
Malam itu istana kota Darmantian mengadakan jamuan makan makan menyambut kembalinya Alex bersama rombongan termasuk kedua putri kembar sang Raja.
Dalam kesempatan itu,kembali sang raja mengutarakan maksud nya untuk meminta bantuan dari Alex agar bisa membawa mereka semua bersama seluruh warga kota ke dunia dimana mereka bisa berinteraksi dengan orang lain.
"Saya bisa saja membantu tuan Raja,tetapi apakah ini sudah merupakan kehendak bulat dari seluruh warga,atau hanya kehendak segelintir orang saja ?"tanya Alex kepada sang Raja.
Sang raja terdiam sesaat,lalu menatap kearah wakil nya yang bernama Cen Di Dou, "masalah itu,kau bisa bertanya langsung pada wakil ku Cen Di Dou ini tuan muda"...
Cen Di Dou menganggukkan kepalanya sebentar, "Tuan,saya sudah menanyakan kepada seluruh warga,apakah mereka mau pindah ke tempat baru yang lebih baik dan lebih menjanjikan,atau tinggal di sini menanti ajal datang lalu berganti dengan generasi baru, tetapi tidak pernah berkembang,hampir semua warga menghendaki pindah ke dunia yang lebih menjanjikan,cuma ada beberapa orang yang tidak setuju,tetapi cuma segelintir orang saja tuan muda "kata Cen Di Dou
"Tuan muda,maapkan saya,tidak bijak sana bila kepentingan orang banyak,kita kalahkan hanya karena segelintir orang saja,lebih baik mengorbankan segelintir orang demi kepentingan yang lebih banyak lagi" kata sang Raja menjelaskan sikap dan pandangan nya kepada Alex .
Alex tersenyum menatap kearah sang Raja, "tuan Raja benar,baiklah saya setuju membantu tuan, tetapi satu syaratnya yang harus tuan penuhi nanti" kata Alex.
"Syarat apakah itu tuan muda?"tanya sang Raja deg-degan.
Syarat nya mudah tuan Raja,bila nanti kalian berhasil pindah,maka di tempat yang baru nanti,kalian semua harus taat dan tunduk di bawah kekuasaan negeri saya,bagai mana tuan raja ?" tanya Alex .
Sang Raja menarik nafas lega,mendengar pernyataan dari Alex itu, "hamba kira apakah, kalau cuma itu,tuan muda jangan khawatir, hamba berjanji akan taat dan tunduk serta patuh menjadi warga negeri tuan yang baik"...
"Kalau begitu baik lah,besok pagi kita bicara lagi,sekarang saya mau beristirahat tuan Raja,apakah boleh?"kata Alex .
Sambil tersenyum ramah,sang raja mengangguk ,"silahkan tuan muda,silahkan tuan beristirahat"kata sang raja dengan perasaan senang,karena maksudnya di kabulkan oleh Alex.
Baginya jabatan tidak lah penting,yang penting adalah keluar dari kutukan, itu yang paling penting.
Malam itu Alex dan lima belas istrinya disediakan kamar khusus yang sangat besar.
Dan akhirnya malam pun berlalu dengan damainya.
penduduk kota Darmantian kembali beraktivitas seperti biasanya,tetapi sang raja mendapat laporan dari prajurit penjaga gerbang,bahwa dunia di luar kota Darmantian berubah menjadi aneh.
Sang Raja terperanjat heran, "berubah aneh bagai mana prajurit?" tanya sang Raja.
"A ampun tuan ku, berubah menjadi banyak pohon yang tumbuh di kiri dan kanan jalan,Padang rumput yang biasanya itu,kini sudah tidak ada lagi tuan ku"kata prajurit itu dengan terbata bata karena nafasnya belum normal betul setelah tadi berlarian dari gerbang Utara.
Belum juga selesai satu masalah,kini datang lagi prajurit jaga yang kedua,teman dari prajurit yang pertama,yang sama sama berjaga.
"Heh kau ada apa lagi prajurit,kenapa lagi ini,apa ada kabar aneh lagi ?" tanya sang Raja kebingungan .
"Tu tuan ku,di gerbang kota ada iring iringan kereta kencana dan selusin pasukan asing yang bermaksud mau masuk ke dalam kota menjemput kaisar mereka yang berada di istana katanya!" kata prajurit kedua dengan nafas yang ngos ngosan.
