Mr Matrix

Mr Matrix
Dua Pilihan Tersulit.


__ADS_3

Kedua orang berpakaian serba hitam itu terhenyak kaget mendengar perkataan Alex .


"Apa ?,pangeran Xiu Huan di racuni orang, siapa yang sudah meracuni dia ?" tanya salah satu dari orang berpakaian serba hitam itu.


"He he he he,meskipun aku tahu semuanya, tetapi aku memberikan kesempatan untuk mu mengatakan semuanya jendral,setiap satu jawaban mu yang salah, satu anggota tubuh mu akan ku lepaskan,dan setiap satu jawaban yang benar,satu kesempatan hidup terbuka"kata Alex sambil tersenyum sinis.


"Cuih!".


Sang jendral itu meludah kelantai, "kau kira aku takut ancaman mu,bunuh saja aku,aku tidak takut mati!"teriak sang jendral marah.


"Ha ha ha ha,kau mungkin tidak takut mati, tetapi aku ingin tahu apakah kau tidak takut hidup dengan tubuh cacat dan tidak berguna lagi ?"tanya Alex sambil tertawa tawa.


Betapa menyesalnya sang jendral bersikap gegabah dan sok hebat,akhirnya dia terbentur pada batunya, maju hancur dan mundur jadi bubur.


Untuk pertama kalinya di dalam hidupnya,sang jendral ini bergidik ketakutan mendengarkan ancaman dari pemuda yang tadi dianggapnya cuma sekedar ayam sayur itu ternyata seekor Garuda yang perkasa.


"Katakanlah jendral sebelum segalanya terlambat,siapa saja yang mengatur dan merencanakan semua ini, aku cuma ingin mereka mendengar dari mulut mu sendiri"kata Alex .


"Aku seorang jendral,aku tidak takut apapun juga, buktikanlah ancamanmu dan kau tahu aku tidak takut dengan kematian "tantang jendral Cen Thai Long sambil membelalakkan matanya tanda tidak takut.


Tanpa ada satupun yang sempat melihat kapan bergerak nya,seolah olah Alex tidak bergerak tetapi tiba tiba jendral Cen Thai Long roboh kelantai dengan kaki kanan yang buntung sebatas lutut.


Bukan main jeritan dari jendral Cen Thai Long hingga membangunkan semua orang di penginapan itu.


Bukan main terkejutnya para pengunjung penginapan itu melihat jendral utama yang paling ditakuti di negeri itu,kini terbaring menjadi pesakitan ditangan seorang pemuda tanggung.


"Kau tahu jendral, Alexander agung tidak pernah main main dengan kata katanya,apa yang keluar dari mulut ku adalah undang undang yang harus kau taati, karena konsekuensinya berat jendral bila kau berani membangkang ku, meskipun kau putra Kaisar Langit sekalipun, bila kau bersalah,tetap akan ku hukum"kata Alex dengan nada dingin.


sang jendral sudah tidak lagi mendengarkan segala ucapan dari Alex, sakit yang dirasakannya kini benar benar luar biasa sekali.


"Meskipun dia tidak mengatakannya kepada mu putri,tetapi besok pagi segala hal akan terungkap semuanya,kau lihat saja,Serapi rapinya menyimpan benda busuk,suatu saat akan tercium juga"kata Alex.


"Pu tri ?, maksud mu dia ?"tanya Dewi Araya sambil menunjuk ke arah orang berbaju serba hitam tadi.


Karena merasa tidak ada gunanya lagi menutupi semuanya,maka kedua orang berbaju serba hitam tadi segera membuka cadarnya.


Dibalik cadar itu terlihat seraut wajah yang luar biasa cantik jelita nya.

__ADS_1


Pertapa sakti, kakek Su Lung, Biksu mata hati dan seorang lagi laki laki tua datang menemui mereka.


"Tuan ku,hamba merasakan keberadaan permata illahi itu di sekitar kita!"kata Biksu Mata hati.


"Berarti benar,dia adalah salah satu dari permata itu!"kata Dewi Amarila sambil menunjuk kearah Dewi Suhitra yang masih terdiam mencerna semua ini.


