuai dengan rencana semula,mareka menginap di kota Lincun cuma satu malam saja, besok paginya mareka meneruskan perjalanan dengan jalan kaki mengikuti jalan raya yang mengarah ke Kota Raja Yuan,karena memang tidak ingin tergesa gesa juga.


Hari pertama mareka berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan apa apa.


Tapi hari kedua,tepat menjelang tengah hari,perjalanan mareka di hadang oleh tujuh orang laki laki bertopeng kulit hewan.


Yang tertua berbadan tinggi tegap,menggunakan senjata pedang,selalu di panggil Kakak pertama,sedangkan yang kedua berbadan tinggi kurus berambut gondrong juga dipanggil kakak kedua,yang ketiga berbadan cebol sepeti anak anak,tapi memiliki kumis yang sangat lebat biasa dipanggil kakak ketiga,yang ke empat berbadan tinggi agak kurus tetapi bertubuh agak bongkok biasa di panggil Kakak ke empat,yang kelima dan ke enam adalah kembar identik yang sangat mirip,cuma kebiasaan mareka saja yang berbeda,yang agak tua bertangan kidal sedangkan yang muda bertangan normal, mareka biasa di panggil kelima dan ke enam, sedangkan yang terakhir berbadan normal seperti seorang pemuda, namun mempunyai kebiasaan selalu menggigit ranting kecil di mulut nya,dia biasanya di panggil adik ke tujuh.


Ketujuh orang itu terkenal dengan julukan tujuh pembunuh bayaran dari sungai hitam,tidak ada yang tahu nama asli mareka ataupun melihat muka mareka, keberadaan mareka sudah seperti legenda saja.


Kakak pertama berdiri ditengah jalan dan diapit oleh saudara saudara nya di kiri dan kanan.


Mareka ber operasi dengan menggunakan berbagai cara,termasuk menggunakan racun yang sangat mematikan.


Kali ini mareka menghadang perjalanan Alex dengan menggunakan senjata pedang beracun.


Putri Giok Lin memang mengenal ciri ciri pembunuh bayaran ini dari banyak ceritra orang,sudah bersikap waspada,karena pembunuh ini terkenal licik.


"Tujuh pembunuh bayaran dari sungai hitam kalau tidak salah, mau apa kalian ?"tanya putri Giok Lin.


"Ternyata kau mengenal kami tuan putri Giok Lin,untuk itu membuat tugas kami menjadi tidak sulit lagi untuk membunuh kalian"jawab kakak pertama


"Masalah bunuh membunuh itu gampang, katakan siapa yang membayar kalian untuk membunuh ku"kata putri Giok Lin.


"Kami tidak pernah mengatakan siapa orang yang membayar kami,itu sudah menjadi aturan yang kami terapkan di antara kami"jawab kakak pertama.


"Hati hati dengan jarum dan asap beracun mareka kata Alex bicara lewat telepati pada putri Giok Lin Dan putri Kwan si.


"Ayo selesaikan tugas agar cepat mendapat bayaran pelunasan nya,jangan lupa potong kepalanya sebagai bukti" kata kakak pertama memberi perintah.


Ke enam pembunuh yang lain pun langsung mengepung Alex dan kawan kawannya dengan pedang hitam terhunus.


Serangan mareka seperti gelombang yang susul menyusul terkoordinasi dengan baik,pantaslah bila jarang ada orang yang los dari mareka.


Saat mareka menyerang dengan ganas,Alex meloncat dengan kecepatan yang luar biasa dan tahu tahu dia sudah berada di belakang seorang pembunuh yang agak bongkok itu.


"Tras!!".


"Tras!!"


Dua kali tebasan Alex dari belakang,membuat dua orang pembunuh bayaran itu jatuh dengan tubuh nyaris terpotong dua tanpa mareka sempat melihat siapa yang melakukannya.


Melihat dua adiknya tewas,kakak pertama sangat murka,cepat ia mengambil sesuatu dari kantong yang terikat di pinggang nya dan melemparkan ke arah Alex berdiri.


Namun sebelum benda berbentuk jarum beracun itu melesat menuju sasaran,ternyata tubuh Alex sudah menghilang dari tempat nya,dan


"Tras!!".


"Tras!!".


Kembali dua kepala yang paras mukanya sangat mirip jatuh menggelinding di tanah terkena sabetan pedang dari putri Giok Lin Dan putri Kwan si.


kini tinggal kakak pertama,kakak kedua dan adik ketujuh yang masih hidup.

__ADS_1


"Bagai mana,mau mengatakan siapa yang menyuruh kalian,atau tetap bungkam?"kali ini Alex lah yang bertanya pada pembunuh bayaran itu.