"Baiklah,suruh mereka masuk,aku menunggu di istana!"kata sang Raja sambil duduk di kursi khusus di teras istana menantikan rombongan prajurit yang katanya mau menjemput kaisar mereka itu.
Sang Raja tidak habis pikir,selama ribuan tahun menjelajahi dunia ini,tidak pernah bertemu satu negeri pun juga,mengapa kini ada pasukan segala,lalu di mana negeri itu selama ini.
Sejuta pertanyaan yang tidak ada jawabannya menggerogoti pikiran sang Raja.
Setelah beberapa saat lamanya,datanglah lima buah kereta kencana yang masing masing ditarik empat ekor kuda putih,di iringi prajurit khusus dan paling depan dengan menaiki kuda hitam,nampak seorang jendral yang sangat gagah.
__ADS_1
Setelah berada di depan istana,sang jendral turun dari kuda hitamnya itu Sera menjura hormat kepada sang Raja.
"Terimalah hormat saya tuan Raja,saya jendral besar Lau me bermaksud menjemput yang mulia Kaisar Alexander yang sedang menjadi tamu penting tuan"kata jendral Lau me.
Sang Raja tersentak kaget bukan main, " tu tunggu, tunggu, kau bilang menjemput,lalu sekarang ini kita dimana ?"tanya sang Raja seperti orang bodoh yang tidak mengerti apa apa.
"Tuan sedang berada di negeri Fangkea,di selatan kota raja Alexia tuan Raja,tadi malam tuan ku memindah kan kerajaan tuan ke negeri kami,dan berpesan kepada tetua istana Alexia,agar di jemput di kota ini"kata jendral Lau me.
Sang Raja terdiam tidak mampu berbicara lagi, seluruh kata katanya seperti terkunci di tenggorokannya,hingga terdengar sapaan dari belakang sang Raja.
"Hei kau jendral,pagi pagi sekali kau menjemput kami "...
jendral Lau me dan seluruh prajurit khusus itu serentak bersujud.
Sang Raja membalikan tubuh nya melihat kearah suara tadi.
Disana berdiri Alex bersama dengan semua istrinya dan para pengawalnya.
"Tu. tuan muda,ja jadi kau ?" tergagap suara sang Raja.
"Tenangkan diri mu tuan Raja, tuan Alex bukan cuma kaisar negeri Fangkea,tetapi juga tuan agung para Dewa suci,bahkan kaisar Dewa suci sendiri akan berlutut di depan nya,sekarang negeri mu berada di dalam negeri Fangkea yang makmur,jadi kau sekarang menjadi bagian dari negeri Fangkea "kata Dewa Samudra.
Ketika sang Raja berniat ingin bersujud kepada Alex,Alex melarang nya.
"Kau tidak usah bersujud kepada ku, pimpinlah wilayah mu,dan jadikan wilayah sekitar kota ini menjadi tempat pertanian dan peternakan yang maju, datanglah ke kota raja Alexia dan kau bakalan tahu apa yang harus dikerjakan,sekarang saya akan pulang ke istana,bila bila waktu,kau boleh berkunjung ke istana Alexia,tinggal kasih kabar,dan prajurit akan menjemput mu,oh iya tuan Raja,aku minta ijin kepada mu,karena si kembar ingin ikut istri istri ku ke istana Alexia"kata Alex.
Akhirnya semua istri Alex masuk kedalam kereta kencana bersama Yun Yun dan si kembar.
Sedangkan untuk para pengawal menaiki kereta lainnya,sedangkan Alex tetap menaiki Dewa Pegasus.
Dan perjalanan kembali ke Utara pun dimulai.
Setelah rombongan Alex keluar dari kota Darmantian,sang Raja secepatnya mengambil kuda nya, dan dengan di iringi oleh beberapa orang prajurit, dia segera memacu kuda itu ke gerbang kota.
Disana dia dengan mata kepala sendiri menyaksikan bahwa di sekeliling kota itu adalah hutan belantara yang lebat,ada sungai sungai dan juga beberapa telaga.
Sang Raja berpikiran bahwa saat nya dia menggerakkan bidang pertanian dan perkebunan seperti cita citanya selama ini.