"Tetapi Dewi,hamba mendeteksi tidak cuma satu energi baru disini,tetapi ada dua energi permata illahi itu Dewi!"kata Biksu Mata hati menerangkan.


"Kalau begitu siapa diantara mereka berdua yang sebenarnya bagian dari permata illahi itu?" tanya Dewi Amarila bingung.


"Dialah salah satu dari permata itu tuan ku"kata orang tua yang baru saja datang bersama Biksu mata hati tadi sambil menunjuk ke arah putri Mei Yin.


"Guru ?,kenapa guru juga disini,bukankah tadi guru di dalam istana ?"tanya kedua gadis itu bersamaan.


"Aku bisa berada dimana saja murid ku,tugas ku telah selesai mengawal kalian berdua bertemu majikan kalian yang sesungguhnya,dialah junjungan kalian sesungguhnya,kalian berdua adalah untaian ke tujuh belas dan ke delapan belas dari dua puluh satu butir permata illahi yang tidak ada bandingannya di seluruh semesta ini,kelak kalian akan mengingat semuanya dan tahu siapa dia sesungguhnya, nama ku mang An Si Quon,tetapi aku lebih dikenal dengan nama Dewa Samudra,akulah yang menitip kan dirimu kepada sepasang petani tua di desa kecil, setelah sebelumnya aku meletakan diri mu putri didalam rahim ibu mu yang sekarang,jadi dia sejati nya adik mu putri" kata An Si Quon atau Dewa Samudra.


putri Mei Yin menghampiri Dewi Suhitra dan memeluk gadis cantik jelita namun bernasib malang itu, "adikku,maapkan aku yang tidak tahu tentang diri mu,pantaslah sejak awal melihat wajah mu,aku merasa tidak asing lagi dengan mu dan terasa ada ikatan khusus diantara kita"kata putri Mei Yin.


Dewi Amarila atau Dewi perawan suci, Ratu Pramestiya,dan Dewi Araya berjalan mendekati putri Mei Yin dan Dewi Suhitra serta memeluk kedua gadis itu dengan eratnya.


"Lantas apa yang akan kita lakukan tuan ?"tanya putri Mei Yin.


"Tuan ?"tanya Alex tidak nyaman.


Dewi Araya buru buru memperingatkan kedua adiknya itu, "jangan panggil tuan,atau dia akan marah,panggil kakak saja lebih baik"...


"Eh iya baiklah kak,apa yang harus kita lakukan seterusnya kak?"tanya putri Mei Yin.


"Lihat saja besok,dan biarkan aku dan Dewa Samudra yang akan menyelesaikan masalah semuanya,yang penting bagai mana sang pangeran bisa di obati dengan segera sebelum racun makan raga itu menghabisi raga pangeran sedikit demi sedikit "kata Alex .


"Ra Ra cun makan raga ?" tanya Dewi Amarila sambil bergidik ngeri.


melihat sikap Dewi Amarila itu, putri Mei Yin menjadi was was, "kenapa kak,kakak Dewi tahu tentang racun makan jiwa itu kak?"...


Dewi Amarila menganggukkan kepalanya, "tahu,racun ganas dan keji itu akan memakan kulit dan daging hingga yang tersisa cuma tulang belulang nya saja,dan racun itu tidak ada penawarnya!"...


Pucat pasi wajah putri Mei Yin mendengarkan penjelasan dari Dewi Amarila tadi.

__ADS_1


"Bagai mana kak ?,ti tidak ada penawarnya,ja jadi maksudnya kakak pangeran akan.....".


"Memang tidak ada penawarnya,tetapi bukan berarti tidak bisa di obati,cuma ada dua cara untuk menumbuhkan pangeran,pertama dengan bunga teratai hitam,tetapi bunga teratai hitam itu sudah tidak mungkin dipetik lagi,karena sudah dipetik orang lain,harapan cuma pada yang kedua,yaitu cawan berlian milik Dewa Agung,kedua macam benda itu saja yang bisa menghilangkan jenis racun apapun yang sudah tidak ada lagi penawarnya sekalipun"kata An Si Quon atau Dewa Samudra.


