
Setelah Dewa sakti lurus hati pergi ke dunia keabadian,Dewi muyimaeva beralih kearah tubuh suaminya yang sedang terbaring pingsan dipangkuan Dewi Sucitra dan putri Annchi.
Dengan teliti dia memeriksa tubuh sang suami yang kini masih pingsan itu.
Perlahan dia menundukkan kepalanya kearah muka Alex dan mencium ujung hidung sang pemuda yang paling dia sayangi itu.
Entah karena kontak batin atau karena harumnya tubuh sang Dewi,perlahan lahan Alex mulai membuka matanya serta mengedip kedipkan matanya sesaat.
Dewi muyimaeva menatap mata Alex dengan tatapan kasih sayang serta senyum yang mendamaikan hati.
"Duduklah kakak,atur pernafasan mu,agar energi yang baru kau terima itu bisa menyatu dengan energi tubuhmu yang terdahulu"kata Dewi muyimaeva.
Tanpa membantah,Alex duduk ber sila dan mengatur pernafasannya, menghimpun hawa murni agar bisa membaurkan energi yang baru dia terima dengan energinya terdahulu.
Setelah beberapa saat,selesai bersemedi mengatur pernafasannya, dan kesegaran tubuhnya kembali seperti semula, Alex bangkit berdiri dan melangkah keluar kuil untuk untuk melatih beberapa jurus guna menyesuaikan dengan tenaga yang baru dia dapatkan dari Dewa bongkok tadi.
Alex merasa tenaganya menjadi luar biasa besar dan kuatnya,serasa gunung pun bisa dia hancurkan dengan sekali pukulan saja
Setelah selesai latihannya,Alex masuk kedalam kuil kembali.
Didalam kuil nampak ketiga istrinya dan Dewi Ginantari sedang berbincang bincang ringan yang disertai dengan suara tertawa renyah mereka berempat.
Cahaya dari tubuh Dewi muyimaeva sebenarnya cukup untuk menerangi ruangan kuil itu,tetapi sang Dewi tetap mengeluarkan sebutir batu sebesar kepalan urang dewasa dan sepanjang dua jengkal berbentuk bulat dan bercahaya putih terang.
Setelah dikeluarkan dari ruang penyimpanan,batu bulat bercahaya terang itu diletakan di tengah ruangan kuil itu,sehingga seluruh ruangan kuil itu menjadi terang benderang.
Alex menatap kearah tubuh terbujur di tengah ruangan kuil itu.
Tubuh itu sudah seperti tengkorak yang terbungkus oleh kulit.
"Apakah dia...?"tanya Alex ragu ragu.
"Ya kakak,itu raga Maya dari Dewa bongkok, sekarang dia sudah tidak memerlukan raga Maya yang reot itu,dia sudah mendapatkan raga mudanya kembali"jawab Dewi muyimaeva menjelaskan kepada Alex.
Dia tidak ingin sang suami menjadi merasa bersalah karena menerima transfer energi dari Dewa bongkok yang mengakibatkan Dewa bongkok tewas.
Malam itu mereka tidur di dekat jasad Dewa bongkok yang sudah kering menjadi tengkorak berbalut kulit itu.
Hingga pagipun menjelang,dan mentari mulai muncul di ufuk timur membawa kehangatan.
Alex membuat sebuah lubang kubur ditengah ruangan kuil itu.
Setelah lubang selesai, jasad Maya dari Dewa bongkok pun di baringkan di dalam liang kuburnya,lalu di timbuni dengan tanah kembali.
Untuk batu misannya, Alex mengambil sebongkah batu sebesar kerbau yang di bentuk dengan pedangnya berbentuk persegi dan diletakan di dinding sebelah kepala Dewa bongkok.
Lalu Dewi muyimaeva menggoreskan jari telunjuknya keatas batu itu.
'Disini terkubur jasad Maya dari Dewa bongkok yang sekarang bernama Dewa sakti lurus hati,siapa saja yang bersemedi di ruangan kuil Dewa bongkok ini akan mendapat berkah berupa ilmu yang bermanfaat" itulah bunyi tulisan yang di goreskan oleh Dewi muyimaeva dengan jari tangannya di atas batu itu.