"Aku tidak akan mengkhianati kepercayaan para pemesan kami,meskipun kau menyiksa kami" jawab kakak pertama.


"Benarkah?,kalau begitu kalian memang harus mati semua,kalian ber nasip sial mau menerima pekerjaan membunuh kami,walau kau tidak mengatakan,aku sudah tahu siapa yang membayar kalian"jawab Alex.


Alex bergerak cepat, mengitari tubuh kakak pertama sambil melancarkan serangannya.


Tapi kakak pertama cepat menghindar sambil membanting sesuatu di tanah.


"Dor!"


Terdengar ledakan kecil dan asap pun mengepul di sekitar situ.


"Awas asap beracun,tutup pernafasan kalian"kata Alex sambil menerapkan mode pemantauan pada layar monitor di depan matanya yang cuma dia sendiri yang melihat itu.


Meski asap tebal,tapi Alex masih melihat musuhnya di tengah asap beracun dengan mode pemantauannya.


Alex bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi menyerang kearah tengah asap beracun itu.


Bagi Alex jenis racun apapun tidak akan berarti apa apa karena dia kebal dari segala racun.


Beberapa saat berlalu,asap beracun. sudah mulai hilang,ketika asap benar benar sudah menghilang,ternyata bukannya Alex dan kedua temannya yang mati, tetapi justru kakak tertua lah yang tumbang dengan dada yang terbelah mulai dari pundak kiri hingga putus ke pinggang kanan.


Putri Giok Lin juga sudah menyerang kearah kedua orang pembunuh yang masih hidup itu,tetapi Alex cepat menyuruh putri Kwan si untuk menyisakan satu yang paling muda itu.


Setelah pertarungan beberapa saat,akhirnya putri Giok Lin berhasil menumbangkan kakak ke dua menyusul saudaranya yang lain,sedangkan putri Giok Lin juga sudah berhasil melumpuhkan adik ketujuh dan melepaskan topengnya.


Ternyata adik ketujuh adalah pemuda berusia dua puluh lima tahun,berwajah cukup tampan.


"Ini kesempatan terakhir yang kami berikan,katakan siapa yang menyuruh kalian atau kau akan menyusul semua saudara mu"kata Alex pada pemuda itu.


Pemuda itu tiba tiba berlutut sambil menangis di hadapan Alex dan kedua gadis itu.


"Am,ampun,,,ampuni nyawa ku,akan ku katakan siapa yang sudah membayar kami,yang sudah membayar kami adalah bangsawan Xiouw Yun dari kota Lincun yang sakit hati dengan kalian" kata pemuda itu sambil gemetar.


"Nama mu siapa?"tanya putri Giok Lin.


"Nama hamba Bak sun ki,hamba seorang yatim piatu,semenjak kecil kakak pertama lah yang memelihara hamba,hamba tahu bila pekerjaan ini tidaklah benar,tapi hamba tidak berani membantah, karena semenjak kecil hamba termakan jasa kakak pertama"jawab pembunuh bayaran yang di kenal dengan panggilan adik ketujuh itu.


"Nah Bak sun ki dengarkan,aku putri Yuan giok Lin dari istana Yuan mengampuni mu, pergunakan kesempatan ini sebaik baiknya,jadilah orang yang benar,jangan mencari untung dari penderitaan orang lain,menolong orang yang butuh pertolongan itu keutamaan seorang ksatria dari pada mengambil untung dari tangis dan air mata orang lain"kata putri Giok Lin.


"Hamba mengerti tuan putri,terimakasih atas pengampunan tuan putri" pemuda bernama Bak sun ki itu bersimpuh di depan putri Giok Lin.


"Dan ingat sun ki,jangan sampai kami bertemu dengan mu dengan kondisi yang sama,aku tidak akan mengampuni mu lagi bila itu terjadi"Alex berkata pada Bak sun ki.


"Hamba berjanji akan menjadi orang baik dan berguna bagi orang lain"kembali Bak sun ki bersimpuh beberapa kali sebelum melesat di ke dalam hutan.


"Bagai mana Giok Lin,apakah kita lanjutkan perjalanan,atau kembali ke kota Lincun dan memberatkan ketua kota sialan itu?"tanya Alex pada putri Giok Lin.


"Sebaiknya kita kembali dulu ke kota Lincun mumpung belum jauh,kita bereskan dulu urusan dengan bangsawan Xiouw itu dulu,baru kita meneruskan perjalanan ke kota Raja Negara Yuan"kata putri Giok Lin.


"Aku setuju itu kakak, kita bereskan dulu urusan dengan bangsawan Xiouw itu,baru kita meneruskan perjalanan,jangan biarkan duri ada di jalan kita,bila kita biarkan,walau tidak sekarang,nanti juga bisa menjadi sandungan bagi kita"kata putri Kwan si menimpali omongan putri Giok Lin Dan Alex.

