Mr Matrix

Mr Matrix
Wanita di Balik Tirai.


__ADS_3

Sementara pertapa sakti membuat pondok untuk mereka bertiga,Alex mengajari sang istri untuk memasak nasi dan lauknya.


Setelah selesai membuat pondok sederhana, pertapa sakti segera menuju ketempat yang agak nyaman untuk berendam mandi membersihkan tubuhnya.


Setelah selesai mandi, mereka makan malam bersama di dalam pondok berlantai kulit pohon dan beratap daun daun hutan itu.


Di dekat pondok, berbaring Dewa Pegasus dengan setengah tiduran, dan setengah nya sadar.


Kali ini Alex menggunakan kesempatan menyuruh sang istri berkultipasi dengan meminum tiga tetes air dari dalam kuali sakti nya.


Seperti yang telah lalu, malam itu putri Guan Hong naik tiga tingkat menjadi Dewa bintang tingkat lima.


Hingga lewat tengah malam, kultipasi selesai,Putri Guan Hong segera tidur karena capek.


Menjelang pagi hari,dari kejauhan terdengar suara kokok ayam hutan membangun kan mereka.


Walau hari masih gelap, Alex bangun menghidupkan api untuk memasak nasi dan lauknya dibantu oleh pertapa sakti.


Sementara sang putri Guan Hong belum bangun,mungkin kecapean karena tadi malam berkultipasi menaikan tingkatannya.


Setelah sinar mata hari mengenai mukanya, barulah dia terjaga dari tidurnya yang sangat lelap.


Setelah mandi,barulah mereka sarapan pagi.


Menjelang matahari mulai naik meninggalkan pagi menuju siang, mereka berjalan menuju atas puncak gunung tiga Dewa.


Ternyata kali ini mereka cuma bisa merambah hutan tanpa ada satupun tangga seperti di atas awan dulu.


Menjelang tengah hari, mereka cuma bisa naik hingga pertengahan gunung saja,lalu beristirahat untuk makan siang.


Setelah mengisi perut,mereka segera meneruskan perjalanan nya menuju puncak Hau Hans.


Hari menjelang sore ketika mereka sampai di daerah awan abadi.


Disana sejauh mata memandang,cuma hamparan awan yang terlihat.


Hal itu berbeda dengan apa yang Alex lihat dengan mata Dewa nya.


Dia melihat ada sebuah gerbang portal gaib di depan mereka sekarang ini.


"Meme,naiklah ke punggung Dewa Pegasus, biar aku dan pertapa yang berjalan masuk"kata Alex.


Putri Guan Hong segera naik keatas punggung Dewa Pegasus dan berjalan perlahan di belakang Alex.


Alex mengusap kedua matanya,dan diusapkan ke mata Dewa Pegasus, putri Guan Hong dan Pertapa sakti.


Setelah Alex mengusap mata mereka,mereka terperanjat melihat didepan mereka berdiri sebuah gerbang yang sangat megah terbuat dari emas.

__ADS_1


Tiba tiba pintu gerbang terbuka,dan di dalam gerbang itu sudah menunggu pasukan prajurit wanita cantik cantik sebanyak seratus orang lengkap dengan sebuah kereta kencana.


"Silahkan tuan muda dan nona muda naik kedalam kereta kencana ini"kata salah seorang dari prajurit wanita itu.


Alex dan putri Guan Hong tentu saja bingung melihat kenyataan itu.


"Naik ?,tetapi kami cuma mau bertemu dengan orang yang telah menenun dan membuat gaun indah dari bahan sutra Dewangga itu saja" kata Alex bingung.


"Untuk itu tuan dipersilahkan naik ke atas kereta kuda ini, karena tuan muda dan nona muda sudah di tunggu oleh diperbuat gaun itu tuan"kata prajurit wanita itu.


Akhirnya Alex menyerah juga dengan menaiki kereta kencana yang membawanya ke satu tempat.


Sedangkan pertapa sakti berjalan diiringi oleh Dewa Pegasus di belakang kereta kencana itu.