Sementara itu,karena letak kota Darmantian tidak berjauhan dari kota raja Alexia,maka setelah beberapa saat berkuda, tibalah mereka di gerbang kota Alexia yang sangat megah.
Dari pintu gerbang kota,hingga sepanjang jalan menuju ke istana,bendera negeri Fangkea berkibar bersama beberapa hiasan menyambut kedatangan sang Kaisar yang mereka cintai itu.
Di gerbang dalam, nampak enam orang bidadari yang cantik jelita sedang berbaris menantikan sang pujaan hati yang lama tidak berjumpa.
Paling depan adalah putri Giok Lin,bersama putri Kwan si yang perutnya sudah mulai terlihat membuncit itu.
Lalu Dewi Sucitra bersama putri Guan Hong, Dewi Tara dan Dewi Suci.
Kereta kencana berhenti di gerbang luar atau di seberang jembatan.
__ADS_1
Dari gerbang luar menuju ke gerbang dalam,mereka berjalan kaki saja.
Tidak kuasa menahan kerinduannya,putri Annchi berlari kearah putri giok Lin Dan putri Kwan si.
"Kakak !, kakak !"...
Mereka pun berpelukan melepas kerinduan hati karena lama berpisah.
Putri giok Lin Dan putri Kwan si,bergantian mencium pipi putri Annchi yang cantik jelita itu,sambil air mata terus menetes di pipi mereka.
Begitupun ketika putri putri dan Dewi Dewi yang lain tiba,mereka berpelukan sambil bercengkerama dan bercanda ria.
Tiba tiba Dewi Tara menatap kearah sang putri kembar dengan takjubnya.
"Adik,kalian ikut kesini juga ? "tanya Dewi Tara.
Dengan kebingungan, kedua gadis kembar itupun menganggukkan kepalanya.
Dewi Tara memegang kepala kedua putri kembar itu,dan sekelebat cahaya putih memasuki kepala kedua nya.
Keduanya menjerit sesaat karena sakit kepala yang menyerang tiba tiba,tetapi setelah pusing nya hilang,sepasang gadis kembar itupun menatap bingung kearah Dewi Tara
"Kakak Dewi, kakak Dewi,bukankah kau Dewi Tara?"tanya keduanya.
"Hi hi hi hi,sekarang kalian berdua baru ingat kan ?,siapa sejatinya kalian berdua,nah kau seharusnya mendapatkan hak yang sama seperti kami semua,karena kau bagian dari kami juga" kata Dewi Tara.
Mereka berjalan memasuki benteng istana,disana para kerabat istana sudah menunggu kedatangan dari sang kaisar tercinta.
Setelah mereka berkumpul semua di ruang tengah istana Alexia,minuman anggur pun di keluarkan.
Alex menanyakan perkembangan negeri Fangkea kepada istri istrinya yang tinggal sewaktu dia pergi.
"Kakak,urusan negeri kita selama kakak pergi aman aman saja,dan masalah jalan kereta api yang kakak rencanakan dahulu sudah hampir rampung semua,sudah ada beberapa yang selesai kak,tinggal kakak datangkan kereta nya saja lagi"kata putri Giok Lin.
"Oh iya,aku minta kau suruh orang orang membangun perkampungan di sekitar selatan Alexia dekat dengan Darmantian untuk masyarakatnya Ratu Pramestiya "kata Alex kepada salah seorang bawahannya.
Untuk sementara,para masyarakat nya Ratu Pramestiya di tempatkan di sekitar kota raja Alexia saja hingga permukiman untuk mereka selesai.
Malam itu kebahagiaan mereka bisa berkumpul kembali di satu atap dan satu junjungan kembali,membuat mereka merasa lengkap.
Pesta kebahagiaan pun di laksanakan dengan meriah serta makanan dan minuman yang berlimpah ruah.
Para pembesar negeri silih berganti datang berkunjung ke istana Alexia.
...****************...
Novel ini tidak lama lagi akan tamat,terimakasih atas dukungan kalian semua,serta penghargaan yang setinggi tingginya bagi pembaca yang budiman.
jangan lupa baca juga novel kedua saya yang berjudul "Jiwa Naga Sejati".
__ADS_1