__ADS_1


Akhirnya mereka memilih kembali ke kota Lincun membereskan urusan dengan bangsawan Xiouw Yun.


.......


Di kota Lincun, di rumah bangsawan Xiouw Yun,di teras belakang rumah, telah berkumpul disitu komandan pasukan kota Lincun Ban thi an,dua orang kepercayaan bangsawan Xiouw Yun yaitu Bhok pay dan Bhok seng,bangsawan Xiouw Yun,dan putranya Xiouw Yen.


Mareka pesta pesta kecil sambil minum arak wangi yang mahal.


Muka bangsawan Xiouw Yun sudah memerah karena terlalu banyak minum arak,sedangkan perutnya yang agak buncit berguncang saat dia tertawa.


"Ha ha ha siapapun yang mencoba bermasalah dengan bangsawan Xiouw,sudah bisa di pastikan nasibnya akan berakhir dengan kematian "tawa bangsawan Xiouw Yun kembali menggema di ikuti dengan tawa kedua kepercayaannya.


"Tuan besar Yun tidak usah khawatir lagi,tidak akan ada yang tahu siapa yang sudah membayar tujuh pembunuh bayaran itu,karena selama ini pekerjaan mareka belum ada yang gagal"jawab Bhok pay.


Mareka bersenang senang hingga larut malam,sudah dua malam mareka berpesta kecil di teras belakang rumah nya.


"Ayah,sebenarnya aku tidak ingin putri Giok Lin celaka,tapi mengingat perlakuannya pada ku tempo hari,rasanya kematian nya memang sudah sangat setimpal"kata Xiouw Yen yang masih belum sehat betul setelah bentrok dengan putri Giok lin dulu.


Cinta yang membabi buta,bila tidak tercapai akhirnya ternyata bisa berubah jadi kebencian, dan kebencian yang membabi buta juga bisa berubah menjadi bencana.


Ungkapan inilah yang tidak mareka sadari, sehingga hidup tanpa berpikir tetapi sekedar menuruti hawa nafsunya belaka.


"Plok!!"


Tiba tiba sebuah bungkusan jatuh di depan mareka.


Benda bulat terbungkus kain itu di pungut oleh Ban thi an dan dia terperanjat setelah membuka bungkusan itu.


Bungkusan kain itu ternyata berisi kepala seseorang yang mengenakan topeng kulit binatang.


"I ini kepala siapa ?" tanya kepala padukan kota Lincun Ban thi an.


Semua yang hadir melihat kearah kepala dalam bungkusan itu,nampak wajah seorang lelaki setengah tua,sekitar usia lima puluhan tahun.


"I ini kakak pertama,ya jelas kakak pertama,dari topeng kulit binatang nya terlihat bentuk ukiran nya seperti topeng kakak pertama, ba bagai mana ini bisa terjadi ?"kini Bhok pay yang memandang dengan bingung.


Belum sempat mareka memikirkan apa yang terjadi,dihadapan mareka tiba tiba muncul tiga orang pemuda,satu orang laki laki dan dua orang gadis cantik jelita.


Melihat kecantikan kedua orang itu,tenggorokan Xiouw Yun, Xiouw Yen,Bhok pay dan Bhok seng bergerak menelan liurnya.


Cuma wajah Ban thi an saja yang memucat,dia sudah tahu sepak terjang dari putri Kaisar Yuan itu,mungkin untuk Negara Yuan saja putri itu susah dicari lawannya.


Murid tunggal Dewi seribu wajah dari puncak angin itu bukan isapan jempol semata,hampir semua orang Negara Yuan mengetahuinya.


"Yang mulia putri,ada keperluan apakah hingga malam malam begini mendatangi kediaman hamba laksana seorang maling ?"dalam keterkejutannya,bangsawan Xiouw Yun yang licik ini masih sempat berbadan basi seolah tidak mengetahui permasalahan yang terjadi.


Putri Giok Lin tersenyum sinis,dia berusaha menekan kemarahan didalam hatinya.


"Katakanlah yang sebenarnya wahai bangsawan Xiouw,tidak usah berusaha menutupi busuk yang sudah sangat berbau,aku cuma mau tahu bagai mana sikap,kejujuran dan keberanian dari darah keturunan Xiouw yang terhormat"kata putri Giok Lin menahan murka nya.


*******


Sampai disini dulu ya,nanti pasti disambung,semoga pembaca menyenangi isi ceritanya,kalau ada yang tidak berkenan,mohon jangan di caci,tapi kritik lah dengan baik dan membangun.

__ADS_1


Terima kasih atas kesudian membaca novel saya,jangan lupa beri dukungan dan like nya.


__ADS_2