Ternyata dibelakang gerbang gaib itu,ada sebuah kota yang sangat besar serta ramai dengan jalan jalan yang besar dan taman yang tertata rapi.


Setelah melewati beberapa jalan besar dan beberapa persimpangan jalan,akhirnya sebuah gerbang istana terlihat berdiri sangat megah dan indah terbuat dari baja pilihan dengan ukiran dan hiasan terbuat dari emas dan permata.


Sebuah terompet ditiup nyaring menggema kemana mana,lalu gerbang istana itu terbuka lebar.


Di dalam istana nampak seribu orang prajurit wanita pilihan sedang berbaris di pinggir jalan dengan bersimpuh di tanah.


Dua orang wanita sangat cantik nampak sedang menantikan kedatangan mereka dengan berpakaian resmi seorang pembesar istana.


"Tuan muda dan nona muda,kalian sudah ditunggu di dalam istana, silahkan masuk"kata salah seorang dari kedua wanita sangat cantik itu.


Sebuah ruangan luas dengan lantai batu giok langka terpampang dihadapan Alex dan istrinya itu.


Alex disuruh duduk bersila di atas lantai batu giok langka itu, menghadap kesebuah pintu yang tertutup tirai.


"Selamat datang di istana ku tuan muda,apakah perjalanan tuan menyenangkan ?tanya suara merdu di balik tirai itu.


" Ya ratu,perjalanan kami cukup menyenangkan" kata Alex singkat.


Tiba tiba wanita dibalik tirai itu tertawa cekikikan, seperti ada sesuatu yang salah, " mengapa ratu tertawa mendengar jawaban saya?"tanya Alex.


"Tentu saja saya tertawa tuan muda,karena saya bukannya ratu,dan jangan memanggil saya ratu,panggil saja saya nona biasa saja"jawab suara merdu di balik tirai itu.


Hening beberapa saat lamanya,mungkin mereka masing masing tenggelam dalam pikiran nya masing masing.


"Lalu apa maksud tuan muda kesini menerobos pagar gaib saya ?" tanya wanita bersuara merdu di balik tirai itu.


"Maapkan kelancangan saya nona,saya dari kota Marmara,dan sempat membeli sebuah gaun sangat cantik dengan bahan sutra Dewangga, tetapi sayang sekali gaun itu cuma satu sedangkan saya membutuhkan sangat banyak,bisakah nona membiarkannya untuk ku,berapapun akan ku bayar"kata Alex.


"Berapa yang kau butuhkan?,sepuluh ataukah dua puluh ?" tanya wanita dibalik tirai itu.


Putri Guan Hong sempat tercekat mendengar perkataan wanita di balik tirai itu,bilangannya sangat tepat,sepuluh istri Alex yang belum punya gaun itu,bila di tambahkan dengan yang akan datang berarti dau puluh yang belum punya gaun itu.

__ADS_1


"Ya dua puluh nona,saya butuh dua puluh buah gaun seperti itu"kata Alex.


"Dua puluh buah gaun ?,kau kira dia puluh buah gaun itu sedikit ?,ketahuilah hai pemuda,untuk satu buah gaun saja aku harus menenun selama seratus tahun,jadi dua puluh gaun lagi berarti aku harus menenun selama dua ribu tahun lamanya,coba bayangkan saja"kata wanita bersuara sangat lembut itu.


Tiba tiba putri Guan Hong mengeluarkan bungkusan yang berisi gaun yang dibelinya itu dan di letakan dihadapan mereka, "kalau begitu Nona,biarlah gaun ini kuserahkan kembali kepada mu,aku tidak butuh gaun sutra Dewangga bila akhirnya suamiku terkena imbasnya,ambilah gaun ini kembali"kata Putri Guan Hong sambil menyodorkan gaun itu kedepan nya.


"Apakah kau tidak menyesal putri?,seluruh semesta menginginkan gaun ajaib itu,tetapi kau malah menolaknya"kata wanita dibalik tirai itu.


Namun dengan mantap, sang putri menolaknya, "tidak nona,aku tidak menyesalinya,aku tidak mau bila cuma aku sendiri yang memakainya, sementara saudara ku yang lain tidak memakainya,lebih baik kami tidak memakai gaun itu semua nya"...