Selesai menguburkan jasad Maya Dewa bongkok,mereka mempersiapkan sarapan dengan daging rusa jantan muda yang kemarin Alex tangkap.
Setelah menyelesaikan sarapan,mereka meneruskan perjalanan kembali.
Lima ekor kuda dipacu dijalan raya yang cukup lumayan besar itu.
Setelah beberapa kali turun naik gunung dan keluar masuk hutan, akhirnya hutan dikiri kanan jalan telah berganti dengan deretan perkebunan pisang dan buah buahan lainnya.
Setelah melewati beberapa tikungan, turunan dan tanjakan, akhirnya mereka memasuki desa Sudana yang merupakan desa terdekat dengan kota Masmara.
Desa Sudana cukup ramai,ada beberapa rumah makan yang berdiri disini, serta ada dua penginapan terdapat di desa ini.
__ADS_1
Karena desa ini sebagai salah satu penghasil sayur mayur dan buah buahan,maka para cukong hasil bumi pun banyak berseliweran disini.
Semenjak memasuki desa Sudana ini,memang beberapa pasang mata sudah mulai memperhatikan mereka.
Alex mengajak istri dan pengawalnya untuk makan di rumah makan desa itu sebelum meneruskan perjalanan mereka.
Karena kebetulan hari masih belum terlalu siang.
Setelah menambatkan kudanya,mereka memasuki rumah makan yang cukup ramai pengunjungnya di desa itu.
Seorang pemuda berwajah sangat tampan, dan mungkin melebihi ketampanan Alex,dengan kulit yang putih bersih serta pakaian yang paling baik,sejak awal mereka masuk,sudah memperhatikan tanpa berkedip.
Alex yang tidak terlalu suka memperhatikan orang,tidak mengetahui akan hal itu.
Hingga mereka berlima duduk mengitari sebuah meja,pemuda itu masih saja memperhatikan kearah mereka.
Beberapa saat kemudian,secara perlahan,mulut pemuda itu mulai komat kamit merapal satu mantra aji.
Seberkas hitam mulai menjalar secara perlahan kearah Alex dan para istri dan pengawal setianya itu hampir hampir tidak terlihat mata.
Dewi muyimaeva sebenarnya sudah sedari awal mengetahuinya dan menyadari tentang hal itu.
Secara sangat pelan,kuku jari sang Dewi yang panjang dan putih bersih itu dia ketukan kemeja seperti sedang bersenandung.
Seberkas cahaya putih membias dari tubuh Dewi muyimaeva dan menjalar melalui lantai, membungkus mereka seperti sebuah kubah gaib.
Bias cahaya hitam sangat samar itu berbalik kembali ketika bertemu cahaya putih tidak terlihat yang memancar dari tubuh Dewi muyimaeva.
Sang pemuda sangat tampan itu tidak menyadari jika serangan mantra aji nya tidak bereaksi apa apa,terus saja berkomat kamit membaca mantra aji kasmaran nya.
Mungkin karena menyangka aji pengasihan nya sudah mengena ke tujuannya, pemuda itu bangkit berjalan kearah meja Alex.
"Dewiku,sambutlah tangan ku ini,kau adalah calon istri ku,maka menikahlah dengan ku,niscaya kau akan berbahagia bergelimang harta benda dan tahta"kata pemuda itu.
"Maap tuan,saya sudah memiliki suami,kau salah alamat menginginkan diriku,carilah wanita lainnya"kata Dewi muyimaeva lembut.
"Tidak,kau salah Dewiku, aku tahu Dewa menciptakan dirimu khusus untuk ku"kata laki laki itu kembali bersikeras.
"Pergilah tuan selagi dirimu mampu pergi, hargai wajah tampanmu itu,bersihkan hatimu dari kekotoran'kembali Dewi muyimaeva menolak pemuda itu dengan halus.
Tetapi karena pemuda mata keranjang itu sudah terjebak dengan perasaannya sendiri,tidak ada nasehat yang bisa melupakan pendirian nya.
"Tidak!,tidak Dewiku,kau calon istriku,kau harus menjadi istri ku,tidak akan ku biarkan orang lain mengambil mu dari ku"kata pemuda itu dengan suara yang nyaring.
