
Jumlah pendatang yang memasuki kota Sam Ju memang sangat meningkat drastis dari biasanya,kebanyakan dari mereka pemuda usia dua puluh tahunan, remaja dan anak anak.
Para pemuda dan remaja inilah yang biasanya bergaya seolah olah mereka sudah menjadi pendekar papan atas saja layaknya.
Selesai menikmati mie nya,Alex dan istrinya serta pengawalnya segera berjalan mencari rumah penginapan.
Sudah beberapa penginapan yang mereka naiki,tetapi semua sudah ter isi penuh.
Untunglah akhirnya mereka menemukan sebuah penginapan yang masih agak kosong,tepat berada di tengah kota Sam Ju.
Sewa per kamarnya dua puluh keping emas, mungkin karena itulah mengapa rumah penginapan ini rada sepi.
Tetapi setelah masuk, barulah orang orang mengerti,mengapa sewa kamar disini sangat mahal.
Pasilitas di kamar di penginapan ini ternyata sangat istimewa sekali,seperti mandi air panas,mendapat makan,serta ada pasilitas hiburannya.
Lagi pula, penginapan ini khusus bagi mereka yang berduit saja.
Baru saja akan memasuki kamar mereka masing masing, Dipintu rumah penginapan itu datang lagi serombongan orang,yang nampaknya dari sebuah perguruan silat terkenal.
Di rombongan itu ada empat orang pemuda dan empat orang pemudi, serta dua orang panatua perguruan laki laki dan dua orang panatua perguruan wanita.
Diantara mereka nampak seorang nona muda cantik sekali,tetapi terlihat sangat arogan dan sedikit jahil yang selalu diikuti oleh ketiga orang gadis yang lainnya.
Nampak sekali jika gadis arogan itu seorang nona muda yang kaya raya,dari semua yang di pakainya.
Di saat yang sama masuk seorang laki laki yang sangat tua sekali, berjalan agak bongkok dengan pakaian yang lusuh dan Kumal.
"Nona muda,adakah kamar kosong lagi nona?" kata orang tua itu kepada nona penerima tamu itu.
"Kamar kosong banyak kek,tetapi kakek sanggup tidak membayar dua puluh keping emas untuk satu malam nya?" tanya nona penerima tamu rumah penginapan itu.
Kakek itu nampak kecewa dan dari raut wajahnya terlihat agak sedih.
"Tidak adakah kamar yang bisa saya tempati nak,meskipun di gudang saya mau asal saya bisa tidur malam ini" kata kakek tua itu.
Nona penerima tamu di rumah penginapan itu nampak sangat kesal melihat ulah kakek tua itu.
"Hei kek,kalau kubilang tidak ada ya tidak ada kek,meskipun tidur di WC belum tentu kakek mampu membayar nya"damprat gadis
Kakek itu membungkuk beberapa kali sambil meminta maap, "maapkan saya nona, maap kan saya, maapkan saya,saya akan pergi" kata kakek tua itu sambil menjura beberapa kali lalu melangkah keluar rumah penginapan itu.
"Tunggu kek !, tunggulah sebentar"Alex melangkah mendekati kakek itu.
__ADS_1
Kakek tua itu menghentikan langkah kakinya ,berbalik menatap kearah Alex , "ada apa nak,apa perlu dengan saya ?"tanya kakek tua itu.
"Tidak kek!,apakah kakek tidak mendapatkan penginapan biasa juga ?"tanya Alex .
"Tidak nak,semua penginapan murah sudah penuh terisi,tinggal penginapan ini satu satunya yang belum penuh,tetapi sayang, bekal kakek tidak sebanyak itu" jawab laki laki tua itu.
"Pelayan,berikan kakek ini sebuah kamar,aku yang akan membayarnya" kata Alex sambil menatap kearah nona penerima tamu rumah penginapan itu.
"Ta tapi tuan,kamar tinggal empat buah, dan mereka memesan empat buah kamar tuan"jawab nona penerima tamu rumah penginapan itu dengan terbata bata.
"Tadi kau bilang banyak kamar kosong,sekarang bilang habis,yang benar yang mana?"tanya Alex kepada gadis penerima tamu itu.
