
Dua Dewi dari bukit serigala itu tumbang dengan lobang sebesar kepalan menganga di dadanya hingga sampai ke belakang nya.
Sementara itu,Dewi Ginantari sedang terlibat pertarungan dengan Dewa pesolek dan Dewa mata keranjang.
Pertarungan mereka cukup seru,dan keadaan masih seimbang,hingga Dewi Ginantari mendengar Dewi muyimaeva mengirimkan suara ketelinga nya yang mengatakan bahwa Alex sudah pergi mengejar penculik putri Dewi Sucitra dan Dewi Paraditha.
Mendengar itu,Dewi Ginantari segera mempercepat gerakannya hingga setengah dari kemampuannya.
Dewa pesolek dan Dewa mata keranjang menjadi kelabakan mendapatkan serangan yang meningkat dua kali lipat cuma dalam tempo yang singkat.
Sedangkan putri Annchi nampaknya tidak mendapatkan kesulitan sedikitpun menghadapi Bidadari danau Sun Chin.
Sementara itu di kediaman tuan besar Yu,di sebuah kamar mewah,nampak terbaring dua orang gadis cantik dalam keadaan tertotok.
Sedangkan diluar kamar,tepatnya di ruang tengah,nampak tuan besar Yu sedang berbincang dengan tiga orang tua.
Yang seorang berbadan gempal dengan kepala licin plontos bernama Dewa siluman gunung hoa.
Yang kedua berbadan tinggi kurus dengan kepala yang botak di samping kanan dan kiri serta belakang,dan yang ada rambutnya cuma di tengah kepala bagian depan.
Laki laki ini bernama Dewa Angkara Lembah karang.
Mareka berdua lah yang telah menculik Dewi Paraditha dan putri Dewi Sucitra.
Sedangkan yang ketiga berbadan tegap,kulit putih,tampan dan umur sekitaran empat puluhan tahun,bernama Dewa pedang berlian.
Diantara ketiganya,dialah yang tertinggi ilmunya serta paling berbahaya karena dia memiliki sebuah pedang mustika bernama pedang Berlian.
Mareka sedang membicarakan tentang tangkapan mereka malam itu.
"Tuan besar,cuma mareka berdua yang ilmunya paling rendah dan mudah di atasi,yang lainnya sedang bertarung dengan para pengawal kelas satu,dan nampaknya tidak lama lagi mungkin para pengawal itu akan pulang dengan kemenangan juga"kata Dewa siluman gunung hoa.
"Iya sayang sekali yang seorang itu tidak dapat dibawa serta,menurut keterangan anakku,dialah yang paling tercantik diantara gadis cantik jelita ini,benarkah Angkara?"tanya sang tuan besar kepada pengawal utamanya yang satu lagi.
"Benar sekali tuan besar,dialah wanita yang paling cantik dengan bentuk tubuh paling indah yang pernah aku lihat tuan,mungkin bila diumpamakan,kecantikan manusia di dunia ini bila disatukan nilainya cuma seperempat dari kecantikannya"jawab Dewa Angkara Lembah karang.
Mendengar keterangan itu,semakin penasaran lah tuan besar Yu.
"Bagai mana seandainya mereka menang dan mengejar kesini?" tanya tuan besar Yu kepada para pengawal utama nya.
"Tenanglah tuan besar, pertama gerbang kita adalah gerbang terkokoh di tanah ini,dan tidak ada satu manusia pun yang bisa menjebolnya,yang kedua seluruh pasukan panah telah hamba siagakan menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi,yang ketiga jangan lupa disini masih ada adik Dewa pedang berlian yang pedangnya ribuan kali lebih keras dan lebih tajam dari pedang manapun"jawab Dewa Angkara dengan keyakinan yang kuat.
"BUM!!!".
Baru saja Dewa Angkara selesai berbicara,sebuah suara dentuman sangat nyaring terdengar menggema dengan goncangan yang sangat kuat hingga beberapa dinding rumah ada yang retak dan ada juga sebagian yang roboh.
Mereka semua bergegas keluar dari rumah itu menuju kearah asal suara dentuman tadi.
Di depan rumah mewah itu terlihat pintu gerbang yang semula berdiri kokoh terbuat dari material yang sangat kuat,kini sudah hancur lebur bersama tembok yang terbuat dari batu berkelas tinggi itu.