Pemuda itu bergerak ingin memegang tangan Dewi muyimaeva dan menariknya membawa pergi.
Tetapi sebelum itu kesampaian,seberkas cahaya putih melesat keluar dari telapak tangan sang Dewi dan langsung membabat lengan si pemuda sebatas bahunya.
Potongan tangan kanan si pemuda itu jatuh diatas meja,sedangkan si pemuda itu sendiri menjerit sejadi jadinya memegang pundaknya yang sudah tidak memiliki tangan lagi.
Dewi muyimaeva memungut potongan tangan si pemuda itu,lalu melemparkannya kearah pemuda itu
"Jangan kau kira dengan modal rupa ganteng, harta banyak dan jabatan tinggi lantas semua wanita bisa kau miliki,walau Dewa memberikan kau wajah seribu kali lebih tampan dari sekarang,aku tetap tidak akan memilih dirimu,aku akan tetap memilih suamiku, bawalah tanganmu pergi, dan jangan pernah bertemu aku lagi,karena bila kau masih bertemu aku,maka musibah berat akan kau derita seumur hidup mu"kata Dewi muyimaeva datar seakan tanpa irama suka atau benci.
Dengan tertatih tatih pemuda itu pergi keluar dari rumah makan itu,dengan membawa potongan tangannya, nampak dendam dan kebencian dari raut mukanya.
Alex menatap wajah sang Dewi muyimaeva dengan seksama,sekilas dia seperti melihat kepribadian yang lain dari biasanya.
Kini dia tahu ada kebengisan dan kekejaman dibalik sifat lemah lembutnya sang Dewi itu
"Kakak,jangan salah sangka,sedari kita tiba disini,pemuda itu sudah memperhatikan kita,lalu ketika kita duduk tadi, pemuda itu melancarkan serangan ilmu kamasutra kepada kita,seandainya tidak ku bendung, mungkin rumah tangga kita mengalami prahara, terutama kakak Annchi dan adik Dewi Sucitra, aku bisa berwelas asih bagi siapa saja,tetapi aku paling benci dengan orang yang berniat memisahkan kita,meski seribu tahun lagi,aku akan tetap menanti kelahiran mu kakak dan tidak bakalan mencari yang lain lagi"kata Dewi muyimaeva sambil memegang tangan Alex.
__ADS_1
Alex kini jadi tahu betapa kejinya pemuda tampan tadi,seandainya bukan Dewi muyimaeva, mungkin saja rumahtangganya akan hancur berantakan.
Alex balas memegang tangan Dewi muyimaeva, "terimakasih Dewi, seandainya tidak ada kamu,rumah tangga ku akan hancur berantakan karena pemuda jahanam itu"...
"Sudah kewajiban ku kakak untuk menyelamatkan rumah tangga kita,siapapun yang berniat menghancurkan rumahtangga kita,maka aku tidak akan memaafkannya"tegas Dewi muyimaeva lagi.
Mereka meneruskan makan mereka setelah pesanan mereka tiba.
Namun baru saja selesai dan membayar semua biayanya,dari arah pintu datang lagi sang pemuda tadi,kali ini bersama lima orang tua.
Empat orang diantaranya bertubuh tinggi besar berjenggot putih tebal hingga sampai ke dada.
Sedangkan seorang lagi bertubuh biasa saja,usia sekitar lima puluh tahunan namun terlihat masih sangat tampan dan gagah.
Mereka adalah empat Dewa sungai Suji sebagai pengawal pemuda itu, serta yang seorang lagi bernama Dewa Barana sang guru oleh pemuda bernama Jaladanda itu.
"Itulah mereka, perempuan cantik itulah yang telah memutuskan tangan ku,asal dia bisa jadi istri ku,aku akan memaafkan semua perbuatannya kepada ku,tetapi pemuda itu harus kalian bunuh, karena bila pemuda itu mati,maka semua gadis itu pasti akan tunduk dibawah pengaruh ku"kata pemuda bernama Jaladanda itu.
Dewi muyimaeva tersenyum menatap kearah pemuda itu.