Lama tidak terdengar suara kembali, Alex terharu dengan ke ikhlasan hati putri Guan Hong ini.


"Tuan putri,apakah aku boleh memberikan satu penawaran kepada kalian? tanya wanita di balik tirai itu.


"Penawaran boleh saja, apakah kami bisa melaksanakan atau tidak itu lain soal lagi nona" kata putri Guan Hong bernegosiasi.


Terlihat dari ucapannya bahwa putri ini adalah seorang negarawan hebat kelak kemudian hari.


"Bagai mana bila kedua puluh satu gaun sutra Dewangga itu sebenarnya milikku dan aku mempunyai ya?"kata wanita dibalik tirai itu.


"Kami akan membelinya, berapapun harganya!" tegas Alex menyela.


"Bagai mana bila aku tidak menjualnya?"kini wanita dibalik tirai itu berbicara lagi.


"Maka ambilah lagi gaun yang sudah ku beli kemarin, karena aku tidak butuh semua itu!"kini suara putri Guan Hong terdengar tegas,dia mulai gusar dengan pembicaraan nona dibalik tirai yang seolah olah mempermainkan mereka itu.


Terdengar suara tertawa terkekeh kekeh di balik tirai itu, "jangan marah kakak,semakin kakak marah,semakin aku senang menggoda mu, maksud ku bagai mana kalau aku tidak mau menjualnya dengan kepingan emas tetapi dengan cara lain?" tanya suara dari balik tirai itu.


"Cara apa yang kau maksudkan ?"tanya putri Guan Hong.


"Bagai mana kalau kita tukar saja,duapuluh satu buah gaun itu ku serahkan untuk mu, sementara kau serahkan suamimu yang cantik itu untuk ku!"kata suara dari balik tirai itu lagi.


"Apa??,kau mau merebut suamiku dan ditukar dengan gaun butut itu?,kau masih waras kah nona?"tanya putri Guan Hong dengan nada mulai meninggi,emosinya mulai terpancing.


Kalau saja mereka tidak berada di tempat orang,ingin sekali dia melemparkan wanita di depannya itu dengan gaun yang ada di depannya itu.


"Bagai mana putri,maukah kau menukarkan suami mu itu dengan duapuluh satu gaun ajaib itu?"terdengar suara dari balik tirai itu bertanya.


"Nona,aku masih waras, dan tidak akan menukarkan suamiku dengan dunia ini sekali pun,apa lagi ditukar dengan gaun butut, Cuih,suamiku tidak semurah itu nona, sudahlah,lebih baik kami pergi saja,aku tidak Sudi suamiku dianggap barang yang bisa ditukar tukar,bagiku dia tidak ternilai harganya,meski dengan nyawa mu dan nyawaku sendiri"kata putri Guan Hong kali ini benar benar mulai marah.


Lama keheningan menyelimuti mereka, tenggelam dalam alam pikiran masing masing.


Alex tidak bisa berkata apa apa lagi,dia terenyuh melihat keteguhan sang istri dalam membela hak pribadi dan harga dirinya.


"Maapkan aku kakak,aku sengaja menggoda mu, kau tetap pemarah seperti masa dahulu, sebenarnya penawaran ku ini ringan saja,suami mu harus mengawini aku,itupun bila kalian ingin mengeluar kan ketujuh wanita cantik yang tersedot kedalam tubuh suamimu itu, karena cuma dengan mengawini ku,peluang mu menjadi semakin kuat,ingatlah kakak,bila dalam sepuluh purnama lagi tiga elemen suci dasar terjadinya semesta ini tidak kalian temukan,maka untuk selamanya ke tujuh wanita itu,bahkan mungkin juga kita semua akan tersedot kedalam tubuh suami mu itu,dan umur semesta ini akan berakhir"kata wanita dibalik tirai itu.


Kini Alex dan putri Guan Hong juga seluruh istri yang ada di dalam tubuh Alex menjadi bingung, bagai mana wanita dibalik tirai itu tahu semuanya,padahal tempat mereka cuma tempat dimensi yang terasing.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2