Ditengah tengah reruntuhan tembok dan pintu gerbang itu,berdiri seorang pemuda mengenakan jubah panjang bermotif doreng doreng yang berkibar kibar tertiup angin.
Melihat pintu gerbangnya yang sangat mewah serta kuat itu kini telah hancur lebur bersama dengan tembok temboknya,bukan main murka hati tuan besar Yu.
Wajah tuan besar yang berusia sekitar lima puluhan tahun itu menjadi merah padam karena kemurkaannya.
"Hai hantu Blau,kenapa datang datang langsung menghancurkan tempat ku,apa kau mencari mati?"tanya tuan besar Yu sangat marah.
"Aku tidak mencari mati,tetapi menebar kematian di sini,cepat serahkan kedua gadis itu, kalau tidak,maka tempatmu ini akan ku hancurkan sehancur hancurnya"jawab Alex datar.
Tuan besar Yu yang sangat tinggi hati serta merasa paling kuat itu tertawa terbahak bahak sambil menatap kearah Alex, "ha ha ha ha,kau terlalu bermimpi bocah kentut,jangankan cuma diri mu,sang Kaisar saja belum tentu berani berhadapan dengan ku,Dewa Angkara,cepat ringkus bocah bau kentut ini,dan langsung bunuh, dan cincang tubuhnya serta bawa kehutan untuk makanan serigala"...
Dewa Angkara maju kearah Alex sambil mengerahkan setengah dari pada kekuatannya.
"Bocah bau kentut, rupanya kau datang menyerahkan nyawa mu, baguslah agar kami tidak repot mencari mu, bersiap siaplah kau"kata Dewa Angkara sambil bergerak menyerang Alex.
Alex yang sedari awal sudah menerapkan jurus sembilan langkah Dewa tingkat lima dan .jurus Dewa cahaya tingkat lima serta dikombinasikan dengan ilmu meringankan tubuh tingkat Dewa,terlihat seperti berpindah pindah tempat sekehendak hatinya saja.
__ADS_1
Hingga suatu saat,ketika Dewa Angkara melancarkan serangannya kepada Alex dengan kekuatan maximal nya,dengan tenang nya Alex memapaki serangan itu,sehingga dia energi besar bertemu dan menghasilkan satu ledakan yang sangat besar.
Saat ledakan terjadi,debu dan tanah beterbangan keudara,menciptakan sebuah lubang besar dan dalam ditanah.
Setelah debu dan tanah mereda,kini tampaklah tubuh Dewa Angkara tergeletak di tanah dengan sekujur badan yang sudah hancur berantakan.
Namun baru saja Alex berdiri menghela nafas, tiba tiba sebuah energi yang tidak terlihat menghantam telak di dadanya sehingga tubuhnya terlempar kebelakang hingga sejauh sepuluh tindak.
Untung saja pakaiannya terbuat dari serat baja bintang yang sangat kuat sehingga dirinya tidak terluka dalam.
Alex mencari siapa yang telah menyerang dirinya,namun dia tidak dapat melihatnya.
"Bug!!".
Sebuah pukulan kembali mendarat telak di dadanya,dan membuat tubuhnya terlempar kembali sejauh sepuluh tindak kebelakang.
Tuan besar Yu dan orang orang yang menonton pertarungan itu tertawa terbahak bahak melihat tubuh Alex tunggang langgang terkena pukulan dari Dewa siluman gunung hoa yang telah masuk kedalam gaib,alam para siluman.
Alex berdiri,dia sadar bahwa musuhnya kali ini adalah siluman yang wujudnya tidak kelihatan.
Maka setelah melompat beberapa kali,Alex berdiri sambil menerapkan mata Dewanya.
Kini kedua bola matanya tidak lagi berlainan sebelah,tetapi kini menjadi seperti mutiara putih dengan warna hijau disekelilingnya.
Alex tersenyum melihat tidak jauh dari dirinya berdiri saat itu,berdiri pula sang Dewa siluman gunung hoa yang sedang mempersiapkan serangan berikutnya.
Sambil pura pura tidak melihat,Alex mempersiapkan jurus Dewa cahaya tingkat lima yang disalurkan ke arah kedua tangannya, sehingga kedua tangan Alex berwarna hijau terang.
Tepat ketika tubuh Alex membelakangi tubuh Dewa siluman gunung hoa,secepat kilat dengan jurus pamungkasnya, Dewa siluman gunung hoa menyerang arah tengkuk Alex.