"Kamar memang banyak tuan,tetapi di tingkat dua,dan semua sudah dipesan orang semuanya"kata gadis penerima tamu rumah penginapan tadi.
"Tamu siapa yang kau maksudkan,berikanlah satu untuk ku,dan kamar ku untuk kakek tadi,cepat tamu siapa yang sudah memesan ?tanya Alex kepada gadis penerima tamu rumah penginapan itu.
"Kamar itu sudah di pesan oleh putra mahkota Song tuan,semua kamar di tingkat atas sudah dipesan semuanya oleh putra mahkota!"jawab gadis tadi.
"Kamar diatas kan banyak,sepadan dengan kamar di bawah, berikanlah aku satu kamar di atas!"kata Alex kepada gadis tadi.
"Maap tuan,sa saya tidak berani,semua kamar di tingkat atas sudah dipesan oleh putra mahkota!"kata gadis itu menghiba.
"Hei,,,kau siapa jadi berani memaksakan kehendak disini ?,walau kau punya uang berlebih tetapi juga harus punya tata Krama yang baik juga, jangan seperti a*j*ng yang main gonggong aja tanpa tahu apa yang seharusnya di gonggong"terdengar bentakan dari seorang gadis arogan rombongan para murid perguruan silat tadi.
"Apa ?, muka banci mu itu mau ku tinju ya?, jangan mentang mentang tampan,dan ber duit, lalu seenaknya memaksakan kehendak kepada orang lain"bentak gadis itu.
"Aku tidak memaksakan kehendak kepada orang lain nona hebat,aku cuma mau mengatakan bahwa kamar di tingkat atas masih sangat banyak, aku cuma minta satu kamar untuk ku kepada pemilik rumah penginapan ini,dan ada masalah apa dengan mu nona?"tanya Alex.
"Kau marah ?, tidak terima dengan ucapan ku?, lantas kau mau apa ? he, menantang ku?,kau belum cukup pantas untuk melawan ku,kasihan kalau muka mu yang tampan bonyok karena ku hajar"kata gadis arogan itu.
"Ha ha ha ha,gunung Tian San di depan mata kau tak nampak nona,malah berkoar kosong seperti itu!"Biksu mata hati bicara sambil tertawa tawa .
"Hei biksu buta, melihat gadis di depan mata saja kau tidak bisa,malah bicara gunung Tian San segala"gadis arogan itu semakin kalap.
"Mei Ling berhenti !"tiba tiba salah seorang panatua bernama Ouw Su Ye berteriak kepada muridnya itu sambil bergegas maju menjura di hadapan Biksu mata hati.
"Maap beribu maap tuan Biksu,atas ke kurang ajaran murid hamba, kalau hamba tidak salah lihat dari ciri ciri tuan Biksu, apakah tuan Biksu yang di juluki orang Biksu mata hati?"tanya wanita cantik panatua perguruan itu.
"Ternyata masih saja ada orang yang mengingat nama itu,aku memang di panggil orang seperti itu nona,ada apakah gerangan?"tanya Biksu mata hati alias Biksu Tong Sam Tiong.
"Menurut cerita, Biksu mata hati adalah abdi setia Dewi perawan suci, kemanapun sang Dewi pergi,tentu biksu menyertai,dalam arti bila biksu disini,besar kemungkinan Dewi perawan suci juga ada disini, saya adalah pemuja Dewi perawan suci,bisakah saya bertemu dengan beliau ?"tanya panatua Ouw Su Ye dengan hati hati.
"Kau benar nona,aku memang abdi dari Dewi perawan suci,adapun Dewi perawan suci,kau bisa melihat lima orang Dewi yang cantik cantik itu,salah satu dari mereka adalah Dewi perawan suci,kau boleh bertanya kepada mereka sendiri"kata Biksu mata hati.
__ADS_1
Ouw Su Ye menatap lima orang yang sedang berdiri menatap keributan Alex dan nona Mei Ling.
Seperti baru tersadar, mereka menoleh kearah kelima orang wanita cantik jelita itu.
"Nona nona Dewi,yang manakah Diantara kalian yang bernama Dewi perawan suci itu?"tanya Ouw Su Ye sambil menjura pada kelima orang Dewi itu.