"Rasanya tadi aku sudah memperingatkan kamu agar jangan lagi bertemu dengan ku,karena bila kau bertemu dengan ku, itu tandanya malapetaka akan kau terima dan akan kau sesali seumur hidup mu anak muda"kata Dewi muyimaeva dengan suara dingin tanpa irama lagi,yang menandakan sang Dewi sudah sangat marah.
"Dewi,kau terlalu besar omong dengan berkata seperti itu kepada murid Dewa Barunang dan di depan Dewa Barunang, ayo cepat minta maap dan berjanji bersedia menjadi istri dari murid ku,serta tinggalkanlah suamimu yang tidak ber guna itu"kata orang tua tampan yang bernama Dewa Barunang itu.
"Benar Dewi,sebelum terlambat,jadilah istriku, akan ku maafkan semua perbuatan mu kepada ku, asalkan kau mau menjadi istri ku,walau tanpa tangan kanan, tetapi muka ku masih jauh lebih tampan dari pada suamimu yang tidak berguna itu"pemuda bernama Jaladanda itu berbicara membujuk Dewi muyimaeva.
Tetapi Dewi muyimaeva yang memang diciptakan untuk menemani Alex, walau di hantam dengan aji kasmaran bentuk apapun,dia tetap tidak bisa digoyahkan,bahkan kian menjadi sang Dewi bertambah murka.
"Hei anak muda,Dewa menganugerahi diri mu dengan wajah tampan,tetapi kau malah menggunakannya untuk merusak anak gadis orang dan istri orang, kelakuanmu tidak ubahnya seperti seekor kera yang bertubuh manusia"kata Dewi muyimaeva dengan nada murka karena mendengar suaminya di jelek jelekan orang didepan matanya.
Baru saja ucapan itu selesai dari mulut Dewi muyimaeva,secara ajaib,seberkas cahaya putih mengepung tubuh pemuda Jaladanda itu.
Dan setelah cahaya putih itu lenyap,nampak kini muka pemuda Jaladanda yang semula tampan dan gagah,kini berubah menjadi wajah seekor kera yang penuh di tumbuhi oleh bulu bulu lebat.
Betapa terkejutnya hati Dewa Barunang melihat wajah sang murid yang berubah total seperti perkataan Dewi muyimaeva manusia berwajah kera.
Alex sendiri heran melihat kenyataan apa yang diucapkan oleh istrinya ini menjadi kenyataan.
Sedangkan empat Dewa sungai Suji mengira sang Dewi sedang menggunakan ilmu sihir.
"Hei ******,kembalikan wajah tuan muda Jaladanda,karena kalau tidak,maka kami empat Dewa sungai Suji tidak akan segan segan lagi kepada mu"kata salah satu dari empat Dewa sungai Suji itu.
"Kalian semua bawalah dia pergi selagi masih ada kesempatan,karena kesempatan tidak akan datang dua kali 'kata Dewi muyimaeva menyuruh semua laki laki itu untuk pergi dari tempat itu.
Tetapi Dewa Barunang yang juga jago ilmu sihir itu tidak menggubris perkataan sang Dewi, malahan bibirnya berkomat kamit mengucapkan mantra mantra sihir.
Tiba tiba tubuhnya mengepulkan asap hitam pekat seperti jelaga yang mengurung tubuh sang Dewa Barunang.
Ketika asap hitam itu sirna,ujud Dewa Barunang kini berubah menjadi seekor kera besar setinggi satu depa setengah.
Kera besar itu terlihat sangat cocok dengan wajah Jaladanda yang menjadi muka kera.
Kera jelmaan Dewa Barunang itu berbulu hitam sangat lebat,dengan kuku tangan dan kakinya yang panjang dan hitam serta taring yang mencuat di bibirnya,menambah seram wajahnya.
Dewi muyimaeva melihat ilmu sihir Dewa Barunang itu,bukannya takut,tetapi menjadi bertambah muak.
"Kau pikir aku menggunakan ilmu sihir ya?,kalau kau senang dengan wajah seperti itu,maka teruslah seperti itu,hingga manusia membunuh mu"kata Dewi muyimaeva.
Dan secara ajaib,seberkas cahaya putih menyelimuti tubuh Dewa Barunang sesaat saja lalu menghilang kembali.
*********
__ADS_1