Karena sekuat apapun seseorang,apabila tulang lehernya patah,maka bisa dipastikan dia akan cacat lumpuh seumur hidupnya.
"Bum!!".
Terdengar dentuman sangat keras menggema di malam itu,ketika pukulan pamungkas dari Dewa siluman gunung hoa mendarat di tengkuk Alex.
Orang orang ramai bersorak untuk kemenangan Dewa siluman gunung hoa.
"Siluman gunung hoa memang tidak dapat dilawan,pemuda itu pasti sudah hancur badannya terkena pukulan itu"kata para pengawal tingkat rendahan yang sedari tadi menonton pertarungan itu.
"Iya kasihan pemuda bodoh itu mati muda sia sia,,salah dia kenapa mesti melawan tuan besar Yu yang sangat kuat"sahut yang lainnya.
Ketika debu dan pasir mulai mereda,mereka semuanya kini tersentak di dalam kebingungan, karena tadi mengira tubuh Alex yang hancur, tetapi ternyata pemuda itu tetap sehat segar bugar tanpa terluka sedikitpun,sedangkan tidak jauh dari situ, terlihat tubuh seseorang tergeletak dengan semua tulang belulangnya menyembul dari sekujur tubuhnya.
Tubuh Dewa siluman gunung hoa kini nampak mengerikan seperti seekor landak yang mempunyai duri duri dari tulang belulangnya yang menyembul keluar lewat robekan robekan kulit tubuhnya.
Setelah kematian Dewa siluman gunung hoa,kini seorang laki laki tampan yang maju kedepan.
Laki laki berusia sekitar empat puluh tahunan itu berbadan tegap,putih,dan cukup tampan.
"Anak muda,ilmu mu memang cukup hebat, tetapi itu belum cukup untuk bisa lolos dari tajamnya pedang mustika ku ini"kata laki laki itu sambil mengeluarkan sebilah pedang terbuat dari batu berlian yang terkenal sangat keras itu.
Pedang itu berkerlap kerlip terkena cahaya lampu.
Dengan mengerahkan setengah dari energinya,laki laki bernama Dewa pedang berlian itu bergerak menyerang kearah Alex.
Sementara itu, pertarungan antara Bidadari danau Sun Chin nampaknya semakin seru saja.
Bagi putri Annchi yang sudah pada tingkat Dewa sorga tingkat enam itu,menghadapi Bidadari danau Sun Chin sama saja seperti menghadapi seorang muridnya saja layaknya.
Seberapapun kuatnya ikhtiar sang Bidadari danau Sun Chin,namu dengan mudahnya dipatahkan oleh putri Annchi yang bersenjatakan selendang hijau daun itu.
Hingga pada satu kesempatan,satu sabetan ujung selendang putri Annchi menghantam muka Bidadari danau Sun Chin dengan telak nya, menyebabkan tubuh Bidadari danau Sun Chin terlempar beberapa tindak kebelakang dengan muka hancur serta kepala yang retak besar.
Bidadari danau Sun Chin tewas seketika.
Pertarungan antara Dewi Ginantari dan Dewa mata keranjang serta Dewa Pesolek juga tidak berlangsung lama,
__ADS_1
Setelah beberapa puluh jurus,akhirnya Dewi Ginantari berhasil mendaratkan tendangannya kearah perut Dewa Pesolek.
Dewa Pesolek terlempar jauh dari halaman penginapan itu dan akhirnya menghantam pohon besar dipinggir jalan dengan pantatnya.
Nampak batang pohon itu belepotan warna kuning terkontaminasi dari sela pantat Dewa Pesolek yang juga terlihat berwarna kuning encer itu.
Sedangkan Dewa mata keranjang mengalami nasip yang lebih naas lagi,perabotan berkembang biak miliknya hancur terkena tendangan dari Dewi Ginantari.
Sambil berjingkrak jingkrak,mereka berdua berteriak menjerit kesakitan luar biasa.
Karena tidak tega melihat derita yang berkepanjangan itu,Dewi Ginantari secepat kilat mengerahkan telapak tangannya,dan seberkas cahaya ungu melesat menghantam tubuh kedua orang Dewa itu.
Dewa mata keranjang dan Dewa pesolek,tewas tanpa bisa melawan lagi.
Setelah menyelesaikan semua musuhnya, mereka secepatnya melesat kearah Alex pergi tadi.