"Dimanakah kita bisa menemukan cawan berlian milik Dewa Agung itu guru?"tanya putri Mei Yin.


Dewa Samudra terbatuk batuk sesaat, "tentu saja pada dewa Agung sendiri,tidak mungkin harta begitu bernilai itu bisa berada pada orang lain"kata Dewa Samudra.


"Maksud murid,dimana kita bisa menemukan dewa Agung itu guru, kasihan kakak ku,aku tidak sanggup bila harus melihat kakak ku menderita,setiap hari menjerit jerit kesakitan" kata putri Mei Yin.


Bertemu dengan dewa Agung itu perkara mudah murid ku,hanya saja untuk bisa sekedar meminjam cawan berlian itu,mungkin syaratnya sangat berat nak"kata dewa Samudra menjelaskan.


"Aku akan mencoba melaksanakan syarat apapun itu,asalkan kakakku bisa disembuhkan kembali seperti sedia kala"kata putri Mei Yin sambil menundukkan kepalanya.


"Syaratnya adalah kau harus bersedia menjadi pendamping Dewa Agung untuk selama lamanya,bagai mana ?" tanya Dewa Samudra


"Demi kakak ku,biarlah aku harus mengubur mimpi mimpi bersatu dengan tuan ku dan bersama sama dengan kakak kakak dan adik adikku,guru,kasihan kakakku"kata putri Mei Yin berkeputusan bulat.


"Benarkah itu keputusan mu putri,perlu kau tahu, bahwa untuk menyelesaikan tugas tuan mu,kau memang harus bersatu dengan semua saudara saudara mu dan junjungan mu,bila tidak,maka keberlangsungan kehidupan semua mahluk akan dipertaruhkan,terserah kau pilih yang mana sekarang,menyelamat kan kakak mu atau seluruh mahluk di semesta ini?"kata Dewa Samudra.


Putri Mei Yin termangu mendengar pernyataan dari gurunya,perlahan air mata mengalir juga membasahi pipinya, "kakak, maapkan aku,aku tidak berbakti kepada mu kak,semoga di kehidupan lainnya aku bisa membalas semua kebaikan hati mu kepada ku kak,nasip seluruh mahluk mempertaruhkan demi sayang ku pada mu, aku harus memilih mengorbankan diri mu demi semua mahluk,tuan ku membutuhkan aku dan semua mahluk membutuhkan pengorbanan mu kak,aku sayang pada kakak"...


"Jadi bagai mana keputusan mu murid ku,siapa yang akan kau korbankan sekarang?" tanya Dewa Samudra.


Dengan menundukkan kepalanya,putri Mei Yin akhirnya memberikan keputusan, "aku memilih tuan ku dan mengorbankan kakakku, biarlah aku bersalah dan berdosa kepada seseorang,tetapi dapat menyelamatkan lebih banyak orang lagi"kata putri Mei Yin sambil terus terisak Isak.


Kenangan masa kecil dimana dia sering di gendong oleh sang kakak dan berlarian mengejar kupu kupu di taman istana kembali berputar di kepalanya.


"Bagai mana tuan ku,kau dengar sendiri pengakuan dari mulutnya,dia lebih memilih mengorbankan keluarganya dan menyelamatkan orang banyak,ketimbang menyelamatkan keluarganya dan mengorbankan orang lain"kata Dewa Samudra.


"terimakasih Dewa Samudra,tugas mu sekarang adalah membuka dantian nya yang tersegel itu"kata Alex sambil menunjuk kearah Dewi Suhitra.


"Ah tuan bergurau,itu bukan tugas saya tuan, tetapi tugas tuanku,ketahuilah segel itu akan hancur bersamaan dengan tuan ambil kegadisannya, sama seperti yang lainnya juga seperti itu tuan ku,dantian ke dewi an mereka akan terbuka begitu tuan mendapatkan mereka"kata dewa Samudra sambil tertawa terkekeh kekeh.


Setelah menotok di sekujur tubuh jendral Cen Thai Long agar menghentikan pendarahannya, Alex meletakan tubuh sang jendral licik itu di sudut ruangan sementara menunggu pagi tiba.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2