Salah seorang dari kelima Dewi itu maju selangkah dan berkata, "akulah Dewi perawan suci,apa yang kau inginkan dari ku?"...
"Dewi sudah puluhan tahun aku memuja mu, aku cuma mohon berkah mu saja Dewi,berkati aku"kata Ouw Su Ye sambil menjura tiga kali.
"Ouw Su Ye pengabdi setia ku,aku memberkatimu dengan keberkahan Dewi,wajah mu tercantik dari orang di sekitar mu,dan tidak akan ada satu tipu daya pun yang dapat mencelakakan diri mu!"kata Dewi perawan suci sambil mengarahkan telapak tangannya kearah Ouw Su Ye.
Seberkas cahaya putih melesat membungkus tubuh Ouw Su Ye beberapa saat,setelah sirna,kini yang tampak wajah Ouw Su Ye yang sudah berubah menjadi cantik jelita.
Melihat akan hal itu,gadis judes bernama Mei Ling itupun maju menjura pula, "Dewi,aku juga pemuja mu, berikan aku berkah seperti yang kau berikan kepada guru ku itu Dewi!"...
"Dengarlah wahai Mei Ling,pahala dan dosa tidak mungkin dikerjakan bersamaan,dan begitu pula dengan berkah dan karma tidak bisa di berikan dalam waktu bersamaan,pintu kebajikan tidak akan terbuka dengan kesombongan dan keangkuhan serta rasa tinggi hati,ketahuilah bahwa pemuda yang kau hina hina dan ingin kau tinju itu adalah suami ku,serta suami dari mereka juga,mereka adalah kakak kakak ku semua nya"kata Dewi perawan suci.
Semua orang yang hadir di situ menjadi ternganga mendengar pengakuan dari Dewi perawan suci,bahwa semua wanita cantik jelita itu adalah istri dari pemuda sangat tampan di depan mereka.
"Apa ?, pemuda seperti banci ini adalah suami mu, bukankah dia manusia biasa ?,yang tidak memiliki tingkat kultipasi meskipun sedikit?, bagai mana bisa kau bersuamikan seorang pemuda tidak berguna seperti itu Dewi?,aku tidak akan memuja mu lagi !"kata Mei Ling dengan nada mengejek.
"Kau bisa melihat dasar laut nona, bila dasar laut itu belum terlalu dalam, tetapi bila melihat dasar laut yang sudah sangat dalam,kau tidak akan melihat apa apa nona!" kata Dewi perawan suci dengan muka merah.
Belum sempat mereka melanjutkan perdebatannya, dari arah pintu tiba tiba terdengar teriakan seorang prajurit negeri Song, "putra mahkota telah tiba !, putra mahkota telah tiba !, putra mahkota telah tiba !"...
Semua yang hadir diam menundukkan kepalanya menyambut kedatangan sang putra mahkota, pangeran Song Kim Su dan rombongannya.
Ketika rombongan putra mahkota datang,putra mahkota dan istri serta putri kecil mereka terpana sejenak.
"Paman Alex!, paman Alex !,Kian Lie kangen paman!" teriak seorang petri cantik usia enam tahunan berlari kearah Alex yang sudah berjongkok sambil merentangkan kedua tangannya.
putri kecil yang cantik seperti sang bibi nya itu berlari ke dalam pelukan Alex .
"Wow,wow, wow, penguasa tertinggi negeri Fangkea juga berada disini,ada Khabar apa adikku !"kata putra mahkota pangeran Kim Su sambil memeluk Alex.
"Selamat datang kakak!, kebetulan saya ada tugas yang harus saya selesaikan di pegunungan Kuan Lun kak"kata Alex .
Kembali semua yang hadir disitu menjadi terperanjat,termasuk gadis arogan tadi.
Semua orang di daratan benua Fangkea ini sudah mengetahui tentang penguasa negeri Fangkea yang masih muda belia,namun berilmu sudah sangat tinggi setingkat dengan Dewa Langit,apa lagi baru baru ini tersiar kabar bahwa negeri Fangkea berhasil menaklukan negeri Nirwana yang terkenal sangat kuat itu, membuat nama besar Alex semakin membumbung tinggi lagi.
...****************...
__ADS_1