Sedangkan di tempat kediaman tuan besar Yu,pertarungan antara Alex dan Dewa pedang berlian kian seru.
Memang Dewa pedang berlian lebih berbahaya dari pada yang lainnya, hal itu karena pedang berliannya yang sangat kuat dan keras serta sangat tajam itu.
Alex dengan mengandalkan ilmu meringankan tubuh tingkat Dewa serta sembilan langkah Dewa tingkat lima,seolah olah berpindah pindah dari satu tempat ketempat lainnya.
Akhirnya Dewa pedang berlian berdiri saja tanpa niat mengejar Alex.
"Ternyata kau cuma seorang pengecut yang bisanya berpindah pindah tempat tanpa bisa membalas serangan,ayo kita bertarung secara jantan,jangan cuma bisanya menghindar saja, keluarkan pedang mu dan kita lihat siapa yang lebih berhak untuk hidup" kata Dewa pedang berlian.
"Baiklah kalau itu yang kau inginkan"kata Alex sambil mengeluarkan Mustika pedang bintang dari penyimpanannya.
Ketika pedang itu dikeluarkan,pancaran sinar biru keputihan itu memancar ke segenap arah,menjadikan tempat itu menjadi terang.
Selagi mereka mempersiapkan diri untuk duel dengan pedang mustika masing masing,dari luar gerbang masuk tiga orang gadis cantik,mereka adalah Dewi muyimaeva,putri Annchi dan Dewi Ginantari.
Melihat Alex sudah mengeluarkan pedangnya, Dewa pedang berlian tersenyum merasa provokasi nya berhasil membuat Alex tidak lagi menghindar seperti tadi, tetapi melawannya.
Dengan Alex melawan dirinya dengan senjata,kesempatannya untuk memenangkan pertarungan semakin besar,karena dia bisa mematahkan pedang Alex sebelum menebas batang lehernya.
Dewa pedang berlian segera menyerang Alex dengan serangan gencarnya.
Sedangkan Alex mempergunakan jurus pedang pembunuh naga tingkat tujuh,serta dilambari dengan energi qi lebih dari seperempat energi tubuhnya.
Dua jurus berlalu sudah,kini Alex tahu maksud dari Dewa pedang berlian adalah membenturkan pedang mereka berdua.
Maka tanpa ragu ragu,Alex segera memapaki serangan pedang dari Dewa pedang berlian dengan pedang milik ya.
Mustika pedang bintang adalah satu satunya logam paling keras di semesta ini,tetapi pedang berlian juga merupakan salah satu logam mineral yang terkeras di semesta ini juga.
"Bum!!!".
Sebuah ledakan dahsyat terdengar menggema hasil dari benturan dua senjata mustika tingkat tinggi itu.
Pedang Mustika pedang bintang ditangan Alex bergetar beberapa saat,sedangkan pedang berlian terlihat mental kebelakang dan hampir saja terlepas dari pegangan tangan Dewa pedang berlian.
Kini Dewa pedang berlian kembali menyerang Alex dengan mengerahkan tenaga maksimal nya.
Setelah harapannya agar pedang Alex patah terkena pedang berliannya sia sia,kini sang Dewa pedang menjadi berhati hati,karena dia tahu bahwa pedang ditangan Alex itu bukan pedang mustika biasa,dan tenaga Alex berada jauh diatasnya.
Dewa pedang berlian tidak lagi memiliki ambisi untuk membenturkan pedang berlian miliknya dengan pedang milik Alex.
Saat pedang mereka berbenturan tadi, tangannya sempat kebas beberapa saat,dan hampir saja terlepas dari pegangan tangannya.
Alex yang mengetahui semua akal lawannya itu,kini meningkatkan kecepatan gerakan pedang nya hingga ketahap hampir maksimal.
Gerakan Alex tidak lagi terlihat mata manusia, yang terlihat cuma kelebatan cahaya biru keputihan saja yang berputar mengitari seluruh tubuh Dewa pedang berlian.
Hingga akhirnya,sebuah tusukan pedang Mustika pedang bintang dari belakang hingga tembus ke dada Dewa pedang Berlian,mengakhiri perlawanan sang Dewa pedang Berlian itu.
Tubuh Dewa pedang Berlian tersungkur kedepan tanpa bersuara apa apa lagi,nyawanya langsung minggat.
__ADS_1
*********